Share

Bab 2

Author: Soranta
Aku ingat bahwa aku adalah seorang arsitek. Ketika berpartisipasi dalam pembangunan Vila Oasis, aku awalnya penuh antusiasme. Kemudian, yang tersisa hanyalah keraguan dan kemarahan.

Pihak pengembang mengurangi kualitas bahan demi menghemat uang. Bahan yang tercantum dalam faktur sesuai standar, tetapi yang dikirimkan adalah barang-barang yang kualitasnya di bawah standar.

Aku tidak tahan lagi dan pergi berdiskusi dengan pengembangnya, "Kalau begini, bangunannya bisa runtuh! Bangunan ini harus dihancurkan dan dibangun kembali."

Wajah pengembang itu tidak terlihat jelas dalam ingatanku. Dia hanya mencibir dan mendorongku ke samping. "Apa yang kamu ngerti? Memangnya kamu mau ganti rugi atas keterlambatan pembangunan?"

Permintaanku ditolak mentah-mentah. Ketika mengetahui aku akan melaporkan mereka, mereka bahkan membunuhku dengan brutal untuk membuatku bungkam.

Aku melayang di sekitar polisi dan adikku dengan keinginan untuk membantu mereka. Namun, karena ingatanku yang tidak lengkap, aku hanya bisa menyaksikan tanpa daya.

Apakah ingatanku baru akan kembali ketika semua bagian tubuhku ditemukan dan disatukan kembali?

Atas permintaan Simon yang berulang kali, pihak polisi setuju untuk memberi tahu Alex dan Helena tentang kasus ini setelah pesta pernikahan mereka berakhir. Setelah mengetahui ditemukannya mayat di rumah baru, mereka pun bergegas datang dan sangat terkejut.

Melihat Alex yang mengenakan setelan jas nikah rapi, aku merasa sedikit bingung. Bertahun-tahun yang lalu, dia juga pernah melakukan hal yang sama.

Dia menggenggam tanganku dengan ekspresi sungguh-sungguh, lalu berjanji untuk menghabiskan hidup bersamaku di depan keluarga dan teman-teman kami. Sekarang, dia malah menggenggam tangan wanita lain.

Istri baru Alex adalah Helena Tanzil, seseorang yang kuperlakukan bagai adik kandungku. Keluarganya sangat miskin. Dia baru mampu menyelesaikan pendidikannya berkat dukungan kami.

Aku sendiri yang mengirimkan uang untuk mendukung pendidikannya setiap tahun. Wanita muda itu juga memenuhi harapan dan diterima di almamaterku. Dia merasa berterima kasih dan sering datang ke rumah untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Kami sekeluarga sangat menyayanginya.

Ketika melihat gelang giok yang merupakan salah satu bukti, Alex langsung terpaku di tempat. "Helena, gelang giok ini mirip banget sama punyamu. Apa ini ... gelang pemberiannya?"

Hillary Tanjaya, Helena Tanzil. Kedua inisialnya sama-sama adalah HT.

Saat memilih orang untuk disponsor, aku memilih Helena justru karena kebetulan nama ini. Pada tahun dia lulus, aku bahkan memberinya gelang giok yang identik dengan milikku dengan harapan gelang itu bisa melindunginya.

Helena memeriksanya dengan saksama, lalu berseru terkejut, "Gelang ini memang mirip dengan yang diberikannya. Tapi gelangku sudah lama hilang, sepertinya hilang waktu renovasi rumah ini. Aku nggak tahu kenapa gelangnya bisa muncul di sini."

Aku menatap ke sekeliling dengan bingung. Rumah ini adalah rumah baru yang kupilih bersama suamiku. Selama renovasi, aku meminta Helena untuk membantu mengawasi pembangunan. Bisa dimengerti jika sesuatu hilang secara tidak sengaja di sini. Namun, bagaimana gelang giok Helena bisa berakhir dalam pakaianku?

Simon menebak dengan tergagap-gagap, "Mayat ini mungkin adalah Hillary."

Alex tiba-tiba berseru marah, "Mustahil!"

Dia menatap gelang giok itu dengan matanya merah. "Wanita itu hidup lebih baik dari siapa pun di luar negeri. Bulan lalu, dia baru perbarui akun Instagram-nya dengan foto dirinya dan pacar barunya. Mayat ini nggak terlihat seperti baru meninggal, mana mungkin itu dia!"

"Apa? Kak Alex, kamu tahu kabar terbarunya?"

Wajah Simon langsung memerah begitu mendengarnya. Suaranya dipenuhi amarah yang hampir tak tertahan. "Kalau dia hidup begitu nyaman, kenapa dia nggak hadir di pemakaman Ayah dan Ibu? Mereka adalah orang tuanya, orang yang membesarkannya dan merawatnya selama bertahun-tahun!"

Aku pun terkejut. Ayah dan Ibu sudah meninggal? Mereka adalah orang tuaku yang selalu memberiku kehangatan dan kasih sayang, tetapi aku bahkan tidak sempat melihat mereka untuk yang terakhir kalinya.

Hatiku terasa seperti terkoyak. Air mataku hampir menetes.

Aku menerjang ke depan dan ingin meraih Simon untuk menuntut penjelasan. Namun, tanganku yang terulur tak dapat menggenggam apa pun.

Secercah kesedihan melintas di mata Alex. Dia mencibir, "Memangnya dia peduli? Bukannya proyek yang menimbulkan korban jiwa itu proyek perusahaan Ayah?"
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 7

    Rasa lelah yang mendalam menyelimutiku dari lubuk jiwaku. Mungkin, sudah waktunya bagiku untuk beristirahat dengan tenang.Polisi menggeledah rumah Johan dan menemukan banyak bukti aktivitas ilegal serta kriminalnya. Di antaranya, ada bukti tak terbantahkan bahwa dia telah memerintahkan Helena untuk menjebakku dan bahkan bukti pembunuhanku.Setelah hal itu dipublikasikan, ketidakbersalahanku sepenuhnya terbukti. Keluarga para korban menyadari bahwa mereka telah salah menyalahkanku dan datang ke makamku untuk meminta maaf. Di depan batu nisanku, ada tumpukan persembahan dan dupa yang terus menyala.Dokumen pengaduanku akhirnya terkirim ke tempat yang semestinya. Keluarga-keluarga yang dulunya menunggu dengan putus asa dalam kasus proyek pembangunan terbengkalai itu akhirnya menerima kompensasi dan kehangatan yang pantas mereka dapatkan.Simon dengan pelan meletakkan sertifikat penghargaan yang diberikan polisi kepadaku di depan batu nisan. Sementara itu, Alex berdiri di sampingnya dan

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 6

    Seruan Helena justru membangkitkan niat membunuh pria itu. Johan menjambak rambutnya dan menyeretnya ke arah pintu yang tidak memiliki penghalang.Setelah mendengar kebenaran itu, seluruh tubuhku terasa dingin sampai ke tulang. Ternyata Helena yang menjebakku atas kasus sensasional itu!Aku merasa diriku sudah cukup baik terhadapnya. Ketika Helena lulus dari universitas dan tidak dapat menemukan pekerjaan, aku secara khusus merekrutnya untuk magang di studioku dan menjadikannya asisten desainku.Tak disangka, aku telah membiarkan serigala masuk ke kandang domba, juga melibatkan keluargaku dalam proses tersebut. Sekarang, aku ingin mencabik-cabiknya dan meminum darahnya!Namun, orang yang mendengar semua itu dalam kegelapan bahkan lebih marah daripada aku.Alex tiba-tiba muncul. Matanya terlihat sangat merah hingga hampir seperti meneteskan darah. Dia menggertakkan giginya dan bertanya pada Helena, "Apa yang Hillary lakukan padamu? Kenapa kamu harus mencelakainya seperti itu? Dia selalu

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 5

    Jantung Simon terasa seperti berhenti berdetak untuk sesaat. Tenggorokannya terasa tercekat, seolah-olah ada yang mencekiknya. Dia curiga dirinya salah dengar."Kakakku baru mengambil foto di luar negeri sebulan yang lalu. Mana mungkin mayat ini dia?" Polisi menyelidiki akun Instagram yang konon adalah milikku dan menemukan bahwa semua foto itu adalah hasil editan."Alamat IP akun ini ada di dalam negeri. Alamatnya di gedung apartemen Rivershine nomor 301." Wajah Simon seketika pucat pasi. Dia berbisik, "Itu rumahku." Alex yang dipanggil datang pada tengah malam juga bergegas datang dengan membawa semua perangkat elektronik di rumah. Melihat Helena tidak ikut bersamanya, Simon bertanya, "Di mana Kak Helena?""Nggak tahu ke mana. Dia nggak ada di rumah waktu aku bangun. Aku juga nggak bisa menghubunginya." Wajah Alex terlihat serius saat menatap potongan mayat perempuan yang telah disatukan itu. Dia bertanya dengan suara gemetar, "Sudah dipastikan itu Hillary?" Mata Simon memerah.

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 4

    Setiap hari libur, Johan akan membawa seluruh keluarganya datang berkunjung ke rumah kami. Tak disangka, dia malah berselingkuh dengan seorang gadis yang sudah bisa menjadi putrinya di dalam mobil.Aku pun merasa jijik. Kemudian, aku mendengar percakapan mereka."Sudah temukan bukti terjadi kecurangan dalam proyek Vila Oasis?""Belum." Napas Helena tersengal-sengal. Dia berujar dengan genit, "Wanita itu menyembunyikan buktinya dengan sangat baik. Aku sudah geledah seluruh studionya, tapi nggak temukan apa-apa." Suara Johan terdengar sangat kejam. "Polisi sudah temukan mayatnya. Mereka mungkin saja bisa menelusurinya sampai ke aku dan kamu. Jangan lupa, kamu yang beri tahu kami informasinya malam itu, makanya kami baru bisa buat Hillary bungkam."Pada saat yang sama, terdengar seruan orang dari rumah baru."Cepat kemari! Potongan tubuh keempat sudah ditemukan!" Aku merasa seperti disambar petir. Ingatan yang kacau membanjiri pikiranku, potongan-potongan ingatan itu tiba-tiba menyatu.

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 3

    "Keluarga korban pergi membuat masalah di perusahaan setiap hari, makanya Ayah nggak tahan dan melompat dari gedung. Ayah sudah tiada, sedangkan Ibu nggak bisa menerimanya. Jadi ... dia juga ikut bersamanya."Alex tiba-tiba meninju dinding. Suaranya dipenuhi kebencian saat berujar, "Kalau dia berani kembali, aku akan langsung mengirimnya ke penjara."Aku menatap suamiku yang wajahnya dipenuhi kebencian dengan sedih. Dia benar-benar terasa asing. Bagaimana semuanya bisa menjadi seperti ini? Apakah aku benar-benar melakukan semua yang dikatakannya? Apa aku adalah pendosa yang begitu keji, bukan hanya menyebabkan begitu banyak korban jiwa, tetapi juga menyusahkan orang tua yang sangat mencintaiku?Namun, aku tidak mengingat apa pun.Helena yang berdiri di samping menunjukkan akun Instagram itu kepada Simon. Isinya adalah foto-foto mesraku bersama pria yang berbeda-beda."Aku menemukannya secara nggak sengaja. Kak Hillary sudah punya pacar baru, makanya Kak Alex baru melamarku."Melihat He

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 2

    Aku ingat bahwa aku adalah seorang arsitek. Ketika berpartisipasi dalam pembangunan Vila Oasis, aku awalnya penuh antusiasme. Kemudian, yang tersisa hanyalah keraguan dan kemarahan.Pihak pengembang mengurangi kualitas bahan demi menghemat uang. Bahan yang tercantum dalam faktur sesuai standar, tetapi yang dikirimkan adalah barang-barang yang kualitasnya di bawah standar. Aku tidak tahan lagi dan pergi berdiskusi dengan pengembangnya, "Kalau begini, bangunannya bisa runtuh! Bangunan ini harus dihancurkan dan dibangun kembali." Wajah pengembang itu tidak terlihat jelas dalam ingatanku. Dia hanya mencibir dan mendorongku ke samping. "Apa yang kamu ngerti? Memangnya kamu mau ganti rugi atas keterlambatan pembangunan?"Permintaanku ditolak mentah-mentah. Ketika mengetahui aku akan melaporkan mereka, mereka bahkan membunuhku dengan brutal untuk membuatku bungkam.Aku melayang di sekitar polisi dan adikku dengan keinginan untuk membantu mereka. Namun, karena ingatanku yang tidak lengkap, a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status