Share

Tak Mau Dituduh

last update publish date: 2026-03-02 18:04:19
Kening Kiran berkerut dalam. Dia berdiri, menatap Dania yang berbalut emosi.

“Aku tidak paham maksud ucapanmu.” Suara Kiran tenang dan datar. “Mengadu bagaimana maksudmu?” tanyanya kemudian.

“Lihat, lihat ini!” Dania menunjuk-nunjuk kasar kertas yang dilempar di meja Kiran.

Mata Kiran melirik sekilas ke kertas yang Dania maksud. Sebelum dia bisa membaca kata-kata yang tertulis di sana, Kiran lebih dulu mendengar Dania mengamuk lagi.

“Kamu tidak usah berpura-pura sok polos. Kamu memang licik,
Aililea (din din)

Halo Kakak, done 4 bab hari ini ya, jangan lupa kasih komentar terus di tiap bab buat dukung buku ini. Yang mau kasih ulasan dan bintang lima di depan, boleh banget, aku sangat sangat makasih. (^_^)

| 22
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (14)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
makin gemes aja sama dania,,
goodnovel comment avatar
Adeena
bagus lah kalo Dania di mutasi biar ga ganggu Kiran lg
goodnovel comment avatar
wardah
ada apa ini sampai Dania dimutasi,, kesalahan apa lagi yg dia buat
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Ayah Ragu

    Siang hari di tempat Kiran.Di kamar ini hanya ada Kiran dan Surya.Elvano sedang keluar dan yang lain pulang agar tak mengganggu Kiran beristirahat.“Leya sangat menyukai Ayah, padahal dia itu sangat sulit didekati.” Kiran tersenyum kecil pada ayahnya.“Mungkin Ayah benar-benar punya jiwa keayahan yang membuat anak kecil sangat menyukai Ayah, contohnya kamu.” Satu colekan telunjuk Surya mendarat di ujung hidup Kiran.Kiran menahan senyum. Dia mengangguk-angguk tak memungkiri.Menatap Kiran yang bahagia walau dalam kondisi tak baik, Surya mengingat ucapan Alina tadi.“Ibunya Elvano bilang kalau mereka akan melamarmu ke rumah. Apa kamu sudah benar-benar yakin dengan pilihanmu?” Surya memastikan. “Tapi bukannya Ayah tidak setuju, Ayah tahu bagaimana baiknya Elvano padamu, pada Ayah. Hanya ingin memastikan kamu benar-benar akan bahagia jika menikah dengannya.”Kiran tersenyum malu.Kiran mengangguk pelan. “Ya, Ayah. Aku sudah sangat yakin.”Napas Surya berembus pelan. Pandangannya sediki

  • Dimanja Mantan Posesif   Lamaran Yang Tertunda

    Kamila dan Raihan terdiam.Tatapan keduanya sama-sama tertunduk.“Tidak peduli bagaimana nanti hasilnya. Bisakah kalian berpura-pura semua ini tak pernah terjadi?” Noah menatap penuh harap pada kedua orang tuanya.Melihat diamnya Kamila dan Raihan, Noah kembali bicara.“Aku tahu Mama kecewa pada Papa, tapi semua juga belum terbukti. Untuk Papa, aku juga berharap apa yang Papa akui memang benar. Jangan sampai keluarga kita berakhir seperti ini.”Noah menghela napas panjang, sebelum berkata, “Aku juga salah sudah langsung menuduh Papa yang membuat semuanya berantakan. Hanya saja, aku butuh kepastian dari informasi-informasi yang aku dapatkan.”Setelah menyebut semua kesalahan-kesalahan mereka, Noah kembali memandang Kamila dan Raihan.“Mama boleh marah pada Papa, padaku, tapi jangan lupakan Kiran. Dia tetap berhak mendapatkan kasih sayang kalian yang utuh, setelah bertahun-tahun dia kehilangan kita.” Raihan mengangguk kuat. Dia menoleh pada Kamila, menunggu bagaimana keputusan Kamila.

  • Dimanja Mantan Posesif   Semua Demi Kiran

    “Kakak Kiran.”Leya berlari cepat menghampiri ranjang Kiran.Kiran dan yang lain dibuat terkejut dengan kedatangan Leya yang tiba-tiba.Apalagi wajah Leya penuh kepanikan dan ketakutan.Leya memaksa naik ke atas ranjang Kiran, sampai Elvano mengangkat tubuhnya.“Jangan sentuh perut Kakak Kiran, perutnya sakit.” Elvano memberi nasihat sebelum membiarkan Leya duduk di atas ranjang bersama Kiran.Leya mengangguk. Setelahnya dia memeluk Kiran dengan erat.“Orang jahat itu pasti nakalin Kakak Kiran. Leya sangat sedih.”Kiran tersenyum melihat tingkah Leya yang menggemaskan. Tangan Kiran yang terbebas dari selang infus, kini mengusap lembut rambut Leya.“Kakak Kiran baik-baik saja. Leya hebat sekali nyari Papa El dan bisa menyelamatkan Kakak Kiran tepat waktu.” Kiran memuji keberanian Leya yang semalam berlari untuk mencari pertolongan.“Leya menangis semalaman ingin melihatmu.” Suara Ayudhia terdengar di ruangan ini.Tatapan Kiran dan Elvano tertuju ke arah Ayudhia yang ternyata datang be

