Share

Bab 2341

Author: Aku Mau Minum Air
"Tanpa menggunakan ilmu pedang dan kekuatan ilahi, hanya beradu tinju seperti ini saja. Benar-benar pertarungan yang langka!"

"Begini baru seru. Seorang pria sejati harusnya terus maju dan beradu tinju."

"Baru pemanasan saja sudah sehebat ini. Bukankah ini akan menjadi pertarungan mempertaruhkan nyawa saat menentukan pemenangnya nanti?"

Melihat kedua ahli yang bertarung dengan sengit di atas arena, para penonton di bawah arena berkomentar. Awalnya, mereka mengira akan ada adu ilmu pedang dan kekuatan ilahi, tetapi situasinya malah seperti ini begitu pertarungannya dimulai.

Astor memilih tidak menggunakan pedangnya dan lebih memilih untuk beradu tinju, begitu juga dengan Adam yang memilih tidak menggunakan kekuatan ilahinya. Dilihat dari sikap mereka, sepertinya mereka ingin menentukan siapa yang lebih unggul dari kemampuan bertinju mereka.

Di atas arena, Adam dan Astor masih terus beradu tinju dengan sangat intens. Satu-satunya perbedaannya adalah Astor makin bersemangat dan energi ast
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Hadi Kasnadi
Hari ini saya kehilangan 20 bonus dari 138 menjadi 118.....maksudnya kumpulkan bonus untuk baca 20 bab.... tapi bonus saya selalu di curi.....ntah siapa pelakunya mungkinkah GN.....?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2755

    "Situasi di Kediaman Pangeran Luandi sekarang belum jelas, kamu juga harus menjaga diri," kata Bianca dengan nada yang jarang-jarang menunjukkan kepedulian. "Kalau sampai kehilangan lawan sepertimu, hidup akan jadi sangat membosankan."Di seberang telepon, Ariana seolah-olah tersenyum. "Tenang saja, aku pasti nggak akan mati lebih dulu darimu.""Hmph." Bianca mendengus pelan, lalu menutup telepon."Apa yang dia katakan?" tanya Luther akhirnya."Dia bilang ini ulah Roman dan memperingatkanku supaya berhati-hati. Kediaman Pangeran Luandi sekarang sedang kacau," kata Bianca sambil menyimpan ponselnya. "Katanya ada kekuatan tak dikenal yang ikut campur, bahkan dia sendiri sudah nggak bisa mengambil keputusan."Alis Luther sedikit berkerut. "Roman .... Aku ingat dia, ambisinya cukup besar. Tapi kekuatan yang sampai membuat Ariana kerepotan itu jelas bukan pihak sederhana.""Ya. Dia juga bilang mungkin ada hubungannya dengan orang istimewa yang belakangan muncul di Midyar," ujar Bianca sambi

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2754

    "Tenang saja, sekarang aku sangat rendah hati. Aku juga jarang muncul ke publik. Aku sudah menyerahkan urusan perusahaan pada orang-orang kepercayaan," kata Bianca sambil tersenyum."Baguslah kalau begitu," kata Luther sambil menganggukkan kepala.Beberapa hari kemudian setelah Oppie pergi, kehidupan Luther kembali tenang.Bianca juga makin sering datang ke vila. Namun, dia tidak tergesa-gesa lagi seperti saat sibuk mengurus perusahaan, dia malah sengaja meluangkan waktu untuk menikmati hari-hari sederhana bersama Luther. Hari itu adalah akhir pekan dan pagi-pagi sekali Bianca pun sudah datang sambil membawa banyak kantong."Hari ini mataharinya cerah sekali, ayo kita piknik. Aku sudah suruh koki menyiapkan bekal, buah-buahan, dan juga makanan penutup," kata Bianca sambil tersenyum ceria dan tatapannya memancarkan cahaya penuh harapan.Melihat halaman yang memang penuh dengan cahaya matahari, Luther menganggukkan kepala. "Boleh juga. Mau ke mana?""Aku tahu satu tempat yang nggak jauh

