Beranda / Urban / Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel / Tanda Bahaya dan Kekecewaan Keluarga.

Share

Tanda Bahaya dan Kekecewaan Keluarga.

Penulis: Jimmy Chuu
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-30 18:52:25

Kegelisahan Devano semakin bertambah ketika dia mendengar suara langkah kaki berat di koridor. Suara itu berhenti tepat di depan pintu kamarnya, seolah seseorang sedang mengamati dari luar.

Devano menahan napas dan tidak berani bergerak. Setelah beberapa menit yang terasa seperti jam, langkah kaki itu akhirnya menjauh dan hilang di ujung koridor.

"Ada yang tidak beres dengan tempat ini," Devano bergumam sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. "Tapi sudah terlanjur sampai sini. Semoga besok lebih baik."

Malam itu Devano tidak bisa tidur nyenyak. Mimpinya dipenuhi dengan bayangan-bayangan gelap dan suara-suara aneh yang terus mengganggu. Setiap kali hampir tertidur, tubuhnya tersentak bangun karena rasa sakit yang semakin tidak normal.

Pagi hari kedua, kondisi Devano semakin memburuk. Rasa sakit di pinggang kanannya semakin intens, dan dia mulai merasakan mual yang tidak tertahankan setiap kali mencoba makan.

"Mr. Chandra, saya merasa tidak enak badan," Devano melaporka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Penangkapan Kekaisaran

    Telapak tangan Grandmaster Xylos menghantam tanah tempat Peter berdiri sebelumnya. Lantai retak dengan bunyi yang sangat keras, retakan menyebar seperti jaring laba-laba.Krak! Krak!Peter mendarat beberapa meter jauhnya, napasnya tersengal. Ia menatap kedua musuhnya dengan tatapan yang sangat serius.Kultivasi mereka setara dengannya, bahkan mungkin sedikit lebih tinggi. Mereka berdua menyerang secara bersamaan dengan koordinasi yang sempurna."Aku tidak bisa menang seperti ini," gumam Peter dengan suara sangat pelan. Ia mengencangkan genggaman pedangnya. Keringat mengalir deras di pelipisnya.Pertarungan berlanjut dengan intensitas yang sangat tinggi.Denting! Duar! Wush!Pedang Naga Emas berkelebat di udara, memantulkan serangan dari tongkat Elder Lyor. Sayap Uriel mengepak cepat, membawa Peter sangat cekatan menghindari serangan Qi Grandmaster Xylos.Namun Peter terus terdesak. Setiap serangan yang ia tangkis membuat lengannya semakin mati rasa. Setiap gerakan menguras energi yang

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Intervensi Tak Terduga

    Telapak tangan Grandmaster Xylos menghantam tanah tempat Peter berdiri sebelumnya. Lantai retak dengan bunyi yang sangat keras, retakan menyebar seperti jaring laba-laba.Krak! Krak!Peter mendarat beberapa meter jauhnya, napasnya tersengal. Ia menatap kedua musuhnya dengan tatapan yang sangat serius.Kultivasi mereka setara dengannya. Bahkan mungkin sedikit lebih tinggi dari Peter. Mereka berdua menyerang secara bersamaan dengan koordinasi yang sempurna. Seolah sudah berlatih bersama selama puluhan tahun."Aku tidak bisa menang seperti ini," gumam Peter dengan suara sangat pelan. Ia mengencangkan genggaman pedangnya. Keringat mengalir deras di pelipisnya.Pertarungan berlanjut dengan intensitas yang sangat tinggi.Denting! Duar! Wush!Pedang Naga Emas berkelebat di udara, memantulkan serangan dari tongkat Elder Lyor. Sayap Uriel mengepak dengan cepat, membawa Peter bergerak lincah menghindari serangan Qi dari Grandmaster Xylos.Tapi Peter terus terdesak. Setiap serangan yang ia tangk

