MasukMarry dan Sania masuk ke dalam sebuah kamar dan melemparkan Salsa ke atas tempat tidur dengan senyum lega. "Maafkan aku Salsa." "Jika kamu ingin menyalahkan seseorang, salahkan dirimu sendiri." Ucap Marry dan Sania sambil berbalik dengan kejam mengabaikan Salsa yang terus meronta di atas tempat tidur. ... Gadis tersebut adalah Agatha Ellina Salsabila, atau kerap dipanggil Salsa. Seorang nona muda dari orang terkaya di kota itu, Henry Leonard. Dijebak oleh sahabat sendiri dan di lempar ke atas tempat tidur teman sekelasnya. Salsa berhasil melarikan diri namun masuk ke sarang serigala lainnya. Tidur dengan Akas adalah sebuah kecelakaan. Namun kecelakaan ini juga yang mengubah seluruh jalur hidupnya. ... Nama pria itu adalah Akasa Dhanuraja, yang kerap dipanggil Akas. Semalam ia baru saja kembali ke negara ini yang merupakan tanah kelahirannya, setelah ia berkembang di luar negeri selama dua dekade lamanya. 'Kacau! Semuanya kacau!' Gumam Akas dalam hatinya. Bahkan saat ia dengan istrinya, ia tidak begitu gila dan lepas kendali seperti saat yang terjadi semalam. ... Namun hal yang paling gila belum terjadi! "Ngomong ngomong Akas, kamu pernah berkata bahwa jika aku memiliki anak, kamu akan menjadi ayah baptis anakku. Atau karena Paman Akas mu sudah berkata bahwa dia ingin kamu jadi putri baptisnya. Jadi Salsa, kamu juga bisa memanggilnya ayah baptis." Ketika ayahnya mengatakan hal tersebut, Salsa menatap tak percaya pada sosok teman ayahnya yang familiar. Pria tua yang seumuran ayahnya ini benar benar ingin menjadi ayah baptisnya setelah menidurinya semalam!
Lihat lebih banyakDi koridor hotel yang remang remang. Seorang pria yang sangat tampan dan cukup kekar dengan sedikit rambut putih dan lipatan keriput di sudut matanya berjalan sempoyongan. Matanya kabur dan ia berulang kali menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya. Pakaiannya berantakan, dasinya yang longgar dengan cepat terlepas dan terjatuh ke lantai.
Ia membuka kamar hotel yang memiliki nomor ganjil di sisi kiri dengan kesadarannya yang tersisa. Namun, ia baru saja membuka pintu ketika seorang gadis muda juga berjalan keluar dari kamar hotel yang ada di seberangnya. Langkah Salsa berantakan dan begitu ia keluar, ia melemparkan dirinya ke dalam pelukan Akas. Salsa mendesah dan terus bergumam tidak jelas. "Panas... Rasanya panas.... Tolong...." Bisiknya dengan suara lirih. Salsa mendongak dan bertemu dengan sepasang mata kabur milik Akas. Nafas panas keduanya bertemu. Karena tinggi badan yang kontras, pria itu harus menundukkan kepalanya untuk menyentuh bibir lembut Salsa. Dengan sedikit kesadarannya, pria bernama Akas tersebut membelalakkan matanya dan mencoba mendorong gadis kecil itu menjauh. Kesadarannya berkata bahwa ia tidak bisa melakukannya, namun nafsunya berkata lain. Alkohol hampir membuat kesadarannya menghilang dan pengendalian dirinya terputus. Akas menangkupkan tangannya di pipi Salsa, wajah muda itu benar benar terlalu muda. Akas merasa kesal dan hampir mengumpat dalam hatinya. Siapa yang begitu berani mengirim gadis kecil ini padanya. Apalagi sepertinya gadis kecil ini benar benar dibius. Salsa mengedipkan matanya yang memerah, ia tidak peduli lagi. Tangannya meraih jas Akas dan mendorongnya masuk ke dalam kamar. Akas dengan sigap meraih pinggang Salsa dan membawanya berputar untuk menyeimbangkan gaya dorong yang