Share

Bab 225

Penulis: Belinda
Kyna menunjuk ke ruang makan. Ada deretan toples kaca berisi anggur bayberry berwarna merah cerah.

"Kalau begitu ... makanlah anggur ini." Aldrian bertanya, "Ngomong-ngomong, Nenek sudah pergi begitu lama. Dia belum pulang juga? Kapan kita akan menjemputnya?"

Kebetulan, Kyna juga hendak mengungkit tentang topik ini. "Nenek akan langsung ke bandara besok. Nanti, aku ...."

"Kyna," sela Aldrian.

Kyna menatap Aldrian dengan bingung.

Aldrian duduk di samping Kyna. Apa yang tidak dia katakan selama makan akhirnya tetap harus dikatakan.

"Umm ...." Aldrian merasa ragu saat bertanya, "Menurutmu, bisa nggak kita ganti waktu ke Yuncesta?"

"Ubah waktu?" Kyna melirik Aldrian dari samping.

"Ya ...." Aldrian tersenyum dan berujar, "Gimana kalau undur seminggu? Kali ini, aku ambil cuti dua minggu. Kita bisa pergi ke Yuncesta seminggu lagi."

"Jadi? Apa yang akan kamu lakukan minggu ini?" Kyna menambah dalam hati, 'Pergi ke pulau bersama Anara?'

Tebakan Kyna benar.

Aldrian menjawab dengan ragu, "Begini
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 234

    Ariel bahkan mengirim sebuah gambar yang lebih besar.[ Iya. ]Kyna tidak membantahnya.[ Ariel: Ya Tuhan! Kamu pergi ke mana? Siapa yang posting foto itu? Kamu liburan bareng siapa? ][ Kyna: Grup tari kampus kami lagi adakan tur keliling Yuropiah. Aku datang bareng guru dan yang lain untuk dapat pengalaman. ][ Ariel: Gawat, gawat! Kyna, Aldrian nyaris meledak! Nggak, dia sudah meledak! ]Kyna memeriksa obrolan grup sebelum membalas pesan Ariel.[ Mana ada? Aku nggak lihat ada yang ngomong. ][ Ariel: Ya ampun. Kyna, siapa yang akan ngomong hal beginian di grup utama? Para cowok punya grup pribadi mereka sendiri! Mereka sudah tanya ke aku. ]Kyna masih merasa bingung. [ Kok kamu bisa lihat postingan itu? ][ Ariel: Sayang, pernah dengar pepatah "dunia itu kecil"? Pasti ada saja teman dari teman lain yang kita kenal. Ngomong-ngomong, memangnya kamu nggak bilang ke Aldrian kamu mau ke luar negeri? Dia kelihatan menakutkan banget. Dia bahkan menelepon orang yang pertama kali kirim foto

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 233

    Pasangan menari Eldric, Mentari, merasa malu meminta bantuan Kyna. Eldric pun terkekeh, "Kak Kyna juga seperti ini waktu masih di grup tari kampus. Dia selalu menjaga kami dengan baik. Sudah, cepat pergi sana. Nggak usah sungkan. Nanti kamu malah menghalangi jalan." Eldric mengedipkan mata pada Mentari. Meskipun tidak mengerti, Mentari tidak mengatakan apa pun lagi. Saat menunggu bagasi, Mentari akhirnya bertanya kepada Eldric apa maksudnya."Kak Kyna mau bantu kita. Dia takut dirinya nggak begitu berguna di grup tari. Jadi, biarkan saja dia melakukan apa pun yang dia inginkan," jelas Eldric.Mentari tiba-tiba mengerti, lalu menatap Eldric sambil tersenyum."Ngapain kamu tersenyum?" Eldric memutar matanya ke arah Mentari, lalu menyusul Kyna.Kyna menyalakan ponselnya, lalu mengaktifkan kartu SIM lokal. Begitu berhasil terhubung ke internet, WhatsApp-nya dibanjiri pesan masuk. Ada dua pesan dari neneknya yang menanyakan apakah dia telah sampai.Kyna membalas pesan neneknya terlebih dah

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 232

    Namun, tugas-tugas ini secara bertahap diserahkan kepada Inggrid, lalu kepada Sani .... Meskipun Aldrian masih pernah membantu Kyna beberapa kali secara berkala, itu sangat jarang.Aldrian mengeringkan rambut Anara sambil termenung. Setelah selesai, dia meletakkan kembali pengering rambut. "Sudah selesai, istirahatlah sekarang." Kemudian, Aldrian berbalik dan pergi ke ruang tamu. Dia membawa kopernya ke lantai dua dan juga berniat untuk mandi.Rambut Anara sekarang terasa hangat dan nyaman. Di bawah udara dingin ber-AC, rambut yang terurai di bahunya membuatnya merasa sangat nyaman. Jadi, apakah ini kebahagiaan yang pernah dirasakan Kyna?Rasa iri yang kuat melanda Anara. Dia melepas jubah tidur dan naik ke lantai atas dengan hanya mengenakan gaun tidur tipis yang dipakainya tadi. Salah satu talinya bahkan melorot. Dia berdiri di depan pintu kamar mandi di lantai dua.Suara air mengalir terdengar dari dalam. Aldrian sedang mandi.Semua kamar mandi hotel terbuat dari kaca. Meskipun ka

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 231

    Sani masih dirawat di rumah sakit. Dia menjawab bahwa Kyna tidak datang menjenguknya. Meskipun tidak tahu Kyna pergi ke mana, Sani tahu bahwa Kyna telah meninggalkan Aldrian selamanya. Sama seperti dirinya yang tidak ingin ditemukan oleh mantan suaminya lagi, Kyna tentu juga tidak ingin ditemukan oleh Aldrian. Jadi, selain menjawab Kyna tidak datang menjenguknya, Sani akan berpura-pura tidak tahu mengenai hal lain.Aldrian akhirnya menutup telepon dengan perasaan menyesal. Dia mencoba menelepon Kyna lagi, tetapi nomornya tetap tidak bisa dihubungi.Aldrian pun membuka CCTV rumah dari ponselnya, tetapi hanya melihat kegelapan total. Lampu ruang tamu tidak menyala? Apakah Kyna sedang tidur di kamar?Aldrian mengerutkan kening dan mulai agak cemas."Aldri?" Anara mengepalkan tinjunya, tetapi wajahnya masih penuh kekhawatiran. "Kalau nggak, minta saja William dan yang lainnya untuk periksa keadaannya?""Nggak apa-apa." Aldrian sudah melewati lobi hotel dan berjalan menuju kamarnya. "Dia m

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 230

    "Kalau begitu, aku sudah tenang. Kalau nggak, aku takut dia sedih karena kamu selalu mengutamakan aku," ujar Anara sambil mengamati reaksi Aldrian.Aldrian terdiam sejenak. "Dia mengerti kok. Kita itu sahabat yang sudah melewati masa-masa sulit bersama. Makanya, dia baru punya kehidupan yang nyaman sekarang. Dia akan paham, juga akan selalu ada."Berhubung diinterupsi oleh Aldrian, Kyna juga kehilangan keinginan untuk lanjut berbaring di tempat tidur. Ketika dia keluar dari kamar, Inggrid sudah sarapan roti yang dibelinya saat berbelanja semalam. Mereka sudah menyetok beberapa kardus susu di rumah. Inggrid juga menggoreng sebutir telur. Melihat Kyna sudah bangun, Inggrid tersenyum dan pergi menggoreng telur untuknya."Nenek, aku bisa melakukannya sendiri." Inggrid melambaikan tangannya. "Orang seusiaku perlu aktif. Ini setara dengan olahraga." Kyna tersenyum dan menggeleng. Inggrid akan memberikan alasan apa pun untuk merawatnya. Namun, hari ini, Kyna dan Inggrid memasak makan sian

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 229 

    Malam itu, Kyna dan Inggrid tinggal di apartemen yang baru saja dibersihkan. Aroma samar rumah baru membuat Kyna merasa udara di dunia lebih segar dari sebelumnya.Kyna menonaktifkan ponselnya. Berhubung orang terkasih ada di sisinya, dia tidur nyenyak selama 12 jam penuh tanpa kekhawatiran. Ketika bangun, dia merasa segar dan sangat nyaman.Kyna meraih ponselnya, lalu mengaktifkannya. Dia menemukan beberapa panggilan dan pesan WhatsApp dari Aldrian. Pesan itu berisi serangkaian tanda tanya dan pertanyaan sejenis. [ Kamu lagi ngapain? Kenapa aku nggak bisa hubungi kamu? ]Kyna tidak membalas.Suhu AC sangat pas, sedangkan tirai penutup jendela juga belum dibuka. Berhubung kemarin Kyna dan Inggrid telah menyiapkan sarapan untuk hari ini, Kyna yang masih berbaring di tempat tidur tidak terburu-buru bangun. Dia berniat untuk berbaring sedikit lebih lama.Alhasil, Aldrian malah mengganggu Kyna lagi. Kali ini, dia bahkan mengajukan permintaan panggilan video. Kyna menolak panggilan video t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status