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kesalahpahaman Fatal

    Peter merasa seperti orang kampung yang baru pertama kali menginjakkan kaki di istana kerajaan. Matanya tak henti-hentinya memindai setiap detail luar biasa ini.Sebelum ia bisa memikirkan lebih lanjut, Peter merasakan sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri tegak. Sebuah sensasi dingin merayapi tulang punggungnya.Tekanan. Aura kultivasi yang sangat kuat menekan tubuhnya dari atas. Rasanya seperti gunung raksasa yang tiba-tiba menimpa pundaknya.Napasnya tercekat, sulit untuk menghirup udara. Peter mendongak dengan cepat, mencari sumber tekanan itu.Dua sosok melayang turun dari langit dengan kecepatan terkontrol dan anggun. Sayap mereka mengepak dengan ritme presisi, menciptakan desiran angin lembut.Mereka mendarat di depan Peter dengan gerakan sangat ringan, tanpa suara. Salah satunya adalah pria tua berjanggut putih panjang yang terurai hingga dada.Hanfu sutra biru tua dengan bordiran awan emas menutupi tubuhnya, memancarkan kemewahan. Sayapnya berwarna kuning keemasan yang m

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kedatangan di Kota Langit Bersayap

    Sensasi yang luar biasa langsung menghantam Peter saat tangannya menyentuh portal hijau keemasan itu. Rasanya seperti menyentuh batas antara dua dunia.Tarikan yang sangat kuat menyeret tubuhnya ke dalam pusaran energi. Peter merasakan dunia di sekelilingnya berputar dengan kecepatan dahsyat, seolah ia masuk ke dalam blender raksasa.Perutnya mual. Kepalanya pusing seperti dipukul palu besar berkali-kali. Tekanan yang sangat besar menekan tubuhnya dari segala arah. Rasanya ia tenggelam di kedalaman laut yang paling dalam.Ia mencoba bernapas, tapi udara terasa sangat berat. Seperti menghirup air kental yang memenuhi paru-parunya. Dadanya terbakar dengan sensasi yang sangat menyakitkan. Setiap tarikan napas terasa seperti menelan api yang membara.Cahaya hijau keemasan menyelimuti segalanya. Begitu terang sampai matanya perih seperti ditusuk ribuan jarum. Peter menutup matanya dengan sangat erat. Namun, cahaya itu tetap menembus kelopak matanya, meninggalkan bintik-bintik merah yang be

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kematian Bayangan Cermin

    Peter mengambil napas panjang. Lalu menyalurkan Qi emasnya ke dalam tanah.Desss...Energi emas mengalir seperti akar yang mencari, merambat menuju jarum-jarum yang tertanam di lantai, meninggalkan jejak cahaya emas di permukaan batu.Saat energi emas menyentuh jarum pertama, Peter menyalurkan ledakan kecil Qi.Duar!Jarum itu meledak dengan cahaya terang yang menyilaukan, mengirimkan gelombang energi ke segala arah. Formasi runtuh dalam sekejap. Tekanan yang menghimpitnya lenyap seketika."Haaah!" Peter menarik napas lega, tubuhnya sedikit tersentak ke depan.Percival tidak terlihat terkejut sedikit pun. Ia malah mengangguk pelan, senyum tipis terukir di wajahnya. Seolah ini adalah bagian dari rencananya. "Kau bisa memecahkan formasi tingkat menengah," katanya sambil merogoh jubahnya, "Bagaimana dengan yang ini?"Ia mengambil lima jarum sekaligus dari dalam jubahnya dengan gerakan sangat cepat. Cahaya ungu menyelimuti setiap jarum. Kali ini ia melemparnya dengan pola yang jauh lebih

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Pukulan Terakhir untuk Percival

    Keheningan di aula kristal yang hancur terasa sangat berat. Peter dan Percival masih berdiri berhadapan, tubuh keduanya penuh luka dan kelelahan. Debu kristal melayang di udara, memantulkan cahaya redup yang tersisa.Percival menatap Peter dengan tatapan yang sangat serius. Darah menetes dari sudut bibirnya. "Kau membuktikan dirimu," katanya dengan suara serak sambil menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan, "Tapi ujian belum selesai. Kau harus menunjukkan bahwa kau bukan hanya petarung. Kau harus menunjukkan bahwa kau adalah tabib sejati."Peter tidak menjawab. Napasnya memburu, dadanya naik turun dengan cepat. Ia hanya mengencangkan genggaman Pedang Naga Emas, meskipun tangannya gemetar karena kelelahan. Keringat dingin membasahi dahinya.Percival bergerak lagi. Kali ini lebih cepat dari sebelumnya.Srak! Tubuhnya melayang seperti asap, tanpa suara, meninggalkan jejak kabut ungu tipis. Tangan kanannya mengayun halus, melemparkan lima jarum perak sekaligus dengan kecepatan ya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status