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2753

    Saat wanita itu menatap Ice, Ice segera mendekat dan menggesekkan kepalanya ke tangan wanita itu dengan manja. Kelembutan terlintas sekilas di tatapannya, tetapi segera menghilang dan kembali menjadi dingin. "Terima kasih. Setelah lukaku agak pulih, aku akan pergi. Nggak akan mengganggumu.""Nggak perlu terburu-buru, istirahatlah dengan tenang. Boleh tahu siapa nama Nona?" tanya Luther.Wanita itu terdiam sejenak, lalu berkata dengan pelan, "Oppie."Beberapa hari berikutnya, Oppie memulihkan diri di vila itu. Dia sangat jarang bicara dan sebagian besar waktunya dihabiskan duduk bersila untuk mengatur napas. Dia kadang-kadang berdiri di depan jendela untuk menatap pegunungan yang jauh dan termenung.Luther menyadari kecepatan pemulihan Oppie sungguh luar biasa. Luka-luka yang biasanya membuat orang biasa berbaring selama berbulan-bulan, tetapi Oppie hanya butuh beberapa hari untuk pulih hampir sepenuhnya.Sore itu, Luther sedang memangkas tanaman di halaman, tetapi tiba-tiba terdengar b

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2752

    Luther tidak mendekat, hanya berdiri di ambang pintu dan berkata dengan lembut, "Nggak apa-apa, aku nggak akan menyakitimu. Kalau ingin makan, kamu bisa datang kapan saja."Rubah putih kecil itu tetap menatapnya dengan waspada. Sepasang mata berwarna kuning keemasan berkilau dengan cahaya penuh kecerdasan di bawah pencahayaan redup.Luther lalu mundur, mengambil lagi beberapa makanan dari lemari es. Beberapa lembar ham, semangkuk kecil susu, dia letakkan di sudut dapur. Setelah itu, dia kembali ke ruang tamu dan berpura-pura membaca buku, tetapi sudut matanya tetap memperhatikan keadaan dapur.Sekitar setengah jam kemudian, rubah putih kecil itu baru keluar dari gudang dengan terpincang-pincang. Dia terlebih dahulu menatap sekeliling dengan waspada. Setelah memastikan Luther tidak mengancam, barulah dia menggigit makanan itu dengan cepat dan melesat kembali ke gudang.Beberapa hari berikutnya, setiap hari Luther selalu meninggalkan makanan di sudut dapur. Kadang buah yang sudah dipoton

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2751

    Ignis tersenyum, lalu sama sekali tidak peduli lagi dan melangkah menyusul Gwyn. Namun, tepat saat dia hendak berbalik, dia seolah-olah merasakan sesuatu. Dengan gerakan yang nyaris tak terlihat, dia menoleh ke arah tempat Luther berada.Hati Luther sempat bergetar sejenak, tetapi ekspresinya sama sekali tidak berubah dan tetap tenang seperti sebelumnya. Pandangannya seolah-olah hanya melihat kawasan yang kacau itu secara kebetulan, lalu bergeser dan menatap kilau riak di permukaan danau. Reaksinya itu terlihat seperti pejalan biasa yang perhatiannya tersita oleh kejadian mendadak.Tatapan Ignis tertuju pada Luther tidak sampai setengah detik. Seorang pemuda yang terlihat biasa dengan pakaian sederhana, terkesan tenang, dan berdiri di tepi danau sambil menonton keributan. Baginya, Luther tidak ada bedanya dengan warga lain yang penasaran.Sudut bibir Ignis perlahan-lahan bergerak, lalu membentuk senyuman yang sulit dimengerti. Di balik senyuman itu, tersimpan rasa cuek, meremehkan dari

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2750

    Senyuman di wajah Gwyn langsung menghilang, ekspresinya yang tadinya manis dan polos pun langsung tertutup oleh hawa dingin. Dia perlahan-lahan mengangkat kepala dan menatap pria serta wanita itu dengan tatapan dingin, seolah-olah sedang melihat dua benda tak bernyawa. Udara di sekitar mereka pun seolah-olah membeku sejenak.Tepat saat tatapan Gwyn berubah seperti hendak melakukan sesuatu, tangan Ignis menepuk bahu Gwyn dengan lembut. Dia maju setengah langkah dan melindungi Gwyn di belakangnya. Setelah itu, dia terus menganggukkan kepalanya ke arah pasangan itu. "Maaf, maaf sekali. Adikku nggak sengaja, nggak melihat jalan. Benar-benar maaf karena sudah mengganggu kalian berdua."Sikap Ignis tulus dan nada bicaranya lembut, terlihat jelas berniat untuk meredakan masalah.Melihat pihak lawan sudah meminta maaf dengan sikap yang baik dan Ignis juga memiliki aura yang luar biasa, rasa kesal pria modis itu karena tertabrak pun agak mereda. Namun, mulutnya tetap tidak mau mengalah. "Lain k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status