Share

Bab 391

Penulis: Felix Harrington
Setibanya di Resor Greenlux, Sakura pertama-tama menempatkan Marvin di area pemandian air panas. Kemudian, dia membawa seorang wanita cantik untuk mandi bersama Marvin.

Marvin memeluk kedua wanita cantik itu, merasa dirinya hampir pingsan karena kegembiraan.

Wanita yang dibawa Sakura tidak sebanding dengan kecantikan Sakura, tetapi tetap cantik dan memiliki tubuh yang menarik. Sakura memperkenalkan wanita itu sebagai rekannya, bernama Sachi.

Keduanya bermain-main dengan Marvin di kolam sebentar,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 597

    "Hahaha! Kalau begitu, aku harus berterima kasih padamu karena sudah menghormatiku." Gustav berteriak kepada pelayan, "Ayo, tuangkan segelas untuk Kenny.""Pak Gustav, jangan bicara begitu. Aku jadi nggak enak!" Kenny tersenyum lebar, berjalan masuk hendak mencari tempat duduk, tetapi mendapati tidak ada kursi kosong dan tidak ada seorang pun yang berniat memberinya tempat.Dia berdiri dengan canggung di tempat, menerima gelas dari pelayan.Saat ini, Gustav mengangkat gelas dan berkata, "Karena kamu datang ke tempatku, aku bersulang untukmu!"Kemudian, dia hanya menyesap sedikit secara simbolis, meletakkan gelas di meja, dan tidak lagi memandang Kenny, malah kembali mengobrol dengan beberapa sahabat lamanya.Dengan canggung, Kenny menghabiskan minumannya. Melihat tak ada yang memedulikannya, dia berinisiatif mendekati Gustav dan berkata, "Pak Gustav, aku membawa seorang sahabat baik untuk bersenang-senang. Kira-kira bisa nggak beri sedikit muka atur layanan kelas atas? Tenang saja, aku

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 596

    "Apa? Dia bos besar dunia mafia?" Semua orang terkejut."Ya! Dan bukan bos besar biasa!" seru Reksa."Oh, begitu kamu bilang, aku jadi ingat. Aku punya teman wartawan yang juga datang ke lokasi waktu itu!" Orang lain menyambung, "Itu di Rumah Sakit Insani, 'kan?""Benar!" jawab Reksa.Orang tadi berkata, "Teman wartawanku bilang, yang dirawat waktu itu adalah tokoh kelas atas. Bukan cuma para tokoh dari berbagai kalangan yang datang menjenguk, bahkan Omara dan Daffa juga datang menjenguk. Ternyata yang dirawat itu adalah Ryan yang kamu maksud!"Gustav mengernyit, lalu berkata dengan kagum, "Omara itu bos lama dunia mafia di Kota Shein, sedangkan Daffa lebih hebat lagi. Dia tokoh besar Srilandia. Bahkan mereka berdua saja datang menjenguk Ryan. Bisa dibayangkan seberapa besar pengaruhnya!""Masih ada yang lebih gila lagi!" kata Reksa. "Bukankah Ryan membunuh Theo? Tapi hasilnya, dia sama sekali nggak kenapa-napa. Sehari pun nggak masuk penjara. Bahkan ibu angkat Theo, Salwa, setelah ana

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 595

    Saat ini, pemilik klub malam Gustav sedang berada di ruang VIP internal di lantai empat, mengobrol santai dengan beberapa temannya.Teman-temannya semua adalah bos besar bisnis hiburan malam. Empat pria dan satu wanita. Para pria terlihat seperti tokoh berpengaruh di dunia mafia, sementara wanita itu sangat cantik dan glamor. Dia menjepit rokok di jarinya sambil mengembuskan asap perlahan."Aku dengar vila Matsuno di Gunung Umara sedang dijual. Tempat itu bagus, tenang. Aku berniat membelinya," kata wanita cantik itu sambil merokok. "Siapa di antara kalian yang kenal pemiliknya? Bantu aku tekan harganya.""Bos Yuna, kamu berani beli tempat itu?" tanya salah satu pria dengan nada serius. "Kamu nggak tahu apa yang baru terjadi di sana?""Aku baru pulang liburan dari luar negeri hari ini, jadi nggak tahu," jawab Yuna dengan heran."Wah, masalah itu besar sekali, sampai menggemparkan seluruh Kota Shein," kata pria tadi. "Dan sekarang ceritanya makin lama makin aneh.""Apa yang terjadi? Cer

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 594

    Di lantai atas, Merly langsung merasa bersemangat melihat pemandangan itu."Kak Darshen, lihat, ada yang turun tangan!"Merly begitu bersemangat, seolah melihat secercah cahaya di tengah langit yang gelap.Detik berikutnya, saat dia melihat lebih jelas siapa orang itu, dia terkejut."Ternyata dia?"Dalam hati Merly tidak bisa menahan kekagumannya. "Nggak nyangka, orang ini ternyata cukup berani!"Wajah Darshen saat itu terlihat muram. Bagaimanapun, tadi dia mengatakan tidak akan ada yang berani turun tangan. Sekarang malah ada yang melakukannya, dia jelas merasa dipermalukan ucapannya sendiri"Merly, orang ini terlalu impulsif," kata Darshen, mencoba menjaga wibawanya. "Ini klub malam. Dia membuat keributan di sini, pihak klub nggak akan membiarkannya. Selain itu, dia juga akan menyeret penyanyi wanita itu ke dalam masalah. Menolong orang bukan dengan cara seperti ini."Mata Merly berkilau saat menatap ke bawah, seolah sedang memikirkan sesuatu.Sementara itu di lantai bawah, pria bota

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 593

    "Bos, aku nggak bisa minum alkohol," kata Vania dengan suara pelan dan gugup."Datang ke tempat begini tapi bilang nggak bisa minum? Siapa yang percaya?""Sial, mau jual diri tapi masih pura-pura suci. Mau cari uang tapi nggak mau nurut!""Lepas dulu bajunya. Pakai setebal itu mau ditunjukkan ke siapa?"....Di bawah pengaruh alkohol, sekelompok pria itu meluapkan hasrat primitif mereka. Satu orang berteriak, yang lain ikut menyahut. Seolah memaksa orang yang tidak mau menjadi seperti mereka adalah sesuatu yang memberi kepuasan.Sisi gelap manusia yang larut dalam hawa nafsu.Kotor dan menjijikkan."Aku nggak mau tipnya. Aku akan memainkan satu lagu lagi untuk semua orang. Semoga kalian menyukainya."Vania tidak berani menatap para pria yang brutal itu. Dia menggerakkan akordeonnya dan mulai menyanyikan lagu rakyat yang paling dia kuasai."Lalala ...."Suara nyanyian kembali terdengar. Vania mengangkat kepalanya dengan tinggi, menggunakan sikap anggun untuk menutupi kegelisahan di dala

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 592

    "Bu Vania?"Ryan tiba-tiba teringat. Saat di kampung halamannya di Provinsi Jeria, Quinn pernah mengatakan kepadanya bahwa Vania sudah berhenti mengajar dan sekarang bekerja di dunia hiburan malam di Kota Shein.Ternyata memang benar.Ryan kembali teringat masa SMA, sosok yang dulu selalu terbayang di pikirannya.Saat itu, Vania memang pandai bernyanyi dan menari. Dia sering memeriahkan suasana saat pertemuan kelas dengan bernyanyi untuk semua orang.Sejak dulu Ryan sudah tahu, Vania sebenarnya tidak suka menjadi guru. Dia mencintai musik. Namun sebagai ibu tunggal, dia terpaksa menyingkirkan bakat dan kecintaannya demi kehidupan. Sekarang, akhirnya dia bisa menjalani apa yang diinginkannya.Memikirkan hal itu, Ryan malah merasa ikut senang untuknya.Saat ini di atas panggung, Vania mengenakan gaun putih panjang. Cahaya lampu kristal berwarna keemasan menyinari tubuhnya yang anggun. Lekuk tubuhnya yang indah tampak jelas di balik gaun yang pas di badan.Para penonton yang berada dekat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status