Beranda / Urban / Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel / Ketegangan Penempatan Alat

Share

Ketegangan Penempatan Alat

Penulis: Jimmy Chuu
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-19 13:13:25

Tapi Sebastian tidak membaca satu pun pesan itu. Matanya hanya menatap kosong ke arah pintu ruang tunggu, menunggu seseorang masuk dengan membawa kabar.

"Ayah, bertahanlah," bisiknya dengan suara yang sangat pelan, hampir tidak terdengar.

"Kami semua menunggu Ayah. Jangan tinggalkan kami sekarang."

Di dalam ruang operasi, waktu menebal dengan cara yang sangat aneh. Bagi tim medis, setiap detik dipenuhi dengan keputusan-keputusan kecil yang sangat presisi.

Pada menit-menit awal, layar pemandu gambar menunjukkan jalur pembuluh darah dengan sangat jelas setelah zat kontras disuntikkan. Garis-garis putih bercahaya di layar hitam menunjukkan peta jalan yang harus dilalui.

Peter memasukkan wire pemandu, kawat halus yang sangat fleksibel, melalui sayatan kecil di pembuluh femoralis. Gerakannya sangat lambat dan sangat hati-hati, seperti melukis dengan kuas yang sangat halus.

"Wire masuk dengan lancar," lapornya dengan suara yang sangat tenang.

"Tidak ada resistensi yang abnormal. Pembuluh da
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Ketenangan Yang Didapatkan.

    Empat bulan setelah penangkapan Julian Thorne dan jaringannya, Kota Wada mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pemulihan yang lambat, tidak dramatis, namun nyata.Toko bunga Nyonya Evelyn kembali ramai dengan pelanggan. Paman George membuka cabang kedua untuk toko rotinya. Pedagang-pedagang kecil yang sempat tertekan kini bisa bernapas lega. Tidak ada lagi ancaman penggusuran. Tidak ada lagi intimidasi berkedok legalitas.Tapi Kota Wada tidak berubah menjadi utopia. Masih ada masalah. Masih ada kesulitan. Hanya saja, kali ini masyarakat tidak hidup dalam ketakutan.Di Klinik Pengobatan Tradisional Sehat Sejahtera, pasien datang dengan jumlah yang semakin bertambah. Bukan karena sensasi atau ketenaran Peter sebagai orang yang membongkar jaringan Julian Thorne. Tapi karena kepercayaan yang dibangun dari hasil nyata.Peter duduk di ruang praktiknya, memeriksa seorang pasien wanita paruh baya yang datang dari kota sebelah. Ia mendengarkan dengan sangat teliti setiap keluhan, setiap gej

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kehancuran Bobby Malone.

    Di media sosial, komentar berdatangan dengan sangat cepat. Sebagian pedas, sebagian sinis, sebagian penuh kemarahan."Bianca Vance yang katanya 'suara generasi muda' ternyata cuma boneka untuk penipu. Lucu ya?""Julian Thorne dan modernisasinya? Ternyata modernisasi itu artinya curi uang rakyat pakai cara canggih.""Bobby Malone dulunya preman jalanan, sekarang preman berdasi. Tetap sampah.""Akhirnya influencer palsu kayak Bianca kena batunya juga. Follower banyak tapi moral nol."Di kantor polisi Kota Wada, Bobby Malone duduk di ruang interogasi dengan ekspresi yang hancur total. Wajahnya pucat, matanya merah, tangannya gemetar di atas meja. Ia sudah tidak terlihat seperti pengusaha ambisius yang penuh percaya diri. Ia terlihat seperti anak kecil yang kehilangan arah.Peter duduk di seberangnya dengan postur yang sangat tenang. Ia tidak datang untuk menginterogasi. Ia datang karena Bobby meminta untuk bertemu dengannya.Bobby menatap Peter dengan mata yang kosong. "Kau menghancurkan

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kejatuhan Yang Memalukan.

    Belum genap sepuluh menit setelah Peter, Sandra, dan Pak Suryo meninggalkan ballroom Hotel Grand Metropolitan, pintu utama terbuka lagi. Kali ini yang masuk bukan wartawan atau tamu undangan, melainkan sekelompok petugas polisi berseragam lengkap.Komandan regu, seorang pria paruh baya bernama Inspektur Henrik Volkov, berjalan dengan langkah yang sangat tenang namun tegas. Di tangannya ada surat perintah penangkapan. Di belakangnya, enam petugas lain mengikuti dengan formasi yang sangat rapi.Ruangan yang tadinya gaduh langsung hening. Semua kamera beralih fokus. Wartawan yang tadinya menulis dengan cepat kini menatap dengan mata terbelalak.Julian Thorne masih duduk di kursinya dengan ekspresi yang sangat pucat. Bobby Malone berdiri di sampingnya, tangannya gemetar. Bianca Vance mencoba mundur ke arah pintu samping, namun langkahnya terhenti saat melihat dua petugas sudah berdiri di sana.Inspektur Henrik berjalan mendekati meja konferensi dengan postur yang sangat profesional. Ia me

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kebenaran Yang Terungkap.

    Bobby Malone mengangguk dengan ekspresi yang serius, seolah sangat setuju dengan setiap kata Julian.Bianca Vance langsung mengunggah cuplikan pidato Julian ke media sosial dengan caption: "Kebenaran akhirnya terungkap. Modernisasi bukan kejahatan. Kita harus fokus pada masa depan, bukan drama yang dibuat pihak tertentu."Tapi sebelum Julian bisa melanjutkan, pintu ballroom terbuka. Peter Davis masuk dengan langkah yang sangat tenang, diikuti oleh Sandra Steel dan seorang pria tua yang sangat berwibawa, Pak Suryo Steel.Ruangan langsung hening. Semua mata tertuju pada mereka. Kamera langsung berpaling, fokus pada kehadiran yang tidak terduga ini.Julian menatap Peter dengan ekspresi yang berubah sedikit. Ada kilatan ketidaknyamanan di matanya, namun ia berusaha keras untuk tetap terlihat tenang."Tuan Davis," kata Julian dengan nada yang dibuat-buat ramah, "ini adalah konferensi pers pribadi kami. Anda tidak diundang."Peter berjalan mendekati panggung dengan langkah yang sangat santa

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Penculikan Sandra.

    Marcus tidak menjawab. Ia hanya menatap Peter beberapa detik, lalu berbalik dan berjalan keluar. Ketiga pria bertubuh besar itu perlahan bisa bergerak lagi, mereka merangkak keluar dengan ekspresi yang sangat ketakutan.Setelah mereka pergi, Pak Wong menghela napas panjang. "Tuan Peter, mereka tidak akan berhenti di sini."Peter menatap pintu yang baru saja ditutup. "Aku tahu. Mereka akan mencoba sesuatu yang lain. Sesuatu yang lebih berbahaya."Malam itu, Sandra Steel selesai dari pertemuan bisnis di pusat kota. Ia berjalan menuju mobilnya yang diparkir di basement gedung parkir. Langkahnya santai, pikirannya masih dipenuhi dengan detail kontrak yang baru saja ia bahas.Ia tidak menyadari ada mobil van hitam yang mengikutinya dari kejauhan.Saat Sandra membuka pintu mobilnya, seseorang tiba-tiba muncul dari belakang. Sebuah kain basah menutupi hidung dan mulutnya. Sandra berusaha melawan, namun bau menyengat dari kain itu membuat kepalanya pusing. Tubuhnya lemas dalam hitungan detik.

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Ancaman Langsung.

    Tiga hari setelah kemenangan di pengadilan, Klinik Pengobatan Tradisional Sehat Sejahtera tampak beroperasi seperti biasa. Pasien datang dan pergi dengan ritme yang teratur. Pak Wong mengatur jadwal dengan efisien. Lani dan Budi membantu pasien dengan senyum yang ramah.Tapi ada sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang cukup peka.Lani berdiri di dekat jendela ruang tunggu, menatap keluar dengan ekspresi yang sedikit gelisah. Ia sudah melihat pria itu sejak pagi. Pria dengan jaket hitam yang berdiri di seberang jalan, berpura-pura membaca koran, namun matanya sesekali melirik ke arah klinik."Pak Wong," bisik Lani sambil menurunkan suaranya, "orang itu sudah berdiri di seberang jalan sejak pagi. Ini sudah tiga jam."Pak Wong mengikuti arah pandangan Lani. Matanya yang berpengalaman langsung menangkap apa yang Lani maksud. Pria itu tidak terlihat seperti orang yang sedang menunggu seseorang. Gerakannya terlalu terlatih. Terlalu sadar akan sekitarnya."Ja

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status