Share

Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding
Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding
Author: Soranta

Bab 1

Author: Soranta
Saat suamiku, Alex Suryadi, mengucapkan janji pernikahan dengan mahasiswi miskin yang dia sponsori, jasadku sedang digali keluar dari dinding semen yang dingin. Dia dengan lembut menyematkan cincin di jari Helena, sedangkan para tamu mengangkat gelas untuk mengucapkan selamat.

Di sisi lain, aku terkubur di dinding pembatas rumah baru kami. Tulang-tulangku telah rapuh karena kelembapan semen.

Setelah petugas pemadam kebakaran membobol dinding, potongan tubuhku yang hancur pun terekspos. Semua orang yang berada di lokasi kejadian langsung berteriak ketakutan.

Adik laki-lakiku adalah seorang lulusan arsitektur. Begitu menerima telepon dari polisi, dia bergegas membantu penyelidikan kasus mayat tersembunyi di dalam dinding ini. Kasus ini kemungkinan besar terkait dengan proyek Vila Oasis yang belum selesai.

Setelah polisi menemukan gelang giok berukiran inisialku di antara pakaianku yang tersisa, dia baru teringat bahwa kakak perempuan yang menyebabkan ayah mereka melompat dari gedung dan ibu mereka bunuh diri itu telah hilang selama setahun.

"Hillary?"

Gelang giok itu diukir dengan huruf "HT". Simon Tanjaya langsung teringat pada kakak perempuannya yang dulunya sering mengenakan gelang serupa. Napasnya menjadi sedikit tidak teratur. Tubuhnya gemetar tak terkendali saat mendekati mayat itu.

Namun, korban itu telah dimutilasi dan dikubur di dinding selama setahun. Selain membusuk parah, sebagian besar yang tersisa hanyalah tulang. Oleh karena itu, jasad ini tidak bisa lagi dikenali.

"Apa mungkin ... benar-benar dia?" gumam Simon.

Aku berdiri di dalam ruangan dengan tatapan kosong. Di sekelilingku, terdapat banyak polisi dan ahli forensik yang sibuk bekerja. Mereka tidak menunjukkan reaksi apa pun meskipun tubuhku yang transparan melayang di depan mereka.

"Di pakaian korban, ada logo Vila Oasis. Menurut penilaian awal, dia seharusnya terlibat dalam proyek ini ...."

Mereka sedang memeriksa pakaian yang kukenakan saat meninggal. Pikiranku kosong, seolah-olah semua ingatanku telah hilang. Aku hanya ingat bahwa Simon adalah adik laki-lakiku. Aku ingin memanggilnya, tetapi dia tidak bisa mendengar suaraku.

Jasadku dibagi menjadi beberapa bagian dan dikubur di dalam dinding semen. Yang baru berhasil digali hanya sebagian.

Aku bisa merasakan rasa sakit yang menusuk dan menyiksa jauh di dalam jiwaku. Sakit sekali. Benar-benar sakit.

Pada saat ini, Simon menerima sebuah panggilan.

"Simon, kapan kamu akan datang ke pesta pernikahan ini?"

Itu adalah suara laki-laki yang familier. Aku mengenalinya sebagai suamiku, Alex Suryadi.

Simon menyembunyikan kasus yang sedang dia kerjakan, hanya mengatakan dia agak sibuk.

"Oh iya, apa gelang yang biasa dipakai kakakku, bukan, maksudku Hillary, masih ada di rumah?"

Suara di ujung telepon yang tadinya terdengar riang tiba-tiba berubah menjadi penuh kekejaman.

"Buat apa kamu tiba-tiba ungkit wanita sial itu di hari yang begitu membahagiakan? Bangunan yang dia rancang runtuh dan menewaskan orang. Kemudian, dia malah kabur dengan bawa semua barang berharga di rumah!"

Hati Simon tiba-tiba menegang. "Jadi, gelang itu benar-benar hilang?"

Ada keheningan selama dua detik di ujung telepon. Kemudian, Alex menambahkan dengan suara rendah, "Gelang giok itu ... Seingatku, aku melihatnya nggak sengaja menjatuhkan gelang itu ke laut waktu kami berlibur dua tahun lalu."

Dua tahun lalu? Waktunya sama sekali tidak cocok.

Simon menghela napas lega.

Alex menambahkan dengan samar, "Tapi, Helena juga punya gelang giok yang sangat mirip."

"Gelang apa?" Tiba-tiba, terdengar suara wanita yang manis dan manja dari ujung telepon.

Simon jelas dekat dengan wanita itu. Dia berkata sambil tertawa, "Nggak apa-apa, Kak Helena. Aku nggak sempat pergi ke pernikahan hari ini. Kak Alex nggak tindas kamu, 'kan?"

Godaan Simon langsung membuat Helena terkikik. "Kalau kamu nggak datang, siapa yang akan mendukungku? Cepat datang setelah kerjaanmu selesai. Kamu masih sempat datang untuk makan malam."

Aku memperhatikan mereka yang mengobrol gembira dengan bingung. Alex adalah suamiku, sedangkan Helena adalah seorang mahasiswi miskin yang disponsornya. Mereka sudah menikah? Bahkan adikku juga menerima hal ini. Namun, aku jelas-jelas belum bercerai.

Pada saat ini, bagian tubuhku yang kedua ditemukan. Polisi memanggil Simon, dan aku mengikutinya untuk melihat tubuhku yang telah disatukan.

Kepalaku tiba-tiba terasa sangat sakit dan berbagai macam gambar membanjiri benakku. Ternyata begitu! Aku sudah ingat. Rupanya ini penyebab kematianku!
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 7

    Rasa lelah yang mendalam menyelimutiku dari lubuk jiwaku. Mungkin, sudah waktunya bagiku untuk beristirahat dengan tenang.Polisi menggeledah rumah Johan dan menemukan banyak bukti aktivitas ilegal serta kriminalnya. Di antaranya, ada bukti tak terbantahkan bahwa dia telah memerintahkan Helena untuk menjebakku dan bahkan bukti pembunuhanku.Setelah hal itu dipublikasikan, ketidakbersalahanku sepenuhnya terbukti. Keluarga para korban menyadari bahwa mereka telah salah menyalahkanku dan datang ke makamku untuk meminta maaf. Di depan batu nisanku, ada tumpukan persembahan dan dupa yang terus menyala.Dokumen pengaduanku akhirnya terkirim ke tempat yang semestinya. Keluarga-keluarga yang dulunya menunggu dengan putus asa dalam kasus proyek pembangunan terbengkalai itu akhirnya menerima kompensasi dan kehangatan yang pantas mereka dapatkan.Simon dengan pelan meletakkan sertifikat penghargaan yang diberikan polisi kepadaku di depan batu nisan. Sementara itu, Alex berdiri di sampingnya dan

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 6

    Seruan Helena justru membangkitkan niat membunuh pria itu. Johan menjambak rambutnya dan menyeretnya ke arah pintu yang tidak memiliki penghalang.Setelah mendengar kebenaran itu, seluruh tubuhku terasa dingin sampai ke tulang. Ternyata Helena yang menjebakku atas kasus sensasional itu!Aku merasa diriku sudah cukup baik terhadapnya. Ketika Helena lulus dari universitas dan tidak dapat menemukan pekerjaan, aku secara khusus merekrutnya untuk magang di studioku dan menjadikannya asisten desainku.Tak disangka, aku telah membiarkan serigala masuk ke kandang domba, juga melibatkan keluargaku dalam proses tersebut. Sekarang, aku ingin mencabik-cabiknya dan meminum darahnya!Namun, orang yang mendengar semua itu dalam kegelapan bahkan lebih marah daripada aku.Alex tiba-tiba muncul. Matanya terlihat sangat merah hingga hampir seperti meneteskan darah. Dia menggertakkan giginya dan bertanya pada Helena, "Apa yang Hillary lakukan padamu? Kenapa kamu harus mencelakainya seperti itu? Dia selalu

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 5

    Jantung Simon terasa seperti berhenti berdetak untuk sesaat. Tenggorokannya terasa tercekat, seolah-olah ada yang mencekiknya. Dia curiga dirinya salah dengar."Kakakku baru mengambil foto di luar negeri sebulan yang lalu. Mana mungkin mayat ini dia?" Polisi menyelidiki akun Instagram yang konon adalah milikku dan menemukan bahwa semua foto itu adalah hasil editan."Alamat IP akun ini ada di dalam negeri. Alamatnya di gedung apartemen Rivershine nomor 301." Wajah Simon seketika pucat pasi. Dia berbisik, "Itu rumahku." Alex yang dipanggil datang pada tengah malam juga bergegas datang dengan membawa semua perangkat elektronik di rumah. Melihat Helena tidak ikut bersamanya, Simon bertanya, "Di mana Kak Helena?""Nggak tahu ke mana. Dia nggak ada di rumah waktu aku bangun. Aku juga nggak bisa menghubunginya." Wajah Alex terlihat serius saat menatap potongan mayat perempuan yang telah disatukan itu. Dia bertanya dengan suara gemetar, "Sudah dipastikan itu Hillary?" Mata Simon memerah.

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 4

    Setiap hari libur, Johan akan membawa seluruh keluarganya datang berkunjung ke rumah kami. Tak disangka, dia malah berselingkuh dengan seorang gadis yang sudah bisa menjadi putrinya di dalam mobil.Aku pun merasa jijik. Kemudian, aku mendengar percakapan mereka."Sudah temukan bukti terjadi kecurangan dalam proyek Vila Oasis?""Belum." Napas Helena tersengal-sengal. Dia berujar dengan genit, "Wanita itu menyembunyikan buktinya dengan sangat baik. Aku sudah geledah seluruh studionya, tapi nggak temukan apa-apa." Suara Johan terdengar sangat kejam. "Polisi sudah temukan mayatnya. Mereka mungkin saja bisa menelusurinya sampai ke aku dan kamu. Jangan lupa, kamu yang beri tahu kami informasinya malam itu, makanya kami baru bisa buat Hillary bungkam."Pada saat yang sama, terdengar seruan orang dari rumah baru."Cepat kemari! Potongan tubuh keempat sudah ditemukan!" Aku merasa seperti disambar petir. Ingatan yang kacau membanjiri pikiranku, potongan-potongan ingatan itu tiba-tiba menyatu.

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 3

    "Keluarga korban pergi membuat masalah di perusahaan setiap hari, makanya Ayah nggak tahan dan melompat dari gedung. Ayah sudah tiada, sedangkan Ibu nggak bisa menerimanya. Jadi ... dia juga ikut bersamanya."Alex tiba-tiba meninju dinding. Suaranya dipenuhi kebencian saat berujar, "Kalau dia berani kembali, aku akan langsung mengirimnya ke penjara."Aku menatap suamiku yang wajahnya dipenuhi kebencian dengan sedih. Dia benar-benar terasa asing. Bagaimana semuanya bisa menjadi seperti ini? Apakah aku benar-benar melakukan semua yang dikatakannya? Apa aku adalah pendosa yang begitu keji, bukan hanya menyebabkan begitu banyak korban jiwa, tetapi juga menyusahkan orang tua yang sangat mencintaiku?Namun, aku tidak mengingat apa pun.Helena yang berdiri di samping menunjukkan akun Instagram itu kepada Simon. Isinya adalah foto-foto mesraku bersama pria yang berbeda-beda."Aku menemukannya secara nggak sengaja. Kak Hillary sudah punya pacar baru, makanya Kak Alex baru melamarku."Melihat He

  • Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding   Bab 2

    Aku ingat bahwa aku adalah seorang arsitek. Ketika berpartisipasi dalam pembangunan Vila Oasis, aku awalnya penuh antusiasme. Kemudian, yang tersisa hanyalah keraguan dan kemarahan.Pihak pengembang mengurangi kualitas bahan demi menghemat uang. Bahan yang tercantum dalam faktur sesuai standar, tetapi yang dikirimkan adalah barang-barang yang kualitasnya di bawah standar. Aku tidak tahan lagi dan pergi berdiskusi dengan pengembangnya, "Kalau begini, bangunannya bisa runtuh! Bangunan ini harus dihancurkan dan dibangun kembali." Wajah pengembang itu tidak terlihat jelas dalam ingatanku. Dia hanya mencibir dan mendorongku ke samping. "Apa yang kamu ngerti? Memangnya kamu mau ganti rugi atas keterlambatan pembangunan?"Permintaanku ditolak mentah-mentah. Ketika mengetahui aku akan melaporkan mereka, mereka bahkan membunuhku dengan brutal untuk membuatku bungkam.Aku melayang di sekitar polisi dan adikku dengan keinginan untuk membantu mereka. Namun, karena ingatanku yang tidak lengkap, a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status