Share

Bab 1044

Penulis: Hazel
Tongkat di tangan Naushad langsung terlontar dan melewati tangan Simon. Ponsel Simon terpental, lalu hancur.

Naushad menghela napas, lalu berkata kepada Bryan, "Bryan, cepat bawa 2 wanita itu pergi. Kita harus segera tinggalkan tempat ini."

Biarpun sudah mencapai tingkat semi abadi, Naushad tidak ingin melawan pasukan militer. Apalagi senjata pasukan militer zaman sekarang sangat canggih. Mereka bisa menghabisi Naushad dengan mudah.

"Oke, Guru. Kamu pergi dulu, aku akan segera mengikutimu," sahu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** seru Lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2980

    Tirta tentu memperhatikan beberapa orang yang mengikutinya di belakang. Orang-orang itu hanya mengikuti dari jauh dan sama sekali tidak berniat untuk bertindak.Selain itu, kultivasi orang-orang itu rendah. Mereka hanya mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua sehingga tidak bisa mengancam keselamatan Tirta. Jadi, Tirta tidak memedulikan mereka.Anjing hitam yang duduk di labu ungu mengamati Nova dengan serius seraya meledek Tirta, "Pemuda sialan, kamu cukup hebat ya. Kamu taklukkan wanita cantik lagi begitu cepat. Sebelumnya kamu bilang nggak berniat macam-macam. Sekarang kamu sudah beraksi. Apa kamu mau berdebat lagi?"Sebelumnya anjing hitam mencium wangi tubuh wanita di hutan lebat. Tentu saja itu adalah wangi tubuh Nova dan lainnya.Anjing hitam yang sudah terlepas dari kejaran langsung menunjukkan ekspresi licik. Tirta mengomel, "Anjing sialan, jangan bicara sembarangan. Kalau bukan karena kamu bersikeras mengganggu lebah nirwana dan membuatku makan anggrek ular

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2979

    Setelah itu, Tirta berkata kepada Shanaya, "Tolong Tetua Shanaya pimpin jalan. Nanti kita berhenti di dekat sana saja.""Oke. Kamu ikut aku saja," timpal Shanaya. Selesai bicara, dia mengeluarkan labu ungu. Sesudah diperbesar, labu itu menjadi perahu yang melayang di langit.Sementara itu, Tirta menggendong Nova dan mengikuti Shanaya dengan menaiki Pedang Terbang.Tiba-tiba, terdengar teriakan anjing hitam dari bawah. "Pemuda sialan, aku dikejar orang. Kenapa kamu kabur? Cepat kemari dan bantu aku bunuh beberapa orang tolol ini!"Anjing hitam sudah berlari ribuan kilometer, bahkan kakinya hampir berasap. Di belakang anjing hitam, puluhan murid tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua terus mengejarnya. Tubuh mereka dibasahi keringat, tetapi mereka tetap tidak menyerah.Dua murid yang berada di paling depan berteriak marah. Mereka merasa sangat sial mengalami hal buruk seperti ini."Anjing sialan, cepat menyerah!""Kamu melahap obat spiritual yang sekte kami siapkan untuk pengua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2978

    Anca mendengus dan menegaskan, "Kamu benar-benar cari mati! Sekarang kamu sudah melakukan kesalahan yang fatal. Aku pasti akan melaporkan hal ini kepada penguasa agung. Tiga utusan lainnya juga akan bekerja sama untuk mengulitimu dan mencincangmu."Anca menambahkan, "Tapi, kamu sudah menghinaku. Sebelum menyerahkanmu kepada mereka, aku tentu nggak akan melepaskanmu!"Anca tentu tidak tahu apa yang dilakukan Tirta. Dia hanya menganggap kemampuan Tirta sedikit lebih hebat darinya. Jadi, Anca tidak kabur dan ingin bertarung dengan Tirta.Saat menerjang Tirta lagi, kekuatan tempur Anca sangat intens dan kekuatan spiritualnya bergejolak. Serangan yang dilancarkannya sangat dahsyat sehingga membuat langit dan bumi berguncang. Kekuatan Anca jauh lebih kuat berkali-kali lipat daripada Rafif yang menggunakan teknik rahasia secara paksa untuk meningkatkan kekuatannya.Tirta membalas, "Kamu kira energiku terkuras setelah aku menghancurkan formasi dan membunuh Rafif? Makanya kamu mau menggertakku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2977

    Sudah jelas, Shanaya lebih takut kepada Anca daripada Rafif.Nova yang berdiri di samping juga sangat gugup. Ekspresinya berubah drastis dan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya bersirkulasi. Dia terlihat seperti kelinci kecil yang ketakutan.Hanya Tirta yang bersikap tenang di tempat itu. Dia memandangi Anca dengan tatapan sinis yang tidak terlalu kentara.Anca menanggapi dengan ekspresi masam, "Oh? Kamu nggak tahu? Masalah ini sangat penting. Aku baru bisa melapor kepada penguasa agung setelah menyelidiki masalah ini. Kamu yang bantu aku untuk beberapa waktu ini."Sebelum Shanaya sempat menyetujui, tiba-tiba Anca memandang Tirta dan berkata lagi dengan perasaan tidak puas, "Oh iya. Siapa pemuda ini? Aku baru pertama kali melihatnya."Hal ini karena Anca menyadari Tirta sama sekali tidak takut setelah melihatnya. Hal ini membuat Anca tidak senang.Shanaya melihat Tirta sekilas, lalu menyahut dengan ragu-ragu, "Pak Anca, ini murid pria yang baru kurekrut. Hanya saja, kultivasinya terla

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2976

    Shanaya berkata dengan ekspresi ragu, "Lokasi penguasa agung sekitar 450 kilometer dari sini. Aku bisa tunjukkan jalan padamu. Demi keamanan, aku sarankan ... kamu pergi sendiri saja. Tinggalkan Nova di sini biar dia nggak terancam bahaya."Tirta tahu Shanaya tidak terlalu percaya dengan kemampuannya, jadi dia langsung menyetujui, "Tentu saja aku nggak keberatan."Shanaya dan Tirta tidak menyangka Nova malah berbicara dengan tegas, "Nggak .... Tetua Shanaya, sekarang aku sudah jadi ... kekasih Tirta. Aku ini calon istrinya. Sekalipun harus mendatangi tempat yang sangat berbahaya, aku tetap mau pergi bersamanya. Kalau terjadi sesuatu pada Tirta, aku nggak ingin hidup lagi."Ucapan Nova membuat Tirta tersentuh.Shanaya menyarankan dengan serius, "Nova, kamu harus pikirkan baik-baik. Jangan main-main dengan nyawa."Nova menyahut dengan yakin, "Tetua Shanaya, aku tahu kamu berniat baik. Tapi, kamu juga tahu sifatku. Setelah aku membuat keputusan, siapa pun nggak bisa membujukku. Bahkan gur

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2975

    Selesai bicara, air mata Nova mengalir lagi. Tirta ingin menghibur Nova, tetapi sekarang mereka tidak saling mencintai. Jadi, tidak ada gunanya Tirta menghibur Nova. Lebih baik Tirta diam saja.Shanaya menghibur Nova lagi, "Nova, kamu harus menjaga dirimu baik-baik. Ke depannya jalanmu masih panjang. Kalau gurumu tahu di alam baka, dia juga nggak ingin lihat kamu menangis setiap hari."Shanaya yang teringat sesuatu memberi tahu Nova tentang kehidupan Nayara sebelumnya di dunia fana, "Oh iya. Sebelum Tetua Nayara datang ke Sekte Hala, dia itu istri seorang pedagang di dunia fana. Dia juga punya seorang putra. Waktu bertahun-tahun sudah berlalu, kalau keturunan Tetua Nayara masih hidup, mungkin kamu bisa menjaga mereka.""Sebelum meninggal, Tetua Nayara sering diam-diam menceritakan masalah ini padaku. Dia sangat menyesal nggak bisa melihat putranya tumbuh sehat, lalu menikah dan punya anak. Dia juga nggak bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri," lanjut Shanaya.Shanaya me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1627

    Mendengar ucapan Altair, ketiga pejabat melihat Bella dan lainnya dengan ekspresi mesum. Ketiganya menjilat bibir mereka, lalu Bahjan berujar, "Nanti Pak Altair pikirkan cara untuk sekalian serahkan wanita ini kepada kami."Sebenarnya mereka sudah pernah menikmati banyak wanita, tetapi hanya sedikit

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1605

    Thiago mengangkat dagu Karla, lalu mengarahkan pandangannya ke bagian tengah halaman. Dia tersenyum bangga saat bicara.Karla menoleh dan melihat pria tua berambut putih yang berusia sekitar 70 tahun berdiri di bagian tengah halaman. Tatapannya sangat intens dan bagian atas tubuhnya telanjang. Uratn

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1673

    Namun, Tirta berpikir itu tidak mungkin. Bagaimanapun, Teknik Akupunktur Menghapus Ingatan yang dikuasainya tidak pernah bermasalah.Saat Tirta sedang merenung, Devika yang sudah hilang ingatan mengamati Tirta dengan saksama. Dia bertanya, "Kamu Tirta?"Sementara itu, Marila belum bangun karena sema

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1661

    Mendengar ucapan Marila, Tirta yang masih menyembunyikan diri berdeham. Dia terpaksa berbicara jujur, "Bu Marila, itu bukan dadaku, tapi dada Bu Devika.""Ha? Dada Devika ... aku nggak remas lagi," sahut Marila seraya memelotot. Dia segera menarik tangannya kembali.Setelah beberapa saat, Tirta mema

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status