Share

Bab 2599

Author: Aku Mau Minum Air
"Kamu ... mau lakukan apa padaku?" kata Naomi sambil meronta. Namun, dia menyadari seluruh tubuhnya kaku, bahkan satu jari pun tidak bisa digerakkan. Sebagai seorang ahli tingkat semi-master, dia tidak pernah merasa tidak berdaya seperti ini.

Luther tersenyum, lalu perlahan-lahan maju dan menatap Naomi dengan tajam. "Tenang saja, aku nggak akan membunuhmu. Aku akan tanya dua pertanyaan. Kalau kamu jawab dengan jujur, aku akan membiarkanmu pergi. Tapi, kalau kamu berbohong, aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu hari ini."

"Huh! Kalau mau bunuh, bunuh saja. Kamu pikir aku takut padamu?" teriak Naomi seolah-olah siap mati kapan pun. Jika dia mati, berarti bisa kembali ke pelukan Dewa Sejati Tulang Putih. Baginya, ini justru sebuah pembebasan.

"Aku sudah bilang, aku nggak akan membunuhmu. Tapi, aku bisa membuatmu menderita sedikit," kata Luther, lalu tiba-tiba menjentik jarinya. Sebuah jarum perak langsung menancap ke dalam tubuh Naomi.

"Argh!"

Begitu jarum masuk ke dalam tubuh, Naomi l
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Jamuga
Lumayan, ada alur ceritanya walaupun sedikit…
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2753

    Saat wanita itu menatap Ice, Ice segera mendekat dan menggesekkan kepalanya ke tangan wanita itu dengan manja. Kelembutan terlintas sekilas di tatapannya, tetapi segera menghilang dan kembali menjadi dingin. "Terima kasih. Setelah lukaku agak pulih, aku akan pergi. Nggak akan mengganggumu.""Nggak perlu terburu-buru, istirahatlah dengan tenang. Boleh tahu siapa nama Nona?" tanya Luther.Wanita itu terdiam sejenak, lalu berkata dengan pelan, "Oppie."Beberapa hari berikutnya, Oppie memulihkan diri di vila itu. Dia sangat jarang bicara dan sebagian besar waktunya dihabiskan duduk bersila untuk mengatur napas. Dia kadang-kadang berdiri di depan jendela untuk menatap pegunungan yang jauh dan termenung.Luther menyadari kecepatan pemulihan Oppie sungguh luar biasa. Luka-luka yang biasanya membuat orang biasa berbaring selama berbulan-bulan, tetapi Oppie hanya butuh beberapa hari untuk pulih hampir sepenuhnya.Sore itu, Luther sedang memangkas tanaman di halaman, tetapi tiba-tiba terdengar b

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2752

    Luther tidak mendekat, hanya berdiri di ambang pintu dan berkata dengan lembut, "Nggak apa-apa, aku nggak akan menyakitimu. Kalau ingin makan, kamu bisa datang kapan saja."Rubah putih kecil itu tetap menatapnya dengan waspada. Sepasang mata berwarna kuning keemasan berkilau dengan cahaya penuh kecerdasan di bawah pencahayaan redup.Luther lalu mundur, mengambil lagi beberapa makanan dari lemari es. Beberapa lembar ham, semangkuk kecil susu, dia letakkan di sudut dapur. Setelah itu, dia kembali ke ruang tamu dan berpura-pura membaca buku, tetapi sudut matanya tetap memperhatikan keadaan dapur.Sekitar setengah jam kemudian, rubah putih kecil itu baru keluar dari gudang dengan terpincang-pincang. Dia terlebih dahulu menatap sekeliling dengan waspada. Setelah memastikan Luther tidak mengancam, barulah dia menggigit makanan itu dengan cepat dan melesat kembali ke gudang.Beberapa hari berikutnya, setiap hari Luther selalu meninggalkan makanan di sudut dapur. Kadang buah yang sudah dipoton

