بيت / Romansa / DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN / 02. Bengkel Eksklusif

مشاركة

02. Bengkel Eksklusif

مؤلف: Miaoutumi01
last update آخر تحديث: 2026-01-08 05:01:50

Los Angeles, California – Pukul 11.03 malam

Rolls-Royce Phantom hitam melaju dengan kecepatan stabil di atas aspal Wilshire Boulevard, menjauh dari kilauan lampu neon restoran Le Jardin Secret.

Di dalam kabin yang tenang, musik klasik dari era 1970-an – “Life in the Fast Lane” milik Eagles – mengalir lembut dari sistem suara premium, namun irama yang menggairahkan itu tidak mampu menghilangkan ketegangan yang melayang di antara dua orang muda di kursi belakang.

Arra duduk dengan tubuh sedikit mencondong ke sisi jendela, matanya mengamati pemandangan kota yang berlalu cepat.

Cahaya dari gedung pencakar langit menerpa permukaan kaca, membuat wajahnya yang masih berkaca-kaca karena kemarahan dan ketakutan tampak seperti terkena sorotan kamera.

Dia sering menyilangkan tangan di depan dada, jari-jari kecilnya menggaruk bagian sobek dari jaket kulitnya tanpa sadar.

Di sebelahnya, Ares duduk dengan sikap tegak dan rileks, namun wajahnya yang tampan tetap seperti blok es yang tak tergerus.

Jempolnya yang panjang menyentuh bagian bawah dagunya, sementara matanya yang warna biru tua mengarah ke depan, seolah-olah tidak ada orang lain di dalam mobil selain dirinya sendiri.

Setelah beberapa lama menyaksikan jalan raya yang lurus, dia akhirnya membuka mulut dengan nada yang dingin dan tajam.

“Kau tahu tidak, gadis kecil sok pemberani? Mobil yang kau gores itu bukan hanya sekadar kendaraan untuk ku,” ucap Ares dengan suara yang rendah namun jelas terdengar di dalam kabin yang sunyi.

“Itu adalah hadiah dari ayahku saat aku menyelesaikan studi doktor di bidang manajemen properti di MIT. Setiap cat pada tubuhnya dioleskan secara manual oleh ahli dari pabrik Ferrari di Maranello, Italia.”

Arra mengangkat kepalanya dengan cepat, matanya yang berwarna hijau muda kini terbakar oleh kemarahan. Dia menggeser tubuhnya menghadap Ares, bibirnya menggigil karena ingin membantah.

“Aku sudah bilang bukan sengaja! Aku hanya khawatir kucing itu akan terluka atau meninggalkan bekas cakar di permukaan mobil yang mahal itu!” teriaknya, namun suara itu sedikit bergetar karena dia sadar akan besarnya kerusakan yang dia buat.

Ares menoleh ke arahnya dengan tatapan yang penuh dengan rasa tidak percaya dan rasa hormat yang hilang.

“Khawatir? Atau hanya ingin menarik perhatian seperti biasanya anak-anak orang kaya yang tidak punya pekerjaan?” ucapnya dengan nada yang menyiratkan bahwa Arra adalah salah satu dari banyak orang yang hanya mencari kesempatan untuk dekat dengan dirinya karena nama keluarga Aquello.

“Kalau benar-benar khawatir, kamu seharusnya lebih hati-hati dengan apa yang kamu pegang. Kunci sepeda motor yang kotor itu jelas bukan alat yang tepat untuk menyentuh permukaan mobil yang sudah melalui proses finishing selama berbulan-bulan.”

Arra merasa darahnya mendidih lebih tinggi. Dia mengangkat dagunya dengan tegas, meskipun hatinya sedikit berdebar karena ketakutan akan konsekuensi yang akan dia hadapi.

“Aku bukan anak orang kaya yang sok menarik perhatian! Aku bekerja paruh waktu sebagai desainer perhiasan muda di toko ayahku, dan aku bisa menghasilkan uang sendiri untuk membeli apa yang aku inginkan!” ucapnya dengan suara yang cukup keras, membuat sopir yang sedang mengemudi sedikit menoleh ke belakang melalui cermin spion.

