แชร์

Bab 1800

ผู้เขียน: Hazel
Bahera tanpa sadar mundur setengah langkah, lalu memandang Tirta dengan ekspresi marah dan berujar, "Ternyata kamu!"

Bahera pernah melihat Tirta di video, jadi dia bisa mengenali Tirta. Namun, Tirta tidak pernah melihat Bahera. Hanya saja, dia merasa Bahera agak familier. Tirta bertanya, "Kenapa? Kamu kenal aku?"

Bahera tertawa sinis, lalu menyipitkan matanya dan menyahut, "Tentu saja! Aku nggak mungkin melupakan tampangmu selamanya!"

Tirta yang bingung bertanya, "Kamu punya dendam padaku?"

Bahe
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3108

    "Kami akan pergi mengadu pada Ketua!""Benar, kami harus mengadu dan membuat kultivasimu dihancurkan, lalu diusir dari Istana Samara!"Keduanya berteriak penuh rasa malu dan tidak terima."Seluruh kekuatanku ini juga bukan diajarkan oleh Istana Samara. Siapa yang punya hak menghancurkan kultivasiku? Atau jangan-jangan ucapan kalian berdua sudah bisa mewakili kehendak Penguasa Istana?"Tirta mencibir dingin tanpa terpengaruh sedikit pun. Telapak kakinya langsung menginjak wajah kedua orang itu."Kalau kalian berani bilang iya, sekarang juga aku bawa kalian menemui Ketua Afifah. Aku ingin lihat siapa yang akan dihukum!"Keduanya langsung terpaku, lalu terdiam. Karena memang mereka yang memanfaatkan kekuasaan untuk menindas orang. Mereka seharusnya tidak mempersulit Tirta seperti ini. Kalau sampai ke hadapan Afifah, yang dihukum tetap mereka."Aku kasih tahu kalian ya, mau sombong silakan, tapi jangan sombong di depanku. Mau bela kakak kalian juga boleh, tapi lihat dulu kekuatan kalian cu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3107

    Tirta berkata terus terang, "Tapi kalian juga pasti tahu aku murid Tetua Suryana. Membiarkanku keluar seharusnya bukan masalah, 'kan?""Nggak bisa. Tanpa token identitas untuk membuktikan diri, bahkan Penguasa Istana pun nggak boleh keluar. Kami harap kamu nggak mempersulit kami," kata salah satu pemuda itu sambil tersenyum samar.Sebenarnya, dia hanya membesar-besarkan. Kalau benar Afifah yang ingin keluar, dia pasti akan langsung membukakan jalan dengan patuh."Kalau begitu, bagaimana dengan token tugas ini?" Tirta menyipitkan mata, lalu menyerahkan giok itu."Maaf, dengan benda itu kami nggak bisa membiarkanmu keluar. Kalau nggak, aturan akan rusak dan kami berdua juga akan dihukum. Siapa yang tahu saat keluar dari sekte nanti kamu mencuri harta apa saja," tolak pemuda lainnya dengan nada tegas dan mengejek."Kakak-Kakak Seperguruan, lama nggak bertemu!" Saat itu, seorang murid perempuan berpakaian ungu datang sambil melompat-lompat seperti kelinci kecil dengan rambut hitam panjangn

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3106

    Tirta tidak mengetahui bahwa alasan dia bisa menerima tugas ini tentu karena Yunda yang bergerak di balik layar.Melalui pamannya yang bekerja di Aula Urusan Internal itu, tugas itu sengaja diarahkan ke tangan Suryana. Dengan begitu juga menghindari kecurigaan Tirta.Kemarin sore, Suryana yang pertama kali mengetahui hal ini sebenarnya juga tidak ingin Tirta menjalankan tugas tersebut.Namun, setelah penantian panjang semalam, ditambah sikap Tirta yang sangat tak tahu malu pagi ini, Suryana langsung merasa kalau dia tidak segera mengusir Tirta, kemungkinan besar dia akan mati lebih cepat.Sebenarnya Tirta juga tidak terlalu ingin pergi menjalankan tugas. Namun, karena rasa penasaran, dia tetap memasukkan sedikit energi spiritual ke giok itu.Sret! Seketika, sebuah peta rawa besar yang terbentuk dari energi spiritual muncul di depan Tirta. Di tengah peta itu terdapat dua ular raksasa ungu pucat yang saling melilit dan berdiam bersama. Terlihat sangat hidup dan penuh wibawa."Ini naga pu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3105

    Setelah merasakan itu, Tirta tak kuasa berpikir dalam hati, 'Wanita yang kusukai memang perhatian sekali. Nanti tengah malam harus ganti orang!'....Keesokan paginya, Nova masih tertidur lelap, Arshala langsung menggendongnya dan buru-buru kembali ke tempat tinggal mereka di kelompok istana elemen emas.Adapun Tirta, dengan hati yang puas dan tubuh yang segar, dia berbaring di tempat tidur tempat Suryana biasa beristirahat sambil menggoyang-goyangkan kaki."Murid kurang ajar, cepat keluar dari kediamanku!" Tak lama kemudian, terdengar bentakan marah. Jelas, itu suara Suryana.Wajah Tirta tetap tenang. Karena kemarin tengah malam, dia sudah menyadari Suryana kembali. Suryana pasti sudah mengetahui semuanya. Kalau tidak, mustahil dia semarah ini."Duh, ternyata Guru sudah kembali. Silakan masuk. Dua jam lagi aku akan pergi ke Tebing Pengajar Teknik untuk mendengarkan pelajaran. Kalau ada urusan, tunggu saja sampai aku kembali."Tirta mengenakan pakaiannya, lalu berjalan keluar dengan sa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3104

    Memandang kediaman Suryana yang terbuka lebar, Tirta bergumam.Di dalam tidak terlihat bayangan siapa pun dan entah Suryana membawa Nivia pergi ke mana."Suamiku, jangan lupa, Suryana adalah Tetua Agung Istana Samara. Kalaupun tempat tinggalnya terbuka selama seratus tahun, di tempat seperti ini, kurasa nggak akan ada barang yang hilang," ucap Arshala."Benar juga. Kalau orangnya nggak ada ya sudah, kebetulan kita bisa masuk dan nunggu dia balik." Karena Nivia bersama Suryana, Tirta juga tidak perlu mengkhawatirkan keselamatannya. Dia langsung membawa kedua wanita itu masuk."Suamiku, kita bahkan nggak beri salam dulu, langsung masuk begitu saja? Kurang pantas, 'kan?" Nova yang mengikuti di belakang tampak sedikit ragu."Takut apa? Memangnya dia bisa mukul kita sampai mati? Lebih baik kita cepat murnikan energi spiritual dalam tubuh. Aku merasa tubuhku hampir meledak," kata Tirta dengan santai."Nggak apa-apa, aku bisa menunggu di pintu masuk. Kalau Tetua Suryana kembali, aku akan beri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3103

    "Pria dan wanita sendirian .... Aku percaya dengan kecantikanmu, bocah itu pasti akan terpikat." Yunda memasang ekspresi seolah-olah sangat sakit hati, seakan-akan dia sudah mengeluarkan pengorbanan besar demi membalas dendam."Terima kasih atas idenya." Yumika memberi hormat kecil, lalu bertanya, "Tapi, boleh aku tahu apa tingkatan tugas itu?"Di Istana Samara, tingkatan tugas dibagi menjadi tingkat satu, dua, tiga, dan empat. Masing-masing sesuai dengan empat tingkatan kultivasi, tingkat penebas dewa, tingkat pemurnian dewa, tingkat pembentukan dewa, dan tingkat pembentukan jiwa.Dalam keadaan normal, tidak akan ada murid tingkat pembentukan jiwa ataupun tingkat pembentukan dewa yang bodoh sampai mengambil tugas melampaui tingkatan mereka. Itu sama saja mencari mati."Tugas tingkat tiga, membunuh dua ekor ular musim semi tingkat pembentukan dewa tahap akhir.""Bagi kamu, itu jelas nggak terlalu sulit. Dengan kekuatan bocah itu, seharusnya juga nggak menjadi masalah.""Sebenarnya tuga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1352

    Sudah jelas Jamil yang bersikap seperti ini tertarik pada Susanti. Bahkan, dia berinisiatif memperkenalkan latar belakang keluarganya.Jamil lahir di sebuah desa terpencil di Provinsi Naru. Dia tidak pernah melihat wanita muda, seksi, dan cantik seperti Susanti. Ditambah lagi, tubuh Susanti sangat w

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1384

    Melihat Hafiz kabur, para bawahan yang panik ingin membuang senjata mereka dan mengejar Hafiz. Mereka berkomentar."Bos ... kabur! Sialan!""Sialan! Biarkan saja. Setelah mendapatkan uang, kita juga bisa bersenang-senang di luar negeri!"Kemudian, seorang pria paruh baya yang cukup berpengaruh maju.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1312

    Satu jam kemudian, Tirta merasa sangat puas. Dia menjadikan Ayu sebagai alasan untuk mengancam Elisa memenuhi semua permintaannya.Begitu mendengar suara ketukan pintu, Tirta berbisik di telinga Elisa, "Bi Elisa, ada yang datang. Seharusnya kita dipanggil untuk makan. Aku pergi dulu. Nanti aku baru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1376

    Orang yang ditarik Jayadi untuk mengadang serangan pedang Tirta sudah mati. Namun, Jayadi tidak merasa kesakitan selain kepalanya yang makin gatal dan pandangannya yang makin kabur.Jayadi berusaha mengerahkan Serangga Batu dan Serangga Pelumpuh, lalu berujar pada Tirta dengan sinis, "Pemuda sialan,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status