Share

Semua Demi Kiran

last update publish date: 2026-05-27 09:28:09
“Kakak Kiran.”

Leya berlari cepat menghampiri ranjang Kiran.

Kiran dan yang lain dibuat terkejut dengan kedatangan Leya yang tiba-tiba.

Apalagi wajah Leya penuh kepanikan dan ketakutan.

Leya memaksa naik ke atas ranjang Kiran, sampai Elvano mengangkat tubuhnya.

“Jangan sentuh perut Kakak Kiran, perutnya sakit.” Elvano memberi nasihat sebelum membiarkan Leya duduk di atas ranjang bersama Kiran.

Leya mengangguk. Setelahnya dia memeluk Kiran dengan erat.

“Orang jahat itu pasti nakalin Kakak Kiran.
Aililea (din din)

Kakak, done 2 bab buat pagi ini, makasih, selamat membaca.

| 14
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (14)
goodnovel comment avatar
Adeena
apa yg di kata Noah benar kalian jangan sampai mengecewakan Kiran....
goodnovel comment avatar
Titin Susiyana
bener omongan Noah,tahan dulu ego masing-masing.
goodnovel comment avatar
wardah
tuh dengerin nasehat Noah, mamah papah ditahan dulu marahnya ya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Ada Maunya

    Kening Kiran berkerut dalam mendengar ucapan Elvano.“Jangan aneh-aneh, El. Jika kamu memintaku berenang, aku belum berani.” Kiran menggeleng. “Bahkan berani berjalan di air, jika bukan karena bersamamu, aku pasti—”Kalimat Kiran terpotong saat Elvano menarik pinggangnya, sampai merapat ke tubuh Elvano.Bahkan bibir mereka saling menyentuh, bertautan satu sama lain.Mata Kiran membola lebar. Dia tersentak karena ulah kekasihnya ini.Saat Elvano melepas bibir Kiran, Elvano berkata, “Aku tidak akan mengajakmu berenang, tapi ….”Kiran mengerutkan kening karena ucapan Elvano yang menggantung di udara. Hingga tubuhnya diangkat ke dalam gendongan Elvano.Kedua kaki Kiran secara refleks melingkar di pinggang Elvano, begitu juga dengan tangannya yang langsung berpegangan pada pundak suaminya ini.“El. Bagaimana kalau jatuh dan tenggelam?” Kiran kembali panik.Namun, bukannya cemas dengan kepanikan Kiran, Elvano malah tersenyum hangat dengan mata yang menyorot penuh arti.“Bukankah ada aku? Ak

  • Dimanja Mantan Posesif   Melawan Rasa Takut

    Elvano menoleh ke belakang, tatapannya tertuju pada Kiran yang berdiri termangu memakai kaus dan celana pendek.Dia membalikkan tubuhnya ke arah Kiran, lalu kedua tangannya terulur ke arah istrinya.“Kemarilah dan turun, aku akan memegangmu.” Elvano bicara dengan nada yang sangat lembut.Kiran melipat bibirnya dalam-dalam, matanya menyorot ragu sampai kedua kakinya masih bergeming di tempatnya.“Ki.” Elvano memanggil pelan. “Percayalah padaku,” ucap Elvano kemudian.Kiran menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskan napas pelan. Setelahnya dia melangkah pelan mendekat ke kolam, begitu tiba di tepian, Kiran menundukkan tubuhnya, lalu duduk di tepian dengan kedua kaki yang masuk ke dalam air.Tatapan Kiran terus tertuju pada Elvano, wajahnya tampak begitu tegang.Sedang Elvano langsung menggenggam kedua telapak tangan Kiran, matanya menyorot penuh perhatian dan senyumnya terpajang di bibir.“Hanya berendam agar kamu tahu, jika air dalam tidak semenakutkan yang kamu pikirkan.” Elvano kemb

  • Dimanja Mantan Posesif   Percayalah Padaku

    Elvano diam mendengar ucapan Kiran. Dia tidak bicara lagi, jari-jarinya semakin kuat mencengkram pundak Kiran, bersamaan dengan kedua kaki mereka yang masih terayun menuju resort.Setibanya di tempat yang sudah dibooking Alina.Mereka berdua akhirnya melangkah masuk ke dalam area resort. Pelayan yang mengantar mengarahkan mereka melewati lorong privat sebelum membukakan pintu kayu jati berukuran besar yang menjadi akses masuk ke unit mereka.Kiran mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Desain resort ini mengusung konsep modern tropis dengan dominasi kayu bernuansa hangat dan dinding kaca besar yang langsung menghadap ke luar. Begitu melangkah ke area teras belakang, pandangan Kiran tertuju pada sebuah private pool yang membentang tepat di depan kamar, lengkap dengan latar pemandangan laut lepas di balik pembatas kaca satu arah.Suasana tempat ini sangat nyaman, tenang, dan indah. Namun, tatapan Kiran yang semula berbinar perlahan meredup saat menatap air kolam yang berkilau disir

