LOGINAluna, seorang mahasiswa yang bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe, harus kehilangan kesuciannya oleh seorang CEO tampan yang gila hasrat dan kehangatan. Seharusnya Aluna menyesal, tetapi kelembutan dan perhatian manja yang diberikan oleh CEO itu membuatnya terlena dan tenggelam dalam candu hasrat gila milik CEO tampan, Faris, hingga berakhir menjadi wanita simpanan kesayangannya.
View MoreMatanya memandang jejak kosong di kejauhan, tempat seharusnya siluet itu berdiri, hadir membawa secarik harapan yang sangat dinantinya. Dentang jam seakan tertawa mendengar detak jantungnya yang berpacu dalam cemas yang hampir kehilangan asa. “Bagaimana, sudah selesai?” Lagi-lagi terdengar suara bariton Pak Dosen, memaksa detak nadi berdebar liar, seolah alarm bahaya yang terus berbunyi tanpa henti.Aluna kelimpungan, dingin dan resah terperangkap dalam jaring gelisah yang ia rajut sendiri, sulit bernapas, sulit melepaskan pandangan dari arah jendela.“Om, aku mohon datanglah,” gumam Aluna pada akhirnya. Ada kecamuk batin yang tak terhindarkan, pertarungan antara keyakinan dan keputusasaan. Ia menarik napas yang panjang dan berat, seolah seribu beban yang menghimpit jiwa. “Pak, izin ke toilet!” Aluna memberanikan diri mengacungkan jari yang mendapat anggukan dari Pak Dosen tanda diberi izin. Gadis itu segera berlari cepat keluar dari kelas menuju toilet yang ada di bagian ujung
Syani memeluk Aluna dengan perasaan sedih dan iba seraya mengelus punggungnya. “Yang sabar ya, Lun.” Aluna hanya mengangguk dalam isak tangis pilu. Ada sedikit kehangatan yang dirasakannya saat dipeluk, aliran hangat yang selama ini tidak pernah dirasakannya, sebab selama hidupnya hanya rasa dingin dan kelam yang menjadi selimutnya, membuat perasaannya sedikit terobati. Ponsel Aluna berdering, ia memicingkan mata, menggapai tas pinggangnya dan mengeluarkan ponsel. “Ya, ha_” “Kamu di mana, kenapa belum pulang?!” Suara bentakan di seberang telepon membuat Aluna spontan terbangun, menatap layar ponsel dan segera menghambur pergi meninggalkan kamar Syani tanpa pamit. ‘Gawat, aku kesiangan.’ Aluna meringis menanti ojek online yang baru dipesannya sembari menggigit kuku jari telunjuknya. Rasa cemas tergambar jelas di wajahnya. Sekitar sepuluh menit menunggu, ojek yang dipesannya sudah datang, barulah ia bernapas lega. Namun, begitu sampai di depan rumahnya, Aluna kembali terlihat ce
Faris tidak mengindahkan teriakan Aluna, terus membawanya keluar dari ruangan. Aluna merasa risih dan malu saat melalui para LC dan Ob yang masih bekerja, apalagi katika melihat tatapan para LC yang tadi menindas dan merampoknya, Aluna langsung memejamkan mata, dan menyembunyikan wajah di dada bidang Faris.“Om, tasku ketinggalan!” Aluna mencoba berontak lagi setelah tiba di luar kafe. Namun, Faris tetap tak mengindahkan teriakannya, terus membawanya ke mobil.“Tunggu di sini, biar aku ambilkan!” Faris kembali ke dalam kafe dan beberapa saat kemudian keluar lagi dengan membawa tas miliknya. Aluna terus menatap Faris dengan rasa heran dan tidak yakin dengan apa yang baru saja dialaminya.Faris menoleh menatap Aluna setelah duduk di sampingnya di depan kemudi. Dia perlahan mendekat, membuat jantung Aluna terkesiap. Faris semakin dekat, sampai Aluna terpaksa memejamkan mata erat, mengira pria itu akan berbuat yang aneh-aneh. Namun, setelah sesaat tidak ada yang terjadi, Aluna membuka mat
Aluna mengambil uang di depannya dengan sangat hati-hati, menghitungnya dengan tangan gemetar. Tatapan matanya seolah memudar menatap uang tersebut. Rasa menyesal menguasai, air matanya terus mengalir sembari meremas uang itu kuat-kuat. Seakan dunianya mendadak kehilangan warna, seolah perbuatannya telah melenyapkan pelangi indah di matanya dan kini tinggal menyisakan warna kelabu yang pekat dan menyesakkan. Jiwanya benar-benar telah jatuh terpuruk pada palung yang terdalam.Setelah beberapa saat tenggelam oleh rasa sakit dan penyesalan, Aluna membuka mata, mengusap dan membersihkan wajah, gadis itu segera memasukkan uang tersebut ke dalam tasnya. Sejenak menatap ponsel.“Hah, udah jam 3 subuh?” Aluna menghela napas panjang, dengan enggan memasukkan ponsel ke dalam tas dan bersiap untuk pergi.Baru saja beranjak dari duduknya, tiga orang LC tiba-tiba masuk ke ruangan itu dan menghampirinya dengan gusar.Salah seorang yang berbaju merah berbadan montok langsung mendorong tubuhnya denga












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.