ログインAku melihat ibuku disiksa, diperkosa, dan dibakar hidup-hidup. Coba tebak, siapa dalang di balik itu semua? Benar, ayah kandungku sendiri. Demi gundik dan anak haramnya, ayahku membunuh ibuku, dan kedua anak sahnya. Aku dan kakakku berhasil selamat. Namun... Sejak saat itu, hatiku sepenuhnya mati. Yang tersisa hanya kebencian dan dendam untuk ayahku. Dengan identitas palsu, ah... Maksudku, dengan identitas baru sebagai laki-laki, aku kembali. Masuk ke universitas elit. Mendekati musuhku. Dan... Menghancurkan mereka... Satu per satu. Mampukah aku membalas kematian ibuku, dan kembali memulihkan identitasku sebagai putri konglomerat? Atau... Aku akan berakhir sama seperti ibuku? "Ayah... Tidur nyenyakmu sudah saatnya berakhir."
もっと見るJantungku berdegup kencang saat tubuhku diseret mundur. Instingku langsung bekerja. Mataku bergerak cepat, menyapu setiap sudut gelap di gang sempit, mencari kemungkinan adanya rekan lain yang bersembunyi.Namun, kosong! Tidak ada siapa pun. Orang ini datang sendirian?Senyum tipis nyaris muncul. Bagus! Kalau begitu... Ini akan lebih mudah.Aku memaksa napasku melambat, menekan detak jantung yang mulai tak teratur. Dalam situasi seperti ini, kepanikan hanya akan membunuhku lebih cepat.Aku harus tenang, dan fokus!Perlahan, aku mengatur posisi tubuhku. Sikuku kutarik sedikit ke belakang, mencari sudut yang tepat. Satu kesempatan sudah cukup bagiku. Tanpa peringatan, aku menghentakkan tubuhku, lalu menghantamkan siku sekuat tenaga ke arah perut pria di belakangku."Akh!"Bekapan di bibirku langsung terlepas.Aku tersentak maju, menarik napas dalam-dalam, lalu berbalik dengan cepat, siap melanjutkan serangan.Namun... Tubuhku membeku. Mataku membelalak.Sosok yang kini meringkuk, bukan
Ruang sidang diliputi keheningan yang menekan.Lampu kristal besar di langit-langit memantulkan cahaya putih dingin, menyinari setiap sudut ruangan tanpa ampun.Dinding marmer yang tinggi memantulkan gema napas para hadirin, menciptakan suasana kaku yang membuat siapa pun enggan bergerak sembarangan.Tak ada yang berani berbicara. Semua mata tertuju pada satu titik, pada sosok Arlo yang berdiri tegak di tengah ruangan, membawa tekanan yang nyaris tak terlihat, namun terasa begitu nyata.Aura kekuasaan itu... Mencekik."Sarah. Bagimu, uang segitu tidak ada apa-apanya, 'kan?" Arlo kembali menekan. Suaranya rendah namun menghimpit. Ia tidak berniat melepaskan mangsanya begitu saja.Kepanikan yang sedari tadi Sarah sembunyikan kini retak di permukaan."Sarah! Tolong selamatkan aku...." mohon Aldo, suaranya pecah. "Aku tidak ingin masa depanku hancur.""Sarah!" panggilku, tepat saat ia hendak membuka mulut.Suasana seketika terpotong. Seluruh perhatian di ruang sidang beralih padaku.Aku m
"Kalau mau bunuh orang, jangan di tempat terbuka. Dasar bodoh!" bentak Reno. Suara baritonnya menggema di lorong yang sepi. Otot-otot di lengan Reno menegang, rahangnya mengeras. Ia melangkah maju, bersiap melayangkan tendangan ke perut Aldo yang masih meringkuk di lantai. Melihat situasi yang bisa memicu masalah lebih besar, aku segera menahan lengan kekar Reno. "Kak Reno, jangan! Dia temanku, tadi kami cuma bercanda," cegahku, meredam emosinya. Reno mendengus kasar. Ia menatap Aldo dengan tatapan membunuh sejenak, lalu membiarkan pemuda pengecut itu lari terbirit-birit. Setelah memastikan Aldo pergi, Reno berbalik menatapku dari atas ke bawah. "Badanmu terlalu tipis, pantesan sering diganggu," omel Reno. Tangannya menarik kerah belakang bajuku seperti mengangkut anak kucing. "Ayo. Mulai hari ini kamu ikut aku ke gym." Aku hanya bisa pasrah diseret olehnya. *** Di pusat kebugaran kampus yang dipenuhi alat berat, Reno menceramahiku panjang lebar tentang pentingnya massa otot
Arlo meraih ponselku dengan gerakan tenang. Jari jempolnya menggeser layar, membaca satu per satu fitnah yang disebar oleh Bella.Tidak ada perubahan drastis di wajahnya, tetapi rahangnya yang menegang dan otot lehernya yang mengeras menjadi bukti nyata bahwa ia menahan amarah."Ini perbuatan Bella," tegasku. Aku menundukkan kepala, sengaja memanipulasi nada suaraku agar terdengar putus asa."Karena aku menggagalkan rencananya, dia sekarang mengincarku. Kak Arlo... Tolong aku. Aku nggak mau nilaiku turun karena stres mikirin rumor ini."Arlo mengembalikan ponselku. Senyum tipis, dingin namun menenangkan, terukir di bibirnya."Oke. Ini permintaan pertamamu. Mana bisa aku menolak."Rasa lega memenuhi dadaku. Janji Arlo adalah jaminan mutlak.Dampaknya langsung terasa. Dalam hitungan hari, rumor tentangku menghilang tak berbekas dari semua forum kampus. Lebih dari itu, Universitas Bimsa terasa jauh lebih sunyi.Bella telah resmi dikeluarkan dan dipindahkan ke kampus kecil di kota terpenc






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.