Share

34.

Penulis: silent-arl
last update Tanggal publikasi: 2026-05-07 18:09:48

Mobil sedan mewah itu melesat membelah jalanan yang mulai berganti dari jalanan desa yang sepi menuju jalan lintas sektor yang sesekali ramai. Di dalam mobil, hanya terdengar suara deru mesin yang halus dan hembusan AC yang dingin. Tatiana, yang rupanya benar-benar kelelahan setelah semua drama hari ini, tidak butuh waktu lama untuk menyerah pada rasa kantuk. Kepalanya bersandar pada kaca jendela, napasnya mulai teratur, dan ia jatuh terlelap. 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   46.

    Kaliel tidak bisa lagi menahan diri. Ia merangsek maju, mencengkeram kerah kemeja Edward hingga pria itu terangkat sedikit dari lantai. Matanya menatap penuh kebencian saat ia mendesis tepat di wajah Edward. "Mundur, Edward. Kau sudah punya Elise. Kembali padanya dan jangan pernah sebut nama Tatiana lagi di depanku."Edward justru tertawa kecil, dia terdengar sangat tenang di tengah ancaman maut. "Elise adalah kenangan masa kecilku, Kaliel. Dan sepertinya Tatiana jauh lebih... menggiurkan."Rahang Kaliel semakin tegang. Tangannya sudah mengepal, siap menghantamkan tinjunya ke wajah sombong itu. Namun, kepalan tangannya membeku di udara saat pintu gudang berderit terbuka dengan keras.Semua orang menoleh. Tatiana berdiri di sana dengan wajah pucat pasi. Tangannya terangkat ke udara, gemetar hebat. D

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   45.

    Kaliel perlahan melepaskan ciumannya, namun ia tidak menjauhkan wajahnya. Napasnya yang memburu terasa panas di kulit Tatiana, dan matanya menatap dengan intensitas yang nyaris membuat nyali Tatiana menciut."Ingat ini baik-baik dalam kepala kecilmu," bisik Kaliel. "Aku tipe pria yang sangat mudah marah, Tatiana. Dan salah satu cara terbaikku untuk melepaskan amarah adalah dengan bercinta. Jadi, kecuali kau masih ingin bisa berjalan dengan normal besok pagi, berhenti memancingku di tempat umum."Tatiana memanyunkan bibirnya, reaksi spontan yang sebenarnya justru semakin memancing emosi Kaliel. Ia susah payah menelan ludah, mencoba mengumpulkan keberanian yang tersisa di tengah kepungan aroma maskulin pria itu."Tapi berhenti membuatku terlihat seperti putri yang perlu dilindungi, Kaliel," protes Ta

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   44.

    Kaliel sedang berada di dalam mobil, menatap jalanan dengan pikiran yang tertuju pada sebuah gudang rahasia di pinggiran Sektor Onyx, saat ponselnya bergetar. Begitu membaca pesan dari Tatiana, rahangnya mengeras hingga otot-otot di lehernya menegang."Putar arah. Ke Lamone Cafe. Sekarang!" perintahnya yang membuat sopirnya langsung membanting setir tanpa berani bertanya.Amarah Kaliel mendidih di setiap jengkal nadinya. Bagaimana bisa gadis itu pergi menemui Elise sendirian setelah apa yang mereka lalui pagi ini?Ketika pintu kafe terbuka dengan cukup keras, suasana tenang di dalam ruangan itu seketika berubah mencekam. Beberapa pelanggan menoleh, namun langsung membuang muka saat melihat siapa yang berdiri di sana.Di sudut ruangan, Tatiana duduk deng

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   43.

    Keheningan setelah badai gairah itu pecah saat Kaliel menarik diri dan pandangannya jatuh pada noda merah yang menghiasi sprei putih di bawah mereka. Tidak ada ekspresi terkejut di wajahnya, hanya tatapan intens yang seolah sedang menandai sebuah wilayah yang baru saja ia taklukkan.Tanpa sepatah kata pun, Kaliel menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Tatiana, lalu dengan mudah ia mengangkat gadis itu ke dalam gendongannya."Bersembunyilah di kamarku," gumam Kaliel rendah saat ia mulai melangkah keluar dari kamar.Tatiana menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kaliel. "Aku berdarah, kan?" tanya Tatiana, ia mengigit bibirnya karena terlalu malu.Kaliel mengangguk kecil. Ia membuka pintu kamar utama menggunakan kakinya, gerakannya tetap stabil meski s

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   42.

    Ciuman itu dimulai dengan lembut, sentuhan hangat yang terasa sangat berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi keterpaksaan atau keraguan yang membayangi. Tatiana memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan dirinya tenggelam dalam sensasi itu, secara sukarela membuka diri bagi pria yang baru saja ia akui sebagai kekasihnya.Kaliel menanggapi perubahan itu dengan intensitas yang meningkat. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Tatiana, lalu dengan satu gerakan kuat namun terkendali, ia memutar tubuh gadis itu hingga kini Tatiana duduk tepat di atas pangkuannya.Selimut sutra yang membungkus tubuh Tatiana merosot ke bawah, namun kali ini Tatiana tidak mencoba menariknya kembali.Kaliel menjauhkan bibirnya sejenak, menatap pemandangan indah di hadapannya dengan napas yang mulai memberat. Sudut bibirnya ter

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   41.

    Cahaya matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden penthouse terasa seperti jarum yang menusuk langsung ke bola mata Tatiana. Ia mengerang, menutupi wajahnya dengan bantal sambil merasakan denyut menyakitkan di pelipisnya itu adalah efek samping dari Il Fuoco yang tidak ia duga akan separah ini.Namun, rasa sakit di kepalanya mendadak hilang, digantikan oleh rasa dingin yang menjalar ke seluruh tubuhnya saat ia menyadari satu hal, ia tidak merasakan kain apa pun menempel di kulitnya di balik selimut sutra ini.Tatiana tersentak duduk, mengabaikan rasa pening yang menyerangnya. Ia menyingkap sedikit selimutnya dan langsung terbelalak. Kosong. Benar-benar tidak ada seh

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status