Share

Pulang

Author: iindwi_z
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-11 20:30:16

Sama seperti malam-malam sebelumnya, aku akan selalu bermimpi melakukan hubungan intim dengan Javier. Selalu bermimpi bagaimana tubuhku disentuh dan dijelajahi olehnya tanpa ampun.

Aku perlahan membuka mata. Sama seperti biasanya, aku merasa itu semua bukanlah mimpi belaka. Aku merasa benar-benar nyata merasakan bagaimana Javier mulai menyentuhku, bagaimana tangan kekar itu mulai menjamah seluruh lekuk tubuhku.

Namun, itu jelas tidak mungkin. Mengingat pintu kamar terkunci denga

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Cemburu dengan pengakuan Nicolas

    .Aku melangkah keluar seraya menggandeng jemari mungil Nicolas. Di luar, Alex sudah menungguku di dekat mobil. Bahkan, tadi ia sempat membawakan beberapa pakaian ganti yang kubutuhkan. Tidak mungkin aku menghadiri pertemuan dengan orang-orang penting di kota ini menggunakan pakaian yang sama seperti semalam.“Kamu serius tidak mau ikut?” tanyaku sekali lagi pada Camila, tepat sebelum Alex membukakan pintu mobil untuk kami.Camila menggeleng pelan. “Tidak. Aku di rumah saja, aku mau membantu Rosa. Kalian pulanglah saat makan siang nanti.”Hatiku menghangat mendengarnya. Aku tentu langsung menganggukkan kepala dengan sangat cepat. Pulang untuk makan siang bersama di rumah … aku tidak akan melewatkan kesempatan manis itu. Dan sepertinya, kegiatan makan bersama akan menjadi kegiatan yang wajib aku lakukan sekarang.“Hati-hati. Jangan terlalu lelah, ya? Kamu tidak perlu bekerja lagi, Camila, karena sekarang sudah ad

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Ketegasan dan Janji Masa Depan

    POV Javier“Aku tidak butuh wanita-wanita itu, Mama,” kataku tegas seraya terus menatap lurus ke arah Camila yang membisu, mendengarkanku berbicara di telepon.“Mama tidak setuju dengan ide kamu, Javier! Mama ingin kamu punya keturunan dari pernikahan sah, bukan dengan cara rumit yang kamu beritahukan waktu itu. Di keluarga kita, tidak ada sejarahnya punya anak dengan cara seperti itu!” cecar suara Mama di balik layar.Aku menghembuskan napas panjang mendengar penuturan Mama. “Mama dengarkan aku baik-baik. Aku akan segera pulang setelah semua urusanku di sini selesai. Ingat, aku tidak akan pulang sendirian. Aku akan membawa seseorang bersamaku, jadi Mama tidak perlu memikirkan soal perjodohan itu lagi,” tegasku menenangkan.“Benarkah?! Apakah kamu menemukan wanita yang kamu cintai di kota S?” tanya Mama, seketika berubah antusias.“Hm. Aku sangat mencint

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Keraguan

    POV CamilaSial! Aku refleks menarik kerah bajuku untuk menutupi leher. Aku benar-benar melupakan hal ini! Sialan, ini pasti tanda yang dibuat Javier semalam!Aku melirik Javier yang berdiri mematung di belakang Nicolas. Bukannya merasa bersalah setelah meninggalkan jejak kepemilikan yang pasti akan membuat Nicolas bertanya-tanya, pria itu justru menyunggingkan senyum nakal nan menggoda.Sungguh menyebalkan!“Emm … bukan, Sayang. Ini karena digigit nyamuk. Iya, karena digigit nyamuk makanya jadi seperti ini,” jawabku beralasan seadanya, berharap Nicolas akan langsung percaya.Namun, anak berusia empat tahun itu tampaknya terlalu pintar untuk dibodohi. Ia menatap tubuhnya sendiri, beralih menatapku lagi, lalu secara bergantian menatap kerah kemeja ayahnya. Tindakannya tentu saja membuatku bingung sekaligus makin panik.“Kenapa nyamuknya cuma menggigit di leher Ibu? Kenapa Nico dan Ayah tida

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Apa semalam digigit vampir

    ?POV Javier:Sial! Aku keceplosan!Bagaimana kalau Camila tahu kalau aku tadi hanya sedang beralasan? Aku tadi sengaja bilang tidak bisa tidur di lantai agar bisa tidur dengannya saja. Dan menghasilkan, kan? Aku bahkan sampai bisa melakukan penyatuan juga.“Tidak apa-apa, sekali-sekali tidur di lantai tidak masalah,” kataku menetralkan rasa gugup. “Ayo, kita siapkan kasur lipatnya! Lalu kita tumpuk selimut yang banyak agar terasa sedikit empuk,” tambahku cepat agar Camila tidak menatapku dengan sorot curiga.Beruntung Camila tidak kembali memberi pertanyaan lebih lanjut. Ia melangkah keluar dan langsung menyiapkan perlengkapan tidur kami bertiga di lantai ruang tamu.Semua tempat sudah siap. Nicolas berbaring tepat di tengah-tengah kami. Wajah kecilnya yang tadinya dipenuhi rasa takut kini berubah menjadi senyuman bahagia yang amat melegakan. Bahkan, kedua tangan kecilnya menggenggam erat tanganku dan len

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Suara hantu

    POV CamilaAku tentu saja terkejut mendengar penuturan nakal dari bibirnya. Tidak cukup satu kali saja?Sejujurnya, bagian terdalam dari diriku pun tidak menolak jika harus melanjutkannya lagi. Namun, tubuhku rasanya sudah sangat lelah, dan bagian bawahku masih terasa sedikit perih tak nyaman.Meskipun ini bukan pengalaman pertamaku bersamanya, aku sudah teramat lama tidak melakukan hubungan intim. Terakhir—dan satu-satunya—penyatuan kami terjadi lima tahun yang lalu.Aku belum sempat memberikan respons atau jawaban, namun tubuh besar Javier sudah kembali mengungkung di atas tubuhku. Tepat saat jemari hangatnya hendak kembali membuatku terbuai, suara tangisan melengking Nicolas mendadak memecah keheningan malam!“Ibuuu!”Suara itu sukses membuat jantungku serasa melompat keluar dari dada! Dalam keadaan panik, secara refleks aku mendorong dada bidang Javier dengan kuat. Tanpa membuang waktu, aku mengambil

  • Cinta Terlarang Untuk Kakak Angkatku    Penyatuan Utuh

    POV Javier:Aku memposisikan tubuhku tepat di antara kedua kakinya, lalu dengan penuh kehati-hatian merenggangkan kedua paha mulusnya. Tepat di depan inti kehangatannya, aku menjulurkan lidah. Aku mulai menjilatnya dengan lembut. Jika dulu aku melakukannya tanpa sadar di bawah pengaruh obat, maka malam ini aku ingin meresapi dan menikmati setiap inci dari tubuh indah milik perempuanku.Sensasi ini terasa teramat nikmat—begitu memabukkan hingga aku tidak akan melepasnya begitu saja. Aku memasukkan lidahku lebih dalam, bermain-main di sana, menyesap setiap tetes kehangatannya, terlebih saat suara lembut Camila mulai mendesahkan namaku akibat perbuatanku.“Ahh … Javier …”Gairah di dalam dadaku kian membara hebat. Puas memanjakan vaginanya dengan permainkan lidah yang telah membuatnya basah sempurna, aku perlahan menyusupkan satu jariku ke dalam vaginanya.“Aaahhh …” jeritnya pelan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status