  • Dimanja Mantan Posesif   Pergi Honeymoon

    Keesokan harinya.Elvano dan Kiran keluar dari kamar bersama pelayan yang membawakan koper mereka.Mereka menuruni anak tangga, di bawah sudah ada Alina dan Aksa yang menunggu keduanya untuk mengantar kepergian mereka.“Kalian sudah memasukkan semua barang-barang yang kalian butuhkan, ‘kan?” Alina memastikan.Kiran mengangguk pelan. “Sudah kok, Ma.”“Baguslah, takutnya nanti ada yang ketinggalan.” Lalu Alina memandang pelayan yang membawa koper Kiran dan Elvano, dia meminta dua pelayan itu untuk segera memasukkan koper ke bagasi mobil.Mereka keluar dari rumah bersama.Sebelum Kiran dan Elvano masuk ke dalam mobil. Alina lebih dulu memeluk Kiran.“Nikmati liburan kalian, jangan memikirkan pekerjaan. Pokoknya, kalian harus bersenang-senang.” Alina bicara sambil mengusap-usap lembut punggung Kiran.Kiran mengangguk-angguk pelan.” Iya, Ma.”Setelah melepas pelukan dari Kiran, kini Alina menatap putranya yang berdiri di samping Kiran.“Jaga diri kalian baik-baik. Begitu tiba di tujuan, ja

  • Dimanja Mantan Posesif   Persiapan Honeymoon

    Mendengar ucapan Kiran soal pernikahan Noah, raut wajah Kamila seketika berubah. Dia mengembuskan napas kasar dengan wajah berubah sewot."Menikah bagaimana? Memangnya Noah pikir gampang? Lagi pula, Mama juga tidak yakin Noah akan menikahi Nindy, memangnya Noah itu bisa serius soal pernikahan? Bagaimana kalau semua yang mereka lakukan, ternyata bohong lagi." Kamila bicara dengan nada yang terdengar kesal.Kiran yang mendengar Kamila secara spontan menyebut nama Nindy justru tersenyum-senyum sendiri. Raut wajah mamanya yang berlebihan sama sekali tak bisa menutupi fakta bahwa wanita paruh baya itu sebenarnya sudah mulai luluh dan menerima kehadiran Nindy."Bukannya Mama sendiri yang minta mereka untuk membuktikan lebih dulu?" goda Kiran lalu diakhiri suara terkekeh pelan. "Ya tinggal tunggu saja, Ma. Kalau mereka sudah berhasil membuktikannya, pasti nanti mereka langsung menyusun rencana ke jenjang itu."“Atau, Mama mau mencoba menyatukan mereka langsung? Mungkin agar Noah segera meni

  • Dimanja Mantan Posesif   Akan Pindah

    Alina dan Aksa saling pandang mendengar jawaban serentak dari Kiran dan Elvano.Alina langsung tersenyum mencibir. “Apa, El? Takut jauh dari Kiran? Memangnya nggak bosan kalau hampir 24 jam bersama Kiran? Kalau Kiran pindah ke posisi lain, bukankah juga bagus, Kiran bisa mengembangkan kemampuannya, kalian juga tidak bosan karena terus bersama selama 24 jam.”Elvano langsung melirik Kiran yang ada di sampingnya, lalu dia buru-buru membalas, “Pokoknya kalau sekarang jawabannya ‘tidak’, aku juga tidak akan kasih izin kalau Kiran pindah posisi.”Alina tersenyum meledek ke Elvano, lalu dia berkata, “Ya sudah, maklum pasangan baru. Sulit dipisahkan.”Kiran melipat bibir mendengar godaan sang mertua. Dia sampai melirik pada suaminya yang malah terlihat bangga.“Kalian pasti capek, ‘kan?” Alina kembali bicara dengan tatapan menggoda. “Naiklah, dan istirahat dulu.”Kiran mengangguk, lalu dia menoleh pada Elvano. Mereka berpamitan pada Aksa dan Alina, lalu keduanya pergi ke lantai atas untuk ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status