Masuk"Kita ini musuh, Mario. Tapi kenapa sentuhanmu bikin aku kecanduan?" — Cassandra. Bagi Cassandra dan Mario, kantor adalah medan perang dan satu sama lain adalah rival abadi. Situasi makin rumit karena perusahaan mengharamkan adanya hubungan romantis antar-karyawan. Satu langkah salah saja, karier yang mereka bangun mati-matian bisa hancur berantakan. Tapi bagaimana jadinya kalau musuh bebuyutan yang harusnya dijauhi, justru jadi orang yang paling bikin ketagihan di ranjang? Di balik pintu yang terkunci rapat, mereka bermain api dan melanggar batas profesional sekaligus aturan kantor yang bisa menghancurkan mereka kapan saja.
Lihat lebih banyakCiuman di bawah rintik gerimis malam itu tidak berjalan lembut. Itu adalah benturan eksplosif dari amarah yang terendam, gengsi tinggi yang hancur, kecemburuan liar, dan hasrat pekat yang selama seminggu ini mereka tekan mati-matian di balik kemeja formal dan dokumen proyek.Cassandra mencoba memukul dada bidang Mario, jemarinya mengepal kencang menghantam jaket kulit pria itu. "M-mario... Lepas..."Namun erangan rendah Mario dan lumatan bibirnya yang kian dalam, menuntut, dan tanpa ampun justru meruntuhkan sisa-sisa pertahanan logis di kepala Cassandra.Pukulan itu melunak dalam hitungan detik, jemarinya mencengkeram erat kerah jaket Mario, menarik pria itu semakin rapat hingga tak ada lagi celah udara di antara mereka. Cassandra membalas ciuman itu dengan keputusasaan yang sama.Ketika tautan bibir mereka akhirnya terlepas untuk menyuplai oksigen yang menipis, napas keduanya berhembus memburu, bertabrakan kencang di udara malam yang dingin. Dahi mereka saling menempel, membiarkan ri
Atmosfer di dalam kedai kopi yang tenang itu mendadak merosot hingga ke titik beku. Mario tidak membuang waktu. Langkah kakinya yang panjang dan tegas membelah ruangan, langsung menuju meja di sudut jendela.Raffa yang menyadari kehadiran Mario refleks menarik kembali tangannya, meski senyum sinisnya tidak sepenuhnya pudar."Malam, Pak Raffa. Bu Cassandra," tegur Mario. Suara baritonnya begitu dalam dan berat, sarat akan tekanan intimidasi yang tidak disembunyikan. Pria itu berdiri tepat di samping meja mereka, tinggi tubuhnya yang menjulang menciptakan bayangan yang mengurung Cassandra.Raffa berdeham canggung, berusaha menguasai kontrol. "Pak Mario. Ngalong juga sampai ke daerah Selatan?""Saya ada urusan di sekitar sini," sahut Mario datar, sama sekali tidak memandang Raffa. Matanya meluncur turun, menatap lurus ke arah Cassandra yang kini menahan napasnya dengan dada bergemuruh. "Bu Cassandra, dokumen revisi spesifikasi beban yang kamu janjikan harus sudah siap pukul tujuh pagi be
"Kamu tidak berhak mengatur dengan siapa aku berhubungan, Mario!"Desisan Cassandra meluncur tajam, menusuk tepat ke arah pria yang berdiri begitu dekat dengannya di area parkir basement yang remang. Wajah Cassandra menegang, matanya memancarkan keberanian yang menolak ditundukkan.Mario menatapnya tanpa bergeming. Bayangan tiang beton memotong separuh wajahnya, membuat kilat di matanya tampak makin berbahaya. Pria itu menyusupkan satu tangannya ke dalam saku jaket kulit hitamnya, sementara langkah kakinya memangkas sisa jarak di antara mereka."Aku punya hak selama tindakan konyolmu itu berisiko menyeret namaku ke ruang sidang HRD," suara bariton Mario bergetar rendah, sangat tenang tetapi sarat ancaman. "Raffa itu seperti anjing pelacak. Sekali kamu beri umpan berupa keramahan palsu, dia tidak akan berhenti sampai menemukan apa yang kamu sembunyikan.""Aku tahu cara menghadapi Raffa!" tembak Cassandra, berusaha menekan emosinya. "Aku bukan wanita naif yang butuh perlindunganmu. Yang
"Lepaskan tangan kamu, Mario."Desisan tajam Cassandra memecah keheningan di dalam ruang arsip. Ia menatap lurus ke dalam manik mata Mario yang masih berkilat penuh dominasi, menolak untuk memberikan gestur tunduk sedikit pun meski cengkeraman pria itu di pinggangnya memicu gelombang panas yang membakar kulit.Mario tidak langsung bergeming. Pria itu menahan tatapan Cassandra selama beberapa detik yang terasa sangat panjang, menikmati ketegangan liar yang merambat di antara tubuh mereka, sebelum akhirnya perlahan melonggarkan cengkeramannya dan mundur satu langkah."Ingat kata-katamu sendiri, Cassandra," gumam Mario rendah, merapikan lengan kemejanya yang sedikit terlipat dengan gerakan yang teramat tenang, kontras dengan tensi gila yang baru saja mereka ciptakan. "Mari kita lihat seberapa jauh kamu bisa bertahan berpura-pura bahwa di antara kita tidak pernah terjadi apa-apa."Mario berbalik dan melangkah keluar dari ruang arsip lebih dulu, meninggalkan pintu kayu tebal itu terayun pe






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.