ROMANSA DESEMBER Season 1 : Daniel and Stefany

ROMANSA DESEMBER Season 1 : Daniel and Stefany

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-12-18
Oleh:  Zemira FortunatusTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
1 Peringkat. 1 Ulasan
62Bab
715Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Daniel dan Stefany, keduanya adalah sahabat dari kecil. Mereka seakan-akan tak pernah terpisahkan, selalu menghabiskan waktu bersama, bermain dan bergembira untuk menciptakan kenangan indah yang akan mereka kenang saat dewasa nanti. Terutama saat natal tiba, Daniel dan Stefany selalu janjian bertemu di sebuah gereja tua yang ada di desa untuk menghabiskan malam natal bersama dengan bermain lempar bola salju, menyalakan kembang api dan menciptakan boneka salju. Beranjak remaja keduanya semakin akrab dan mulai timbul benih-benih asmara diantara mereka. Namun karena telah nyaman dengan persahabatan yang sangat erat. Membuat Daniel dan Stefany sengaja menyimpan perasaan suka di dalam hati mereka masing-masing. Hingga pada satu ketika Daniel memberanikan diri untuk menyatakan rasa cintanya kepada Stefany. Namun sayangnya keluarga gadis itu telah pindah ke kota, dan meninggalkan desa yang selama ini mereka tempati. Tahun demi tahun berlalu, Daniel terus menunggu Stefany kembali ke desa itu. Dia selalu menunggu sang gadis datang dan menemuinya di depan gerbang sebuah gereja setiap natal tiba. Namun Stefany tak pernah kunjung datang. Bagaimana nasib Daniel selanjutnya? Mampukah pria itu melupakan cinta masa kecilnya? Sebenarnya di manakah Stefany selama ini berada? Apakah mereka akan bertemu kembali? Penasaran kelanjutannya? Ayo ... silakan dibaca! Plagiarisme melanggar undang-undang hak cipta no. 28 tahun 2014.

Lihat lebih banyak

Bab 1

1. Daniel dan Stefany

Kekaisaran Lycos—sebuah negeri agung yang berdiri kokoh di belahan tengah benua, terlindung di balik dekapan dua pegunungan raksasa. Selama ribuan tahun, negeri itu menikmati kedamaian. Asap tipis selalu mengepul dari cerobong rumah-rumah penduduk, pasar tak pernah sepi oleh tawa, dan senyum ramah menjadi pemandangan yang lumrah di setiap sudut kota.

Namun, fajar ketenangan itu mendadak padam.

Dari cakrawala utara, genderang kematian menggema.

Tanah Lycos bergetar. Debu membubung tinggi ketika gerombolan monster mengalir dari perbatasan, memenuhi daratan bak lautan hitam yang tak bertepi.

Goblin-goblin kurus berlari paling depan sambil mengacungkan senjata berlumuran darah. Di belakang mereka, Cyclops bertubuh raksasa melangkah perlahan. Setiap pijakannya meremukkan pepohonan hingga tumbang satu demi satu.

Saat mendongak, langit yang biasanya cerah tak lagi terlihat. Ribuan Wyvern bersama monster predator terbang lainnya mengepakkan sayap, menutupi cahaya matahari. Bayangan mereka menyelimuti seluruh wilayah kekaisaran.

Pemandangan semacam ini hanya pernah tercatat pada masa Perang Besar ratusan tahun silam.

Ini bukan sekadar penyerangan.

Ini adalah invasi Pasukan Kegelapan.

Bel darurat berdentang bertalu-talu. Warga berhamburan keluar rumah sambil menggendong anak-anak mereka. Di pelabuhan, ratusan kapal bergoyang hebat karena dipenuhi pengungsi yang saling berebut tempat. Teriakan, tangisan, dan aba-aba para prajurit bercampur menjadi satu.

Tak seorang pun mengetahui nasib ribuan pasukan garda depan yang dikirim beberapa jam sebelumnya.

Di atas singgasananya, Kaisar Juno duduk terpaku. Kerutan di dahinya semakin dalam.

Ia adalah Penyihir Tingkat Benua. Para jenderal yang berdiri di belakangnya pun memiliki tingkatan yang sama. Nama mereka selama ini cukup untuk membuat kerajaan lain berpikir dua kali sebelum mengangkat senjata.

Namun, di hadapan lautan monster yang tak berujung...

Kekuatan itu terasa begitu kecil.

Apakah ini akhirnya?

Apakah kekaisaran yang dijaga leluhur selama ribuan tahun harus runtuh di tanganku?

"Yang Mulia Kaisar, Anda tidak bisa terus berada di sini. Sebentar lagi gerbang depan akan jebol," ujar sang Perdana Menteri.

"Walau kita gagal mempertahankan tanah ini, setidaknya selamatkanlah garis keturunan takhta Lycos."

Kaisar Juno mengembuskan napas panjang sebelum bangkit dari singgasananya.

"Apa arti seorang Kaisar jika melarikan diri saat negerinya hancur?" ujarnya. "Mau kutaruh di mana mukaku ini saat berhadapan dengan para leluhur di keabadian nanti jika aku memilih menjadi pengecut?"

"Yang Mulia..."

Dengungan memenuhi ruang takhta.

Partikel-partikel cahaya keemasan bermunculan di sekitar tubuh sang Kaisar, berputar mengelilinginya sebelum berkumpul di telapak tangan. Cahaya itu memadat, memanjang, lalu menjelma menjadi sebilah pedang raksasa yang memancarkan aura suci.

"Pedang Suci Pahlawan..." gumam sang Perdana Menteri. "Senjata yang mampu memusnahkan inti kegelapan..."

Cahaya lain menyelimuti tubuh Kaisar Juno, membentuk zirah putih berlapis emas. Jubah kebesarannya berkibar pelan meski tak ada embusan angin.

"Ayo, para pejuang Lycos!"

Pedang sucinya terangkat tinggi.

"Hari ini kita pertahankan tanah kelahiran kita! Jangan biarkan sejengkal pun tanah ini jatuh ke tangan kegelapan! Tunjukkan bahwa anak-anak Lycos akan bertarung sampai napas terakhir!"

"Ayah!"

Sebuah teriakan mendadak memotong pidato megah sang Kaisar. Seluruh atensi di ruang takhta langsung teralih ke arah pintu besar.

Mata sang Kaisar yang semula dipenuhi kobaran api perang seketika melunak saat menatap kedua anaknya yang berlari mendekat. Wajah mereka dipenuhi kecemasan yang sangat. Terutama sang Putri, matanya sudah sembab dan berkaca-kaca seolah berusaha menahan tangis.

"Anak-anakku... mengapa kalian ke sini? Pergilah bersama ibu kalian menuju kapal evakuasi."

"Tidak!" seru sang Pangeran. "Aku akan bertarung di sisi Ayah!"

"I-iya, Ayah..." sahut sang Putri dengan suara bergetar. "Bukankah Ayah sendiri sudah melihat kemampuan sihir kami? Jika kita bertarung bersama, kita masih punya kesempatan."

Kaisar Juno berjalan turun dari altar takhta. Dia mendekati kedua buah hatinya, lalu meletakkan kedua tangannya di pundak mereka masing-masing.

"Justru karena kalian kuat... Ayah ingin kalian hidup." Tatapannya bergantian menatap kedua anaknya.

"Masa depan Lycos tidak lagi berada di tanah yang akan hancur ini. Masa depan itu ada di tangan kalian. Jika kalian mati di sini... nama Lycos benar-benar hanya akan tersisa dalam sejarah."

Air mata sang Putri akhirnya jatuh.

"T-tapi, Ayah..."

"Temani ibu kalian. Lindungi rakyat kita." Senyum tipis terukir di wajah Kaisar Juno. "Selama kalian masih bernapas... Lycos belum berakhir."

Sang Pangeran menggenggam tangan adiknya, lalu menariknya menjauh. Teriakan sang Putri memanggil ayahnya terus terdengar hingga menghilang di balik koridor.

"Yang Mulia..." bisik sang Perdana Menteri.

Kaisar Juno menarik napas panjang.

"Aku tidak apa-apa."

Ia menggenggam pedang sucinya lebih erat.

"Ayo. Maju."

Sang Kaisar melangkah memimpin di garda terdepan, diikuti oleh sisa prajuritnya yang paling setia. Setidaknya, jika takdir mengharuskan mereka gugur di tanah ini, pertempuran terakhir mereka harus bisa mengulur waktu sampai seluruh kapal evakuasi berlayar dengan aman.

Namun, tepat sebelum pasukan kekaisaran mencapai garis depan... sesuatu terjadi.

Sesuatu yang seharusnya mustahil menurut hukum sihir.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

ZekWar77
ZekWar77
Ceritanya sangat menarik........
2025-12-11 12:13:29
0
0
62 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status