Mag-log inWanita itu tidak bisa mengendalikan emosinya lagi. Dia menutupi wajahnya sambil meluapkan emosinya dengan suara keras, "Aku kejam? Ovais, seharusnya kamu yang kejam! Aku mendampingimu hidup susah selama 20 tahun lebih.""Awalnya, kamu nggak punya uang dan latar belakang keluarga yang hebat. Kamu cuma pejabat kecil yang menjadi bawahan ayahku. Kalau bukan karena ayahku mengapresiasimu dan mengangkatmu sebelum pensiun, apa kamu bisa menduduki jabatanmu sekarang?" lanjut wanita itu.Wanita itu meneruskan, "Selama ini, aku yang diam-diam mendukungmu. Aku juga membantumu mencari solusi dan menghabiskan uang untuk mencari koneksi. Aku mengorbankan masa mudaku, uang, dan segalanya demi kamu! Tapi, apa balasan yang kudapatkan darimu?""Aku temani kamu tinggal di rumah tua bobrok ini selama 20 tahun, bahkan aku yang membayar uang mukanya! Status istri wali kota memang terdengar keren dan membuat banyak orang iri, tapi semua temanku mentertawakanku. Aku bahkan nggak sanggup beli baju bermerek,"
Tirta mengerahkan teknik untuk mengeluarkan keringat dingin di tubuhnya, tetapi dia tetap merasakan kedua kakinya gemetaran.Genta terdiam sejenak sebelum bertanya, "Kamu mau tahu alasannya?"Tirta yang merasa tidak berdaya menyahut, 'Omong kosong. Untuk apa aku bertanya kalau aku nggak mau tahu?'Genta membalas dengan ketus, "Hei, beraninya kamu bicara begitu denganku! Apa kamu mau diberi pelajaran lagi?"Tirta berdeham, lalu membalas, 'Bukan begitu, Kak. Aku cuma nggak sabar. Kamu bilang saja, aku akan mendengar penjelasanmu.'Genta menjelaskan, "Aku nggak bertindak karena pasti akan ada kultivator yang lebih hebat datang sekalipun aku membunuh mereka. Kultivasiku sekarang belum cukup untuk membereskan semua masalah ini. Jadi, nggak ada gunanya aku membunuh mereka.""Lebih baik kita menahan diri untuk beberapa waktu. Setelah kemampuanku pulih lagi, nggak masalah biarpun kita pergi ke dunia awani untuk menghancurkan markas mereka. Selain itu, seorang kultivator tingkat pengguncang lan
Tetua agung Sekte Zeru bertanya dengan ekspresi bingung, "Bagaimana caranya kamu mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh? Apa kamu berlatih teknik ajaib? Siapa gurumu?"Tirta juga tidak tahu tujuan tetua agung Sekte Zeru menanyakan semua ini. Selain itu, dia tidak bisa berbohong mengenai hal-hal ini. Dalam sekejap, Tirta sudah menemukan cara untuk menjawab pertanyaan tetua agung Sekte Zeru.Tirta menjelaskan, "Aku nggak tahu kamu pernah mendengar tentang guruku atau nggak. Dia juga pemurni energi kuat yang terkenal di wilayah Darsia kuno. Orang Darsia memanggilnya Petani Suci. Warisannya ada di belakang gunung. Aku juga nggak sengaja menemukannya."Tirta melanjutkan, "Banyak obat spiritual berharga dan batu spiritual berkualitas tinggi ditinggalkan di sana. Selain itu, juga ada Teknik Pasangan untuk meningkatkan kultivasi. Aku tahu peluang itu langka, jadi aku rajin berkultivasi."Tirta menambahkan, "Lama-kelamaan, kultivasiku mencapai tingkat pembentukan jiwa. Tapi, kemampuank
Tirta kaget melihat pria tua itu. Hal ini karena Tirta ingat dengan jelas pria tua itu adalah salah satu dari lima tetua agung yang bersembunyi di gunung Desa Persik.Hanya saja, kapan pria tua itu mengikuti Tirta? Selain itu, apa tujuannya? Jangan-jangan mereka sudah tahu Tirta adalah orang yang menyamar jadi wanita berwajah biasa?Seketika, banyak pemikiran muncul di benak Tirta. Sejujurnya, Tirta benar-benar tidak bisa tenang.Genta berkata, "Kamu nggak usah panik, entah kenapa pria tua itu menekan kultivasinya. Kalau dia berniat bertindak, aku akan langsung membunuhnya saat dia lengah. Sekarang dia pasti nggak tahu kebenarannya. Kalau nggak, dia pasti langsung bertindak dan nggak akan mengadangmu."Sebelum Tirta sempat menanggapi perkataan Genta di dalam hati, pria tua itu bertanya dengan dingin, "Hei, aku bicara denganmu. Kenapa kamu nggak jawab aku?"Pria tua ini adalah tetua agung Sekte Zeru. Sebenarnya dia menyembunyikan energinya dan terus mengikuti Tirta ketika Tirta meningga
"Tentu saja nggak masalah," sahut Delmar. Dia berkata kepada pemuda dan gadis di samping, "Nathan, Belinda, kalian maju saja. Nggak usah ragu tunjukkan semua kemampuan kalian di depan Pak Tirta."Pemuda yang bernama Nathan berucap, "Oke, Ayah."Gadis yang bernama Belinda menimpali, "Paman, aku pasti akan menunjukkan semua kemampuanku."Kemudian, Nathan dan Belinda berjalan ke tempat kosong untuk menunjukkan kemampuan mereka. Sepertinya mereka merasa bangga bisa menunjukkan kemampuan di depan Tirta. Jadi, keduanya mengerahkan seluruh kemampuan mereka.Nathan berlatih teknik pembentukan energi elemen api, sedangkan Belinda berlatih teknik pembentukan energi elemen air. Teknik ini lumayan cocok untuk mereka berdua. Bahkan mereka sudah berkultivasi sampai tingkat pembentukan energi tahap keempat.Perkembangan mereka cukup mengerikan. Hanya saja, kekurangan mereka berdua sama, yaitu teknik yang mereka dapatkan tidak sempurna.Alhasil, sebagian besar kekuatan spiritual tidak terkendali saat
Hal ini sangat sederhana karena masyarakat kelas bawah tidak mampu menindas orang lain. Orang-orang seperti itu tidak akan melakukan hal yang tidak bermoral karena mereka polos dan berpegang teguh pada prinsip mereka.Namun, yang membuat Tirta dan lainnya terkejut adalah mereka tidak melihat masalah yang tidak adil setelah jalan-jalan di Kota Soren sepanjang sore.Kehidupan penduduk Kota Soren sangat tenang. Mereka selalu menyunggingkan senyum bahagia.Akan tetapi, Tirta tidak terlalu percaya. Akhirnya, dia mencari informasi dari penduduk setempat.Ternyata semua pejabat dan Keluarga Gailan di Kota Soren sangat baik kepada rakyat biasa di sini. Mereka tidak pernah menindas rakyat biasa.Hampir setiap bulan para pejabat dan Keluarga Gailan akan mengadakan rapat rakyat berskala besar. Orang yang mengalami kesulitan di dalam hidupnya, butuh bantuan, atau ditindas boleh mengadu.Bahkan semua masalah langsung diselesaikan di tempat. Alhasil, Tirta tidak melihat masalah di Kota Yugala terjad
Shazana yang bingung terus bertanya, "Ada apa dengan ayahmu? Kenapa dia dirawat di rumah sakit?"Sebenarnya Shazana tidak tahu dulu Altair yang mengutus orang untuk membunuh mereka. Dia juga tidak tahu ternyata Orion berbaring di rumah sakit selama 18 tahun."Bu, naik ke mobil dulu. Aku akan pelan-p
Orion juga tampak bingung dan terkejut melihat Prita yang tiba-tiba muncul. Dia bertanya, "Shazana, kenapa ... kamu tiba-tiba menjadi begitu hebat? Aku lagi mimpi ya? Siapa gadis ini? Kenapa sebelumnya aku nggak pernah lihat dia?"Seketika Tirta, Shazana, dan Prita tidak bisa berkutik. Mereka bertat
Tirta tentu tidak akan keluar. Dia menunjuk Shazana yang sedang bermeditasi dan menggeleng.Prita lanjut berbisik dengan ekspresi memelas, "Keponakanku, aku mohon keluar sebentar ...."Tirta mendesah. Dia terpaksa memasang formasi perlindungan di sekeliling Shazana, lalu menyelubunginya dengan Tekni
Shazana ingin membujuk Tirta untuk menyembuhkan Coby terlebih dahulu. Besok mereka baru jalan-jalan di mal.Namun, Tirta mencibir dan berkata sebelum Shazana sempat bicara, "Nggak perlu tunggu sampai 10 detik, bahkan 1 detik juga nggak perlu. Aku sudah membuat keputusan. Aku nggak mau sembuhkan Coby







