ログインKehidupan memang lucu, Tatiana yang menulis sebuah buku dengan susah payah malah dituduh memplagiat dari penulis yang tidak ia kenal. Dalam misi melarikan dirinya dari jeratan hukum, hutang dan cemoohan. Titania memesan sebuah tiket kereta api... Yang akan membawanya bertemu Kaliel, tokoh antagonis buatannya yang membuatnya iba. Perjalan itu membawanya membangun kehidupan baru dalam cerita yang begitu ia kenal namun juga terasa asing.
もっと見るSuara ketukan bolpoin di atas meja kayu itu terdengar seperti detak jam menuju eksekusi mati. Tatiana mengepalkan tangan di bawah meja, berusaha menahan gemetar yang merambat dari ujung jarinya.
"Lima ratus juta, Tatiana. Itu kerugian yang harus kami tanggung karena skandal ini," suara Pak Bram, sang direktur, terdengar datar namun tajam. "Kamu tidak hanya menghancurkan namamu sendiri, tapi juga mencoreng kredibilitas perusahaan kami!"
Tatiana mendongak mantap, dia tidak gentar karena dia tahu bukan dirinya yang harus bertanggung jawab. "Saya tidak meniru satu kalimat pun dari buku itu, Pak. Saya menulisnya dari nol. Saya yang menciptakan semua tokohnya! Saya yang—"
"Cukup!" Seorang editor senior di pojok ruangan menyela dengan dengusan sinis. "Semua penulis amatir yang tertangkap basah akan mengatakan hal yang sama. Faktanya, alur ceritamu identik dengan buku yang terbit di luar negeri itu. Kamu pikir kami bodoh?"
Tatiana menghela napas panjang, ia merasa seperti sedang ditelanjangi di depan umum. Tidak ada yang membelanya. Teman-teman penulis yang dulu sering hangout dengannya kini hanya diam, menatap layar ponsel seolah-olah Tatiana adalah penyakit yang harus dihindari.
"Keluar," kata Pak Bram dingin. "Surat pemutusan kontrak dan tuntutan hukum akan sampai di apartemenmu besok. Dan oh... jangan harap ada penerbit lain yang mau menyentuh naskahmu lagi."
Tatiana berdiri dengan kaki lemas. “Baiklah, tapi kalian akan rugi.” dia mengibaskan rambutnya. “Selama ini, aku yang membawa seluruh investor itu untuk bergabung. Kalian…” kalimat itu mengantung di udara. Tidak ada gunanya membela diri lagi, semua hancur dalam sekejab hanya karena fitnah keji yang ia dapat. Sudah hampir empat tahun dia menjadi penulis dengan penjualan terbaik.
Cukup satu skandal dan semua keringat itu tak ada artinya.
Dia berjalan keluar melewati lorong kantor yang biasanya terasa hangat, namun kini terasa asing dan menyesakan. Tatapan menghakimi mengikutinya hingga ke pintu keluar.
***
Langkah kaki Tatiana terasa berat saat menyusuri lorong apartemennya. Namun, langkahnya terhenti tepat di depan pintu unit 402. Di sana, tumpukan amplop putih dan cokelat berserakan seperti bangkai surat yang dibuang sembarangan.
"Cepat sekali," bisik Tatiana. Ia memungut salah satu amplop berlogo firma hukum. Itu adalah surat tuntutan.
Ia masuk ke dalam, melempar tasnya ke sofa, lalu matanya tertuju pada sebuah paket yang baru saja ia terima pagi ini, sebelum dunia kiamat. Isinya adalah buku berjudul Die For You, karya penulis yang menuduhnya memplagiat.
“Kenapa judulnya juga sama…” gumam Tatiana lirih, buku miliknya berjudul I Wiil Die For You.
Tatiana merobek sampul plastiknya dengan tangan gemetar. Ia membalik halaman demi halaman dengan cepat. Matanya membelalak.
