LOGIN“I-ini... maksudnya apa? Saya harus... jual diri ke Bapak?” “Kenapa… kamu merasa harganya kurang cocok?” ************** Batara, CEO muda perusahaan farmasi terbesar di negeri ini, dikenal sebagai sosok dingin, berwibawa, dan memikat, sekaligus menakutkan bagi siapa pun yang mendekat. Ia hidup dalam kendali penuh, menyimpan sisi gelap yang tak pernah ia perlihatkan kepada siapa pun. Di malam yang sama, Cleona—gadis sederhana yang putus asa mencari uang tambahan demi pengobatan ibunya—tak pernah menyangka akan terjebak di satu kamar bersama seorang pria asing. Siapa sangka, malam itu membangkitkan sisi lain Batara yang telah lama ia kubur: hasrat akan kendali, dominasi, dan permainan kuasa dalam hubungan seksual. Terjebak dalam situasi tanpa jalan keluar, Cleona tak memiliki pilihan selain menerima perjanjian Batara dan menjadi submisif dalam dunianya. Namun diam-diam, Cleona mulai mencari cara untuk terlepas dari jerat pria tampan itu. Mampukah ia melakukannya, atau justru terikat semakin dalam pada Batara dan rahasia besar yang menghubungkan mereka?
View MoreTok! Tok! Tok!Ketukan itu kembali terdengar, lebih keras.Sungguh, Batara ingin menghajar siapa pun yang berani mengganggunya di saat seperti ini. Ia menarik napas panjang, menegakkan tubuh, lalu merapikan kemeja yang sedikit berantakan.Sekilas, pandangan Batara tertuju pada Cleona yang kini terbaring lemas, tubuhnya tanpa sehelai kain pun. Hawa dingin menembus kulitnya, membuat tubuhnya meremang. Kedua tangannya terikat ke atas kepala.Perlahan ia bergerak mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga gadis itu.“Jangan berteriak. Diam di sini kalau kau ingin selamat,” katanya sembari menepuk pelan pipi Cleona.Gadis itu hanya mengangguk pasrah, tubuhnya masih diliputi ketakutan dan kebingungan. Matanya tertutup rapat, membuatnya tak bisa menangkap apa yang sebenarnya terjadi di sekelilingnya.Batara menarik napas panjang, lalu berbalik menuju pintu. Ketukan itu terdengar lagi — kali ini lebih berat dan mendesakTok! Tok! Tok!Ceklek.Pintu terbuka perlahan. Matanya membulat saat mel
Cleona menelan ludah, tubuhnya seketika kaku. Jantungnya berdetak kencang, napasnya tercekat. Mata Batara menatapnya tanpa berkedip, tajam, penuh pertanyaan—dan amarah yang sulit disembunyikan.Bagaimana bisa… batin Cleona.Batara berdiri perlahan, langkahnya mantap mendekat. Cleona reflek mundur, detak jantungnya semakin cepat. Ia berbalik bergerak ke arah gagang pintu, berencana melarikan diri, tapi sebelum tangannya menyentuhnya—Sreetttt!Genggaman Batara lebih cepat. Tangannya menahan pergelangan Cleona, menariknya mendekat hingga tubuh mereka berdempetan.Seketika, aroma vanila yang lembut dari tubuh Cleona menguar, menusuk indera Batara. Membuat ingatan tentang malam itu di hotel—kembali muncul, dan membangunkan hasrat yang mati-matian ia pendam selama ini.“T-tolong lepaskan saya, Tuan!” suara Cleona bergetar, napasnya tersengal di antara rasa takut dan bingung. Namun genggaman Batara tetap kuat, tegas, tak memberinya ruang untuk lari.“Jadi sekarang, kau ingin memata-matai pe
Jam menunjukkan pukul enam pagi ketika ia melangkah masuk ke gedung Grahapharm. Hari ini, suasananya terasa berbeda—mood-nya sedang bagus. Mungkin karena ini hari pertamanya bekerja.“Selamat pagi, Pak,” sapa Cleona sopan pada petugas keamanan yang berdiri di depan pintu lobi, sambil sedikit menunduk dan tersenyum ramah.Satpam itu membalas dengan anggukan kecil. “Pagi juga, Mbak. Hari pertama, ya?”Cleona terkekeh singkat, mengangguk. “Iya, Pak. Hari pertama banget.”“Semangat, ya. Kerja di sini seru kok, asal tahan sama SOP-nya,” ujarnya bersahabat.“Siap, Pak. Terima kasih.”Cleona lalu melangkah masuk, menatap sekeliling lobi yang masih sepi. Aroma kopi pagi samar tercium dari pantry di ujung ruangan, sementara cahaya matahari menembus kaca besar di sisi kiri, memberi kesan hangat pada awal harinya.Ia menelusuri lorong sesuai arahan Cia—paling ujung sebelah kanan. Langkahnya terpantul lembut di lantai keramik yang masih mengilap. Tak lama, ia tiba di ruang karyawan.Ruangan itu t
Sesuai ide Cia semalam, Cleona kini berdiri di depan gedung yang menjulang tinggi dengan tulisan besar “Grahapharm.” Di tangannya, ia menggenggam amplop cokelat berisi surat lamaran kerja dan data diri.“Huh…” ia menghela napas berat, lalu mengepalkan tangan kanannya.“Semangat!” bisiknya pada diri sendiri.Begitu sampai di meja security, ia menyapa sopan.“Permisi, Pak. Mau interview dengan Ibu Sofie.”Sofie adalah supervisor office boy/girl di perusahaan itu.“Oh, kalau gitu ikut saya, Mbak,” jawab security ramah.Cleona mengangguk cepat. Ia pun mengikuti langkah petugas melewati lorong demi lorong. Setiap sudut terasa asing, membuatnya semakin gugup. Kedua tangannya meremas map cokelat di dada, seolah menjadi pegangan terakhir.Hingga akhirnya, mereka berhenti di depan sebuah pintu dengan papan nama bertuliskan“General Affairs Office”Cleona menahan napas ketika, Security mengetuk sebentar, lalu membuka pintu.Ruangan itu sederhana—ada meja besar dengan tumpukan map, papan jadwal












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.