MasukLilian terpaku dengan wajah pucat pasi, perasaan dalam hatinya membeku sejenak, dan yang tersisa hanya kata-kata Beatrix yang menggema kencang di telinga.‘Bagaimana bisa?’Pertanyaan itu muncul dalam benak Lilian yang tengah dihantam keras oleh kerterkejutan. Bagaimana bisa, seorang wanita yang telah lalui waktunya untuk dia korbankan, dia mempertaruhkan kesehatan, merelakan tubuhnya berubah, mengesampingkan kebiasaannya, puncaknya dia pertaruhkan nyawanya untuk melahirkan...Namun, mengapa setelah semua perjuangan itu berakhir dan dia akhirnya menjadi seorang ibu, dia justru memilih untuk tidak melanjutkan hidupnya?Badai macam apa yang telah menghancurkan dirinya hingga dia tak lagi menemukan alasan untuk bertahan hidup? Apakah penderitaan itu sedemikian hebatnya, sampai-sampai perjuangan mengandung dan melahirkan terasa jauh lebih ringan dibandingkan beban yang harus dia tanggung setelahnya?Selama ini, Mante memang berkali-kali memberitahu bahwa dia hanya memiliki ayah dan seora
“Silakan, Nona Lilian.” Roland sedikit membungkukkan tubuh, mempersilakan Lilian berjalan di sampingnya.Lilian menoleh, dilihatnya Mante dengan mata berkaca-kaca menahan tangisan, dia ingin sekali merengek agar Mante tidak membiarkannya sendirian bersama orang asing, namun Lilian malu melakukannya karena itu akan semakin merusak reputasinya.Menjaga ketenangan bukanlah perkara mudah bila Lilian berada diantara orang-orang berkarakter keras seperti keluarga Hemilton.Jangankan untuk dekat, untuk berpapasan pun rasanya Lilian ingin pergi bersembunyi.Ragu-ragu akhirnya Lilian melangkah, meski sekali lagi gadis itu sempat menoleh ke belakang, melihat Mante yang tengah memastikan kepergiannya.Pada akhirnya, dengan berat hati Lilian pergi mengikuti Roland yang akan mengantarnya menuju kamar pribadi Mante untuk menunggu dan beristirahat, sementara Mante harus memenuhi panggilan Elisio yang telah menantinya di ruang pribadi.Derap suara langkah kaki heels terdengar di lantai, menyusuri set
Ruangan makan itu sunyi seketika.. Orang-orang saling melihat tak dapat menyembunyikan seberapa terkejutnya mereka dihadapkan pada kenyataan, bahwa ternyata istri Mante memiliki keberanian untuk langsung bersuara.Siapa yang menyangka? Perempuan kecil yang sejak pertama kali menginjakkan kaki di ballroom hanya bersembunyi di balik bahu Mante, gemetar seolah tidak sanggup menghadapi tatapan keluarga Hemilton, ternyata bukan sosok yang bisa terus-menerus diperlakukan sesuka hati.Penampilannya yang penakut, sempat membuat beberapa orang meragukan kemampuannya. Bahkan, diam-diam ada yang menganggap Lilian akan menjadi beban terbesar hidup Mante di masa depan.Namun, begitu perempuan itu akhirnya mengangkat suara, satu kalimat darinya sudah cukup untuk membuat Gabriella Hemilton membeku di tempat.Di balik kacamata yang bertengger di hidungnya, mata Gabriella bergetar hebat menahan amarah. Jemarinya yang keriput mencengkeram tepi meja begitu kuat hingga buku-buku jarinya menegang.Gabrie
Jari-jari Lilian yang gemetar dingin, semakin digenggam lebih erat. Mante mengangkat wajahnya dengan tenang sedikitpun tidak menunjukan reaksi, dia tatap sang nenek dengan dingin tanpa emosi seakan, hinaan yang telah Gabriella lontarkan pada isterinya tidak mempengaruhi apapun.Jach yang tengah duduk tidak jauh dari posisinya Mante justru gelisah. Jach tahu betul reaksi itu, semakin tenang Mante maka semakin banyak hal-hal buruk yang sedang dia rencanakan.Jach tahu Mante mungkin tidak akan mempermasalahkan kritik Gabriella mengenai pernikahannya atau seleranya dalam memilih perempuan. Akan tetapi, jika Gabriella sampai menganggap Lilian tidak pantas menjadi istrinya.. itu layak dipersoalkan.“Ya ampun, Nyonya Gabriella. Anda seharusnya tidak berbicara seperti itu. Bagaimanapun, Lilian sudah menjadi istri cucu Anda. Memang, pernikahannya jauh dari kata pantas, begitu pula dengan masa lalunya,” timpal Nichole, putri tertua Beatrix.“Bukankah terlalu berlebihan jika seorang janda masih