ada sebelum kemudian menutup pintu kamar hotelnya dengan suara yang cukup keras. Akas memandang Salsa dan sekali lagi berusaha mendorongnya menjauh, namun tubuhnya berkata lain. Meski ia ingin menjauh, tangannya masih dengan setia mencengkram pinggang Salsa dengan kuat. Keduanya menempel hingga tak memiliki jarak. Akas bisa merasakan panas yang membara dari tubuh Salsa menyalur ke tubuhnya dengan cepat. Akas mendongak dan sedikit mengerang pelan. Sedikit kesadarannya dan akal sehatnya yang tersisa benar benar dilahap oleh nafsu dan gadis kecil yang proaktif di dalam pelukannya ini. Salsa bersandar di pintu, pinggangnya tetap setia dicengkram erat oleh Akas sementara bibirnya dilumat intens oleh bibir Akas. Suara nafas bercampur aduk, kedua mata tersebut bertemu dengan penuh percikan nafsu. Akas yang telah kehilangan kendali dengan tegas memeluk Salsa dan mengangkatnya dengan mudah. Salsa melingkarkan kakinya di pinggang pria itu dan keduanya mulai melanjutkan ciuman mereka. Dari balik pintu hingga ke ranjang, Akas melepas jas nya dan melemparkannya ke tanah. Nafasnya memburu dan tangannya bergerak cepat melepas satu demi satu kancing kemejanya. Otot ototnya yang kuat dan terpahat sempurna tertata rapi di perutnya. Salsa terkekeh, dengan nafas memburu ia mengulurkan tangannya menyapu lembut permukaan perut pria itu yang penuh dengan gelombang otot. Akas terdiam, jakunnya bergerak dengan liar. Ia meraih leher gadis itu dan mulai dengan liar menciptakan satu demi satu tanda kemerahan yang jelas disana. Salsa mengalungkan lengannya di leher pria itu, menerima semuanya tanpa syarat dan membiarkan tangan pria itu bergerak bebas menyapu tubuhnya dan perlahan melepas pakaiannya. Malam itu, udara kamar hotel sangat panas, pendingin ruangan masih menyala namun tak mampu memadamkan panas di dalamnya. Gerakan ranjang begitu intens, suara desahan bertahan sangat lama. Dinding kedap suara menahan keramaian dua orang tersebut. Namun seluruh kamar dipenuhi oleh suara suara indah yang tak berhenti hingga waktu menjelang fajar. ... Sementara di kamar hotel itu terjadi pertempuran yang mengguncang ranjang. Di sebuah villa kawasan bangsawan tertentu di pinggiran kota, terjadi keributan besar lainnya. "Sudah ketemu? Dimana Nona Muda sekarang?" Seorang kepala pelayan paruh baya berdiri dengan punggung tegak menatap sekelompok pengawal kekar di sekitarnya dengan tatapan mata tajam. "Tidak ditemukan di area rumah!" Ucap salah satu pria berotot itu. Hentakan kaki yang keras terdengar, Paman Sam selaku kepala pelayan keluarga ini merasakan amarahnya membuncah. Gadis kecil yang menjadi objek pengawasan dan perlindungannya tiba tiba menghilang dari pandangannya. Ketika ia mencarinya, sosok gadis itu tidak ditemukan dimanapun di seluruh seisi rumah! Rumah itu megah dengan perabotan mewah memenuhi seluruh pandangan mata. Lampu di atas kepalanya begitu besar, tangganya menjulang tinggi bahkan ada lift pribadi di dekatnya. Kolam renang yang luas, juga terdapat lapangan basket di halamannya. Totalnya ada tiga lantai, namun keberadaan gadis kecil itu tidak ditemukan dimanapun. "Aku tidak mau tahu bagaimana caranya, aku ingin nona muda segera ditemukan!" Ucap Paman Sam pada sekelompok bodyguard tersebut. Mereka hanya menundukkan kepalanya bersalah karena lalai. Nona muda di mulut mereka adalah gadis kecil yang merupakan putri tunggal