  • Dimanja Mantan Posesif   Ada Jejak Tertinggal

    Noah langsung ke kamar Yessica begitu tiba di rumah.Dia mengedarkan pandangan ke kamar, sebelum tatapannya tertuju ke meja rias Yessica.Dengan cepat Noah mendekat.Matanya tertuju ke sisir Yessica. Noah segera mencari helaian rambut yang tertinggal di sana, tetapi tidak ada.“Mana mungkin tidak ada sehelai rambut pun yang tertinggal.”Noah mendengkus.Matanya mengedar ke seluruh meja.Bersih tanpa debu.Noah berpikir. Tatapannya tertuju ke ranjang.Kini dia beralih ke sana, mencari kemungkinan helaian rambut yang tertinggal.Tetapi nihil.“Sial.” Noah menggerutu.Noah meninggalkan kamar Yessica, dia hendak turun ke lantai bawah saat tatapannya tertuju pada pelayan yang sedang membersihkan lantai dua.“Apa kamu sudah membersihkan kamar Yessica?” Noah langsung bertanya begitu tiba di dekat pelayan.Pelayan lebih dulu membungkuk pada Noah, sebelum menjawab, “Sudah, Tuan. Saya yang tadi mengganti sprei dan membersihkan seluruh kamarnya.”Noah mendesis pelan.“Di mana sprei atau bekas de

  • Dimanja Mantan Posesif   Memang Licik

    Martha tersentak. Dia panik.Noah dan yang lain menyergapnya di sini, tidak ada tanda-tanda Yessica datang. Itu artinya putrinya tak ada di tangan mereka.“Hubungi? Kenapa aku yang harus menghubungi? Dia tinggal di rumah kalian, harusnya kalian bisa menghubunginya.” Martha bicara dengan entengnya.Jika Yessica benar kabur, maka Martha tidak akan membiarkan Raihan dan yang lain menangkap Yessica.Kamila kembali geram dengan sikap Martha yang menyebalkan.“Mana ponsel wanita sialan ini. Biar aku beri dia pelajaran, kalau dia sudah salah memilih lawan.” Kamila mengedarkan pandangan mencari-cari ponsel Martha.Semua orang mencari tetapi tak ditemukan.Sampai tatapan Kamila kembali tertuju pada Martha yang sangat tenang.Kamila mendekat, tangannya langsung meraba ke tubuh Martha.“Mau apa kamu? Jangan menyentuhku.” Martha memberontak.Kamila tak menggubris. Dia meraba ke pakaian Martha, sampai akhirnya menemukan ponsel wanita ini di saku rok yang dipakai.Kamila menyeringai.“Kamu tidak mau

  • Dimanja Mantan Posesif   Tes Ulang

    Martha menipiskan senyum. “Tentu saja, apa kalian mau melihatnya? Ada di dalam lemari, di laci tengah, ambil saja dan lihat.”Kening Noah berkerut dalam. Martha terlalu percaya diri jika mengira mereka akan percaya begitu saja.Sedang Kamila sudah menatap tajam, seperti ada kilatan dari sorot matanya yang menyambar-nyambar ke arah Raihan jika benar suaminya memiliki anak lain dari Martha.Terlebih, anak itu sudah membuatnya terpisah dengan putri kandung Kamila selama bertahun-tahun lamanya.‘Awas kamu, Raihan. Kalau benar Yessica putrimu, aku tidak akan pernah memaafkanmu,’ batin Kamila dengan wajah merah padam.Raihan diam melihat tatapan Kamila. Dia bukan takut pada bukti yang Martha akan tunjukan, tetapi takut jika kesalahpahaman antara dia sang istri terus berlanjut.Noah datang kembali, dia membawa kertas berlogo rumah sakit di tangan kanannya.Wajah Noah begitu datar saat menatap Martha. Dia tidak langsung memberikan kertas itu pada ibu atau ayahnya.“Bagaimana bisa kami tahu ka

  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Kebencian Dania

    Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam. “Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya. Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Ta

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Bingung

    Keesokan harinya.Elvano memperhatikan Kiran yang baru saja masuk ke dalam mobilnya.Elvano memperhatikan wajah Kiran yang lesu. “Ada apa, Ki? Apa ada masalah?”

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Dimanja Mantan Posesif   Untuk Ayah Kiran

    Elvano tersentak mendengar semua omelan sang mama, apalagi kini Aksa juga melotot ke arahnya.Dia menarik napas dalam-dalam dan siap menjelaskan ke sang mama, tetapi sebelum bibirnya sukses bergerak, Elvano kembali mend

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status