LOGINPada suatu malam, atasannya yang bernama Rangga Cakrawala harus menghadiri pertemuan dengan para investor. Vina dihubungi oleh rekannya, asisten Rangga untuk menggantikan dirinya menemani Rangga karena ada hal mendesak yang harus diurusnya di perusahaan. Karena Vina adalah seorang Sekretaris untuk Rangga Cakrawala, Vina pun menyetujui permintaan dari asisten Rangga. Hingga sebuah kejadian menimpa Vina dan Rangga, membuat Vina harus menerima takdir baru yang akan dihadapinya setelah malam itu. Apakah yang terjadi dengan Vina dan Rangga pada malam itu? Mungkinkah seorang Rangga Cakrawala menyadari peristiwa tersebut?
View MoreGaun keemasan membalut tubuh gadis itu, warna yang menjadi favoritnya sejak kecil. Dia melihat dirinya sendiri di depan cermin.Sempurna!Segala persiapan telah selesai. Gadis itu melangkah dengan percaya diri keluar dari ruang rias. Para pelayan menunduk hormat ketika gadis itu melewati mereka. Salah seorang pelayan memberikan buket bunga yang senada warna dengan gaun yang dikenakannya.āSelamat atas pernikahan Anda, Nona,ā ujar pelayan itu.āTerima kasih.ā Tak ada tanda-tanda kegugupan di wajahnya biarpun gadis itu baru pertama kali menikah. Kenapa harus gugup? Bukankah hari ini merupakan hari bahagianya? Dia hanya akan tersenyum ketika menyambut pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Pria yang sangat dicintainya dan harus menikah dengannya.Di arah yang berlawanan, Vina dan Belinda berjalan cepat ke arahnya. Mereka berdua memeluk dan mengucapkan selamat padanya.Vina yang sudah berdandan cantik dan berusaha tak menangis itu, tak dapat membendung air mata haru. Dia menangk
āBukan begitu, Ma. Tadi, Mama dan Vina sedang seru bicara. Aku tidak enak mau memotong pembicaraan Mama dan Vina,ā balas Belinda dengan suara lirih.Entah ke mana perginya Belinda yang selalu berani kepada semua orang? Ketika menghadapi mertuanya, Belinda merasa segan dan harus terlihat baik. Hingga dirinya tak sadar telah membuat kesalahan yang menyinggung ibu mertuanya.āBenar ⦠sebentar lagi jam sarapan. Kita siap-siap dulu, yuk,ā ajak vina sekaligus ingin menghentikan Dewi menegur Belinda.Vina memahami apa yang Belinda rasakan saat ini. Dewa juga sempat bercerita dengannya, tentang tangisan Belinda kemarin.Tak pernah Vina sangka bahwa dirinyalah yang membawa kesedihan di hati Belinda tanpa dia sendiri sadari. Namun, Vina juga tak mungkin tiba-tiba menjauhi Dewi atau tak mau bicara lagi dengannya.Alih-alih pergi bersama Belinda, Dewi justru mengajak Vina pergi ke dapur untuk melihat menu sarapan pagi ini. Vina ingin sekali menolak Dewi di saat Belinda masih dapat mendengar mereka
Julian tak terima jika istrinya dituduh sembarangan. Dia sudah bicara baik-baik dengan ibunya. Tetapi, Dewi malah berbalik memojokkan Belinda.āTerserah Mama saja. Bayangkan sendiri kalau Mama jadi Linda. Mama merasa tidak diterima keluarga Papa, lalu mertua Mama malah bersikap baik pada wanita lain.āāItu tidak mungkin terjadi, Ian! Keluarga papamu sangat baik pada Mama,ā sanggah Dewi.āBukan itu intinya, Ma!āJulian membuang napas kasar. Tak ada gunanya bicara dengan ibunya. Dia lantas meninggalkan Dewi dan akan menghibur istrinya yang pasti masih murung karena merasa tak dianggap ibunya.Namun, di dalam kamarnya, Vina telah berhasil mencairkan suasana hingga Belinda terlihat mengulas senyuman tatkala mereka membicarakan anak-anak.Julian lantas tidur di sisi istrinya. Dia benar-benar lelah hingga kurang tidur karena menjaga Belinda dan bayinya dua puluh empat jam.Vina pun mengajak suaminya keluar kamar mereka setelah puas melihat keponakan barunya. Setelah Vina menutup pintu, dan b
āAstaga ⦠kenapa kamu bicara seperti itu? Apa yang Mama katakan padamu?āBelinda menggeleng-gelengkan pelan kepalanya, kemudian mengambil Lilian yang berada dalam gendongan Dewa yang menunggu mereka di luar kamar. āTerima kasih, Om.āDewa tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Dia lantas pergi menemui Dewi untuk menegurnya.āDi sini kamu rupanya.ā Dewa duduk di bangku tempat Dewi sedang berdiri memandangi Vina. āApa yang kamu katakan pada menantumu?āDewi menoleh pada Dewa singkat. āApa maksudmu? Aku jarang bicara dengannya. Hari ini pun aku tidak bicara dengannya.āDewa melihat ke arah Dewi memandang. Dia tahu jika Dewi sedang mengamati Vina, tetapi Dewa kurang peka dengan situasi. Dia tak paham dengan apa yang kakaknya pikirkan. Kenapa Dewi terus-terusan menatap Vina? Apakah Dewi tak menyukai menantu Dewa itu?Dewa menepis pikiran buruknya. Dia kembali konsentrasi dengan masalah Belinda.āBelinda dulu memang sangat menyebalkan. Tetapi, sejak melahirkan Axel, Belinda berubah total
"Sadar, Pak!" Vina menampar keras wajah Rangga. "Belinda pasti sudah melakukan ini kepada Anda!"Mendapat tamparan tak lantas membuat Rangga marah. Hasratnya justru semakin terpacu.Rangga membopong Vina dengan gerakan cepat. Kedua kaki Vina mengepak-ngepak kuat, tangannya pun menjambak rambut Rangga.
"Tidak, saya tidak mau! Saya juga masih punya harga diri! Apa ini wajah asli Anda? Suka memaksa perempuan tidur bersama Anda!"Awalnya, Rangga tak berniat memberi Vina syarat apa pun. Namun, setelah kejadian-kejadian sebelumnya, Rangga perlu mengendalikan Vina supaya mereka semua aman di bawah kuasan
'Tinggalkan Rangga dan ... berkencan saja denganku.' Kata-kata Julian tadi masih mendengung di benak Belinda.Julian mengatakan itu supaya Belinda berhenti mengganggu Vina. Julian tak akan membiarkan siapa pun merusak kebahagiaan Rachel yang ingin selalu berada di dekat ayah kandungnya.Akan tetapi, B
"Hah?" Vina terpana oleh ucapan dan tindakan Rangga. Wajah pria itu pun merona walau ekspresinya datar. Vina tak bisa menebak apa yang ada di pikiran Rangga sekarang. Mau bertanya pun sungkan.Apakah Vina salah mendengar atau Rangga yang keliru bicara?"Anda ... baru saja bertemu Belinda?"'Siapa lagi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore