Tak Setara

Tak Setara

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-26
โดย:  Lassอัปเดตเมื่อครู่นี้
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 คะแนน. 1 ทบทวน
49บท
268views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Aluna hanya ingin bekerja untuk bertahan hidup, tetapi di tengah tekanan ekonomi sebagai seorang istri, ia justru menemukan sesuatu yang tak pernah ia cari: rasa dihargai dari atasannya, seorang pria dingin yang terlalu sering mengkritik, memanggil namanya dengan nada rendah, dan berdiri lebih dekat dari seharusnya. Masalahnya, Aluna sudah menikah, sementara pria itu telah dijodohkan, sehingga seharusnya tak ada apa pun yang tumbuh di antara mereka selain hubungan antara atasan dan bawahan. Namun, ketika rumah tak lagi terasa seperti tempat pulang dan kantor perlahan menjadi pelarian, setiap sindiran berubah menjadi perhatian, setiap jarak menjadi godaan, dan setiap konflik justru memperdalam perasaan yang tak semestinya ada. Kini Aluna harus memilih antara bertahan pada pernikahan yang telah retak atau tenggelam dalam cinta yang sejak awal tak pernah seharusnya terjadi, sebab beberapa kisah cinta dimulai bukan dari restu, melainkan dari keberanian menanggung dosa bersama.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Manipulatif

Pintu kamar terbuka dengan bunyi klik pelan. Ruangan itu luas, dengan meja kerja di dekat jendela dan lampu kuning yang hangat. Tirai setengah tertutup, memperlihatkan gemerlap kota di luar.

“Duduk di sana,” kata Arka, menunjuk kursi di meja kerja.

Aluna menurut, ia segera membuka laptop, mencoba fokus pada file presentasi yang tadi dipuji klien dan diminta direvisi.

Arka berdiri di belakangnya, memeriksa layar dari atas bahunya. “Terlalu cepat di bagian awareness,” ucapnya pelan. “Geser dua minggu.”

Jaraknya terlalu dekat.

Aluna bisa merasakan hangat napasnya samar di sisi kepala. Ia menggeser kursi sedikit ke depan, pura-pura untuk meraih mouse. “Seperti ini, Pak?”

Arka tidak langsung menjawab. Ia justru memindahkan tangannya ke meja, bertumpu di sisi kursi Aluna, membuat ruang geraknya semakin sempit. “Kamu tegang?” tanyanya tiba-tiba.

“Saya hanya ingin cepat selesai, Pak."

“Bagus.” Nada suaranya rendah. “Saya suka orang yang serius dengan pekerjaannya.” Kalimat itu terdengar seperti pujian. Tapi entah kenapa, Aluna tidak merasa bangga. Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang aneh. Hanya suara ketikan dan dengungan AC.

Setelah revisi hampir selesai, Arka akhirnya menjauh. Ia berjalan ke arah minibar, mengambil dua botol air mineral. “Kamu tahu kenapa saya ajak kamu malam ini?” tanyanya tanpa menoleh.

Aluna berhenti mengetik. “Karena saya yang menyusun proposalnya.”

“Bukan hanya itu.” Suasana terasa Hening. Arka berbalik, menatapnya dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. “Kamu berbeda dari yang lain.” Kalimat itu menggantung di udara. "Kamu tetap kerjakan. Saya ingin mandi sebentar." Arka melangkah ke kamar mandi.

Aluna merasakan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Entah karena kalimat yang diucapkan bosnya tadi atau sesuatu yang tidak ia ketahui. Namun demi sebuah tuntutan pekerjaan, ia tetap harus terlihat profesional dan membuang pikiran negatif di kepalanya.

Sampai kemudian suara Arka terdengar dari balik pintu kamar mandi. "Aluna," teriaknya dari dalam.

Aluna yang mendengar namanya dipanggil sontak menjawab, "iya, Pak?"

"Saya mau minta tolong."

Aluna berlari kecil menuju pintu kamar mandi untuk mendengar lebih jelas, "minta tolong apa, Pak?"

"Tolong ambilkan saya handuk diatas sofa. Saya lupa."

Deg... Seketika dadanya berdegup tak biasa, ada rasa malu dan aneh didalam benaknya. Bagaimana bisa seorang CEO lupa membawa handuk saat mandi, gumamnya. Ia melirik handuk yang tergeletak diatas sofa samping ranjang. Kemudian mengambilnya, "Pak, ini handuknya." Suaranya sedikit memekik.

Pintu kamar mandi terbuka dari dalam, Aluna langsung menyodorkan handuknya dengan berhati-hati agar dirinya tidak terlihat. Alih-alih menunggu handuk itu diraih dari dalam, tiba-tiba tangannya ditarik masuk kedalam kamar mandi.

Aluna menjerit sesaat, matanya tertutup oleh kedua tangannya, jantungnya berdegup sangat kencang. Karena saat ini, Aluna sudah berada di kamar mandi, tubuhnya bersandar ditembok, dan Arka sedang berada dihadapannya.

"Apa yang Bapak lakukan," tanyanya panik. Kedua tangannya masih menutupi wajahnya.

"Kenapa kamu menutupi wajah mu?" tanya Arka datar, seolah apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang biasa.

Aluna mengintip sedikit dari celah jarinya, ingin memastikan bahwa atasannya masih memakai pakaian. Ia melihatnya memakai celana boxer, kemudian menurunkan kedua tangannya dari wajahnya. "Bapak mau apa?" Suaranya bergetar, ada rasa takut dari dalam dirinya.

"Cuma mau lihat kamu." Sorot matanya tajam.

Aluna melangkah ingin menuju pintu, namun Arka menahan pundaknya, membuat Aluna tidak bisa bergerak. "Tolong jangan lakukan ini, Pak." suaranya memohon.

"Lakukan apa?" Bertanya seolah ia tidak melakukan apa-apa.

Aluna terdiam, matanya sedang menahan sesuatu. Pandangannya hanya tertunduk ke bawah. Tiba-tiba tangan Arka menyentuh dagu Aluna, membuatnya mendongak ke atas dan kini mereka saling bertatap mata. Arka menatap dalam perempuan yang hampir menangis itu, ia bisa merasakan tubuhnya gemetar.

Tapi kemudian Arka melepaskan tangannya dari bahu Aluna, melihat kesempatan itu, sontak Aluna langsung berlari keluar dari kamar mandi.

Arka memakai handuk yang terjatuh di lantai, menutupi tubuhnya kemudian mengikuti Aluna.

Aluna sudah berdiri didepan pintu, ia berusaha untuk keluar dari kamar itu. Namun ternyata pintunya tidak bisa dibuka.

"Kamu mau kemana? Pekerjaan kamu belum selesai."

Aluna yang merasa ketakutan hanya diam dan tidak mampu menjawab. Arka melangkah perlahan mendekati Aluna yang diam mematung disamping pintu. Tangannya terangkat menyentuh pipi Aluna, melihat reaksi atasannya itu, air mata yang sedari tadi ia bendung akhirnya jatuh.

Melihat reaksi Aluna membuat Arka terkekeh pelan, "kamu kalau sedang begini ternyata lucu juga ya."

Mendengar kalimat itu Aluna menatap kesal bosnya, ia merasa dipermainkan dan diperlakukan tidak baik. Bahkan ia tidak pernah menyangka jika bosnya bisa berbuat seperti ini.

Melihat tatapan sinis dari Aluna, tanpa banyak bicara ia meraih pinggangnya lalu mengangkat tubuh itu dengan satu tarikan kuat. Dalam hitungan detik, tubuhnya sudah bertumpu di atas pundaknya, menggantung dengan kepala di belakang dan kaki di depan. Kemudian Arka menjatuhkan tubuh itu diatas ranjang.

Aluna berteriak dan memberontak. Ia hendak lari dari atas ranjang sebelum akhirnya tubuh Arka menahan tubuhnya. Arka membungkuk diatas tubuhnya Aluna, tangannya menahan kedua tangan Aluna, membuat perempuan itu tidak bisa bergerak.

Aluna menangis karena tidak bisa berbuat apa-apa, pikirannya penuh oleh hal-hal yang menakutkan.

"Aluna. Lihat saya."

Ia masih menangis dan memalingkan wajahnya.

"Jika kamu ingin malam ini segera selesai, tatap saya."

Aluna mendengar sebuah harapan kecil, yang membuatnya terpaksa menatap wajah Arka. Tatapan mereka saling beradu, yang satu dengan linangan air mata dan satunya dengan sebuah tatapan iba tetapi dikuasai oleh egonya. Arka mendekatkan wajahnya perlahan, tatapannya tertuju pada bibir dengan liptint pink milik Aluna.

Melihat reaksi itu, Aluna berteriak dan memalingkan wajahnya kembali. "Pak, tolong jangan lakukan itu," isaknya.

"Memangnya kenapa? Bukankah atasan melakukan dengan bawahannya... itu hal biasa?"

"Tapi kenapa harus saya?" suaranya terdengar serak.

"Karena kamu adalah bawahan ku."

"Bawahan bukan berarti seseorang yang bisa seenaknya direndahkan."Kini suaranya terdengar lebih lantang.

Mendengar itu, Arka tertawa kecil. “Memangnya apa yang kamu pertahankan?” Arka menatapnya lekat. “Harga diri?”

Aluna menarik napas, berusaha menahan gemetar di suaranya. “Saya hanya ingin Bapak berhenti.”

“Hanya menyentuh sedikit saja kamu sudah bereaksi seperti ini?” Arka tersenyum miring. “Kamu terlalu sensitif.”

“Itu bukan sentuhan yang pantas, Pak.” Kini suaranya lebih tegas. “Dan ini bukan tempatnya.”

“Kamu ada di sini karena pekerjaan. Dan saya atasanmu.”

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ความคิดเห็น

Aprillia D
Aprillia D
Arka menyeramkan ......
2026-08-13 13:03:38
1
1
49
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status