"Ini... ini tidak mungkin," gumamnya. Kalimatnya memang berbeda, tapi struktur emosi, cara karakter pria itu menatap, bahkan cara dia memegang gelas wiski... itu semua adalah nyawa dari Kaliel yang ia ciptakan. Tatiana meremas buku itu hingga sampulnya lecet. Seseorang telah mencuri karyanya dan menjualnya dengan nama lain.
Ia tertawa getir, matanya mulai berkaca-kaca. "Aku yang menulisnya dengan susah payah, tapi aku juga yang dianggap pencuri.”
Ia tidak tahan lagi. Apartemen ini terasa mencekik. Dengan pemikiran impulsif, Tatiana menyambar koper kecil, memasukkan beberapa pakaian asal-asalan, dan membuka aplikasi pemesanan tiket di ponselnya.
"Ke mana saja. Yang paling jauh," jarinya menekan tiket kereta api menuju kota pinggiran yang bahkan ia tidak tahu letaknya di peta.
***
Suara gesekan roda kereta dengan rel tua menjadi melodi yang menemani lamunan Tatiana. Di dalam gerbong yang remang-remang, ia memeluk tasnya erat. Ia merasa seperti pecundang yang melarikan diri, tapi setidaknya di sini, tidak ada yang menatapnya dengan pandangan 'penulis plagiat'.
Kepalanya terkulai ke jendela yang bergetar. Kelelahan yang luar biasa akhirnya menyerangnya.
Mata coklatnya menatap lurus ke arah jalanan yang berputar cepat sampai akhirnya ia terpejam. "Kaliel..." igilaunya pelan sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya. "Setidaknya di dalam bukuku, kau tidak pernah menghianatiku seperti ini."
Suara gesekan rel yang kasar mendadak senyap, berganti dengan dengungan halus yang terasa seperti getaran listrik di udara. Tatiana merasa tubuhnya seolah seringan kapas. Aroma debu dan minyak kayu putih yang tadi memenuhi gerbong menghilang, digantikan oleh aroma bersih yang sangat segar.
Tatiana mengerjap. Kursi kayu yang keras di bawahnya kini terasa seperti busa yang sangat empuk.
"Pemberhentian selanjutnya, Sektor Onyx. Harap pastikan identitas Anda aktif," sebuah suara robot pria yang jernih dan berwibawa menggema di seluruh ruangan.
Tatiana tersentak bangun, jantungnya berdetak hebat. Matanya membulat menatap interior gerbong yang kini terbuat dari logam putih mengkilap dan kaca transparan yang menampilkan pemandangan kota di luar sana. Sebuah kota yang tidak pernah ada di dunianya. Gedung-gedung pencakar langit dengan jembatan melayang, kendaraan tanpa roda yang melesat sunyi, dan lampu neon ungu yang menghiasi langit malam.
"Sektor... Onyx?" Tatiana membeku. Itu adalah nama distrik terlarang dalam naskahnya.
Pintu gerbong di depannya mendesis terbuka. Dan di sana, di balik kabut tipis, berdiri seorang pria.
Tinggi, tampan, angkuh, dan berbahaya.
Pria itu mengenakan mantel panjang yang pas di tubuh tegapnya. Saat dia menoleh, Tatiana hampir lupa cara bernapas. Itu adalah wajah yang selama ini menghuni mimpinya dan naskah sialannya yang difitnah itu.
Tatiana melangkah keluar dengan kaki gemetar, matanya yang besar menatap tanpa berkedip. "Ka-Kaliel?"
Pria itu tidak tersenyum. Sebaliknya, dia melangkah maju, memperpendek jarak hingga Tatiana bisa merasakan panas tubuhnya. Kaliel mencengkeram dagu Tatiana dengan jari-jari dinginnya, memaksanya mendongak.
"Siapa kau?" suara itu rendah, menggetarkan dada Tatiana. Mata biru itu menyipit. “Aku tidak pernah melihatmu disini.”
Tatiana menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, tangisnya pecah seketika. Tubuhnya gemetar hebat di bawah tekanan rasa bersalah. "Kukira aku tidak akan pernah goyah... aku mengaku aku salah, Kaliel!" seru Tatiana di balik tangannya, suaranya parau dan tersedat. "Tapi sampai detik ini... demi Tuhan, aku tidak mencintainya! Hanya kau, Kaliel. Hanya kau."Kaliel menyeringai, sebuah senyuman pahit dan penuh sarkasme yang memperlihatkan betapa hancur harga dirinya saat ini. "Kau pikir mudah bagiku untuk tidak cemburu pada pria itu?!" cetus Kaliel, matanya menatap Tatiana dengan amarah yang belum reda. "Kau membelanya, kau menyimpan kuncinya, kau memberinya peluang untuk masuk terlalu jauh, Tatiana! Tapi kau bertingkah seolah kau korban dan pura-pura tidak bersalah di sini. Kau egois!"Tatiana tidak bisa menjawab tuduhan itu, ia sadar dia telah melu
Edward memaksakan sebuah senyuman tipis, menatap wajah Tatiana yang tampak begitu kuyu di bawah pendar lampu kamar. "Kau kelihatan lelah," bisiknya parau.Tatiana menggigit bibirnya kuat-kuat, berusaha menahan gelombang kesedihan yang mendesak di dadanya. "Kau kelihatan payah. Apa yang sebenarnya terjadi, Ed?" tuntutnya dengan suara bergetar.Edward langsung mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamar, menghindari kontak mata dengan Tatiana. "Aku sakit," jawabnya singkat, seolah kata itu cukup untuk menjelaskan segalanya.Mendengar jawaban yang begitu enteng, Tatiana memukul lengan Edward pelan, frustrasi karena pria itu selalu menutup diri. "Jelaskan apa penyakitmu!"Edward meringis pelan, karena rasa sakit yang kembali menusuk dadanya. "Sesu
Kaliel tidak langsung menyambut uluran tangan Joe. Alih-alih terharu, ia justru menyandarkan punggungnya ke kursi dengan santai. Sebuah senyuman tipis, setengah sinis, terukir di sudut bibirnya. Sebagai pria yang sudah kenyang dengan intrik, Kaliel tidak akan sebodoh itu langsung memercayai loyalitas instan dari seorang anak buah Laura."Apa motifmu, Joe?" tanya Kaliel dingin, matanya menyipit, mengunci pergerakan pria di hadapannya. "Kau rela membuang karier mapan di firma hukum sebesar ini hanya demi membela sepasang kekasih yang sedang diburu masalah? Jangan bercanda."Kedua alis Joe terangkat, sedikit terkejut dengan skeptisisme Kaliel, namun sedetik kemudian ekspresinya melembut, menyiratkan luka lama. "Entahlah," sahut Joe lirih, tatapannya menerawang ke arah tumpukan berkas. "Mungkin karena saya melihat diri saya yang dulu pada posisi Anda. D
Perjalanan menuju Sektor Onyx terasa berbeda dari biasanya. Di dalam kendaraan diselimuti keheningan yang agak tegang, meski kehadiran Tatiana di kursi sebelah kemudi sedikit banyak meredam kecemasan Kaliel. Pemandangan luar jendela perlahan berubah, dari pembatas sektor yang dijaga ketat hingga deretan bangunan tinggi khas Onyx yang mulai terlihat di cakrawala.Di tengah keheningan itu, Tatiana tiba-tiba teringat sesuatu. Ia menoleh ke arah Kaliel yang fokus menatap jalanan di depan. “Kaliel, kenapa Edward tidak ada kabar seharian ya?" tanya Tatiana, keningnya sedikit berkerut cemas. "Biasanya dia selalu memberi kabar.”Mendengar nama Edward disebut,mood Kaliel seketia rusak. Kaliel mengangkat satu tangannya dari kemudi, menggosok hidungnya sekali dengan gerakan refleks yang menunjukkan rasa tidak nyaman sekaligus jengkel. "Tidak tahu," sahut






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.