pemilik rumah. Ia baru saja lulus sekolah menengah beberapa waktu yang lalu. Hari hari sebelumnya, ia cukup patuh hanya berdiam diri di rumah tanpa niat untuk kabur. Ayahnya cukup ketat dalam pengawasannya, dan gadis itu terkadang suka memberontak dan ingin keluar untuk bermain setiap hari yang membuat ayah dan anak itu tidak akur bertahun tahun lamanya. Terakhir kali mereka bertengkar adalah satu bulan yang lalu sebelum Tuan Henry pergi melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Siapa yang tahu, ternyata kepatuhan gadis kecil itu hanya cara untuk mengecoh dan membuat mereka mengendurkan kewaspadaan. Hingga Gadis tersebut berhasil melarikan diri. Sekarang, tersisa beberapa jam sebelum pagi dan Tuan Henry bahkan sudah memberikan kabar akan pulang pagi ini yang membuat Paman Sam kesal dan panik. Henry Leonard adalah sosok orang terkaya di kota tersebut. Namun sebagai orang terkaya, hari harinya sangat sibuk. Ia hanya memiliki satu putri semata wayang yang bernama Agatha Ellina Salsabila, yang kerap dipanggil dengan sapaan Salsa. Namun hubungan keduanya bisa dikatakan cukup rumit. "Tuan Sam, kami menemukan nona muda menyelinap melalui pagar belakang dari CCTV beberapa waktu yang lalu." Ucap salah seorang bodyguard yang kini sedang memegang laptop di tangannya. "Kalau begitu minta semua orang bergerak dan cari tahu keberadaan Nona Muda sekarang!" Perintah dikeluarkan oleh Sam dan semua orang bergegas dengan kecepatan penuh.Datang ke rumah sakit, jadwal Salsa sudah disesuaikan. Ia masuk ke dalam ruang pemeriksaan, untuk melakukan USG khusus. Begitu Salsa masuk, dokter langsung menyambutnya. Sejak ia datang menjadi dokter di tempat ini, Salsa adalah pasien paling patuh yang pernah diaturnya.Tidak hanya mematuhi semua kata-katanya, namun juga berinisiatif untuk belajar lebih banyak dari buku-buku yang ia rekomendasikan tentang menjadi ibu dan persalinan. Melihat Salsa datang meskipun tidak sesuai jadwalnya, dokter tetap menoleransi nya."Nona Salsa datang menemui saya ada apa? Meminta saran buku lagi tentang kehamilan dan menjadi seorang ibu?" Tanya dokter tersebut dengan penasaran. Salsa menggelengkan kepalanya lembut. "Bukan tentang buku dokter, yang sebelumnya belum saya baca sampai habis. Saya ingin datang untuk lakukan pemeriksaan." Minta Salsa.Dokter tersebut menyadari ada seorang pria paruh payah yang mengikuti Salsa di belakang. Kemudian Salsa dengan cepat menjelaskan sebelum benar-benar terlamba
Pengertian Crystal membawa Salsa dan Hendry ke sebuah restoran. "Paman baru saja tiba, makanlah makanan yang ringan yang baik untuk perut, lagi pula Paman baru saja mendarat dengan pesawat." Ucap Crystal yang sangat jelas memperhatikan kondisi tubuh Hendry. Salsa juga tidak memesan, karena Crystal sudah membantu Salsa dengan pesanan makanannya yang dibuat khusus dengan menghindari bahan bahan yang tidak baik untuk ibu hamil. "Kamu masih sama perhatiannya." Ucap Hendry dengan kagum. Gadis ini sangat perhatian, bahkan mempertimbangkan segala aspeknya. Seperti ia baru saja mendarat dengan pesawat dan masih memiliki kemungkinan jet lag. Tidak lama kemudian makanan tiba. Salsa makan dengan lambat, tidak ada satupun makanan yang disukainya di atas meja.Masing-masing dibuat dengan menyesuaikan porsi dan rasa untuk ibu hamil yang tidak mudah membuat mual, namun ya begitu saja. Tidak ada yang menggugah selera, namun ketika dessert terakhir diberikan, Salsa langsung menatap Crystal dengan pen
