Share

Bab 2004

Author: Hazel
Dalam sekejap, beberapa mayat jatuh dari kuda. Febri tidak menutupi ketakutannya lagi setelah melihat nasib beberapa anggotanya. Dia berteriak, "Jangan bunuh aku .... Kami nggak berniat jahat! Kami cuma kebetulan lewat!"

Suara Febri juga berubah. Bukan suara bariton lagi, melainkan suara wanita yang lembut.

Tirta berucap seraya menyipitkan matanya, "Ternyata orang ini wanita?"

Tirta teringat tadi beberapa pesilat itu rela mengorbankan nyawa untuk melindungi Febri kabur dari sini. Tirta langsung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2854

    Humaira melihat kekuatan tembakan panah Tirta sangat lemah, jadi dia menyimpulkan orang yang menyerangnya secara diam-diam sebelumnya pasti bukan Tirta.Sekarang kemunculan Neiva membuktikan tebakan Humaira benar. Ekspresi Humaira menjadi serius.Tiba-tiba, Humaira tersadar. Dia bergumam, "Tapi, bukan bulu ini yang melukaiku tadi .... Gawat, takutnya pemuda ini masih punya penyokong lain. Hanya saja, orang itu belum muncul!"Humaira langsung terbang jauh tanpa ragu. Bahkan dia tidak bisa merasakan keberadaan orang itu. Pasti kemampuan orang itu jauh lebih kuat darinya.Sebelum pergi, Humaira tidak lupa mengambil dua artefak di gubuk jerami. Dia menegaskan, "Hei! Kalau kamu berani menculik dua tahanan penting Sekte Formasi Surgawi, kamu pasti akan menghadapi pembalasan dendam dari sekte kami!"Whoosh! Neiva sudah melepaskan tali Busur Matahari. Bulunya memang bukan barang biasa, bahkan lebih hebat dari artefak. Tentu saja kekuatan cahaya panah tidak bisa mengimbangi bulu itu.Tembakan i

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2853

    Setelah itu, sebenarnya Humaira berniat mencari orang yang menembakkan panah. Dia baru menyadari semua orang sudah dibunuh sesudah mendarat. Humaira tidak peduli lagi, dia buru-buru kembali ke puncak gunung.Anjing hitam melihat orang yang menyerap kekuatan spiritualnya. Dia menghampiri Humaira, lalu berdiri dan marah-marah, "Beraninya kamu bilang kami pecundang! Dasar wanita jalang, kamu sombong sekali! Aku tunjukkan kehebatan kami! Tirta, maju!"Tirta yang kesal menegur, "Anjing sialan, minggir!"Kemudian, Tirta langsung mengeluarkan Busur Matahari. Dia memang tahu dirinya tidak mampu melawan Humaira, tetapi dia ingin berusaha. Selain itu, Tirta mengaktifkan gerbang ketiga dari Teknik Rahasia Delapan Gerbang untuk meningkatkan kemampuannya hingga tingkat pembentukan jiwa tahap kelima."Um?" gumam Humaira. Siapa sangka, dia langsung mengamuk begitu melihat Busur Matahari. Humaira menegaskan dengan alis berkerut, "Penjahat, ternyata kamu yang diam-diam menembakku! Kalau hari ini aku ng

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2852

    Anjing hitam menghampiri Tirta, lalu menambahkan, "Ingatan mereka sudah dikorek, bukan disembunyikan. Asalkan bisa menemukan orang yang mengorek ingatan mereka, kamu baru bisa membantu mereka memulihkan ingatan."Wanita paruh baya ketakutan. Dia bertanya dengan ekspresi gugup, "Kak ... anjing ini bisa bicara. Jangan-jangan ... dia itu siluman?"Pria paruh baya melindungi wanita itu dan berbicara dengan tatapan tegas, "Jangan takut, Dik. Selama ada aku di sisimu, aku nggak akan biarkan siapa pun menyakitimu."Anjing hitam yang tidak senang memprotes, "Aku ini keturunan anjing langit, bukan ...."Sebelum menyelesaikan ucapannya, anjing hitam ditendang dan ditegur Tirta, "Anjing sialan, kamu membuat Paman dan Bibi takut. Cepat minggir!"Anjing hitam tidak terima. Dia mengomel, "Pemuda sialan, kamu benar-benar nggak tahu berterima kasih! Apa kamu lupa tadi aku bersusah payah membantumu memecahkan formasi? Apa kalian bisa masuk tanpa bantuanku?"Tirta bicara terus terang, "Itu karena aku me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2851

    Mendengar perkataan pria paruh baya, Elisa tampak terkejut. Dia menanggapi dengan suara bergetar, "Nggak mungkin. Ayah, Ibu, aku memang anak kalian. Selain aku, kalian punya putri lain. Masa kalian nggak ingat? Kalian ... meninggalkan kami ... waktu kami masih bayi ...."Setiap melontarkan satu kata, hati Elisa seperti diiris pisau tajam.Pria paruh baya menunjukkan ekspresi bingung, sedangkan wanita paruh baya berbicara dengan yakin, "Nona, kami memang nggak punya anak. Kamu pasti salah ingat."Wanita paruh baya juga tidak ingat masalah seperti ini pernah terjadi.Elisa tidak bisa menerima kenyataan ini. Wajahnya pucat pasi. Dia yang terpukul bergumam, "Kenapa bisa begini? Apa kita memang salah cari orang? Jangan-jangan mereka memang bukan orang tuaku?"Tirta menyimpan Busur Matahari. Dia yang merasa kasihan pada Elisa menghibur, "Bi Elisa, jangan cemas. Energi di tubuh mereka menunjukkan mereka punya hubungan darah denganmu. Mereka itu orang tuamu. Pasti sesuatu terjadi pada mereka,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2850

    Elisa menanggapi sembari mengernyit, "Um, semoga begitu. Tapi, entah kenapa aku merasa ada yang nggak beres dengan orang tuaku."Tirta bertanya, "Apa yang nggak beres?"Elisa menjawab, "Aku juga nggak tahu jelas. Nanti kita baru bisa tahu setelah menyelamatkan mereka. Mungkin ... aku yang curigaan."Whoosh! Seberkas cahaya putih masuk ke dalam tubuh Tirta. Tiba-tiba, Tirta menggenggam Busur Matahari.Tirta berucap dengan ekspresi terkejut, "Eh? Apa ini?"Terdengar suara Genta. "Itu barang berharga. Cuma kultivator tingkat pencapaian agung yang bisa mengerahkan seluruh kekuatan barang itu. Kulihat itu barang bagus, jadi aku merebutnya biar kamu bisa menggunakannya."Tirta bertanya, 'Kak, bagaimana dengan orang-orang di kaki gunung? Apa kamu sudah membunuh mereka semua?'Tirta tidak tahu kekuatan Busur Matahari. Kala ini, dia juga malas bertanya. Tirta langsung memasukkan busur itu ke dalam Cincin Penyimpanan.Genta menyahut, "Aku nggak membunuh wanita berpakaian merah itu dan klona makh

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2849

    Gorgon dan Modeus mendesak, "Cepat turunkan Busur Matahari!"Ternyata Magani tiba-tiba mengeluarkan Busur Matahari lagi dengan ekspresi sinis. Dia membidik Gorgon dan Modeus.Menghadapi Gorgon dan Modeus yang marah, Magani bertanya dengan tenang, "Kenapa aku harus turunkan Busur Matahari? Bagaimana caranya aku membunuh orang kalau menurunkannya?"Kemudian, Magani menarik tali Busur Matahari dengan mudah. Cahaya panah yang mengandung kekuatan dahsyat langsung terbentuk. Perbedaan kekuatan cahaya ini berbeda berkali-kali lipat dengan sebelumnya. Tembakan kali ini seakan-akan memang bisa menjatuhkan matahari.Modeus berteriak sembari mundur, "Gawat! Kak Gorgon, cepat mundur! Pria tua ini sudah gila!"Gorgon sudah menghindar dari tadi. Dia memelototi Magani dan menanggapi, "Tadi aku merasa dia agak aneh. Sepertinya tubuhnya diambil alih orang lain."Magani tertawa sinis, lalu membalas, "Aku mengambil alih tubuhnya? Haha, tubuh ini nggak pantas untukku. Aku cuma memanfaatkannya untuk membun

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 662

    Tirta sendiri juga tidak menyangka akan terjadi situasi yang mendadak ini. Namun, yang membuatnya semakin kaget adalah jurus mengunci titik akupunkturnya itu tidak berguna sama sekali terhadap Karta.Wajar saja Panji sampai begitu percaya diri menyuruhnya berduel dengan Bima. Ternyata mereka memang s

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 658

    Mendengar kata-kata Tirta, Aaris langsung melirik ke arah Bima secara refleks. Ketika melihat belasan luka di tubuh Bima, dia langsung berdiri dan berteriak kepada Tirta, "Kenapa aku harus dengar perintahmu untuk berlutut setengah jam atau dipukul? Kamu kira kamu ini siapa?""Aku nggak mau milih apa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 657

    Melihat sikapnya yang melunak, Tirta memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah ini lagi. Niscaya setelah kejadian hari ini, kedua orang itu juga tidak akan berani mencarinya untuk balas dendam lagi.Sambil berbicara, Tirta telah mencabut beberapa jarum perak yang tertancap di kepala Aaris."Baik, a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 592

    "Bibi, bukan aku yang ingin menggodanya. Aku juga nggak berdaya ...," keluh Tirta. Kemudian, dia menceritakan tentang semua kejadian di antara Bella dengannya. Mendengar bahwa Tirta yang telah menyelamatkan Bella berulang kali dari bahaya, hati Ayu terasa sakit.Dia sangat mengkhawatirkan keselamatan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status