LOGINNiat hati ingin menikahi perempuan yang dicintainya, Leo justru mendapat tekanan dari keluarga kekasihnya. Yang mana dia mendapatkan syarat yang berat dari calon ibu mertuanya. Akankah Leo menyanggupi permintaan calon mertuanya? Baca selengkapnya disini !
View MoreSetelah melaju kurang lebih dua jam. Leo akhirnya sampai di depak rumah. Wajahnya masih menunjukkan kemarahan. Leo tidak menyangka, ternyata Nadia bersekongkol dengan Rendi. Mereka menjebaknya.Pintu rumah terbuka pelan. Leo melangkah masuk dengan napas yang masih berat. Wajahnya tegang, sisa emosi dari kejadian di puncak belum sepenuhnya hilang.Namun, saat Leo membuka pintu. Dia mengerutkan keningnya. Rumahnya sepi."Sayang…" panggilnya.Tapi tidak ada jawaban.Ia mengernyit.Biasanya, suara Dinda akan langsung menyahut. Atau setidaknya, terdengar suara aktifitas di dapur. Namun kali ini, begitu sunyi.Leo melangkah lebih dalam."Dinda?" panggilnya lagi, sedikit lebih keras.Tetap tidak ada jawaban. Matanya mulai bergerak cepat, menyapu seluruh ruangan. Bahkan Leo tidak melihat Sindi yang biasanya sibuk di dapur."Sindi?" panggilnya lagi.Jantung Leo mulai berdetak lebih cepat. Ia berjalan menuju dapur lalu pindah ke kamar.Saat pintu kamar terbuka. Ternyata kosong. Tempat tidur r
Beberapa hari berlalu.Hari Minggu yang dinanti akhirnya tiba. Sejak pagi, Leo sudah terlihat bersiap. Ia mengenakan pakaian santai, namun tetap rapi. Wajahnya tampak lebih segar dibanding hari-hari sebelumnya.Dinda yang melihatnya sedikit heran."Mau ke mana, Mas?" tanyanya.Leo menjawab santai, "Ke kantor sebentar.""Ini kan minggu? Gak libur?" Dinda mengerutkan kening."Iya, ada urusan penting," jawab Leo cepat.Dinda mengangguk pelan. ""Oh… ya udah."Leo mendekat, lalu mencium kening anaknya."Jaga Vino yah," ucapnya.Dinda tersenyum kecil. "Iya, Mas."Leo menatap Dinda sebentar. "Aku mungkin agak lama."Dinda mengangguk. "Nggak apa-apa. Yang penting hati-hati."Leo tersenyum tipis. "Iya."Tanpa banyak bicara lagi, Leo langsung keluar dari rumah.Begitu masuk ke dalam mobil, ia langsung menghembuskan napas panjang."Hari ini…" gumamnya.Ada senyum tipis di wajahnya. Perasaannya berbeda. Antara senang dan penuh harap.Ia langsung menyalakan mesin mobil dan melaju menuju tempat yan
Tak lama kemudian."Kita langsung pulang saja ya, Mas," ucapnya.Leo mengangguk tanpa banyak bicara. "Iya. Nanti keburu sore."Mereka berjalan menuju mobil. Dinda masih menggendong Vino, sementara Leo membuka pintu dan membantu mereka masuk. Begitu mobil melaju, suasana sempat hening.Leo fokus menyetir, namun pikirannya tidak tenang."Ini nggak mungkin cuma soal pasar," batinnya.Ia mengingat kembali penjelasan Rendi tadi. Terlalu rapi. Seolah tidak ada celah.Leo menyipitkan mata sedikit."Aku yakin. Ada yang disembunyikan dia," gumamnya pelan.Dinda menoleh. "Kamu ngomong apa, Mas?"Leo langsung menggeleng. "Ah. Nggak, cuma kepikiran kerjaan."Dinda mengangguk. "Oh…"Beberapa detik kemudian, Dinda kembali bicara."Menurut kamu tadi gimana penjelasan Rendi?" tanyanya.Leo menjawab santai, "Ya… cukup jelas."Dinda tersenyum tipis. "Iya kan."Leo melirik sebentar. "Kamu percaya banget sama dia ya."Dinda langsung menjawab, "Iya. Karena udah lama yang menangani perusahaan ku, Mas."Leo
Leo menatap Dinda dengan ekspresi yang mulai berubah. Tatapannya tidak lagi santai seperti sebelumnya. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam dirinya, dan kali ini mulai keluar."Tapi menurutku. Harusnya Rendi yang beresin semuanya," ucap Leo lebih menekan.Dinda yang sedang merapikan tas langsung menoleh. "Maksud kamu?"Leo menghela napas pendek. "Dia kan orang kepercayaan kamu. Harusnya dia yang tanggung jawab kalau perusahaan lagi turun."Dinda terdiam sejenak, lalu menjawab, "Mas, ini nggak sesederhana itu."Leo mengernyit. "Kenapa nggak? Dia dibayar untuk itu kan?""Iya. Tapi bukan berarti salah Rendi, Mas," balas Dinda dengan nada yang lebih tegas.Leo langsung menatapnya tajam. "Kamu yakin?""Iya," jawab Dinda tanpa ragu.Leo tersenyum tipis, tapi bukan karena senang. "Kamu cepat banget bela dia."Dinda menghela napas. "Bukan bela, Mas. Tapi memang kenyataannya begitu."Leo melipat tangannya di dada. "Atau kamu terlalu percaya sama dia?"Dinda menatap Leo dalam-dalam. "Aku meman






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore