Share

Bab 1045

Penulis: Hazel
Naushad sudah hidup selama 150 tahun, tetapi dia tidak pernah melihat keanehan seperti ini. Mata Tirta terlihat seperti mata ular yang mengandung cahaya perak. Auranya sangat mengintimidasi.

Naushad merasa ketakutan begitu bertatapan dengan Tirta. Bahkan, tubuh Naushad gemetaran. Tirta yang sekarang sangat berbeda dengan sebelumnya. Sekarang Tirta terlihat misterius, arogan, dan sulit digapai.

Naushad tidak paham. Dia berusaha fokus untuk merasakan kekuatan Tirta sebenarnya. Namun, dia hanya bis
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
ABD GHANI
seru,lanjut......
goodnovel comment avatar
hans
***** seru Lanjut
goodnovel comment avatar
Aldi Pradopo
apa ini sudah tamat, ceritanya nggantung
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2922

    Wanita itu tidak bisa mengendalikan emosinya lagi. Dia menutupi wajahnya sambil meluapkan emosinya dengan suara keras, "Aku kejam? Ovais, seharusnya kamu yang kejam! Aku mendampingimu hidup susah selama 20 tahun lebih.""Awalnya, kamu nggak punya uang dan latar belakang keluarga yang hebat. Kamu cuma pejabat kecil yang menjadi bawahan ayahku. Kalau bukan karena ayahku mengapresiasimu dan mengangkatmu sebelum pensiun, apa kamu bisa menduduki jabatanmu sekarang?" lanjut wanita itu.Wanita itu meneruskan, "Selama ini, aku yang diam-diam mendukungmu. Aku juga membantumu mencari solusi dan menghabiskan uang untuk mencari koneksi. Aku mengorbankan masa mudaku, uang, dan segalanya demi kamu! Tapi, apa balasan yang kudapatkan darimu?""Aku temani kamu tinggal di rumah tua bobrok ini selama 20 tahun, bahkan aku yang membayar uang mukanya! Status istri wali kota memang terdengar keren dan membuat banyak orang iri, tapi semua temanku mentertawakanku. Aku bahkan nggak sanggup beli baju bermerek,"

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2921

    Tirta mengerahkan teknik untuk mengeluarkan keringat dingin di tubuhnya, tetapi dia tetap merasakan kedua kakinya gemetaran.Genta terdiam sejenak sebelum bertanya, "Kamu mau tahu alasannya?"Tirta yang merasa tidak berdaya menyahut, 'Omong kosong. Untuk apa aku bertanya kalau aku nggak mau tahu?'Genta membalas dengan ketus, "Hei, beraninya kamu bicara begitu denganku! Apa kamu mau diberi pelajaran lagi?"Tirta berdeham, lalu membalas, 'Bukan begitu, Kak. Aku cuma nggak sabar. Kamu bilang saja, aku akan mendengar penjelasanmu.'Genta menjelaskan, "Aku nggak bertindak karena pasti akan ada kultivator yang lebih hebat datang sekalipun aku membunuh mereka. Kultivasiku sekarang belum cukup untuk membereskan semua masalah ini. Jadi, nggak ada gunanya aku membunuh mereka.""Lebih baik kita menahan diri untuk beberapa waktu. Setelah kemampuanku pulih lagi, nggak masalah biarpun kita pergi ke dunia awani untuk menghancurkan markas mereka. Selain itu, seorang kultivator tingkat pengguncang lan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2920

    Tetua agung Sekte Zeru bertanya dengan ekspresi bingung, "Bagaimana caranya kamu mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh? Apa kamu berlatih teknik ajaib? Siapa gurumu?"Tirta juga tidak tahu tujuan tetua agung Sekte Zeru menanyakan semua ini. Selain itu, dia tidak bisa berbohong mengenai hal-hal ini. Dalam sekejap, Tirta sudah menemukan cara untuk menjawab pertanyaan tetua agung Sekte Zeru.Tirta menjelaskan, "Aku nggak tahu kamu pernah mendengar tentang guruku atau nggak. Dia juga pemurni energi kuat yang terkenal di wilayah Darsia kuno. Orang Darsia memanggilnya Petani Suci. Warisannya ada di belakang gunung. Aku juga nggak sengaja menemukannya."Tirta melanjutkan, "Banyak obat spiritual berharga dan batu spiritual berkualitas tinggi ditinggalkan di sana. Selain itu, juga ada Teknik Pasangan untuk meningkatkan kultivasi. Aku tahu peluang itu langka, jadi aku rajin berkultivasi."Tirta menambahkan, "Lama-kelamaan, kultivasiku mencapai tingkat pembentukan jiwa. Tapi, kemampuank

