เข้าสู่ระบบShen Yaoqing meninggal setelah kelelahan lembur, lalu terbangun di dunia novel. Dinasti Liangyun, kekaisaran kuno yang ia kenal dari sebuah novel tragis. Ia kini bersemayam dalam tubuh Selir Mulia Shen, perempuan pendiam yang dibuang ke Istana Dingin setelah ayahnya, seorang jenderal perang terhormat, difitnah berkhianat. Lebih kejamnya lagi, ia diusir saat tengah mengandung putra mahkota oleh perintah Kaisar sendiri. Kaisar Zhao Yichen, penguasa Liangyun yang dingin dan kejam, memilih percaya pada bisikan licik istana daripada tatapan perempuan yang pernah ia cintai. Di balik tembok merah dan diselimuti salju Istana Dingin, Shen Yaoqing seharusnya menunggu kematian, seperti yang tertulis di novel itu. Namun, jiwa yang kini mengisi tubuhnya bukan lagi selir rapuh yang hanya tahu menunduk dan menangis. Dengan ingatan dunia modern dan pengetahuan akan alur cerita, Shen Yaoqing bangkit. Sikapnya yang dulu sunyi berubah jenaka dan cerdas, membuat istana gempar dan mata sang kaisar kembali tertuju padanya. Perlahan, ia membersihkan nama ayahnya, membongkar konspirasi para menteri, dan membalikkan takdir yang seharusnya menghancurkannya. Sayangnya, kebangkitan itu mengundang kebencian. Permaisuri mengincarnya tanpa ampun, para selir lain menanam duri di setiap langkahnya. Jika dunia ini adalah novel, maka ia tak akan puas menjadi korban. Ia akan menulis ulang akhirnya, dan duduk di singgasana tertinggi sebagai Ratu Dinasti Liangyun.
ดูเพิ่มเติมSalju yang semalam turun tebal kini mulai mencair, meninggalkan lapisan putih kusam di atap paviliun dan jalan setapak. Udara masih dingin, tapi tidak menusuk tulang seperti di Istana Dingin. Shen Yaoqing berdiri di beranda paviliun, dibungkus jubah bulu rubah tipis berwarna pucat. Tangannya terulur, menyentuh pagar kayu yang masih lembap oleh embun salju.“Huaaa .…” Ia mengembuskan napas pelan. “Jauh lebih enakan.”Qinglan yang berdiri di sampingnya tersenyum lega. “Paviliun ini memang dirancang untuk pemulihan, Niangniang. Bahkan di musim dingin pun, tungkunya tak pernah padam.”Shen Yaoqing melangkah turun perlahan, langkahnya hati-hati. Jalan batu yang menghubungkan paviliun utama dengan taman kecil di belakang mulai tampak. Salju mencair memperlihatkan tanah gelap di bawahnya, beberapa ranting cemara basah berkilau diterpa cahaya matahari pagi.Ia berhenti, menatap sekeliling.“Aku bisa bernapas di sini,” gumamnya. “Di Istana Dingin rasanya seperti paru-paruku ikut membeku.”Qin
“Angkat!” Perintah Zhao Yichen singkat.Pengawal Bayangan bergerak cepat. Dua orang menopang tubuh Shen Yaoqing, sementara Qinglan menangis tertahan, tangannya gemetar hendak membantu, tapi tak berani mendekat.“Pelan-pelan,” gumam Shen Yaoqing, suaranya nyaris tak terdengar.Zhao Yichen meliriknya sekilas. Tatapannya datar, dingin, tapi tangannya terangkat memberi isyarat agar mereka berhenti sejenak.“Jangan diguncang,” katanya. “Jika janin itu kenapa-kenapa, kalian ikut dikubur.”Ancaman itu membuat langkah para pengawal langsung lebih berhati-hati.Tak lama kemudian, suara langkah tergesa memecah kesunyian.“Tabib kekaisaran telah tiba!”Seorang pria tua berjubah hijau tua masuk tergopoh-gopoh, napasnya terengah. Begitu melihat Zhao Yichen, ia langsung menjatuhkan diri berlutut begitu dalam hingga dahinya menyentuh lantai batu.“Hamba tabib istana, Wei Shun, menghadap Huangshang!”“Periksa Selir Mulia Shen!” Wei Shun mengangkat kepala. Begitu matanya menangkap noda darah di lanta
Di Istana Phoenix AgungPermaisuri Xiao Lianhua duduk di depan cermin perunggu. Jari-jarinya ramping, kuku-kukunya dicelup merah tua seperti darah kering.“Belum juga mati?” tanyanya tenang.Pelayan pribadi berlutut. “Pengawal telah dikirim, Niangniang.”Xiao Lianhua tersenyum tipis.“Bagus. Shen Yaoqing terlalu lama hidup.”Ia menatap bayangannya sendiri. “Perempuan seperti itu seharusnya tahu diri.”Ia bangkit, jubah emasnya menyapu lantai marmer.“Ayahnya jenderal, suaminya kaisar, kandungannya calon putra mahkota.”Ia tertawa kecil, seringai tersungging sinis. “Terlalu banyak kartu di tangannya.”“Bagaimana jika Kaisar—”“Zhao Yichen?” potong Xiao Lianhua. “Ia memilih negara, bukan perempuan.”Ia mendekat ke jendela, menatap langit.“Dan jika Selir Shen mati, besok ia hanya akan berduka sebentar. Setelah itu dunia tetap berjalan.”Matanya berkilat.“Lagipula,” tambahnya pelan. “Aku hanya mempercepat takdir.”Sementara itu di aula Kekaisaran Istana Naga LangitZhao Yichen sedang be
“Yang Mulia Kaisar tiba ...!”Suara kasim melengking, lalu semua bunyi seolah tersedot habis.Shen Yaoqing berdiri refleks. Lututnya hampir gemetar, tapi ia memaksa punggungnya tetap tegak. Dalam kepalanya, alarm berbunyi bertubi-tubi."Oke, tarik napas. Jangan panik, jangan nangis, jangan pingsan!" batinnya pasrah.Langkah sepatu kulit berhenti di hadapannya.Shen menunduk, sesuai etika. Dari sudut pandangnya, yang terlihat hanya ujung jubah hitam keunguan dengan sulaman naga emas, benang-benangnya berkilau dingin di bawah cahaya lentera.Aura Kaisar Zhao Yichen menekan tanpa perlu kata.“Bangun,” ucapnya singkat.Nada suaranya datar, wanita itu sontak mengangkat kepala.Wajah pria di hadapannya persis seperti deskripsi novel. Rahang tajam, tampan, dan dingin seperti patung giok. Alisnya lurus, matanya gelap dan dalam."Yup. Ini dia raja gila itu," pikir Shen Yaoqing.“Kau tampak belum mati,” ujar Zhao Yichen.Shen berkedip.“Terima kasih?” jawabnya refleks.Ruangan hening.Kasim di
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.