LOGINAkhirnya, Kyna terbangun. Dia terbangun di kamar tidurnya di rumah Kota Hatam. Dia hanya tidur siang. Setelah bangun, dia tidak ingat jelas apa yang dikatakan Aldrian kepada Kyna remaja. Hanya saja, dia merasa sangat lelah.Beberapa hari kemudian, Gabe kembali ke dalam negeri. Setelah menghabiskan setengah bulan mengurus urusan perusahaan di dalam negeri, dia membawa Kyna dan yang lainnya kembali ke Luntona.Sejak saat itu, Kyna merasa sulit untuk kembali ke mimpi itu.Satu bulan, dua bulan, tiga bulan telah berlalu ....Kyna bahkan berpikir bahwa pengalaman-pengalaman itu benar-benar hanyalah mimpi. Seperti dalam banyak novel di mana tokoh utamanya menjalani kehidupan panjang lainnya, tetapi akhirnya menemukan bahwa itu semua hanyalah mimpi.Pada Festival Edinturf di musim panas, Kyna telah kembali aktif di kelompok tari. Dia dan para anggota kelompok tari menciptakan karya baru selama lebih dari setengah tahun. Akhirnya, pada malam sebelum Festival Edinturf, mereka merampungkan koreo
Sesampainya di sekolah, di luar gedung pengajaran, Kyna remaja menyuruh Sonny dan Farrel untuk kembali ke kelas terlebih dahulu. Dia menghentikan langkahnya, lalu menahan Aldrian yang terlihat sedih di belakang.Kyna yang melayang di antara mereka ingin mendengarkan percakapan mereka, tetapi tak satu pun dari mereka yang berbicara. Kyna remaja terus memelototi Aldrian, sedangkan Aldrian hanya menundukkan kepalanya. Dia terlihat seperti remaja bermasalah."Aldrian." Kyna akhirnya berbicara, "Kamu berada di peringkat ke-200 di antara seluruh murid jurusan IPA pada akhir semester lalu. Apa yang kamu pikirkan?"Apa? Peringkat ke-200? Kyna hanya ingin mengatakan bahwa Aldrian pantas mendapat beberapa tamparan lagi! Akan lebih baik lagi jika dia dihajar habis-habisan!Namun, Aldrian tetap diam dan tidak memberikan jawaban.Kyna remaja berpikir sejenak dan berujar, "Ada yang bilang, kamu selalu bergaul dengan orang-orang dari luar sekolah dan terjerumus ke jalan yang salah. Tapi, aku nggak be
Kyna tiba-tiba teringat paruh pertama hidupnya dan berlinang air mata. Kyna di garis waktu ini jauh lebih tangguh daripada dirinya. Mungkin karena Kyna remaja bertemu bibi dan kakaknya sejak dini, sehingga dia memiliki kepercayaan diri yang cukup besar. Dia tidak perlu takut ditekan oleh orang tua kandungnya atau khawatir neneknya akan ditindas mereka. Mungkin saja itu karena alasan lain. Namun, apa pun alasannya, dia percaya bahwa Kyna ini akan memiliki kehidupan yang lebih baik daripada dirinya.Sementara itu, Aldrian jelas juga tidak menyangka situasinya akan berkembang menjadi seperti ini dan sangat tercengang.Naldo segera mundur beberapa langkah dan ingin menjaga jarak dengan Aldrian. Hanya Anara yang terkekeh dan mendekati Aldrian. "Aldri, kamu ....""Diam!" Kyna menunjuk ke arah Anara. "Kalau nggak mau berakhir tergeletak di lantai seperti dia, sebaiknya kamu diam!"Anara menatap Aldrian dengan takut-takut. Melihat Aldrian sama sekali tidak bereaksi, dia juga secara refleks mu
Kyna tidak paham. Bahkan di garis waktu lain, kelompok William adalah siswa berprestasi tinggi. Jika tidak, mereka tidak akan kuliah di universitas yang sama dengan Aldrian. Kenapa mereka semua terlihat seperti siswa malas di garis waktu ini?"William, kita sudah keluar dua jam. Ayo pulang?" ucap Naldo tiba-tiba."Apa yang kamu takutkan?" sahut William. "Ini sudah bulan berapa? Sekarang, kita sudah pelajari semua yang perlu kita pelajari, juga tahu apa yang perlu kita ketahui. Meski berusaha sekeras apa pun, yang memang nggak bisa masuk ke otak juga nggak akan kita kuasai. Lebih baik kita santai-santai."Naldo menghela napas. "Haih, kalau kita bolos lagi, guru akan panggil orang tua kita."Mereka memang bolos .... Kyna sangat marah."Ya biarin saja. Mereka juga nggak akan berani pukul kita di saat-saat seperti ini, malah akan hibur kita."Naldo menghela napas lagi dan terlihat bengong. Sepertinya, Naldo memang bernyali kecil di garis waktu mana pun."Sudahlah. Lihat, Aldri saja nggak k
Setelah itu, Kyna tidak lagi memasuki mimpi itu untuk waktu yang sangat lama. Dia menghabiskan waktu bersama keluarganya di Luntona, menyambut salju pertama musim dingin dan banyak salju lain setelahnya. Dia merayakan Natal dan Tahun Baru dengan gembira, bahkan kembali ke dalam negeri untuk melewati Festival Musim Semi.Saat kembali ke dalam negeri, Kyna sering bertemu dengan Ariel. Mereka berdua akan makan, berbelanja, dan minum teh sore bersama. Mereka juga menjelajahi setiap sudut Kota Hatam yang pernah mereka pergi saat kecil.Berhubung memiliki urusan mendesak di Luntona, Gabe kembali ke sana sebelum Festival Musim Semi berakhir. Di sisi lain, karena Intan jarang kembali dan tidak pernah menetap lama di Kota Hatam setelah sekian lama, mereka sepakat untuk kembali ke Ingrua saat Gabe berkunjung lagi lain kali. Mereka sekeluarga pun tinggal sampai musim semi.Sekolah-sekolah di Kota Hatam mulai berjalan seperti biasa lagi. Kyna dan Ariel berencana kembali ke sekolah untuk mengunjun
Meskipun tahu Aldrian tidak bisa mendengar, Kyna tak bisa menahan diri untuk mengomel. Namun, bahkan setelah dia selesai berbicara, Aldrian tetap duduk di hadapannya."Kenapa kamu masih nggak pergi?" desak Kyna.Tiba-tiba, terdengar suara isakan memenuhi kelas yang sunyi. Kyna mengira dia salah dengar. Akan tetapi, setelah mendengar lebih saksama, itu nyata. Selain itu, suara itu berasal dari Aldrian.Kyna menatap wajah Aldrian. Di bawah cahaya rembulan yang redup, wajahnya terlihat berkilauan dengan air mata ...."Aldrian, kamu nangis?" seru Kyna dengan terkejut. "Kenapa kamu nangis?"Tidak ada yang menjawab. Kyna mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Aldrian, tetapi tidak dapat merasakan apa pun. Jari-jarinya terasa seperti menembus kabut, hanya gelang di pergelangan tangannya yang berkilauan."Apa karena nilai ujianmu buruk? Nggak apa-apa, kamu punya dasar yang bagus. Selama kamu belajar dengan giat, nilaimu pasti akan bagus lagi dalam ujian bulanan berikutnya.""Hmm .... Atau ka
Saat mengucapkan kata "pernikahan", Anara menatap Kyna dengan penuh provokasi dan kesombongan.Aldrian terlihat menegang. Tatapannya tertuju pada Kyna. "Kyna ...." Kyna tersenyum. "Sudah mau nikah? Selamat! Tanggal berapa?" Wajah Aldrian memucat. "Nggak, Kyna. Dengarkan dulu penjelasanku ...." Ky
Sesuai dugaan, Kyna lebih tidak suka mendengarnya dan langsung keluar dari lift. "Ya sudah, kamu naik saja. Aku akan tunggu yang lain.""Kyna!" Aldrian merasa tidak berdaya. Dia meraih bahu Kyna dan mendorongnya kembali ke dalam lift. "Aku cuma mau antar kamu.""Nggak perlu." Kyna segera menekan tom
Waktu kepulangan kali ini sangat singkat. Diperkirakan akan berangkat lagi pada awal bulan Agustus, sepertinya rasa girang lantaran pulang belum berlalu, kenapa malah sudah memikirkan tanggal pulang?Hanya saja, selagi mereka masih belum pergi, Kyna mengajak Ariel untuk bersama-sama pergi berkunjung
Setelah mendengar, Aldrian melirik Anna sekilas, lalu tertawa.Anna juga tidak merasa kesal. Dia malah tersenyum.Ariel merasa bingung. Apa ada yang tidak normal dengan mereka berdua? Kenapa malah tertawa?Ariel melirik Kyna sekilas, lalu memberi isyarat mata. ‘Apa kamu mengerti dengan kondisi merek