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2919

    Tirta kaget melihat pria tua itu. Hal ini karena Tirta ingat dengan jelas pria tua itu adalah salah satu dari lima tetua agung yang bersembunyi di gunung Desa Persik.Hanya saja, kapan pria tua itu mengikuti Tirta? Selain itu, apa tujuannya? Jangan-jangan mereka sudah tahu Tirta adalah orang yang menyamar jadi wanita berwajah biasa?Seketika, banyak pemikiran muncul di benak Tirta. Sejujurnya, Tirta benar-benar tidak bisa tenang.Genta berkata, "Kamu nggak usah panik, entah kenapa pria tua itu menekan kultivasinya. Kalau dia berniat bertindak, aku akan langsung membunuhnya saat dia lengah. Sekarang dia pasti nggak tahu kebenarannya. Kalau nggak, dia pasti langsung bertindak dan nggak akan mengadangmu."Sebelum Tirta sempat menanggapi perkataan Genta di dalam hati, pria tua itu bertanya dengan dingin, "Hei, aku bicara denganmu. Kenapa kamu nggak jawab aku?"Pria tua ini adalah tetua agung Sekte Zeru. Sebenarnya dia menyembunyikan energinya dan terus mengikuti Tirta ketika Tirta meningga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2918

    "Tentu saja nggak masalah," sahut Delmar. Dia berkata kepada pemuda dan gadis di samping, "Nathan, Belinda, kalian maju saja. Nggak usah ragu tunjukkan semua kemampuan kalian di depan Pak Tirta."Pemuda yang bernama Nathan berucap, "Oke, Ayah."Gadis yang bernama Belinda menimpali, "Paman, aku pasti akan menunjukkan semua kemampuanku."Kemudian, Nathan dan Belinda berjalan ke tempat kosong untuk menunjukkan kemampuan mereka. Sepertinya mereka merasa bangga bisa menunjukkan kemampuan di depan Tirta. Jadi, keduanya mengerahkan seluruh kemampuan mereka.Nathan berlatih teknik pembentukan energi elemen api, sedangkan Belinda berlatih teknik pembentukan energi elemen air. Teknik ini lumayan cocok untuk mereka berdua. Bahkan mereka sudah berkultivasi sampai tingkat pembentukan energi tahap keempat.Perkembangan mereka cukup mengerikan. Hanya saja, kekurangan mereka berdua sama, yaitu teknik yang mereka dapatkan tidak sempurna.Alhasil, sebagian besar kekuatan spiritual tidak terkendali saat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2917

    Hal ini sangat sederhana karena masyarakat kelas bawah tidak mampu menindas orang lain. Orang-orang seperti itu tidak akan melakukan hal yang tidak bermoral karena mereka polos dan berpegang teguh pada prinsip mereka.Namun, yang membuat Tirta dan lainnya terkejut adalah mereka tidak melihat masalah yang tidak adil setelah jalan-jalan di Kota Soren sepanjang sore.Kehidupan penduduk Kota Soren sangat tenang. Mereka selalu menyunggingkan senyum bahagia.Akan tetapi, Tirta tidak terlalu percaya. Akhirnya, dia mencari informasi dari penduduk setempat.Ternyata semua pejabat dan Keluarga Gailan di Kota Soren sangat baik kepada rakyat biasa di sini. Mereka tidak pernah menindas rakyat biasa.Hampir setiap bulan para pejabat dan Keluarga Gailan akan mengadakan rapat rakyat berskala besar. Orang yang mengalami kesulitan di dalam hidupnya, butuh bantuan, atau ditindas boleh mengadu.Bahkan semua masalah langsung diselesaikan di tempat. Alhasil, Tirta tidak melihat masalah di Kota Yugala terjad

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 79

    "Sepertinya, kamu mengira profesi dokter nggak bisa menghasilkan uang, ya? Atau kamu merasa ilmu medisku kurang hebat?" Tirta terkekeh-kekeh."Aku merasa setiap manusia memiliki kelebihan tersendiri. Kamu begitu ahli dalam menilai batu mentah, jadi aku merasa ilmu medismu seharusnya biasa-biasa saja.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 82

    Setelah bicara demikian, Tirta berjalan ke hadapan Ayu. Dia memegang tangan Ayu dan memeriksa luka di dada Ayu. Kulitnya yang putih mulus terlihat sangat kontras dengan noda darah. Seketika, Tirta merasa sangat kasihan melihatnya."Ah, Tirta, minggir kamu. Suruh Melati saja yang periksa. Kalau kamu y

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 74

    "Hehe. Sudah nggak mengerti apa-apa, tapi masih berani sombong? Kamu memang harus diberi pelajaran dulu. Ayo, cepat potong ketiga batu itu," ujar Gilang sembari tersenyum lebar. Dia yakin bahwa Tirta akan merasa malu sebentar lagi."Ini namanya buang-buang waktu!" Para staf mengejek Tirta dengan kesa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 101

    "Tentu saja ini asli! Kelihatannya bahkan lebih mahal dari gelang emas di tanganmu itu!" ujar Betari."Ibu, jangan ngomong lagi. Cepat kembalikan padaku," desak Nabila yang merasa bersalah. Dia benar-benar takut Joan bisa melihat bahwa giok itu palsu."Kalau begitu, kebetulan sekali. Lukas dulu adalah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status