Claimed By The Mafia Billionaire

Claimed By The Mafia Billionaire

last updateLast Updated : 2025-05-30
By:  LunaOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
9
4 ratings. 4 reviews
135Chapters
3.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Dysis Salmon’s life has been shaped by the cruelty of her father, a man consumed by debt and selfish ambition. Struggling to survive in the shadows of his abuse, Dysis is forced into a terrifying new reality when her father offers her as payment for his debts to Alexander Levi, a ruthless and powerful mafia leader. Alexander, a cold and calculating figure, is used to controlling everyone and everything around him, but Dysis is different. Her defiance ignites something in him, both a desire for power and an attraction he cannot ignore. Dysis discovers she has lost control of her life after being brought to the Levi estate, a world of luxury and peril. She discovers the harsh reality of being imprisoned in a golden cage: resistance might be her only chance to survive, but escape is impossible. Despite Alexander’s iron grip on her, Dysis finds an unlikely ally in Vee, a loyal maid and bodyguard who shares her own dark past. Together, they form a fragile bond, but Dysis’s escape attempts are swiftly punished by Alexander, whose growing feelings for her complicate his ruthless, mafia-driven world. Meanwhile, Lucian Everett, the family doctor, offers Dysis a glimpse of kindness amidst the chaos, stirring emotions that further unsettle her. As Dysis navigates this twisted power struggle, secrets about her father’s betrayal and Alexander’s tragic past begin to surface. Dysis must choose between fighting for her independence at all costs or submitting to Alexander's domination in a world full of deceit, deception, and relentless control. However, a terrifying foe that threatens to destroy them waits in the shadows. Love and survival are the ultimate goals in the sinister romance *Claimed by the Mafia Billionaire*, which is full of passion, power, and danger.

View More

Chapter 1

The Fear of a Daughter

“Din, rumah Ibu sudah Abang jual.” 

Kalimat itu, keluar begitu saja dari mulut Ibrahim minggu lalu. Ibrahim adalah satu-satunya kakak laki-laki yang dimiliki Dinara.

Sudah seminggu berlalu, tapi pikirannya tetap kusut.

Bahkan saat ia duduk menunggu giliran di ruang interview hari ini, kecamuk itu belum juga reda. Dinara menarik nafas pelan, mencoba menenangkan diri namun ia tetap gelisah.

Bagaimana tidak? Rumah satu-satunya peninggalan Ibu, lenyap dijual kakaknya bahkan tanpa sepengetahuannya!

Alasannya? Untuk membayar hutang pinjaman online, untuk berjudi!

Dinara tidak habis pikir. Berulang kali, ia berharap kakaknya bisa berubah, tapi yang ia dapat justru kekecewaan yang semakin dalam.

Yang membuatnya semakin sesak, haknya atas warisan itu pun tidak diberikan secara utuh. Ibrahim hanya memberi sekadarnya, seolah-olah dialah yang paling berkuasa atas harta warisan itu.

Ketika ia mencoba protes, kakaknya malah bersikap tak peduli.

Dan sekarang, rumah itu harus dikosongkan minggu depan. Tujuh hari lagi.

Panik mulai merambat. Dinara belum memiliki pekerjaan lagi, sementara biaya hidup terus berjalan.

Tabungannya makin menipis, dan uang warisan mendiang ibu pun sudah hampir habis digunakan untuk menyambung hidup. Belum lagi, ia akan kehilangan tempat tinggalnya. 

Maka, ketika sahabatnya memberi kabar tentang lowongan di perusahaan properti tempatnya bekerja – sebuah perusahaan properti villa besar dengan reputasi solid, Dinara pun langsung mengiyakan.

Ia tahu seleksinya terkenal ketat, tapi ia harus mencoba, harus berusaha diterima. Dinara betul-betul membutuhkan pekerjaan ini. 

Sekarang, di ruang interview, Dinara duduk berhadapan dengan dua sosok penting dari perusahaan properti tersebut. Seseorang dari bagian HRD dan Elang Adikara, sang CEO yang dikenal sebagai sosok dingin, perfeksionis dan sulit ditebak. 

Dinara kini mengerti maksud ucapan sahabatnya tentang sang CEO beberapa hari lalu. Elang Adikara memang tampan dengan rahang tegas, sorot mata tajam, dan aura yang entah bagaimana membuat ruangan menjadi seperti kekurangan oksigen. Tetapi pesona itu tidak membantu Dinara merasa lebih nyaman.

Beberapa kali Dinara menarik nafas pelan, mencoba menenangkan diri. 

Ia jelas butuh pekerjaan ini. Ini adalah pekerjaan formal pertama Dinara.

Dulu, Dinara hanya pernah bekerja sebagai bagian administrasi di sebuah gudang kecil, pekerjaan yang ia dapat berkat kenalan ibunya dulu. Meski pekerjaan itu tak bertahan lama karena ia harus mengurus ibunya yang sakit.

Ia membantu seluruh proses administrasi gudang agar berjalan lancar. Dinara juga beberapa kali menemani atasannya.

Namun, Dinara pikir semua itu tidak sebanding dengan hari ini. Ia harus berhadapan dengan seorang CEO, dengan tanggung jawab pekerjaan yang jauh lebih besar, jauh lebih banyak.  

‘Aku harus dapat pekerjaan ini, nggak boleh gagal!’ pikir Dinara dengan tekad bulat.

Namun sejak tadi, Dinara dapat merasakan tatapan yang menusuk dari sang CEO. Seolah-olah pria itu menilai tiap detail dirinya. Itu membuat Dinara merasa sedikit tidak nyaman.

Meski begitu, Dinara menjawab semua pertanyaan Bu Reva dengan mantap. Meski tidak memiliki pengalaman yang signifikan, Dinara percaya diri dengan kemampuannya. Ia yakin bahwa dirinya sudah siap ketika harus menghadapi tekanan, jadwal padat, hingga klien yang sulit.

Dari cara Bu Reva mengangguk-angguk, Dinara merasakan adanya kepuasan, seakan jawabannya lebih dari cukup. Membuatnya sangat yakin akan diterima di perusahaan tersebut.

Namun begitu sang CEO akhirnya bersuara, atmosfer ruangan langsung berubah drastis.

“Dinara Arumi.”

Nada beratnya membuat kepala Dinara terangkat perlahan.

“Iya, Pak,” jawabnya sopan.

Tatapan pria itu tidak bergeser sedikit pun. Seakan ia sedang menilai apa pun yang tidak tertulis di CV. Matanya dingin, namun intens.

Lalu sebuah pertanyaan datang tanpa peringatan. 

“Tidak ada pengalaman… Memang tahu apa tentang menjadi sekretaris?”

Dinara terdiam. Dunianya seperti berhenti sesaat. 

Ia tidak yakin apakah ia salah dengar, atau memang pria di depannya itu baru saja meremehkan kandidat pegawainya. 

Dinara memang belum pernah bekerja sebagai sekretaris sebelumnya. Namun, bukan berarti Dinara sama sekali tidak memahami tentang menjadi seorang sekretaris.

Dinara sempat terpelatuk rasa kesal. Ia merasa direndahkan dengan satu pertanyaan itu. Namun, ia harus menahan perasaan itu, karena bagaimanapun ini adalah sebuah kesempatan yang tidak bisa didapatkan dua kali. 

Dada Dinara kembali menegang. Lengan Dinara ikut kaku di pangkuan. Sebagian dirinya ingin tertawa tidak percaya, sebagian ingin berdiri dan pergi saja. Tapi ia butuh pekerjaan ini. Ia tidak bisa kehilangan kesempatan ini hanya karena emosi.

Seluruh kesan elegan Elang Adikara di mata Dinara lantas runtuh begitu saja.

Yang ia lihat sekarang adalah seorang pria yang dengan mudah merendahkan orang lain. Orang yang bahkan tidak dikenalnya. Barangkali pria itu memandang orang lain sebagai rendahan.

Cara pria itu menatapnya juga membuat Dinara merasa seolah sedang dihakimi. Ia seperti diperlakukan sebagai masalah bahkan sebelum diberi kesempatan membuktikan siapa dirinya. 

Elang berdehem, terdengar tidak sabar ketika Dinara tidak langsung menjawab.

Dinara tersentak kecil. 

“Mohon maaf, apa boleh diulang pertanyaannya, Pak?” Dinara akhirnya bersuara, mencoba terdengar tegas.

Ia berharap Elang Adikara akan menarik ucapannya. Mengubah pertanyaan itu menjadi sesuatu yang lebih relevan. 

Namun harapan itu langsung padam ketika Elang Adikara kembali memindai dirinya dari atas sampai bawah. Ia menegaskan dengan lebih perlahan namun lantang.

Elang menghela napas sebelum kembali berujar, “Pertanyaan sepele seperti itu saja tidak bisa jawab, bagaimana bisa kamu begitu percaya diri melamar menjadi sekretaris saya?”

Mata Dinara membesar. 

Apakah pria ini serius!?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Smile
Smile
It’s a really Nice story. Her story are just different from other.
2025-09-06 09:04:06
0
0
Ulo Shine
Ulo Shine
good read so far!
2025-01-15 09:13:18
2
0
Shamari Lane
Shamari Lane
This book is very confusing. I want to like it because of the plot but it’s skipping parts and going back and forward. I sadly couldn’t get past the first few chapters.
2025-05-10 01:53:40
0
2
Thapeachy
Thapeachy
Very nice story
2025-03-27 00:14:10
0
0
135 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status