Share

Bab 299

Penulis: Sierra
Yuvi tentu juga mendengar makian pria kekar itu. Dia menoleh dan memandang ke arah Vincent.

Wajah tampan Vincent yang dingin itu disinari samar oleh lampu jalan yang remang-remang. Dari jarak sedekat ini, Yuvi bisa melihat ada sisi remaja di wajahnya. Dia memang terlihat dewasa sebelum waktunya, tetapi sebenarnya usianya tidak jauh berbeda dengan Yuvi. Mereka sama-sama mahasiswa tahun pertama yang masih sangat muda.

Wajah Vincent datar dan nyaris tanpa ekspresi. Sikapnya juga tertutup.

Yuvi hendak berkata, "Kamu ...."

Namun belum sempat kalimat itu keluar, bahunya tiba-tiba terasa ringan. Vincent sudah melepaskannya. Suaranya terdengar dingin saat berkata, "Kamu lupa bawa barangmu."

Vincent membawa serta hadiah-hadiah yang tadi Yuvi bawa.

"Nggak usah. Itu memang sengaja kuberikan kepada Bibi biar tetap bugar. Aku sangat berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkanku."

Vincent tidak menjawab. Dia membawa hadiah-hadiah itu dan melangkah cepat ke depan.

Yuvi buru-buru mengejarnya.

Yuvi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
emping 72
seneng bacanya capek nunggu timer iklannya
goodnovel comment avatar
Desi Oktavia
sampe berapa bab ini sih panjang amat mulai bosen, tar gw tinggalin aja lg
goodnovel comment avatar
Yuliana R
episode y byk x
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1150

    "Mbak Tuti, tenang saja. Sekarang aku lagi hamil. Aku tahu batasan kok. Lagi pula soal kehamilanku ini nggak mungkin terus disembunyikan dari Steve. Aku akan mencari waktu untuk memberitahunya."Mbak Tuti terlihat sangat puas. "Nyonya Vania, memang sudah seharusnya begitu. Lebih baik cepat kasih tahu Tuan Steve. Dengan begitu, dia bisa menjagamu dan anak kalian. Itu memang sudah menjadi tanggung jawab seorang suami dan ayah."Namun, Vania tidak berani membiarkan Steve bertanggung jawab begitu saja. Yang dia khawatirkan adalah bagaimana reaksi Steve jika tahu bahwa dirinya hamil.....Vania tiba di studio dan langsung menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan. Tanpa terasa, waktu pulang kerja pun tiba.Asistennya datang menghampiri. "Kak Vania, desain yang ini sudah beres. Kita sudah bisa pulang."Vania melirik jam sejenak. Steve bilang akan menjemputnya sepulang kerja. Kapan pria itu datang?Vania mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Steve, lalu meneleponnya.Nada dering ponsel terden

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1149

    Steve tidak bangun dari ranjang. Dia memeluk Vania erat di dalam pelukannya. Sebenarnya jam biologisnya sudah membangunkannya satu kali pada pukul 6 pagi, tetapi karena Vania yang harum dan lembut itu tidur di dalam pelukannya, dia pun tidak bangun.Steve menatap bibir merahnya. "Lelah nggak?"Vania jelas tahu maksud pertanyaannya. "Nggak kok!"Steve mengulurkan tangan dan menyentuh bibir merah wanita itu. "Di sudut bibirmu masih ada kulit yang sobek sedikit."Vania pun meliriknya dengan manja dan kesal. "Semua gara-gara kamu! Sudah dapat untung, masih saja pura-pura nggak tahu apa-apa!"Steve tersenyum penuh kasih sayang. "Oke, salahku semua."Suasana menjadi agak ambigu. Vania menatap Steve tanpa berkedip. "Kamu belum bangun, jangan-jangan karena masih mau melakukan sesuatu?"Steve malah bertanya balik, "Menurutmu, aku bisa melakukan apa?"Vania menyunggingkan bibir merahnya. Tangannya yang kecil menyentuh otot perut Steve, lalu perlahan bergerak ke bawah. "Mana aku tahu kamu mau mel