“Dan setidaknya aku punya hati untuk peduli dengan kehidupan makhluk lain, tidak seperti kamu yang hanya melihat dunia dari sudut pandang uang dan status sosial!”

Ares terpana sejenak oleh jawaban Arra. Selama ini, tidak seorang pun berani membantahnya dengan begitu tegas, apalagi menyalahkan dirinya karena tidak punya hati.

Dia melihat wajah Arra yang penuh semangat, matanya yang cerah meskipun masih berkaca-kaca, dan tiba-tiba merasa ada sesuatu yang menarik dari gadis muda itu.

Namun, dia dengan cepat menyembunyikan perasaan itu dengan tatapan yang lebih dingin dan kata-kata yang lebih pedas.

“Desainer perhiasan muda? Bukankah itu hanya karena kamu punya ayah yang kaya yang bisa memberikan kesempatan padamu?” ucap Ares dengan nada yang merendahkan.

“Kalau benar-benar berbakat, kamu seharusnya bisa membuat nama sendiri tanpa bantuan keluarga. Dan tentang hati yang kamu bilang, itu tidak akan mengembalikan kondisi mobilku seperti semula. Kamu akan melihat sendiri berapa banyak biaya yang harus kamu keluarkan untuk memperbaiki kerusakan yang kamu buat.”

Rolls-Royce akhirnya memasuki sebuah kawasan di pinggiran kota yang lebih tenang, jauh dari kebisingan dan kilauan pusat kota Los Angeles.

Di sisi jalan, sebuah bangunan dengan desain modern dan minimalis muncul dengan tulisan besar “Platinum Motors – Exclusive Car Restoration” yang menerangi malam dengan lampu LED putih yang menyilaukan.

Di depan bangunan tersebut, sudah ada beberapa mobil mewah lainnya yang terparkir rapi, termasuk sebuah Lamborghini Aventador hitam dan sebuah Porsche 911 klasik tahun 1973.

Sopir membuka pintu mobil dengan gerakan yang profesional dan lembut. Ares keluar dari mobil dengan langkah yang gagah dan percaya diri, sementara Arra mengikuti di belakangnya dengan langkah yang sedikit goyah.

Ketika mereka memasuki bengkel, suasana yang dingin dan steril langsung menyambut mereka. Lantai yang terbuat dari beton polesan mengkilap seperti cermin, sementara alat-alat canggih dan mesin-mesin modern tersusun rapi di setiap sudut ruangan.

Di tengah bengkel, sebuah lift mobil sedang mengangkat Ferrari 812 Superfast merah yang telah tergores ke ketinggian tertentu, memungkinkan mekanik untuk memeriksa kerusakan dengan lebih mudah.

Seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun dengan rambut hitam yang sedikit memutih di bagian pelipis dan mengenakan jas kerja putih yang bersih segera mendekati mereka dengan senyum yang profesional.

Dia adalah Marco, manajer bengkel dan juga teman lama keluarga Aquello. “Tuan Ares, mobil anda sudah kami periksa secara menyeluruh,” ucap Marco dengan suara yang rendah dan hormat.

“Kerusakan pada bagian bumper belakang dan pintu sisi kanan cukup parah. Lapisan cat dasar sudah tergores hingga mencapai logam, dan ada beberapa bagian yang perlu dilakukan proses penyamaran ulang secara menyeluruh.”

Ares mengangguk dengan wajah yang tetap tidak menunjukkan ekspresi apapun. Dia berjalan ke arah mobil merah yang tergantung di atas lift, matanya memperhatikan setiap inci dari goresan panjang yang membentang di tubuh mobil.

Setelah beberapa lama mengamati, dia menoleh ke arah Arra yang berdiri dengan tubuh sedikit menggigil di belakangnya. “Dengar baik-baik, gadis kecil yang tidak bertanggung jawab,” ucap Ares dengan nada yang tegas dan penuh ancaman.

“Marco mengatakan bahwa biaya perbaikan akan mencapai sekitar $75.000. Itu belum termasuk biaya untuk mengganti beberapa bagian komponen yang terkena pengaruh goresan tersebut.”

Arra merasa dada nya terasa sesak dan kepalanya mulai berputar. Angka yang disebutkan oleh Ares itu sangat besar baginya, bahkan untuk seorang putri dari keluarga pengusaha perhiasan terkenal.

Dia menggenggam ujung jaket kulitnya dengan erat, matanya melihat ke arah goresan di tubuh mobil dengan rasa menyesal yang mendalam. Namun, ketika dia melihat wajah Ares yang penuh dengan kesenangan karena bisa menyakiti dirinya, rasa kemarahan kembali muncul di dalam hatinya.

“Aku akan membayar semua biaya perbaikan itu!” teriak Arra dengan suara yang penuh semangat.

“Aku tidak akan meminta bantuan dari ayahku atau ibuku. Aku akan bekerja ekstra keras di toko perhiasan dan menjual beberapa desain perhiasan yang sudah aku buat untuk mengumpulkan uang itu!”

Ares melihat wajah Arra yang penuh dengan tekad, dan sekali lagi dia merasa ada sesuatu yang menarik dari gadis muda itu.

Selama ini, setiap orang yang membuat kesalahan padanya selalu berlari dan menyembunyikan diri di balik kekayaan keluarga mereka, atau bahkan mencoba untuk membujuknya dengan uang atau hadiah mahal.

Namun Arra berbeda – dia berani untuk menghadapi kesalahannya dan mengambil tanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Meskipun begitu, Ares tidak ingin menunjukkan bahwa dia terkesan dengan sikapnya.

“Baiklah, kalau itu yang kamu inginkan,” ucap Ares dengan nada yang tetap dingin. “Tetapi kamu harus ingat bahwa uang itu bukanlah satu-satunya hal yang kamu butuhkan untuk memperbaiki kesalahanmu.

Aku akan memantau setiap langkahmu dalam mengumpulkan uang itu, dan aku akan memastikan bahwa kamu benar-benar belajar pelajaran dari kesalahan yang kamu buat ini.”

Marco mendekati mereka lagi dengan sebuah folder berisi dokumen dan gambar sketsa perbaikan. Dia memberikan folder tersebut kepada Ares, yang dengan cepat membukanya dan mulai membaca setiap detail dengan cermat.

Sementara itu, Arra berdiri di sisi lain mobil merah, matanya mengamati mekanik yang sedang mempersiapkan alat-alat untuk memulai proses perbaikan.

Dia melihat bagaimana mereka bekerja dengan sangat hati-hati dan teliti, seolah-olah mereka sedang menangani sebuah karya seni yang berharga.

Setelah beberapa lama membaca dokumen, Ares menutup folder dan menoleh ke arah Arra. “Kamu akan datang ke bengkel ini setiap hari setelah jam kerja kamu di toko perhiasan,” ucapnya dengan nada yang tidak bisa ditolak.

“Kamu akan membantu Marco dan mekanik lainnya dalam proses perbaikan mobilku, mulai dari membersihkan bagian yang tergores hingga mempelajari cara-cara dasar dalam merawat mobil mewah. Dengan begitu, kamu akan benar-benar memahami betapa berharganya setiap bagian dari mobil ini.”

Arra merasa darahnya mendidih kembali. Dia tidak bisa membayangkan diri sendiri harus bekerja di bengkel mobil dan melakukan pekerjaan yang kotor dan melelahkan itu.

Namun, ketika dia melihat wajah Ares yang penuh dengan tekad dan tatapan yang menunjukkan bahwa dia tidak akan menerima kata tidak, dia menyadari bahwa dia tidak punya pilihan lain.

Dengan hati yang berat, dia mengangguk dengan lambat.

“Baiklah, aku akan melakukan apa yang kamu katakan,” ucap Arra dengan suara yang rendah namun jelas.

“Tetapi kamu juga harus janjikan bahwa kamu tidak akan memberitahu ayahku atau ibuku tentang hal ini. Aku akan mengatasi semuanya dengan kekuatanku sendiri.”

Ares mengangguk dengan sedikit senyum yang tidak terlihat jelas di wajahnya. Dia melihat wajah Arra yang penuh dengan tekad dan rasa tidak suka, dan dia tidak bisa menyembunyikan rasa kagum yang kecil di dalam hatinya.

Meskipun dia masih merasa marah karena kerusakan pada mobilnya, dia juga merasa penasaran dengan gadis muda yang berani dan tidak takut padanya ini.

Dia bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya, dan apakah hubungan mereka yang awalnya penuh dengan permusuhan akan berubah menjadi sesuatu yang berbeda.

Saat malam semakin larut, proses perbaikan pada Ferrari 812 Superfast merah mulai dimulai. Di dalam bengkel yang terang dan steril, Arra mulai belajar cara-cara dasar dalam merawat mobil mewah di bawah pengawasan Marco dan mekanik lainnya, sementara Ares mengamati setiap langkahnya dengan tatapan yang sulit ditebak.

Di antara suara mesin yang berdentang dan bau cat yang sedikit menyengat, sebuah ikatan yang tidak terlihat mulai terbentuk di antara dua orang muda ini – sebuah ikatan yang berasal dari kesalahan yang tidak sengaja namun mungkin akan mengubah hidup mereka berdua selamanya.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN   06. Pesta Mewah

    Los Angeles, California – Pukul 18.45 sore, tiga hari kemudian Sebuah surat undangan bergelang emas dengan logo Aquello Properties yang dicetak dengan huruf emas timbul terletak di atas meja kerja Arrabela di kantor Castellano Jewels. Kertas berkualitas tinggi dengan tekstur lembut terasa dingin di ujung jarinya saat dia mengambilnya dengan hati-hati. Di dalamnya tertulis undangan untuk menghadiri pesta peluncuran proyek Aquello Residences Beverly Hills, yang akan diadakan di mansion milik keluarga Aquello di kawasan Pacific Palisades. “Pesta eksklusif untuk kalangan atas kota,” gumam Arra sambil membaca kata-kata yang sopan namun penuh dengan nuansa kemewahan. Dia melihat ke arah cermin kecil di sudut ruangan, memperhatikan penampilannya yang biasa saja – rambut pirang yang tergerai, gaun kerja yang sedikit kusut, dan tangan yang masih sedikit terkena debu batu permata. “Kamu harus datang, sayang,” suara Fellicia terdengar dari belakangnya. Ibunya membawa sebuah kotak kec

  • DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN   05. Kemewahan dan Kreativitas

    Los Angeles, California – Pukul 14.15 sore, seminggu kemudian Udara di dalam ruang pameran sementara Aquello Residences Beverly Hills terasa sejuk dan wangi dengan aroma lilin aromaterapi bergelas lavender. Ruangan yang luas di lantai bawah gedung yang sedang dalam tahap penyelesaian ini dihiasi dengan beberapa miniatur rancangan apartemen, serta contoh furnitur mewah dari merek ternama seperti Fendi Casa dan Bentley Home. Cahaya lembut dari lampu-lampu gantung desain modern menerangi setiap sudut ruangan, membuat permukaan marmer dan kayu asli yang digunakan terlihat semakin mengkilap. Arrabela berdiri di depan salah satu miniatur unit penthouse, tangannya memegang buku sketsa yang penuh dengan desain perhiasan yang dia buat selama beberapa minggu terakhir. Rambut pirangnya yang panjang dikumpulkan rapi dalam ikatan rendah, namun beberapa helai masih terlepas dan tertiup angin dari kipas pendingin ruangan. Dia mengenakan gaun kerja kasual berwarna putih susu dengan rok ya

  • DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN   04. KEHIDUPAN MEWAH DAN JARAK YANG BELUM TERATASI

    Los Angeles, California – Pukul 09.30 pagi, tiga hari setelah pertemuan di kantor Castellano Jewels Sinar matahari pagi menerobos tirai kaca besar di dalam ruang rapat mewah Aquello Properties yang berlokasi di lantai atas gedung pencakar langit di distrik Beverly Hills. Ruangan yang dihiasi dengan marmer putih dan perabotan kulit asli Italia ini penuh dengan aroma parfum mahal yang menyebar dari diffuser mewah di sudut ruangan. Arrabela duduk di sudut jauh meja rapat panjang, tangan kanannya menggenggam pena dengan erat sementara matanya mengamati layar proyektor yang menampilkan rancangan apartemen mewah Aquello Residences Beverly Hills. Di sisi lain meja, Ares Anthony Aquello duduk dengan pose tegap, jas hitam tailored dari Tom Ford yang dikenakannya terlihat sempurna di tubuh tinggi dan berototnya. Ikat pinggang Roland Iten Calibre R822 Predator yang terkilau dengan berlian dan emas merah menjadi titik fokus pada bagian bawah jasnya, sebuah simbol status yang tidak bisa dise

  • DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN   03. Logam dan Berlian

    Los Angeles, California – Pukul 17.45 sore, seminggu kemudian Panas sore hari Los Angeles menyengat menerpa pelat kaca gedung pencakar langit Castellano Jewels yang berlokasi di distrik bisnis pusat kota. Di dalam ruang desain yang terletak di lantai dua puluh lima, Arrabela sedang menunduk di atas meja kerja yang penuh dengan peralatan ukir dan berbagai jenis batu permata berkilauan. Tangan kecilnya yang terampil sedang memegang sebuah batu safir biru muda yang besar, menyusunnya dengan hati-hati pada rancangan kalung yang tengah dia kerjakan. Rambut pirangnya yang panjang dikumpulkan rapi di belakang kepala, namun beberapa helai masih terlepas dan menutupi sebagian wajahnya yang berkeringat karena fokus. “Arra, Papa memanggil kamu ke kantornya sekarang,” suara Fellicia, ibunya yang cantik dengan gaya rambut pendek yang rapi dan mengenakan gaun desain Serena Paris terbaru, terdengar dari pintu ruangan. “Ada tamu penting yang datang dan ingin berbicara tentang kemungkinan kerj

  • DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN   02. Bengkel Eksklusif

    Los Angeles, California – Pukul 11.03 malam Rolls-Royce Phantom hitam melaju dengan kecepatan stabil di atas aspal Wilshire Boulevard, menjauh dari kilauan lampu neon restoran Le Jardin Secret. Di dalam kabin yang tenang, musik klasik dari era 1970-an – “Life in the Fast Lane” milik Eagles – mengalir lembut dari sistem suara premium, namun irama yang menggairahkan itu tidak mampu menghilangkan ketegangan yang melayang di antara dua orang muda di kursi belakang. Arra duduk dengan tubuh sedikit mencondong ke sisi jendela, matanya mengamati pemandangan kota yang berlalu cepat. Cahaya dari gedung pencakar langit menerpa permukaan kaca, membuat wajahnya yang masih berkaca-kaca karena kemarahan dan ketakutan tampak seperti terkena sorotan kamera. Dia sering menyilangkan tangan di depan dada, jari-jari kecilnya menggaruk bagian sobek dari jaket kulitnya tanpa sadar. Di sebelahnya, Ares duduk dengan sikap tegak dan rileks, namun wajahnya yang tampan tetap seperti blok es yang tak ter

  • DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN   01. Goresan

    Los Angeles, California – Pukul 10.17 malam Lampu neon kota Los Angeles menerangi jalan raya Wilshire Boulevard dengan warna-warni yang menyilaukan, mencerminkan kilauan dari mobil-mobil mewah yang melaju dengan kecepatan terkontrol di bawahnya. Di sebuah area parkir eksklusif depan restoran berbintang lima Le Jardin Secret, sebuah mobil kembar merah Ferrari 812 Superfast berdiri gagah di antara deretan kendaraan mewah lainnya. Body mobil yang mengkilap seperti cermin terpoles tampak sempurna, hingga sepasang kaki mengenakan sepatu bot kulit hitam yang sedikit kotor menginjak aspal dengan langkah ceroboh. “Finally! Papa pasti sudah ada di dalam sana,” gumam Arrabela Valentina Castellano sambil menarik napas dalam-dalam, tangannya masih erat menggenggam helm sepeda motor yang baru saja dia parkir di sudut jauh area parkir. Rambut pirangnya yang panjang sedikit berantakan karena angin malam, namun senyum manis yang khasnya tetap terpampang di wajah muda yang berusia dua puluh tah

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status