Share

Bab 10 Membalikkan Keadaan

Penulis: blazers990
Sudut Pandang Aria:

Jari-jariku sedikit bergetar saat aku menatap layar ponsel, menyaksikan badai media sosial yang baru saja kulepas. Dalam hitungan menit setelah memposting caption sederhana "Sudah Menikah" beserta foto surat nikah kami, notifikasiku langsung meledak.

Perubahan sentimen publik begitu cepat dan membuatku kewalahan. Beberapa jam lalu, aku masih menjadi pengantin malang yang ditinggalkan, bahan iba sekaligus olokan. Sekarang, kolom komentar dipenuhi emoji terkejut, ucapan selamat, dan yang paling memuaskan, komentar pedas yang diarahkan pada Liam dan Sophia.

[ Keren sekali dia! ]

[ Tunggu, Aiden Candra? Aiden Candra yang itu? ]

[ Liam pasti lagi keselek sampanye! ]

[ Upgrade level dewa! ]

Aku tak bisa menahan senyum kecilku yang penuh dengan kepuasan. Setelah terus dipermalukan, keadaan akhirnya berbalik. Aku sebenarnya tak berencana mengumumkan pernikahan ini ke publik, atau bahkan sama sekali tidak mengumumkannya, tetapi melihat foto Liam dan Sophia memilih cincin di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ditinggal Nikah? Kukencani Rivalnya!   Bab 50 Bekas Cupang

    Sudut Pandang Aria:Aku terbangun dengan kepala berdenyut hebat, mulutku kering seperti ampelas. Sinar matahari menyusup lewat celah tirai, menusuk mataku seperti jarum.Sambil mengerang, aku berguling mencari kegelapan yang menenangkan, lalu membeku ketika tanganku menyentuh sesuatu yang padat dan hangat.Mataku terbuka lebar meski terasa perih. Di sana, jaraknya kurang dari sejengkal, terbaring Aiden. Di ranjang yang sama. Bersamaku.Sial.Aku duduk tersentak, langsung menyesali gerakan mendadak itu ketika kepalaku berdenyut protes. Ruangan berputar-putar hingga membuatku mual, memaksaku memejamkan mata dan menarik beberapa napas dalam.Saat berani menatap lagi, dia masih di sana, tidur dengan tenang. Rambut hitamnya terbaring acak di bantal, dada telanjangnya naik turun mengikuti napasnya.Apa yang terjadi semalam? Pikiranku berpacu, berusaha menyusun potongan ingatan yang terpecah-pecah. Makan malam. Anggur ... begitu banyak anggur. Aiden menggendongku ... lalu apa?Aku melirik dir

  • Ditinggal Nikah? Kukencani Rivalnya!   Bab 49 Jangan Minum Sebanyak Itu Lagi

    Sudut Pandang Aiden:Mobil menepi dengan mulus ke pinggir jalan. Aku membantu Aria mendekat ke jendela, yang dia buka dengan tangan gemetar. Udara malam yang sejuk langsung masuk, sedikit mengusir kabut dari pikiran kami berdua.Setelah beberapa tarikan napas dalam, warna wajahnya kembali normal dan rasa mual itu tampaknya sudah mereda. Dia bersandar ke dadaku, kepalanya menempel di dadaku sambil menunjuk ke luar jendela."Aiden, mobil itu goyang banget."Aku bahkan tidak menoleh, mendorong tangannya kembali ke bawah. "Kamu cuma berhalusinasi.""Nggak, aku nggak berhalusinasi," bantahnya dengan keyakinan khas orang mabuk. "Lihat, mobil itu benaran goyang parah."Dia tiba-tiba terdiam, lalu menatapku dengan mata membelalak penuh rasa terkejut. "Goyangnya parah banget .... Menurutmu mereka lagi ... lagi berhubungan di dalam?"Aku terdiam. Di ruang mobil yang sempit, kata-katanya yang tanpa filter terdengar jelas.Situasi yang absurd ini, istriku yang biasanya pendiam dan sopan, tiba-tiba

  • Ditinggal Nikah? Kukencani Rivalnya!   Bab 48 Kamu Menusukku

    Sudut Pandang Aiden:Pendingin udara di dalam mobil menyala kencang, tetapi pipi Aria justru semakin memerah dari menit ke menit, jelas karena pengaruh alkohol.Saat mobil berhenti di lampu merah, aku menyadari kalau dia tidak mengucapkan sepatah kata pun sejak kami meninggalkan restoran, dan keheningan di dalam mobil terasa tidak biasa, begitu menekan.Untuk pertama kalinya, aku justru ingin mengajaknya bicara.Aku melirik ke arahnya. Dia melakukan sesuatu yang aneh, tangan kirinya menempel pada kaca jendela, jemarinya mencengkeram udara seolah-olah mencoba meraih sesuatu yang tidak kasatmata.Ketika lampu berganti hijau dan mobil kembali melaju, dia kehilangan keseimbangan sesaat, kepalanya membentur kaca.Dia meringis, tangannya terangkat ke dahi, mengusap bagian itu dengan gerakan kikuk."Biar aku lihat," kataku sambil meraih tangannya dari dahinya. Kulitnya hangat di bawah sentuhanku, terlalu hangat.Matanya, mata yang selalu menarik perhatianku, tampak sayu oleh alkohol dan sesua

  • Ditinggal Nikah? Kukencani Rivalnya!   Bab 47 Gairah di antara Kita

    Sudut Pandang Aria:Aku menyadari kalau aku sangat menikmati makan malam bersama Aiden di Restoran Akasha ini, bahkan lebih baik dari kuharapkan.Pemandangan lampu kota yang terbentang luas menciptakan suasana bak mimpi, selaras dengan hidangan lezat dan percakapan ringan di antara kami."Coba ini," saran Aiden sambil menuangkan cairan merah tua ke dalam gelasku. "Ini anggur vintage langka dari kebun kecil di Franca. Aku rasa kamu bakal menyukainya."Aku ragu, teringat toleransiku terhadap alkohol yang rendah. "Sepertinya nggak dulu deh. Aku nggak kuat minum anggur.""Cuma seteguk," kata Aiden, bersikeras dengan nada tegas yang entah kenapa membuatku ingin menurutinya. "Profil rasanya luar biasa."Satu teguk berubah menjadi beberapa gelas seiring berjalannya malam.Anggurnya memang istimewa, menghangatkanku dari dalam dan melonggarkan ketegangan yang baru kusadari selama ini bertumpuk di bahuku."Pipimu memerah," ujar Aiden, matanya terpaku di wajahku dengan intensitas yang membuat det

  • Ditinggal Nikah? Kukencani Rivalnya!   Bab 46 Sadar Telah Kehilanganmu

    Sudut Pandang Penulis:Liam terpaku saat melihat Aria berada di Restoran Akasha. Selama ini dia sengaja menghindari tempat apa pun yang berpotensi membuat mereka bertemu, tetapi takdir seakan bersikeras mempertemukan mereka."Aria!" panggilnya spontan, nama itu terlepas dari bibirnya sebelum dia sempat menahannya.Namun suaranya seakan tak terdengar, karena Aiden sudah lebih dulu menuntun Aria masuk ke dalam restoran, pintunya menutup rapat di belakang mereka.Raut wajah Liam menggelap saat dia menoleh ke pendampingnya, Madeline, putri Keluarga Rasian yang hubungan bisnisnya dengan Keluarga Waskito sudah terjalin sejak bertahun-tahun lalu."Nona Madeline, gimana kalau kita jadwalkan ulang pertemuan kita di lain malam?" usulnya, mendadak merasa enggan melanjutkan makan malam bersama ini.Namun, Madeline tidak berniat melewatkan kesempatan ini. Selama berbulan-bulan dia berusaha mengajak Liam untuk makan malam berdua. Sekarang setelah akhirnya berhasil membawanya ke sini, dia tidak akan

  • Ditinggal Nikah? Kukencani Rivalnya!   Bab 45 Nikmati Malam Ini

    Sudut Pandang Aria:Aku berdiri di depan lemari pakaian, jari-jariku memilih dengan ragu di antara beberapa deretan busana.Aiden tidak memberi detail apa pun tentang rencana makan malam kami, tetapi dari nada bicaranya, ada sesuatu yang membuatku merasa ini bukan sekadar acara bisnis biasa.Setelah menimbang beberapa saat, aku memilih gaun panjang menyentuh lantai dari bahan lembut yang jatuh, terlihat elegan tanpa berlebihan.Riasanku kubuat natural, hanya sedikit warna di bibir. Lalu, aku menghabiskan waktu hingga hampir sepuluh menit untuk mengepang rambutku menjadi kepang fishtail yang rapi.Setelah merasa puas melihat bayanganku di cermin, aku mengambil tas genggam dan turun ke bawah.Aiden sudah menunggu di ruang keluarga, sibuk menatap ponselnya. Saat mendengar langkah kakiku, dia mendongak, dan tatapan matanya yang sedikit melebar membuat merasa gugup."Kamu cantik," katanya dengan suara dalam dan rendah yang selalu membuat kakiku terasa lemas."Makasih," jawabku, merasakan pa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status