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2751

    Ignis tersenyum, lalu sama sekali tidak peduli lagi dan melangkah menyusul Gwyn. Namun, tepat saat dia hendak berbalik, dia seolah-olah merasakan sesuatu. Dengan gerakan yang nyaris tak terlihat, dia menoleh ke arah tempat Luther berada.Hati Luther sempat bergetar sejenak, tetapi ekspresinya sama sekali tidak berubah dan tetap tenang seperti sebelumnya. Pandangannya seolah-olah hanya melihat kawasan yang kacau itu secara kebetulan, lalu bergeser dan menatap kilau riak di permukaan danau. Reaksinya itu terlihat seperti pejalan biasa yang perhatiannya tersita oleh kejadian mendadak.Tatapan Ignis tertuju pada Luther tidak sampai setengah detik. Seorang pemuda yang terlihat biasa dengan pakaian sederhana, terkesan tenang, dan berdiri di tepi danau sambil menonton keributan. Baginya, Luther tidak ada bedanya dengan warga lain yang penasaran.Sudut bibir Ignis perlahan-lahan bergerak, lalu membentuk senyuman yang sulit dimengerti. Di balik senyuman itu, tersimpan rasa cuek, meremehkan dari

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2750

    Senyuman di wajah Gwyn langsung menghilang, ekspresinya yang tadinya manis dan polos pun langsung tertutup oleh hawa dingin. Dia perlahan-lahan mengangkat kepala dan menatap pria serta wanita itu dengan tatapan dingin, seolah-olah sedang melihat dua benda tak bernyawa. Udara di sekitar mereka pun seolah-olah membeku sejenak.Tepat saat tatapan Gwyn berubah seperti hendak melakukan sesuatu, tangan Ignis menepuk bahu Gwyn dengan lembut. Dia maju setengah langkah dan melindungi Gwyn di belakangnya. Setelah itu, dia terus menganggukkan kepalanya ke arah pasangan itu. "Maaf, maaf sekali. Adikku nggak sengaja, nggak melihat jalan. Benar-benar maaf karena sudah mengganggu kalian berdua."Sikap Ignis tulus dan nada bicaranya lembut, terlihat jelas berniat untuk meredakan masalah.Melihat pihak lawan sudah meminta maaf dengan sikap yang baik dan Ignis juga memiliki aura yang luar biasa, rasa kesal pria modis itu karena tertabrak pun agak mereda. Namun, mulutnya tetap tidak mau mengalah. "Lain k

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2749

    Beberapa hari berikutnya, krisis yang menimpa Grup Luca tidak langsung mereda hanya karena penjelasan dari Ariana.Meskipun Bianca untuk sementara menghentikan konfrontasi langsung, asap perang di medan bisnis masih terus menyelimuti.Sebagian besar klien dan pemasok yang telah "dibajak" masih memilih menunggu, seolah-olah ada tangan tak terlihat di balik layar yang mengendalikan situasi.Bianca pun mengerahkan seluruh kekuatan Keluarga Paliama untuk mulai melakukan penyelidikan balik.Dia tidak percaya ada konspirasi yang benar-benar sempurna. Jika memang ada pihak yang menyamar, membawa nama Keluarga Luandi untuk bertindak, mereka pasti akan meninggalkan jejak.Pada saat yang sama, dia juga meningkatkan frekuensi pertukaran informasi dengan Ariana.Walaupun di antara mereka masih ada ganjalan, ketika harus menghadapi musuh yang bersembunyi di balik bayang-bayang, kerja sama rapuh semacam ini terasa perlu.Sementara itu, atas desakan keras Bianca, Luther mulai menjalani kehidupan yang

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2748

    Saat ini, di kediaman Keluarga Luandi, di dalam sebuah ruang kerja klasik yang elegan.Sebagai raja dengan marga berbeda, Ernest secara pribadi menuangkan teh untuk dua orang muda di hadapannya.Suasana di sini sangat berbeda dengan bagian luar. Aura khas kediaman kerajaan berkurang, digantikan dengan sikap hati-hati dan sopan saat berhadapan dengan pihak yang berada di posisi lebih tinggi.Ignis tetap tanpa ekspresi. Terhadap keramahan Ernest, dia hanya mengangguk ringan.Sementara itu, Gwyn mengangkat cangkir teh, menghirup perlahan aromanya. Gerak-geriknya anggun, tetapi secara alami memancarkan jarak."Tehnya bagus," ujar Gwyn setelah menyesapnya, tampak cukup puas."Ini adalah teh spiritual pegunungan, sangat langka. Kalau kalian menyukainya, aku akan segera memerintahkan orang untuk menyiapkannya," kata Ernest sambil tersenyum."Raja Ernest nggak perlu terlalu sungkan," ujar Ignis sambil meletakkan cangkirnya dan langsung ke inti persoalan. "Waktu kami terbatas. Soal yang kami sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status