Kemunculan Gabriella Hemilton menjadi kejutan tersendiri bagi seluruh orang yang berada di ballroom. Di usianya yang sebentar lagi genap sembilan puluh tahun, selama ini Gabriella lebih banyak menghabiskan waktu di Zurich, Swiss.Sebagaimana pernikahan dalam lingkaran keluarga berpengaruh, pernikahan Gabriella dan Nathalius dibentuk untuk memperkokoh aliansi bisnis kedua belah pihak. Namun, karena Nathalius berulang kali mengkhianati pernikahan tersebut melalui perselingkuhan dan keberadaan beberapa anak di luar nikah. Akhirnya, Gabriella memilih hengkang keluar negeri. Kendati demikian, Gabriella tidak pernah menuntut cerai apalagi melepaskan kedudukannya sebagai Donna dari Don Hemilton, gelar tetap melekat padanya sekalipun rumah tangganya retak.Kepergian Gabriella tidak pernah benar-benar membuat Nathalius mengubah perilakunya. Nathalius justru membawa Ophelia, salah satu perempuan simpanannya sekaligus ibu kandung Beatrix, untuk menetap di kediaman utama keluarga Hemilton.Sete
Irish mata Lilian bergerak cepat mencari-cari objek yang bisa dijadikan pelarian pandangannya. Lilian sama sekali tidak memiliki keberanian untuk membalas tatapan salah satu orang yang kini tengah memperhatikannya.Jantung Lilian berdebar kencang hingga bisa dia rasakan, setiap denyutnya yang seakan mau melompat jatuh dari dalam dada.Lilian berulang kali mengucapkan kata-kata penenang dalam hati, berusaha membangun keberanian di tengah tekanan yang mengimpitnya. Jari-jarinya bahkan sudah ingin meremas pakaian untuk menyalurkan kegugupan, tetapi ketegangan membuat kedua tangannya hanya terpaku dengan gemetar.Dapat Lilian rasakan pandangan orang-orang dalam ruangan kian tajam. Mereka tidak sekadar memperhatikannya, melainkan sedang mengamati, mempelajari, sekaligus menilai setiap detail tentang dirinya. Seolah-olah Lilian adalah seseorang yang sedang diperiksa kelayakannya sebelum diterima di tengah keluarga mereka.Lilian sama sekali tidak tahu apa yang kini harus dia lakukan. Janga
Sakit menusuk ke dalam ulu hati, menyaksikan pria yang Lilian harapkan akan menjadi penjaganya, justru dengan tenang membiarkan teman-temannya bicara buruk. Mengapa Sean terkesan tidak peduli padanya? Meski semua orang tahunya mereka kekasih yang dijodohkan. Sean punya hati nurani yang bisa dia
Saat matahari mulai tenggelam membawa cahayanya di langit, Mante kembali ke tempat dimana dia tinggalkan kudanya. Penampilan Mante telah berubah kotor penuh debu, ada darah segar yang menghiasi wajahnya dari cipratan hewan buruan yang telah dia habisi. Dengan langkah gontai dan suara napas kasar,
Lilian meringkuk tertidur lelap di bathub, mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang lelah, mengumpulkan energinya kembali agar bisa kuat menghadapi banyak kenyataan pahit dari kehidupannya yang tidak lagi sama seperti dulu. Bukan hanya kehilangan orang tua, Lilian juga harus siap kehilangan seg
“Hutang orang tua Anda pada pihak bank lebih dari 20 juta dollar belum termasuk bunga, dan Lilian’s hotel ini adalah jaminannya. Saya turut berduka cita atas kecelakaan yang telah menimpa kedua orang tua Anda, Nona Lilian. Tetapi hutang tetap harus dibayar, pihak pasar obligasi tidak bisa menunggu