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1148

    Malam ini, apakah Steve sangat menginginkannya?Vania tiba-tiba mendekat dan mencium bibir tipis pria itu.Steve memandangi Vania, lalu menindihnya dan menciumnya.Sambil merangkul leher Steve, Vania merespons ciuman pria itu dengan aktif dan lembut.Mereka belum pernah berciuman lama sebelumnya. Hanya mencium, tidak melakukan yang lain. Vania merasa seluruh tubuhnya lemas.Steve menempelkan wajah tampannya ke leher Vania, mulai mencium rambutnya.Tangan Vania meraba ke atas, dengan lembut memeluk kepala Steve. Dengan hati-hati sekaligus berani, jari-jarinya menyusup ke rambut pendek Steve yang rapi dan menariknya. Vania tiba-tiba tertawa.Steve bertanya dengan suara serak, "Seru, ya?"Dia sudah merasakan Vania menarik-narik rambutnya.Vania senang, seperti anak kecil yang nakal dan cerdik. "Agak seru."Steve meliriknya, lalu berbalik berbaring telentang. "Tidur yang awal."Setelah itu, Steve hendak bangun.Vania bertanya, "Kamu mau ke mana?"Steve menjawab, "Mandi air dingin."Vania l

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1147

    Mungkin pandangan Vania terlalu lama berhenti pada wajah Steve, pria itu tersenyum seraya bertanya, "Kok lihatin aku begini?"Vania tersadar dari lamunannya, lalu berkata dengan tulus, "Steve, terima kasih!"Meski tidak bertanya, Steve mengerti keadaan sulit yang dialaminya.Steve berucap, "Kita ini suami-istri. Kalau orang lain merundungmu, itu sama saja merundungku. Lain kali kalau ketemu situasi seperti ini lagi, kamu bisa beri tahu aku. Atau kalau kamu mau aku lakukan sesuatu untukmu, selama nggak melanggar prinsip, semuanya boleh."Vania sangat terharu. "Apa maksudmu melanggar prinsip?"Steve menjabarkan, "Nggak langgar hukum dan aturan!"Vania terdiam. Dia benar-benar tidak menyangka Steve akan memberi jawaban yang begitu serius. Dia sendiri juga warga negara baik yang taat hukum!Vania mengonfirmasi, "Steve, maksudmu, selama nggak melanggar hukum dan aturan, semua permintaanku akan kamu penuhi?"Steve berucap, "Lain kali coba saja ajukan permintaan!"Steve tidak menjawab pertany

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1146

    Frank begitu marah sampai tidak bisa bicara. Tak lama kemudian, Vania mendengar suara yang lembut berkata, "Vania, semua ini salahku. Kalau kamu marah, tumpahkan saja padaku. Veren nggak bersalah!"Vania mengenali suara itu, wanita simpanan ayahnya yang telah disembunyikan bertahun-tahun, Jennifer.Jennifer menangis seraya berkata, "Vania, kalau kamu nggak mau maafkan aku, aku akan cari ibumu sekarang dan sujud minta maaf!"Hati Vania tersentak kaget. Jennifer sangat tahu bagaimana cara menyakiti ibunya.Ibu Vania menderita depresi selama ini. Terakhir kali Jennifer datang, saat Vania pulang, ibunya sudah menelan sebotol obat tidur dan terbaring di kasur. Jika bukan karena Vania segera melarikannya ke rumah sakit, ibunya sudah tiada.Saat itu, Vania membuat keributan besar. Barulah ayahnya berjanji tidak akan membiarkan Jennifer datang lagi, tidak akan membiarkan Jennifer muncul di depan ibunya.Sekarang Jennifer ingin mencari ibunya lagi. Jennifer selalu seperti ini, menuturkan omonga

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1145

    Tentu saja Vania harus menghindar. Dia sedang hamil muda sekarang, tidak boleh melakukan hubungan intim dengan suaminya.Sebenarnya, Vania belum sempat memikirkan masalah hubungan intim. Sebelumnya, selama dia tidak memulai, Steve tidak akan mengambil inisiatif.Tak disangka, malam ini Steve ingin mandi bersamanya.Vania belum memikirkan bagaimana cara memberitahu Steve tentang kehamilannya. Jadi, dia hanya bisa menolak secara halus, "Aku baru pulang, mau mandi dulu."Steve memandangi wajah cantik Vania, lalu merangkulnya erat-erat. "Nggak mau mandi bareng? Lupa dulu gimana kamu merengek padaku? Main pura-pura tolak?"Vania terdiam. Ya Tuhan, dia sama sekali tidak pura-pura menolak."Nggak!" Takut Steve curiga, Vania meletakkan tangannya ke piama sutra Steve. "Katanya suami istri harus jaga jarak sedikit. Kalau nggak, akan kehilangan rasa kebaruan! Aku nggak mandi bareng, takut kamu cepat bosan denganku!"Steve memang menyukai kata-kata manis Vania. Dia tersenyum seraya meledek, "Denga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status