MasukKarna terlalu sibuk sebagai wanita karir, Lena sampai mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri dan Ibu bagi anak semata wayangnya. Saat suaminya meminta waktunya untuk bermesraan, Lena selalu menolak dengan alasan lelah setelah bekerja seharian. Begitu pula respon Lena saat buah hatinya meminta waktu untuk mengajaknya bermain, dia selalu bilang sedang sibuk. Anak mereka juga di asuh oleh baby sitter, namun anak itu tetap rewel ingin bersama Ibunya. Hingga pada akhirnya Lena, meminta sang adik yang baru lulus SMA untuk bekerja di rumahnya sebagai pengasuh anaknya. Lambat laun, Lena semakin tidak perduli pada anak dan suaminya. Dia juga meminta sang adik untuk menggantikan tugasnya mengurus keponakan dan suaminya. Bagaimana kisah rumah tangga Lena dan suaminya pada akhirnya??
Lihat lebih banyakLena melangkah keluar dari kamar mandi dengan handuk putih membungkus tubuh nya yang masih basah, rambut berwarna brown nya meneteskan air yang baru saja dikeramas. Udara kamar yang hangat terasa kontras dengan dinginnya kesunyian yang menyelimuti ruangan itu. Ia menoleh ke sekeliling kamar, namun sosok suami nya Sky tak terlihat di mana pun."Lho... Mas Sky kemana? Cepat banget ngilangnya, cuma ditinggal mandi sebentar udah nggak ada," gumamnya pelan, nada kecewa mengendap di suara lirih nya. "Padahal aku lagi kangen sama dia, pengen tidur dipelukannya."Lena duduk di depan meja rias, wajahnya yang basah mulai mengering oleh hembusan hairdryer. Namun, matanya kosong, pikirannya melayang jauh, terus-terusan memikirkan keberadaan suaminya. Ada getar kecil di dadanya—seperti retakan yang mulai melebar."Mas Sky semakin lama semakin dingin ke aku," bisiknya dalam hati, suara itu hampir tak terdengar, penuh keraguan dan rasa sakit yang tak bisa ia ungkapkan. Tangan Lena menggenggam erat h
Pukul tujuh malam, ruangan makan di rumah mewah milik Sky sudah dipenuhi suara riuh rendah keluarga yang tengah berkumpul. Di meja panjang, piring-piring berisi lauk tersusun rapi. Semua anggota keluarga sudah duduk rapi, kecuali Lena yang hingga kini belum juga pulang ke rumah. Entah dimana keberadaan wanita itu saat ini, dia selalu mengabaikan tugas nya sebagai seorang ibu dan istri. Meski demikian, suasana meja makan tetep terlihat normal, seolah-olah sudah terbiasa tanpa kehadiran nya. Senja dengan sigap menghidangkan makanan untuk Sky dan Gala, ayah dan anak yang menjadi pusat perhatian malam itu. Ia tersenyum lembut, matanya berbinar saat melihat Gala yang begitu antusias menatap piringnya. Bu Asih, yang sebelum nya protes saat Senja melayani kakak iparnya Sky, kini tampak mulai terbiasa menyaksikan pemandangan itu. Ia duduk di sebelah Gala dengan tenang, mengisi piring nya sendiri. Sebenarnya Senja hendak melayani ibunya juga, tapi Bu Asih menolak halus, menyuruh Senja foku
Selesai melaksanakan akad nikah, Senja dan Sky langsung bergegas pulang ke rumah. Saat ini mereka sudah berada di perjalanan pulang yang terasa sunyi, hanya deru mesin mobil yang mengisi ruang di antara mereka. Senja menatap lurus ke depan, wajahnya tampak tegang dan tatapan nya gelisah, menahan gelombang kecemasan yang mulai menguasai. Jantungnya berdebar tak karuan, bayangan kakaknya yang garang dan ibu yang penuh pertanyaan menggerayangi pikirannya. Tangan yang sebelumnya gemetar kini saling bertautan di pangkuan.Sky, yang duduk di sampingnya, merasakan kegelisahan itu. Tanpa ragu, tangannya meraih tangan Senja dan menggenggamnya erat, memberi kekuatan yang tak terucap. Matanya menatap Senja dengan penuh ketulusan, seolah ingin menyampaikan bahwa Senja tidak lagi sendirian. "Kamu tidak perlu takut, sayang. Ada aku di sini. Kita akan hadapi semuanya bersama," bisiknya lembut, suaranya hangat dan menenangkan.Senja menoleh sebentar, menatap mata Sky yang tenang itu, dan perlahan ia
Saat ini Sky dan Senja sudah berada didalam mobil, mereka baru saja cek out dari hotel mewah. Sky mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, menggenggam setir dengan mantap, matanya sesekali menyapu jalanan yang cukup padat, lalu menoleh ke arah Senja yang duduk di sampingnya. Wajah Senja tampak tegang, bibirnya bergetar pelan seolah menahan gelombang kecemasan yang sedari tadi menggerogoti hatinya. Matanya berkaca-kaca, memancarkan campuran rasa takut dan keraguan yang sulit disembunyikan.Menyadari itu, Sky meraih tangan Senja dan menggenggamnya erat, jari-jarinya mengunci dengan penuh kehangatan. Suaranya lembut namun penuh keyakinan. "Tidak perlu takut, Sayang. Ada aku yang akan selalu melindungi kamu."Senja menundukkan kepala sejenak, lalu mengangguk kecil, napasnya yang tadinya tersendat mulai sedikit mereda. Namun, ketegangan itu masih mengendap di matanya, seakan bayangan masa depan yang belum pasti dan kemarahan dari ibu dan kakak nya terus membayangi pikirannya. "Aku udah






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan