MasukKarna terlalu sibuk sebagai wanita karir, Lena sampai mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri dan Ibu bagi anak semata wayangnya. Saat suaminya meminta waktunya untuk bermesraan, Lena selalu menolak dengan alasan lelah setelah bekerja seharian. Begitu pula respon Lena saat buah hatinya meminta waktu untuk mengajaknya bermain, dia selalu bilang sedang sibuk. Anak mereka juga di asuh oleh baby sitter, namun anak itu tetap rewel ingin bersama Ibunya. Hingga pada akhirnya Lena, meminta sang adik yang baru lulus SMA untuk bekerja di rumahnya sebagai pengasuh anaknya. Lambat laun, Lena semakin tidak perduli pada anak dan suaminya. Dia juga meminta sang adik untuk menggantikan tugasnya mengurus keponakan dan suaminya. Bagaimana kisah rumah tangga Lena dan suaminya pada akhirnya??
Lihat lebih banyakPukul sembilan malam, Lena baru pulang dari kantor. Ia turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah yang sudah sepi karna putra semata wayang nya pasti sudah tidur.
"Apa Gala sudah tidur, Bi?" tanya Lena pada pembantunya yang membukakan pintu. "Sudah, nyonya." Jawab Bi Atun dengan suara lembut. Tangan nya sibuk mengunci pintu, memastikan pintu sudah benar-benar terkunci dengan sempurna. "Kalau Mas Sky? Apa dia juga sudah tidur?" Tanya Lena, lagi. "Kalau tuan saya tidak tau nyonya, tapi sepertinya beliau sudah berada di dalam kamar nya. Tadi setelah selesai makan malam dan menidurkan Den Gala, tuan langsung masuk ke dalam kamar." Jawab Bi Atun menjelaskan. Lena mengangguk kecil, ia lngsung meninggalkan Bi Atun begitu saja, berjalan menuju ke kamarnya. Sebelum Lena masuk ke dalam kamar, Bi Atun lebih dulu bertanya. "Nyonya... apa nyonya mau makan malam biar saya siapkan? Atau nyonya mau saya buatin minuman hangat?" tanyanya pada sang majikan, sudah jadi kebiasaan Bi Atun, setiap sang majikan baru pulang dari luar pasti menawarkan makanan atau minuman. "Tidak perlu Bi, saya sudah makan malam di luar tadi. Sekarang saya mau langsung istirahat," jawab Lena. Bi Atun mengangguk kecil, membiarkan majikanya melanjutkan langkahnya menuju ke dalam kamar. "Lembur lagi?" Tanya Sky, saat sang istri baru membuka pintu dan masuk ke dalam kamar. Ia tengah duduk di atas tempat tidur sambil bersandar di kepala ranjang, di pangkunya ada laptop yang masih menyala. Sky sedang mengecek ulang laporan yang di kirim asisten pribadinya, sengaja sambil menunggu kepulangan sang istri karna ingin mengajak bermesraan, apa lagi sekarang malam Jumat, waktunya menjalani sunah Rasull. "Iya, Mas." Jawab Lena, sambil mengulas senyum tipis. Dia melangkah mendekati lemari kaca berisi koleksi tas branded miliknya, Lena meletakkan kembali tas yang baru saja di pakainya kedalam tempatnya semula. Sky hanya memperhatikan apa yang dilakukan istrinya dari atas tempat tidur. "Kamu kok belum tidur Mas, lagi ngerjain apa sih?" Tanya Lena, tanpa menoleh pada suaminya. Ia sedang sibuk melepaskan semua asesoris yang di pakai nya. "Belum... aku lagi ngecek ulang laporan sambil nungguin kamu pulang." Jawab Sky, jujur. Lena mengangguk kecil sebagai respon. "Aku mau mandi dulu ya, Mas. Udah gerah banget soalnya setelah seharian beraktivitas." Tanpa menunggu jawaban dari suaminya, Lena mengambil handuk dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi. ***** Di dalam kamar mandi, Rena melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Ia masuk ke dalam bath tub yang sudah berisi air hangat dan sabun untuk berendam merilekskan tubuhnya yang terasa lelah. "Aahhh... lelahnya," suara desahan kecil lolos dari mulut Lena saat merasakan air hangat menyentuh kulitnya. Lena memejamkan mata, mengingat kembali momen panas yang tadi dia lakukan bersama atasannya di kantor sebelum pulang kerumah. Ya, di belakang suaminya ia menjalin hubungan terlarang dengan bosnya. Lena bekerja di salah satu perusahaan ternama sebagai sekretaris. Awal bekerja semua berjalan normal dan profesional, namun semenjak mereka sering bepergian berdua keluar kota untuk urusan pekerjaan, hubungan terlarang itu pun pelan-pelan mulai terjalin. tok... tok... tok... Lena yang tengah memejamkan mata terkejut mendengar suara ketukan pintu, ia berdecak kesal karna ada yang menganggu aktivitas nya, ia yakin jika sang suami lah pelakunya. "Ck, ngapain sih Mas Sky pake acara ketuk pintu segala? ganggu kegiatan aku aja," sungut Lena merasa tak senang. "Sayang... kamu lama banget sih mandi nya. Buruan dong... udah malam nggak baik mandi terlalu lama." Seru Sky dari depan pintu kamar mandi. "Iya, Mas! Kamu bawel bnget sih, ini bentar lagi juga udah kelar." Sahut Lena, seraya misuh-misuh. Lena segera menyelesaikan aktivitas mandi nya, menyambar handuk yang tergantung di atasnya dan mengelap tubuhnya yang basah. Ceklek... Lena membuka pintu kamar mandi, wajahnya tampak sedikit kesal. "Kamu ngapain sih Mas gangguin aku? orang lagi asik berendam juga." Sungut nya, menatap sinis pada Sky. Sky hanya tersenyum manis, kemudian menarik lembut tangan istrinya membawa Lena untuk duduk di tepi ranjang. "Sayang... ini kan malam Jumat, waktunya kita ibadah enak." Kata Sky, sambil tersenyum nakal. Lena memutar malas manik matanya, dia sedang tidak ingin melakukan hubungan intim dengan suaminya. Toh dia juga baru saja melakukan itu sebelum pulang dari kantor dengan atasannya, tentu saja ia akan menolak ajakan dari suaminya. "Aku capek banget Mas, mau langsung istirahat karna besok pagi aku harus datang lebih cepat ke kantor. Lain kali aja ya?" Ujar Lena, tanpa memikirkan perasaan suaminya yang pasti kecewa. Tanpa merasa bersalah, Lena beranjak dari tepi ranjang menuju walk in closet untuk berganti pakaian tidur. Hanya butuh waktu beberapa menit, ia akhirnya keluar dari ruangan itu sudah mengenakan piyama. Lena langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur, tidak menghiraukan wajah kecewa dari suaminya yang sudah rela menunda waktu istirahatnya demi menunggu sang istri pulang untuk di ajak bercinta. "Tidur Mas, udah malam ini." Seru Lena, sambil memejamkan mata. Sky menghela nafas panjang, mau tidak mau dia harus menelan rasa kecewa karna penolakan sang istri. Kalau Sky mau, sebenarnya bisa saja dia memaksa istri nya, namun dia bukan tipe suami egois. Tiba-tiba Sky teringat pada putranya yang sejak tadi merindukan mamanya, ia pun berkata pada Lena. "Sayang... kamu nggak mau ngelihat Gala dulu di kamarnya? Dia itu kangen banget lho sama mamanya, minimal kamu cium ataupun peluk Gala sebentar." Lena mendengus kesal, menurut nya suaminya terlalu bawel. "Buat apa? Gala juga udah tidur kan, jadi ngapain aku lihat dia, yang ada aku bakalan gangguin dia tidur. Udahlah Mas besok pagi aja kan bisa, aku tu capek banget tau, nggak pengertian banget sih kamu jadi suami." Semprot Lena, dengan nada ketus. Dengan terpaksa, Sky hanya bisa diam lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri, tangannya terulur untuk memeluk pinggang ramping istrinya. Tanpa di duga, Lena langsung menepis tangan suaminya. "Mas... nggak usah pakai acara peluk-peluk segala, aku risih." Ucap Lena, tanpa perasaan. "Aku cuma mau peluk doang masa nggak boleh sih, sayang?" Seru Sky, dengan nada getir. Lena mencebik kecil, tidak perduli pada perasaan Sky. "Udah di bilang risih juga, masih juga nggak ngerti. Aku tu capek banget lho Mas habis lebur, tolong ngerti sedikit kek, jangan egois." Sungut Lena sambil ngomel-ngomel, ia menolak di sentuh dalam bentuk apapun oleh suaminya. Tiba-tiba...Pagi-pagi sinar matahari yang masuk melalui jendela besar rumah mewah ini terasa lebih dingin dan hampa dari hari-hari biasanya. Suasana yang biasanya masih terdengar suara tawa dari Gala saat bercanda dengan ayahnya Sky, kini berubah menjadi sunyi yang menusuk. Senja duduk di sebelah keponakannya Gala, menatap bocah kecil dengan wajah polos itu yang sedang sarapan dengan tenang menikmati bubur ayam."Kemana sih Mbak Lena sama Mas Sky? Kok sampai pagi begini belum juga pada pulang, ya?" Senja bertanya dalam hati, suaranya lirih dan penuh kegelisahan. Matanya tak lepas dari sosok Gala yang sesekali menatap ke arahnya."Apa mereka tidak peduli sama Gala? Kalaubiya, ksihan sekali Gala, jadi korban keegoisan orang tuanya. Lebih tepatnya Mbak Lena sih yang salah karna dia sudah mengkhianati suaminya di belakang." Senja menghela napas panjang, dadanya terasa sesak. Rasa sedih dan kekhawatiran pada sang keponakan melingkupi hatinya, seolah rumah megah ini hanyalah sebuah istana kosong tanpa
Setelah Senja keluar dari ruang kerja Sky dengan langkah cepat, Lena menatap sosok suaminya yang masih tenggelam dalam layar laptopnya. Wajahnya yang tadi penuh sinisme saat menatap sang adik, kini berubah menjadi senyum manis yang mengembang. Dengan langkah ringan, dia mendekat pada Sky, lalu memeluk nya dari belakang, merengkuh tubuhnya seolah ingin menghapus penat yang terlihat di wajah lelaki itu. "Mas... kamu masih kerja ya?" suaranya lembut, nyaris berbisik. Namun Sky tak mengalihkan pandangannya dari layar laptop, jari-jarinya tetap menari di atas keyboard tanpa menanggapi pelukan istrinya itu. Lena menunduk sedikit, bibirnya mengerut pelan, lalu mencoba menggoda dengan sentuhan tangannya yang mulai meraba dada Sky. "Ini udah malam lho, Mas. Bisa dilanjutkan besok lagi kerjanya," ujarnya penuh harap, mencoba mencuri perhatian suaminya.Sayangnya Sky tetap dingin, seolah Lena hanyalah bayangan yang tak berarti di sela kesibukan itu. Hatinya masih begitu sakit dengan pengkhianat
Selesai makan malam bersama putra dan adik iparnya, Sky langsung kembali ke kamar, ia masuk ke ruang kerja yang ada di dalam kamar, menyelesaikan pekerjaan yang sengaja dibawa pulang karna malas lembur di kantor. Sementara itu, dimeja makan Senja baru selesai makan malam bersama keponakannya, Gala. Dari arah pintu, muncul Lena yang baru pulang dari kantor, melihat putranya duduk di meja makan ia langsung menyapa dengan suara lembut. "Selamat malam, sayang." Senja dan Gala, menoleh ke arah sumber suara, Gala langsung berlari kecil menuju pintu begitu Lena muncul. "Mama..." Soraknya kegirangan. Mata bocah itu berbinar-binar, tangan mungilnya meraih ke arah sang ibu. Lena menunduk sejenak, membalas pelukan Gala dengan hangat, wajahnya menunjukkan sedikit kelelahan yang tersamar oleh senyum penuh kasih. "Gala udah selesai makan malam, ya?" Tanya Lena, mengusap rambut Gala dengan lembut, suaranya hangat meski sedikit letih. Senja mengamati momen itu dari meja makan, merasa ada kehan
Senja menatap Sky dengan mata membesar, detak jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. Jalanan menuju komplek perumahan Green Garden sudah terlewati, namun Sky terus mengendarai mobil nya. "Lho, Mas... ini kita mau kemana?" Tanya Senja penasaran, suaranya sedikit bergetar, mencoba menyembunyikan rasa ketakutana yang mulai merayap.Sky tetap mengemudi dengan tenang, jarinya mantap menggenggam setir, matanya fokus ke depan. Ia menjawab pertanyaan Senja tanpa menoleh, suaranya terdengar dingin tapi tetap santai, "Kita ke hotel."Kata-kata itu seperti petir di siang bolong bagi Senja. Ia menoleh ke arah Sky, tatapannya langsung mengunci pada kakak iparnya dengan campuran panik dan curiga. "Ngapain kita ke hotel, Mas? Kamu jangan macam-macam ya? Ingat... aku ini adik iparmu, adeknya Mbak Lena, istrinya Mas Sky," katanya dengan suara sedikit meninggi, berusaha menegaskan posisinya dan menjaga jarak.Sky tersenyum tipis, tatapan matanya tetap lurus ke depan, dengan nada santai ia menjawab pert
Di dalam ruangan kerja Ronald yang mewah namun remang, Lena duduk di pangkuan lelaki itu dengan napas yang masih terengah, mereka baru saja selesai memadu kasih, rutinitas yang selalu dilakukan setelah jam pulang kantor. Aroma parfum mahal memenuhi udara di antara mereka, Ronald menatap Lena dengan
Pagi ini, wajah Sky, tampak sedikit ceria dari biasanya. Tatapan matanya yang biasanya tajam dan dingin kini memancarkan semangat yang sulit disembunyikan. Senyum tipis terukir di bibirnya, memberi kesan hangat yang jarang terlihat. Setelah mengantarkan putranya ke sekolah, Sky langsung pulang ke ru
Lima hari berlalu... Lena, akhirnya kembali ke rumah setelah selesai dengan urusan pekerjaan dan urusan perselingkuhannya bersama bos nya. Lena membuka pintu rumah dengan langkah pelan, tubuhnya yang lelah masih terasa berat setelah perjalanan panjang dari luar kota. Lampu-lampu di ruang setiap ru
Senja melangkah perlahan menuju walk in closet, jemarinya gemetar saat membuka pintu dan meraih setelan jas hitam yang rapi tergantung di dalamnya. Dengan hati-hati, ia megambil pakaian itu dan membawanya ke arah kakak iparnya yang tengah duduk di tepi ranjang, hanya mengenakan handuk putih yang ma












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan