Share

Bab 376

Author: Felix Harrington
"Kamu masih ingat punya masa depan?" Melihat Ryan sudah termakan ancamannya, Zio pun mengancam dengan keras, "Demi rekan kerja, aku bisa mempertimbangkan penyelesaian secara pribadi. Tapi kamu harus patuh. Kalau aku nggak puas, aku pasti lapor polisi dan menangkapmu."

"Baik, baik, baik!" Ryan mengangguk berulang kali. "Lalu aku harus bagaimana supaya bisa bekerja sama?"

"Tulis surat pernyataan introspeksi diri. Isinya mengakui bahwa kemampuanmu tidak mencukupi untuk menjabat sebagai direktur. Bacakan surat itu di hadapan seluruh jajaran pimpinan EPS, lalu mengundurkan diri dan meninggalkan EPS Group. Jangan pernah kembali lagi!" kata Zio.

"Itu sama saja menghancurkan masa depanku!" protes Ryan.

"Itu sudah batas terakhirku. Kalau aku lapor polisi sekarang, bukan cuma masa depanmu yang hancur, kamu juga akan masuk penjara. Pilih sendiri!" bentak Zio.

Ryan berpura-pura ragu dan berkata dengan susah payah, "Baiklah, aku lakukan seperti yang kamu mau."

Zio menggertakkan gigi dengan kesal. "
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 394

    Begitu Lucya berbaring di sofa, salah satu sisi handuk mandinya langsung melorot dan terbentang di atas sofa, membuat sisi tubuhnya terpampang jelas di hadapan Ryan.Di balik handuk mandi itu, lekuk tubuh yang ramping terlihat begitu sempurna.Lucya buru-buru menarik kembali handuk mandi itu dan mengikatnya dengan rapi."Ehem!" Ryan terbatuk canggung dua kali, lalu berkata, "Bu Lucya, sekarang aku bantu periksa pergelangan kakimu ya!"Dia berjalan ke sisi sofa dan perlahan mengangkat kaki Lucya.Begitu kaki itu terangkat, masalah pun muncul. Saat ini Lucya hanya dibalut sehelai handuk mandi. Ketika kakinya diangkat oleh Ryan, handuk itu sedikit tersingkap. Dari sudut pandang Ryan, mengikuti pangkal paha Lucya, dia bisa melihat ke dalam tanpa terhalang.Lucya pun menyadari hal itu dan segera menekan handuknya dengan tangan.Ryan hanya sempat melihat sekilas. Tidak jelas, hanya kilatan warna hitam yang melintas sesaat.Pergelangan kaki Lucya tampak merah dan bengkak, tetapi wajahnya saat

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 393

    Sementara itu, di tempat tinggal Ryan.Dari kamar mandi terdengar suara air mengalir deras. Di balik kaca buram, terlihat bayangan samar tubuh berlekuk yang bergerak perlahan.Malam ini Lucya memasak sepuluh hidangan untuk berterima kasih kepada Ryan. Setelah selesai memasak, seluruh tubuhnya bau minyak, jadi dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Saat ini, Ryan menyajikan hidangan ke atas meja, menuangkan anggur merah ke gelas besar, lalu duduk di depan meja menunggu Lucya. Pada saat yang sama, sudut matanya sesekali melirik ke arah kamar mandi.Detik berikutnya, suara air berhenti. Sepertinya Lucya sudah selesai mandi."Ryan, kamu bisa kembali dulu ke kamarmu nggak?" tanya Lucya. "Pakaianku basah. Sekarang aku cuma pakai handuk mandi!"Dia takut tanpa sengaja memperlihatkan sesuatu di depan Ryan."Oh, oke!" Ryan berdiri dan kembali ke kamarnya.Namun, tepat ketika dia baru sampai di depan pintu, tiba-tiba terdengar suara dentuman."Aduh!" Terdengar teriakan Lucya dari kama

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 392

    Darah Marvin mendidih. Dia tertawa terbahak-bahak sambil menekan Sachi ke sofa di pinggir kolam.Namun saat itu, terdengar teriakan. "Berhenti!"Sakura muncul di depan mereka berdua."Hahaha. Sakura, kamu sudah balik ya! Pas banget, ayo sama-sama!"Marvin tersenyum sampai tak bisa menutup mulutnya. Hatinya semakin berdebar-debar.Sakura menyampaikan beberapa kalimat dalam bahasa Negara Javan kepada Sachi.Ekspresi Sachi berubah drastis. Dia mendorong Marvin dengan keras, lalu buru-buru mengambil pakaian di lantai dan memakainya."Ada apa, Sachi? Kita lagi main lho!" Marvin kebingungan, bertanya kepada Sakura, "Kamu bilang apa ke dia? Jangan rusak suasana! Ayo, kita lanjutkan!""Lanjutkan kepalamu! Dasar mesum tolol!" Melihat wajah Marvin yang menjijikkan itu, Sakura mengucapkan kata-kata yang sangat kasar.Mendengar itu, Marvin marah. Dia sedang asyik, tetapi tiba-tiba dihentikan dan dimarahi. Siapa pun pasti akan kesal."Maksudmu apa?" tanya Marvin. "Kalian berdua menggodaku, sekarang

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 391

    Setibanya di Resor Greenlux, Sakura pertama-tama menempatkan Marvin di area pemandian air panas. Kemudian, dia membawa seorang wanita cantik untuk mandi bersama Marvin.Marvin memeluk kedua wanita cantik itu, merasa dirinya hampir pingsan karena kegembiraan.Wanita yang dibawa Sakura tidak sebanding dengan kecantikan Sakura, tetapi tetap cantik dan memiliki tubuh yang menarik. Sakura memperkenalkan wanita itu sebagai rekannya, bernama Sachi.Keduanya bermain-main dengan Marvin di kolam sebentar, lalu Sakura mengatakan ada urusan pekerjaan yang harus segera ditangani sehingga dia pergi sebentar. Hanya Sachi dan Marvin yang tersisa di kolam air panas.Begitu Sakura pergi, Sachi mulai menggoda Marvin. Marvin tidak bisa menahan diri lagi. Tanpa menunggu, dia langsung memeluk Sachi dan mulai menciumnya.Namun, Sachi sudah berpengalaman. Melihat Marvin terlalu tergesa-gesa, dia pun mendorongnya sambil berkata, "Jangan terburu-buru!"Lalu, seperti sedang bermain dengan anjing, Sachi menggoda

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 390

    "Wanita paling mengerti wanita!" sahut Lucya dengan nada datar. Kemudian, dia mengganti topik, "Cathy akan kuberi penghargaan nanti. Sedangkan penghargaan dari Pak Juno untukku, aku nggak mau. Kalau bisa, nanti kuberikan padamu.""Eh? Bu Lucya mau kasih ke aku? Itu 'kan pemberian Pak Juno untukmu!""Aku merasa nggak pantas menerimanya!" Mata Lucya bersinar lembut. Dia menatap Ryan dengan serius. "Semua ini kamu yang atur. Nggak kusangka kamu juga memikirkanku. Aku harus berterima kasih padamu. Gimana kalau malam ini aku masakkan makan malam untukmu sebagai tanda terima kasih?""Masakanmu nggak enak!" balas Ryan terus terang."Kamu ...." Lucya memutar bola matanya dengan kesal, lalu bertanya, "Kalau begitu, gimana aku harus berterima kasih padamu?""Benar-benar nggak usah!""Harus!""Aku ingat Bu Lucya bilang pernah belajar menari. Gimana kalau nanti saat makan malam, kamu menari sedikit sebagai hiburan?""Pintu di sana, keluar!""Lihat kamu ini. Katanya harus berterima kasih, tapi seka

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 389

    Ketua memberikan tanggung jawab besar, ini adalah penghargaan untuk Ryan. Saat ini, dua divisi paling inti di EPS Group sepenuhnya dipimpin oleh Ryan. Dulu Larry juga memimpin dua divisi ini, kemudian dipromosikan menjadi wakil presdir. Sepertinya, Juno sedang membimbing Ryan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi.Namun, Ryan berkata, "Pak, aku khawatir sulit memikul tanggung jawab sebesar ini! Lagi pula, urusan di divisi teknologi juga membutuhkan perhatian penuh ....""Ryan, bukankah masih ada aku?" Jesse maju dan menyahut, "Sejak awal aku memang direktur divisi litbang. Sekarang kamu memimpin dua divisi, aku bisa membantu urusan divisi litbang. Kamu fokus dulu pada divisi teknologi. Setelah semuanya beres, kita pegang dua-duanya bersama!""Lihat, Jesse saja sudah berkata begitu. Dia karyawan lama di divisi litbang. Dia juga memercayaimu!" Juno menepuk bahu Ryan. "Jadi sudah diputuskan, divisi litbang dan divisi teknologi, semuanya kamu tangani!"Kemudian, dia menatap Lucya. "Lucya,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status