LOGINAku. Antonia Dior. Wanita berusia 30 tahun belum menikah. Menjadi budak cinta selama 11 tahun namun dicampakkan dan berakhir menyedihkan. Pria itu Alpha Benjamin, laki-laki yang usianya di bawah aku 5 tahun, penyelamat kewarasan mentalku dari kekejaman sosok mantan pacar laknatku. Laki-laki kejam yang sudah memperbudakku jatuh dalam gelimangan cinta yang begitu menyedihkan. Selama 11 tahun aku tenggelam dalam kebohongan cintanya yang ternyata palsu dan berakhir pria jahanam itu tidur dengan adik tiriku sendiri yang selama ini selalu menyimpan rahasia penuh misteri. Bagaimana jadinya kalau aku membalas perbuatan pria 11 tahunku itu dengan menikahi anak dari kakaknya sendiri, keponakan tersayang yang selama ini didewakan di keluarga besarnya?
View MorePenolakan yang dilakukan oleh Dokter Sean itu membawa sosok Vio berhadapan kembali dengan Alpha. “Maaf, Vio. Saat ini aku sedang tidak bisa membantumu. Aku mencari istriku.” “Istri?” Vio menatap sosok Alpha yang sudah berlalu dengan cekat dari hadapannya. Tak lama dirinya juga Aisha berada satu ruangan dengan sosok lain. “Kek. Kak Alpha memang sudah menikah?” Laki-laki tua itu hanya mendengus. Dia mengalihkan pandangannya dari wajah Vio. “Kek. Vio mania?” rengeknya manja. “Sebenarnya Kakek sudah lama menantang pernikahan itu. Sempat bercerai tapi mereka rujuk kembali,” jawab sang kakek. Kini wajahnya menatap sosok Vio yang sepertinya merajuk. “Kalau kamu bisa membaut hubungan mereka pecah Kakek akan mengabulkan semua permintaanmu, Vio.” Vio sesungguhnya terkejut. Namun gadis muda itu mendekat lebih intens ke arah pria tua itu. “Tapi kenapa Kakek tidak menyukai wanita itu. Aku rasa Dior orangnya baik meskipun dari keluarga biasa saja.” Kakek tua itu semakin mendengus kan napasnya
Aku masih bergeming setelah beberapa waktu lalu terjadi insiden kecil. Kami berpelukan dengan erat bahkan terasa kesedihan itu menjerat setiap aliran darah kami. Damian. Pria itu bernama Damian. Aku rasa seumuran denganku. Tampak sangat dewasa dan bertanggung jawab. Tapi entah mengapa seperti ada yang disembunyikan darinya. “Makan dulu. Kondisi kamu masih lemah.” Suara itu terdengar sangat merdu. Bahkan aku menatapnya sangat lama. Tampan dan mengesankan. “Apa kamu mau membawaku ke rumah sakit lagi?” tanyaku yang membuatnya sejenak terdiam. Pria itu tertegun begitu lama. Seolah ada yang dia pikirkan. “Sebenarnya aku sakit apa? Apa kamu itu keluargaku?” tanyaku lagi tanpa beban sambil menatapnya. Damian. Pria itu mendongak. Menatapku begitu selama namun di manik matanya ada tersirat kebingungan. “Tidak usah ke rumah sakit lagi. Kondisi kamu sudah membaik hanya masih lemah dan butuh masa pemulihan. Kamu beristirahat dulu. Jangan banyak pikiran.” Aku semakin lekat menatapnya
Sudah hampir setengah hari belum menemukan titik temu. Bahkan kini pihak rumah sakit bekerja sama dengan kepolisian untuk mencari keberadaan Dior. Berita menghilangnya pasien itu tersebar mengejutkan seluruh petinggi rumah sakit termasuk para pegawainya. “Cepat tutup akses itu!” Perintah itu cukup keras namun tidak membuat satu orang pun bergeming. “Percuma, Pak. Sudah menyebar. Bahkan riview rumah sakit sudah jelek. Banyak yang menarik pasiennya untuk pindah tempat.” Kepala Rumah Sakit itu menahan napas. Ada gemuruh di dadanya yang menggelegar hebat. “Jalan satu-satunya hanya bisa melakukan pencarian dan itu juga atas nama tanggung jawab pihak rumah sakit.” Suara itu milik Sean. Menengahi gejolak yang sedang memuncak. “Kita juga harus memberikan klarifikasi atas kejadian ini. Akan lebih baik mengundang awak media untuk mengadakan jumpa pers.” Sekali lagi solusi itu terdengar dari bibirnya. Dan itu tidak bisa dibantah lagi. Kepala rumah sakit itu menurut dengan apa yang
Panggilan yang baru saja terputus itu tidak sama sekali membuat hati Alpha terluka. Padahal hampir bermenit-menit dia menahan emosi karena kecaman dan hinaan terdengar dari mulut pria tua yang tak lain kakeknya itu. “Terima kasih, Vio. Kamu menepati janjimu,” ucapnya lirih dengan senyum terbit dari bibirnya. Tangannya mengemas dan mengusap jemari sang istri lalu menatap wajah wanita yang terpejam itu. “Sayang. Bangunlah. Hari ini perjodohan itu kandas begitu saja tanpa aku harus bersusah payah.” Kembali ucapnya. “Maaf, Tuan. Anda tidak bisa masuk. Pasien sedang bersama dengan suaminya.” Pria itu hanya memandang sosok Alpha yang sedang duduk sambil meremas dan mengisap jemari istrinya. “Sudah berapa lama dia koma?” “Hampir tiga hari ini, Tuan. Pasien terkena putus saraf karena musibah itu.” Ada tarikan napas yang tidak baik-baik saja. “Apa ada kemungkinan pasien akan sadar?” “Itu tergantung keajaiban Tuhan, Tuan. Kembali sosok itu menghela napas berat. Lantas berjalan de






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.