LOGINHanya karena dia bukan berasal dari keluarga kaya seperti rivalnya, kekasihnya mencampakkan dia. Dia bahkan mati karena kecelakaan yang di sengaja dan diatur. Namun dia kembali lagi dengan kekuatan seorang ahli beladiri, dan menguasai ilmu kedokteran dari dunia paralel. Baca Kisah Dokter Ajaib dari dunia paralel, Peter Davis.
View MorePerawat jaga tertidur dengan kepala di atas meja, napasnya teratur seperti orang yang terlelap dalam. Monitor keamanan di sudut ruangan menunjukkan pergantian shift dalam tiga menit. Peter melangkah keluar. Tidak ada perlawanan. Tidak ada alarm. Hanya kesunyian yang semakin dalam. "Tepat seperti yang kuhitung," pikirnya sambil bergerak di bayangan. Ia berjalan mengikuti jalur yang sudah ia hafal. Melewati koridor timur dengan gerakan cepat namun tidak tergesa. Masuk ke zona buta kamera tepat saat monitor ditinggal kosong. "Tujuh menit dimulai." Peter mencapai ruang penyimpanan di ujung koridor. Ia membuka pintu dengan kode yang ia amati dari perawat seminggu lalu. Pintu terbuka tanpa suara, menampilkan rak-rak obat dan peralatan medis yang tertata rapi. Di sudut ruangan, ada penutup selokan besi yang ia cari. Peter berlutut, mengangkat penutup dengan kekuatan Qi yang sudah pulih. Logam berat itu terangkat tanpa bunyi gesekan. Lubang selokan terbuka di hadapannya. Gelap, sempit,
Penjaga menatap lebih lama, kemudian mengaktifkan komunikator di bahunya."Unit medis," katanya dengan nada datar, tanpa kekhawatiran. "Tahanan di sel B-47 percobaan bunuh diri. Catat saja di log."Respons dari komunikator terdengar acuh."Kirim ke rumah sakit penjara kalau masih hidup."Penjaga membuka pintu sel Peter dengan gerakan mekanis. Ia tidak menyentuh Peter dengan lembut, hanya menarik lengannya dengan kasar untuk memeriksa denyut nadi."Masih hidup," gumamnya dengan nada kecewa.Dua penjaga lain datang dengan tandu logam. Mereka mengangkat Peter tanpa hati-hati, melemparkan tubuhnya ke tandu seperti barang yang tidak berharga.Peter tetap tidak sadarkan diri, mengendalikan napas dan detak jantung dengan Qi yang sudah pulih. Ia mendengar setiap kata, merasakan setiap sentuhan kasar, namun tidak bereaksi.Mereka membawanya melewati lorong penjara, melewati sel-sel tahanan yang menatap dengan ekspresi beragam. Beberapa terlihat kasihan, beberapa acuh, beberapa menikmati pender
Tiga hari berlalu dengan ritme yang sama. Peter tidak tergesa. Ia mengamati pola pergantian penjaga dari balik dinding transparan selnya. Mereka datang setiap empat jam, berganti shift dengan presisi mekanis yang membosankan.Lampu lorong meredup pukul sepuluh malam. Kamera CCTV berputar setiap tiga puluh detik, namun ada jeda lima detik saat pergantian shift malam. Rumah sakit penjara tutup pukul sembilan malam, hanya tinggal satu perawat jaga dan satu dokter yang lebih sering tertidur.Peter mencatat semua detail itu dalam benaknya dengan ketelitian seorang ahli bedah yang memetakan organ vital. Tidak ada catatan tertulis. Tidak ada jejak yang bisa ditemukan.“Mereka tidak ceroboh. Mereka hanya yakin aku tidak punya waktu.”Malam ketiga tiba dengan kesunyian yang lebih dalam. Peter duduk di ranjang logam, menatap pergelangan tangannya yang masih dibelenggu. Belenggu Penekan Qi mengkilap di bawah cahaya redup sel, simbol penindasan yang akan segera berakhir.Ia mengeluarkan pisau tip
Peter menatap nama itu dengan pandangan yang lebih dingin. Ia memahami sepenuhnya apa yang terjadi. Ini bukan keputusan medis. Ini adalah pembalasan pribadi dari seorang Master Healer yang harga dirinya hancur."Jadi," kata Dorian sambil tersenyum lebar. "Tidak ada pekerjaan. Tidak ada pembebasan. Kamu tetap di sini, Percival."Peter mengangkat pandangannya dari dokumen, menatap Dorian dengan ekspresi yang tidak terbaca."Lord Kaelen Varrus memberi janji secara langsung," kata Peter dengan nada tenang namun tegas. "Ia berjanji akan mengurus pencabutan hukuman mati saya."Dorian tertawa lagi, kali ini lebih keras."Janji?" ulangnya dengan nada mengejek. "Kamu pikir janji seorang bangsawan akan langsung terlaksana? Ada proses, Percival. Ada birokrasi. Dan di dalam birokrasi itu, ada orang-orang seperti saya yang memiliki wewenang untuk memutuskan apakah kamu layak dibebaskan atau tidak."Ia berdiri dari kursinya, berjalan mengelilingi meja dengan gerakan yang lambat dan penuh intimidasi
Keheningan menyelimuti aula audisi setelah teriakan Dr. Seraphina Lux.Semua mata tertuju padanya, menunggu penjelasan dari ledakan emosi yang tiba-tiba itu.Para Master Healer saling menatap dengan pandangan tidak nyaman.Dr. Orion Thorne mengerutkan dahi, tidak yakin harus bereaksi bagaimana.Dr.
Dr. Seraphina Lux berdiri di tengah aula, menatap semua healer dengan pandangan dingin."Kalian memiliki waktu maksimal dua jam untuk menyelesaikan operasi," katanya dengan nada tegas.Ia menyentuh panel kontrol di podiumnya."Cadaver 5 dimensi akan dimuat ke stasiun kalian. Mulai!"Panel holografi
"Aku tidak lari," kata Peter Davis dengan nada sangat datar. Tidak ada emosi yang terpancar dari suaranya, hanya ketenangan yang dingin.Pria berbadan besar itu tertawa keras, tawa penuh penghinaan dan ejekan. "Bagus! Tunjukkan padaku kau bukan pengecut yang hanya bisa bersembunyi!"Lalu mereka meny
Beberapa hari berlalu dengan sangat lambat. Waktu terasa membeku dalam keheningan penjara yang mencekam.Setiap hari terasa sama, monoton dan tanpa variasi berarti. Peter Davis hanya bangun, makan di kafetaria, lalu kembali ke selnya.Tidak ada aktivitas lain yang berarti baginya. Ia tidak memiliki






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore