Masuk"Kamu ...." Ariel menatap Kyna remaja sambil mengerutkan kening. "Kiki, kenapa kamu sepertinya ....""Kyna!" panggil Sonny dari jauh."Iya!" Kyna berlari ke arah Sonny sambil tersenyum. Dia melambaikan tangan kepada Ariel dan berkata, "Ariel, aku kembali ke kelas untuk kerjakan PR dulu. Habis belajar mandiri malam, kita baru kembali ke asrama bersama, ya." Ariel berdiri di tempat dan menatap sosok Kyna yang menjauh sambil tertegun. Entah sejak kapan, Aldrian muncul di sampingnya dan berdiri berdampingan dengannya. Tatapan Aldrian tertuju pada pergelangan tangan Kyna remaja."Apa yang terjadi di antara kalian?" tanya Ariel dengan bingung sambil memperhatikan sosok Kyna yang menjauh.Aldrian tetap diam. Dia berjalan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Saat ini, Kyna adalah penonton dan pandangannya tertuju pada Aldrian. Dia sepertinya tidak mampu mengendalikan pandangannya dan terus mengikuti Aldrian. Kemudian, dia melihat Farrel bergabung dengan Aldrian.Farrel berkata kepadanya,
Sebenarnya, Kyna sering curiga apakah kembalinya dia ke masa SMA hanyalah mimpi, atau benar-benar ada dua alam semesta paralel. Dia merasa bahwa itu lebih mungkin adalah mimpi. Namun, gelang ini ....Kyna yang bangun dari tidurnya menimbulkan kehebohan di Keluarga Jurnadi. Entah sudah berapa sering Intan dan Gabe memasuki kamarnya saat dia tertidur.Melihat wajah Gabe yang berusia 30-an tahun, lalu teringat Gabe muda yang baru menyumbangkan dana ke sekolahnya dalam mimpi, Kyna tertegun sejenak."Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa kamu nggak kenali kakakmu lagi setelah bangun?" ujar Gabe sambil mencondongkan tubuhnya dan tertawa.Kyna selalu merasa Gabe masih sangat muda dan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan di usianya yang sudah 30-an tahun. Namun, dibandingkan dengan Gabe dalam mimpinya, Gabe di hadapannya sekarang memiliki mata yang terlihat jauh lebih licik ....Kyna menggeleng dan menjawab, "Kak, kamu sudah tua." Mata Gabe langsung menajam. "Bernyali juga kamu!
Pelajaran IPA memang merupakan kelemahan Kyna, tetapi dia tetap mendapat nilai 100 pada ujian masuk perguruan tinggi. Waktu telah berlalu begitu lama, jadi dia sudah melupakan segala sesuatu tentang pelajaran matematika. Saat mengerjakan soal-soal itu lagi sekarang, bisa mendapat nilai 70-an saja sudah merupakan keberuntungan."Nilaimu sudah menurun. Terakhir kali, nilaimu di atas 90," ucap Aldrian dengan ekspresi serius.Kyna tidak menjawab. Sebenarnya, bukan hanya nilai matematikanya yang menurun. Semua nilai pelajarannya memang menurun, kecuali bahasa Ingrua. Siapa yang tidak melupakan pelajaran sekolah setelah ujian masuk perguruan tinggi berakhir? Terlebih lagi, karier Kyna di kemudian hari tidak banyak berhubungan dengan semua mata pelajaran tersebut ...."Cuma pandai berbahasa Ingrua saja nggak cukup." Aldrian mengomel sepanjang jalan menuju kantin, bahkan setelah mereka duduk untuk makan.Akhirnya, Ariel tak kuasa menahan diri dan menutup telinganya, "Sudah cukup, ya. Kamu ka
Meskipun para guru dan siswa sangat penasaran kenapa bisa ada mobil polisi, upacara telah berakhir. Semua orang pun dengan patuh kembali ke kelas masing-masing. Hanya saja, mereka masih sesekali menoleh saat berjalan.Namun, rasa penasaran itu tetap menghantui mereka. Setelah kelas usai, semua orang diam-diam berdiskusi tentang apa yang telah terjadi.Kemudian, Kyna baru mengetahui bahwa polisi datang untuk menangkap wakasek kesiswaan dan Roselyn.Beberapa hari kemudian, sebuah pengumuman resmi dikeluarkan. Pengumuman itu menyatakan pelanggaran disiplin serius yang dilakukan wakil kepala sekolah, terutama terkait penerimaan suap untuk memanipulasi penerimaan siswa. Dalam kasus ini, wakasek kesiswaan juga terlibat. Keduanya pada dasarnya adalah kerabat.Selain itu, insiden perundungan di sekolah yang sempat viral juga akhirnya diklarifikasi melalui pengumuman resmi tersebut. Kyna adalah korban sebenarnya, sedangkan rekaman di kamar mandi yang beredar sebelumnya telah diedit dan itu hany
Gabe tidak pergi ke podium. Sebaliknya, dia menggenggam tangan Kyna dan berdiri bersamanya di bawah layar besar. Pose mereka mirip dengan foto yang ditampilkan di layar.Jika sebelumnya wakasek kesiswaan belum melihat jelas penampilan Gabe, dia dapat melihatnya dengan jelas sekarang. Saat menyadari wajah Gabe sama persis dengan yang ditampilkan di layar, wajahnya langsung pucat pasi.Saat ini, Gabe masih tersenyum dan bersiap untuk berbicara. Meskipun merasa sangat malu hingga ingin menghilang, kepala sekolah tetap menyerahkan mikrofon kepada Gabe.Kalimat pertama yang Gabe ucapkan setelah menerima mikrofon adalah, "Foto ini cukup bagus." Semua orang di bawah panggung terdiam.Tatapan Gabe menyapu wajah pucat dan berkeringat wakasek kesiswaan di sisi panggung, lalu perlahan-lahan melintasi setiap wajah di antara hadirin. Ekspresinya sangat beragam. Ada yang takut, penasaran, dan merasa bersalah."Sepertinya ...." Gabe melanjutkan, "Sebelum menyampaikan 'niat baik'-ku terhadap pendidi
Kepala sekolah melirik ponselnya dan menemukan pesan dari Gabe. Dia segera membukanya. [ Untuk sementara, kamu nggak perlu minta maaf. Mari kita lanjutkan proses donasi dulu. ]Kepala sekolah sangat terkejut. Gabe masih bersedia untuk memberi donasi?[ Baik, Pak Gabe! ]Kepala sekolah segera membalas pesan itu. Selama donasi tetap dilanjutkan, dia akan melakukan apa pun setelahnya! Kemudian, kepala sekolah memperhatikan Gabe berjalan ke area kelas IPS. Kemunculan Gabe menimbulkan sedikit kehebohan di area kelas IPS. Terutama karena dia berjalan langsung ke arah Kyna.Tatapan para siswa dan guru di sekitar tidak berhenti beralih dari Gabe ke layar besar untuk membandingkannya. Semua orang yang melihat Gabe yakin akan satu hal. Pria ini adalah orang yang bersama Kyna di layar. Namun, apa sebenarnya yang sedang terjadi sekarang?Gabe berhenti di sebelah Kyna. Para guru dan siswa di sekitarnya merasa malu untuk lanjut mengamatinya. Mereka pun mengalihkan pandangan ke arah panggung di dep
Saat mengucapkan kata "pernikahan", Anara menatap Kyna dengan penuh provokasi dan kesombongan.Aldrian terlihat menegang. Tatapannya tertuju pada Kyna. "Kyna ...." Kyna tersenyum. "Sudah mau nikah? Selamat! Tanggal berapa?" Wajah Aldrian memucat. "Nggak, Kyna. Dengarkan dulu penjelasanku ...." Ky
Sesuai dugaan, Kyna lebih tidak suka mendengarnya dan langsung keluar dari lift. "Ya sudah, kamu naik saja. Aku akan tunggu yang lain.""Kyna!" Aldrian merasa tidak berdaya. Dia meraih bahu Kyna dan mendorongnya kembali ke dalam lift. "Aku cuma mau antar kamu.""Nggak perlu." Kyna segera menekan tom
Waktu kepulangan kali ini sangat singkat. Diperkirakan akan berangkat lagi pada awal bulan Agustus, sepertinya rasa girang lantaran pulang belum berlalu, kenapa malah sudah memikirkan tanggal pulang?Hanya saja, selagi mereka masih belum pergi, Kyna mengajak Ariel untuk bersama-sama pergi berkunjung
Setelah mendengar, Aldrian melirik Anna sekilas, lalu tertawa.Anna juga tidak merasa kesal. Dia malah tersenyum.Ariel merasa bingung. Apa ada yang tidak normal dengan mereka berdua? Kenapa malah tertawa?Ariel melirik Kyna sekilas, lalu memberi isyarat mata. ‘Apa kamu mengerti dengan kondisi merek







