LOGIN“Nggak apa-apa. Kamu juga nggak salah bicara. Kamu mengurus restoran ini. Nggak salah juga kalau kamu mengatakan restoran ini restoran kita,” kata Aldrian, “Kamu nggak usah urus kami. Mereka semua teman lamaku, nggak usah dijamu juga, kamu kerjakan yang lain saja.”“Oke … oke ….” Anara berjalan pergi, tetapi sebelum pergi, matanya memerah, kelihatan sangat malang.Kyna sangat familier dengan intrik ini. Selanjutnya, Ariel pun akan diomeli. Sesuai dugaan ….Farrel duluan berkata, “Ariel, kenapa kamu selalu bersikap galak sama Anara? Dia juga nggak menyinggungmu. Setiap kali bertemu kamu, dia selalu bersikap sangat bersahabat sama kamu.”Ariel tersenyum dingin. “Dengan apa yang kamu katakan saat ini, membuktikan dia nggak bersahabat sama aku!”“Teori macam apa itu?” Farrel sungguh tidak mengerti.“Teori apa? Kamu nggak ngerti karena kamu itu bodoh. Aku mengerti karena aku juga bisa pura-pura polos.”“Kamu ….” Saking emosinya, Farrel malah jadi tersenyum. “Demi mengalahkanku, apa perlu k
Setelah keluar dari kuil, mereka sekalian mendaki gunung.Kyna dan Ariel mendaki gunung sambil bergandengan tangan. Mereka pun mulai bercerita.Ariel berkata, “Nanti kami berencana makan di restorannya Aldrian. Apa kamu mau ikut?”“Boleh.” Kyna juga tidak keberatan.Ariel malah merasa kaget. “Kamu setujunya cepat sekali?”Memangnya ada yang salah?“Dulu, saat ajak kamu untuk makan bareng, sampai mulutku melepuh pun, kamu tetap nggak mau ikut,” gumam Ariel, “Apa kamu dan Aldrian sudah baikan?”Apa mereka bertengkar sampai satu tahun?Kyna juga tidak tahu. Dia tidak tahu apa yang dilakukan Kyna cilik saat dia tidak di sini. Siapa yang bisa memberitahunya?Ariel melanjutkan omongannya, “Asal kamu tahu, tadinya masalah Aldrian buka restoran cuma kita-kita saja yang tahu, entah gimana ceritanya orang lain juga pada tahu. Tiba-tiba Aldrian berubah menjadi idol. Entah sudah berapa banyak hadiah dan surat yang dititipkan kepadaku untuk diserahkan kepada Aldrian!”Kyna tersenyum. “Dia memang i
“Nona, apa ada pertanyaan?” Master mengatupkan kedua tangannya. Dentang lonceng pagi berbunyi. Padahal bukan waktunya membunyikan lonceng, entah kenapa suara lonceng tiba-tiba terdengar.Kyna merasa sedikit linglung, seolah-olah kembali ke hari di mana dia mengembalikan batu. Suara lonceng bergema, lantunan doa beralun.“Master,” kata Kyna dengan suara ringan, “Kalau aku bilang, aku datang dari sepuluh tahun kemudian. Apa kamu percaya?”Master memegang sapu. Sepasang matanya bagai bisa melihat semua isi dunia ini. Dia tidak sedikit pun merasa kaget dengan ucapan yang tergolong gila itu. Dia hanya bertanya dengan tersenyum, “Nona, apa kamu sedang dalam masalah sulit?”“Aku nggak bisa menemukan seseorang, tapi dia masih berada di ….” Kyna tidak tahu apakah master akan mengerti ucapannya yang bagai omong kosong itu atau tidak.Master masih tetap tersenyum. “Nona, setiap orang memiliki takdir masing-masing. Dia sudah berada di tempat seharusnya dia berada.”“Master, maksudmu ….” Suara Kyn
Aldrian tidak berbicara. Dia hanya terus menunduk untuk menatap Kyna.“Apa … sakit sekali?” Kyna tahu kondisinya saat ini sangat aneh. Di mata orang lain, mungkin dia kelihatannya agak linglung, tapi hanya dia sendiri yang tahu rahasia di dalam hatinya. Selamanya, dia juga tidak bisa menjelaskan kondisinya di dunia ini.Aldrian tetap tidak berbicara. Dia melirik Kyna sekilas dengan terdiam, lalu membalikkan tubuhnya melanjutkan perjalanan ke sisi depan gerbang kuil.Farrel dan Ariel sudah menunggu mereka di depan gerbang kuil.“Bos, kenapa kalian berdua lambat sekali?” kata Farrel dengan kesal. Dia sedang memikul dan menenteng barang bawaan.“Dasar nggak berguna! Padahal kamu cowok, malah nggak berguna sama sekali!” kata Ariel.Ketika melihat Farrel hendak bertengkar dengan Ariel, Aldrian pun menghentikan mereka. “Ribut juga mesti lihat tempat.”Ariel memelototi Farrel sekilas. Akhirnya mereka berhenti juga.“Kalau begitu … kita makan sedikit dulu? Biar nggak terlalu berat. Apa kalian
“Iya.” Kyna memikul ranselnya. Dua powerbank itu memang cukup berat.Saat ini, di dalam mobil depan sana, tatapan Farrel juga tertuju di belakang. Matanya terbelalak lebar. “Jadi dia orang yang selalu antar jemput Kyna setiap hari? Dia juga terlalu ….”Aldrian hanya melihat dari kaca spion tengah. Raut wajahnya kelihatan tegang. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun.“Bos, menurutmu, apa dia itu orang jahat?” Farrel merasa agak cemas. “Kamu tahu ada kabar di sekolah ….” Belum sempat Farrel menyelesaikan omongannya, Kyna dan Ariel pun membuka pintu, lalu memasuki mobil.Kyna melihat isi mobil. Ada seorang sopir dan ada Aldrian yang duduk di bangku samping pengemudi. Sementara, Farrel duduk di baris belakang dekat dengan pintu.Ariel duluan memasuki mobil. Dia duduk di sebelah tengah, membiarkan Kyna duduk di tempat dekat pintu mobil. Baru saja Kyna duduk, Ariel pun sudah merasa sangat girang. “Eh, yang antar kamu tadi siapa? Tampan sekali!”“Dia … karyawan dari perusahaan abangku.” Kyna
Jadi, Aldrian juga tidak bekerja di sini lagi? Telah terjadi terlalu banyak hal dalam satu tahun ini ….Kyna langsung naik ke lantai atas untuk menari. Hanya tempat kursus dan guru saja yang tidak berubah. Ketika bertemu dengan Kyna, guru dengan lembut menyuruh Kyna untuk pergi melakukan persiapan.Dua jam kemudian, Aaron datang untuk menjemput Kyna. Dia juga membawakan segelas air gula aren dengan tape beras fermentasi untuk Kyna. Itu adalah minuman kesukaan Kyna.Jadi, biasanya Kyna menyuruh Aaron untuk membawa makanan seperti ini? Pasti sulit bagi Aaron untuk menemukannya ….Suasana hati Kyna dalam seharian ini sangatlah buruk.Setelah mendapatkan kabar Aldrian dari Luntona, dia langsung menangis dan kembali ke tempat ini. Pikirannya sempat buntu dalam waktu yang sangat panjang, dia hampir tidak bisa berpikir. Setelah berusaha menari dalam dua jam, tubuhnya terasa sangat lelah, tetapi pikirannya sudah lebih jernih. Namun, Kyna tetap tidak bisa menyingkirkan kabut gelap di dalam hati
Kemudian, Anara memperhatikan kalung di leher Kyna dan menggeleng. Dia menghela napas berulang kali sebelum berujar, "Kalungmu ini juga. Di luar, kamu mewakili reputasi Aldri. Bisa-bisanya kamu pakai kalung imitasi seperti itu! Kalung itu sudah hampir berkarat, lho! Memangnya kamu nggak takut memper
Satpam itu menatap Anara dan menyahut, "Kalau begitu, kami justru nggak boleh biarkan kamu pergi. Gimana kalau terjadi sesuatu padamu di jalan? Kami akan hubungi ambulans untukmu." 'Apanya yang panggil ambulans!' umpat Anara dalam hati. Memanfaatkan kelengahan para satpam, dia bergegas keluar dan b
Nelly mendengus dingin dan tidak membantah.Anara masih menangis. Jadi, Naldo mendesaknya, "Cepat kemasi barang-barangmu, mereka akan mulai kerja lagi." Anara memaki Naldo "pecundang" dalam hati. Namun, melihat Nelly dan staf perusahaan pindahan yang berdiri di sana seperti malaikat pencabut nyawa
"Jangan-jangan, kamu berpikir kejauhan? Aldri itu orang yang paling menghargai persahabatan kita. Dia pernah bilang sebelumnya, dia nggak punya keluarga dan kita itu orang terdekatnya. Mana mungkin dia curiga sama kamu!" ujar Anara."Kamu sendiri juga sudah bilang itu dulu!" balas William. "Dasar pe







