Share

Ada Yang Aneh

last update publish date: 2026-03-02 18:02:14

Kiran segera menuang air ke gelas lalu diberikan pada Elvano.

“Minum pelan-pelan.”

Elvano menenggak segelas air untuk meredakan panas di tenggorokan.

Setelah meletakkan gelas kembali di meja, Elvano menatap pada Kiran yang duduk di depannya.

“Apa yang Mama katakan?”

“Mamamu awalnya marah-marah kamu belum pulang, lalu dia tanya kenapa aku yang balas. Ya, aku jelaskan sesuai apa yang kamu katakan semalam, aku mau memintanya menjemputmu, tapi tiba-tiba panggilan itu dimatikan.”

Elvano diam, meski
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
si dania kenapa lagi kamu,,dateng² marah²,,
goodnovel comment avatar
wardah
apa lagi ini ,, Dania ini g ada kapoknya
goodnovel comment avatar
Adeena
Dania ga punya kapok ya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Mantan?

    Di toilet.Noah berdiri di samping pintu toilet. Punggungnya menyandar ke dinding dan kedua tangannya masuk ke saku celana.Napasnya berembus panjang berulang kali. Kenapa dia harus menghindar? Sedangkan tidak ada kesalahan sedikit pun yang dia lakukan?“Bodoh, kenapa aku melakukan ini?”Noah mendengkus kasar.Hubungan Noah dan Nandira sudah berakhir sejak bertahun-tahun lalu, tidak ada komunikasi dan tidak ada kabar satu sama lain.Dia anggap semuanya sudah selesai, tetapi kenapa sekarang Noah yang harus panik? Bukan dia juga yang memutuskan jalan hubungan di antara mereka?Noah menegakkan tubuhnya lagi. Dia siap kembali ke ruang pesta, sampai tatapannya tertuju pada Nandira yang sedang berjalan ke arahnya.Noah kembali membeku. Matanya tak henti menatap pada penampilan Nandira yang sekarang ini.Wajahnya begitu tirus, rambutnya sedikit tipis tak selebat dahulu, bahkan tubuhnya lebih kurus dari terakhir mereka bertemu bertahun-tahun dulu, hampir 16 tahun berlalu. Dan matanya, dia yak

  • Dimanja Mantan Posesif   Menghindar

    Mata Elvano membola lebar. Elvano mengikis jarak di antara dia dan Noah. Dagunya sedikit terangkat, matanya menyorot tajam pada Noah. “Apa maksudmu aku tidak boleh membawa Kiran? Terserah aku mau pakai mobil apa? Tapi kamu tidak bisa mencegahku membawa Kiran.” Kiran merasakan atmosphere sekitar menjadi sedingin es. Dia menggunakan kedua tangan untuk menjauhkan Elvano dan Noah satu sama lain. Kiran kini berdiri di antara kedua pria ini, lalu dia berkata, “Noah sebenarnya hanya ingin berangkat ke pesta bersama kita.” Kiran menoleh lebih dulu ke Elvano lalu menatap sang kakak. “Tinggal bilang begitu, kenapa masalah mobil saja diperkarakan?” Elvano tersentak mendengar ucapan Kiran. Dia menatap Noah yang memalingkan muka. “Oh, kukira kamu berniat menghalangiku mengajak Kiran.” Elvano merapikan tepian jasnya. “Kamu bisa pakai mobil sendiri, aku dan Kiran pakai mobilku. Mudah bukan? Kita bertemu di tempat pesta dan masuk bertiga.” “Kenapa hal begini saja harus kamu buat rumit?” Elvano b

  • Dimanja Mantan Posesif   Ikut Kiran dan Elvano

    Kening Kiran berkerut dalam. Dia semakin menatap aneh pada kakaknya.“Tiba-tiba sekali kamu bertanya seperti itu. Kenapa?” Kiran menyelidik.Noah terkejut mendengar pertanyaan balik dari Kiran. Dia lalu segera menjelaskan, “Oh tidak, tadi aku melihat Farhan bertemu seorang wanita, lalu ekspresi wajahnya berubah aneh.”Kini kedua alis Kiran berkerut sampai saling bertautan. Dia diam beberapa detik, lalu akhirnya membalas pertanyaan sang kakak.“Ya, awal ketemu El lagi setelah enam tahun berpisah, aku merasa jantungku berdebar cepat.”Saat mendengar ucapan Kiran, Noah tanpa sadar menyentuh dadanya.“Karena dulu aku yang meninggalkannya, jadi aku benar-benar bersalah dan membuatku takut padanya. Hanya itu.” Kiran mengedikkan kedua bahunya pelan, lalu dia menatap kembali pada Noah.Noah buru-buru menurunkan tangan dari dada. Dia merapikan tepian jas lalu berdeham.“Oh, jadi seperti itu.” Noah mengangguk-angguk. “Pantas saja tadi Farhan bersikap aneh.”Kiran menatap Noah dengan mata menyip

  • Dimanja Mantan Posesif   Sikap Aneh Noah

    Nandira menoleh dengan tenang setelah mendengar pertanyaan suaminya. Dia menatap Edo yang tak senang.“Kenal. Dia teman sekolahku dulu.” Nandira tak memungkiri. Berbohong pun akan Edo kulik sampai dalam dan bisa menimbulkan masalah lain. “Hanya teman?” Suara Edo masih begitu dingin.Nandira mengangguk pelan. “Satu kelas waktu SMA, setelahnya aku kuliah di luar negeri dan tak pernah bertemu dengannya.” Nandira bicara dengan nada suara yang stabil dan meyakinkan.Edo masih menatap curiga, tetapi kemudian dia berdiri menghadap ke pintu lift.Sedang Nandira mengembuskan napas pelan. Wajahnya yang tenang menyembunyikan kecemasan.**Di ruangan Noah.Noah duduk diam dengan mata menyipit. Kursinya menghadap ke samping dan jari-jari tangannya berulang mengetuk pelan meja.“Pak, apa Anda mengenal Bu Nandira? Sejak tadi, saya lihat-lihat Anda terus memperhatikan beliau?” Farhan memberanikan diri bertanya, setelah sejak tadi melihat sikap Noah yang tak seperti biasanya.Tatapan Noah tertuju pada

  • Dimanja Mantan Posesif   Klien Noah

    Noah baru saja selesai menerima panggilan. Dia kembali pergi ke meja tempat Kiran dan Yessica berada.Tetapi sesampainya di sana, Noah melihat Kiran yang duduk sendirian.“Di mana temanmu?” Noah menatap bingung. Dia mengedarkan pandangan ke seluruh coffee shop tetapi tak mendapati wanita tadi di sana.Kiran diam sepersekian detik mendengar pertanyaan Noah. Dia percaya dengan ucapan Yessica jika setelah ini akan benar-benar berubah dan memastikan jika ibunya tidak akan mengganggu Kiran lagi, walau Yessica tidak mau memberitahu di mana wanita itu sekarang berada.“Oh, dia tadi tiba-tiba ada urusan penting. Jadi, buru-buru pamit pergi dan minta maaf tidak pamit denganmu dulu.” Setelah menjawab, Kiran berdiri dari duduknya. “Kita pulang sekarang?” tanyanya kemudian.Noah mengangguk. Dia meninggalkan coffee shop bersama Kiran.“Kiran, apa menurutmu suara temanmu itu mirip dengan suara Yessica?” Noah menoleh pada Kiran yang berdiri di sampingnya saat mereka turun menggunakan eskalator.Kira

  • Dimanja Mantan Posesif   Teman?

    Kiran dan Noah masuk ke toko parfum brand ternama.Di sana, Kiran memilih aroma parfum mana yang sekiranya cocok untuk dihadiahkan ke rekan bisnis sang kaka.Kiran mengambil salah satu parfum beraroma manis. Setelah mencium sendiri parfum itu. Kiran kini mendekatkan ke hidung sang kaka.“Bagaimana kalau ini? Selain manis, aromanya juga menyegarkan.” Noah mencium tester yang Kiran dekatkan ke hidungnya. Hingga dia terdiam mencium aroma itu.“Bagaimana?” Kiran memastikan.Kiran mengerutkan kening melihat Noah malah diam tak memberi tanggapan.“Noah, ada apa?” Kiran memastikan.Noah tersadar dari lamunannya. Dia menggeleng pelan.“Bungkus saja mana yang kamu rasa cocok.” Setelah bicara, Noah pergi menuju ke kasir.Sedang Kiran mengerutkan kening. Noah yang mau memberi hadiah, kenapa jadi pasrah ke Kiran?Akhirnya Kiran memilih parfum yang menurutnya sesuai, lalu memberikan ke kasir agar Noah membayarnya.Setelah dapat. Noah dan Kiran keluar dari toko.“Kamu mau minta apa?” Noah menoleh p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status