"Salsa kamu pergi kemana saja. Membuatku panik ketakutan." Baru saja tiba di apartemen, Crystal yang baru saja menyelesaikan kelasnya berlari menghampirinya yang baru melangkah masuk dari pintu. Salsa terkejut dengan teriakan Crystal yang tiba tiba."Kamu mengejutkan ku saja." Seru Salsa sambil mengusap dadanya perlahan. Crystal menghela nafas lega melihat Salsa baik baik saja. Ia memeriksa dari ujung kepala sampai ujung kaki, akhirnya ia melihat Salsa baik baik saja. Dengan cepat, ia meraih tangan Salsa dan membantunya duduk di sofa.Adam yang baru saja tiba juga dengan kooperatif memberi Salsa segelas air. Selama bulan bulan ini, keduanya sangat baik pada Salsa. Tanpa adanya orang tua, keduanya seperti pengganti orang tuanya. Crystal mengusap keringat di kening Salsa dan berkata, "Lain kali jika kamu ingin keluar bisakah menungguku pulang? Aku akan menemanimu, jika kamu keluar sendiri bagaimana jika terjadi sesuatu padamu? Aku tidak bisa menjelaskannya pada pria itu." Salsa menggel
Satu bulan kembali berlalu, Salsa merasa waktu berjalan cepat cepat tapi juga semakin lambat. Ia memegang perutnya dan mengusapnya ringan. Hari ini ia meluangkan waktu untuk pergi berjalan jalan di taman yang ada di bawah apartemen. Sebagian besar orang memiliki rambut kuning atau cokelat. Tidak banyak dari mereka yang merupakan anak muda, sebagian besar adalah orang dewasa dan tua.Salsa baru berjalan beberapa langkah ketika ia melihat tempat duduk tidak jauh darinya. Mengistirahatkan dirinya sejenak, perut yang membesar ini benar benar sangat berat. Siapa sangka kehamilan ini sangat sulit. Seorang nenek tua berambut pirang melangkah mendekat dan jelas sangat terkejut melihat Salsa yang masih sangat muda tapi sudah memiliki perut yang besar."Anak muda, kamu hamil? Berapa umurmu sudah hamil?" Pertanyaan ini bukan kali pertama Salsa dengar. Setiap orang yang melihatnya akan menanyakan hal yang sama. Di umur yang masih sangat muda, sudah hamil besar yang sangat tidak enak di pandangan
Beruntungnya, ketika Salsa melihat Crystal hendak bergegas menyerbu pintu hotel tanpa pikir panjang, Salsa akhirnya menghentikannya tepat waktu. "Crystal, tidak sekarang!" Ucap Salsa dengan alis mengerut. Hatinya menjadi hangat mendengar kata kata Crystal. Kali ini ia tidak akan salah pilih teman l
Akas sedikit terkejut ketika Salsa bahkan menolak kontaknya. Melihat Salsa yang buru buru berbalik hendak pergi, Akas mengeluarkan kartu nama miliknya dari dalam dompetnya. "Setidaknya kamu bisa menerima kartu nama ini kan? Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu." Ucap Akas dengan sedikit kelembutan. S
Akas memandang wajah pucat Salsa dan rasa bersalahnya semakin kuat. Ternyata semalam gadis kecil ini di beri obat dan hendak dibawa ke tempat tidur laki laki lain. Tapi sepertinya gadis kecil ini berhasil melarikan diri namun ia justru masuk ke dalam pelukan serigala lainnya. Awalnya Akas mengira
Akas yang baru saja keluar kamar mandi merasa suasananya menjadi canggung. Ia sudah melalui kehidupan sepanjang empat dekade lamanya, namun untuk situasi seperti ini yang juga pertama kali ia alami. Bahkan dia sendiri merasa canggung dan bingung. Namun ia tahu, bahwa hal pertama yang harus dia lakuk












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan