Share

SEBELAS

Vivi kembali ke ruang reservasi dan menatap kosong layar monitor. Percakapan Krisna bersama temannya masih ada di kepalanya.

"Non."

Vivi tidak menjawab.

Adit menepuk pundak Vivi.

Sontak Vivi menoleh. "Hah? ya?"

"Non, ada supervisor f&b."

"Oh, oke." Vivi bangkit dari kursi lalu menuju ke ruang depan.

"Tadi saya panggil, nona jalan terus. Apa nona sakit?" Supervisor bertanya begitu Vivi menghampirinya.

Vivi menggeleng pelan.

"Soal split bill, itu teman-teman tuan Krisna jadi saya dilarang memasukan ke dalam system atau laporan. Hanya dicatat untuk internal saja, jadi saya tidak melaporkannya tapi saya sudah minta tanda tangan sesuai saran nona kalau keluarga Aditama punya permintaan di luar manajemen."

Vivi memijat kepalanya yang tiba-tiba pusing. "Sudah dari jam berapa mereka disana?"

"Jam delapan malam."

Vivi tersenyum miris. Kalau punya waktu sebanyak itu harusnya bisa mengurus hotel, bukannya kumpul gini.

"Non."

"Saya mengerti, terima kasih. Selain itu Adit dan pak Budi, tolong pan
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status