แชร์

Bab 1416

ผู้เขียน: Hazel
Begitu mendengar ucapan Tirta, Bella langsung menolak tanpa pikir panjang, "Nggak bisa! Kamu baru saja pulang. Aku bahkan belum sempat bikin perhitungan denganmu lho. Masa kamu tega meninggalkanku sendirian di sini dan pulang ke rumah sendiri?"

Bella menegaskan, "Kalau kamu memang mau pulang, ya harus bawa aku juga. Kalau nggak, aku nggak akan membiarkan kamu pergi."

"Uhuk, uhuk .... Bella, aku cuma bercanda kok. Aku bukannya benaran mau pulang. Aku cuma iseng, mau lihat kamu masih kesal atau ng
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantabpfff lanjut
goodnovel comment avatar
Bayu Pranoto
menurut ku Tirta seorang yg tolol dan gak punya prinsip terhadap wanita. penulis terlalu memaksakan yg satu ini
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3428

    Pemandangan yang ada di hadapan sekarang dipahami dengan sangat jelas oleh Bowo.Hanya Tirta seorang saja sudah membuat para tetua dan Panglima Iblis Sekte Bulan Berdarah tidak mampu berbuat apa pun terhadapnya.Kalau Selvi ikut turun tangan, nasib Sekte Bulan Berdarah sudah bisa dibayangkan.Mereka harus membunuh Tirta dengan secepat kilat dan tanpa ragu. Hanya dengan begitu mereka bisa mencegah keadaan itu terjadi."Baik, Ketua!""Kami juga ingin melihat sampai sejauh mana bocah ini mewarisi kemampuan Bakrie!"Para tetua Sekte Bulan Berdarah pun mulai merasakan tekanan. Mereka segera mundur hingga mencapai jarak tertentu, lalu berdiri pada posisi formasi yang telah ditentukan dan secara bersamaan mulai menyusun formasi.Bum! Bum! Bum! Sekitar 20 lebih tetua dan Panglima Iblis yang berada di tingkat semi pencapaian agung berteriak serempak. Wajah mereka dipenuhi rasa sakit.Semburan demi semburan energi dan darah berwarna hitam kemerahan memancar dari tubuh mereka, meluncur lurus ke a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3427

    "Huh! Bocah, biar aku yang mengujimu!"Pada saat itu, seorang Panglima Iblis yang merasa terdesak berteriak keras. Sambil memegang sebuah segel hitam pekat, dia langsung menghantamkannya ke arah kepala Tirta.Segel besar itu membesar tertiup angin, berubah sebesar gunung, dan siap menghancurkan Tirta hingga menjadi daging cincang.Ruuumm! Tekanan dahsyat yang terpancar darinya langsung menghancurkan pegunungan dalam radius ratusan kilometer yang sudah tidak lagi dilindungi formasi.Tang!"Pusaka rongsokan macam apa ini? Jangan mempermalukan dirimu di depanku! Lebih baik dilebur dan ditempa ulang saja!"Tirta tetap melayangkan satu pukulan. Namun, kali ini yang muncul bukan lagi energi pedang sepanjang sekitar 3 kilometer, melainkan tujuh ekor harimau surgawi.Bayangan ketujuh harimau itu memang tidak besar, tetapi mereka menerjang lurus ke angkasa. Dengan sekali tabrak, mereka langsung menghancurkan segel raksasa itu hingga berkeping-keping.Aura spiritualnya lenyap. Senjata itu beruba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3426

    "Cucuku ... cucuku!"Stefan adalah satu-satunya keturunan Bowo yang tidak dijadikan bahan untuk melatih Teknik Iblis Abadi.Bahkan karena Stefan, Sekte Bulan Berdarah sampai kehilangan 3.000 anggotanya. Karena itulah, para tetua Sekte Bulan Berdarah sama sekali tidak berani menunjukkan sedikit pun ketidakpuasan terhadap Stefan.Kini, mereka malah melihat Stefan diperlakukan seperti sampah, dilempar begitu saja oleh Tirta hingga yang tersisa hanyalah sebuah kepala. Kondisinya sungguh mengenaskan sampai tidak lagi menyerupai manusia.Bisa dibayangkan betapa murkanya Bowo."Arghhh! Semuanya dengarkan! Dengan segala cara, segera hancurkan bocah sialan itu! Siapa pun yang berani menghalangi, bunuh tanpa ampun!""Setelah membunuhnya, segera serang Istana Samara! Perang ini nggak akan berakhir sampai salah satu pihak musnah!"Bowo meraung penuh amarah. Amarahnya bagaikan seratus ribu gunung berapi meletus bersamaan, menggelegar hingga mengguncang langit.Siapa pun dapat merasakan kobaran amar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3425

    Pikiran seperti itu muncul begitu saja di benak para anggota Sekte Bulan Berdarah.Namun, orang-orang itu tidak tahu kekuatan Selvi sama sekali tidak bisa diukur dengan akal sehat. Formasi Pelahap Langit memang sangat kuat, tetapi formasi itu sudah langsung dihancurkan sebelum sempat menunjukkan kekuatan sesungguhnya."Jangkrik Suci? Kenapa kamu dan bocah ini datang hancurkan gerbang Sekte Bulan Berdarah kami? Aku ingat Sekte Bulan Berdarah nggak pernah menyinggungmu," tanya Bowo yang saat itu segera mengenali identitas Selvi dan ekspresinya langsung terlihat kesal."Bukan aku yang mau hancurkan gerbang kalian, aku hanya memenuhi permintaan seseorang. Kalau ada dendam, selesaikan saja dengan bocah itu. Aku nggak akan mudah ikut campur," kata Selvi sambil menguap dengan malas, seolah-olah tidak menganggap semua ini sebagai masalah."Hehe. Nggak akan mudah ikut campur berarti tetap akan ikut campur. Jangkrik Suci, ucapanmu sama sekali nggak ada artinya," cibir seorang tetua."Kalian seda

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3424

    Pemuda itu adalah Tirta yang baru saja tiba dengan tergesa-gesa bersama Selvi.Boom.Begitu tiba di Puncak Elokwi, Tirta tidak membuang-buang waktu untuk berbicara dan langsung melayangkan sebuah pukulan. Energi pedang yang panjang menyapu ke segala arah, seolah-olah hendak membelah langit dan bumi.Formasi pelindung di Puncak Elokwi langsung aktif. Bentuknya seperti mangkuk raksasa yang terbalik dan menutupi seluruh gunung. Meskipun tidak langsung hancur, permukaannya bergetar dengan hebat dan riak-riak besar menyebar dari puncaknya seperti ombak yang bergulung-gulung.Tak lama kemudian, sebuah sosok makhluk raksasa melesat keluar dari atas formasi itu. Wujudnya menyerupai binatang buas, tubuhnya seperti kambing dengan wajah manusia. Seluruh tubuhnya diselimuti sisik berwarna emas gelap dan setiap sisiknya memancarkan kilau logam yang dingin sekaligus terlihat nyata.Di bawah kedua ketiak makhluk itu, terdapat sepasang mata merah dan tatapannya terlihat mengerikan. Setiap kali menatap

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3423

    Hal itu yang menyebabkan Sekte Bulan Berdarah kehilangan tiga ribu lebih anggotanya. Meskipun demikian, fondasi mereka tetap mampu menekan sepuluh sekte besar dan hanya berada di bawah tiga tanah suci besar.Namun, karena siapa pun yang berniat jahat bisa bergabung dengan Sekte Bulan Berdarah, kekuatan sekte ini jauh lebih lemah dibandingkan sekte-sekte jalan lurus. Ini merupakan kelemahan yang sangat jelas. Jika bukan karena kelemahan itu, sekte ini sebenarnya sudah lama mewujudkan ambisi besarnya untuk musnahkan tiga tanah suci besar dan menguasai seluruh dunia awani."Setelah selidiki selama dua hari, sekarang sudah pasti Istana Samara menderita kerugian yang sangat besar dan hanya tinggal nama. Asal formasi pelindung sekte berhasil ditembus, Sekte Bulan Berdarah bisa musnahkan Istana Samara dengan mudah dan balas dendam. Aku mau tahu siapa di antara para tetua yang berani memimpin pasukan dan buka jalan baru bagi Sekte Bulan Berdarah?"Di kursi utama aula dan di balik bayangan yang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1413

    "Nggak. Paman, aku cuma merasa malu nggak antar Pak Tirta. Nggak apa-apa. Lagi pula, sebentar lagi Pak Tirta akan pergi ke ibu kota," sahut Marila.Tiba-tiba, Marila merasa tidak ada gunanya dia tetap tinggal di Provinsi Naru. Jadi, dia berniat kembali ke ibu kota. Marila melanjutkan, "Paman, aku ra

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1518

    Tirta yang tidak paham bertanya, 'Meninggalkan dunia ini?'Genta menjelaskan dengan tenang, "Benar, aku memang bukan berasal dari tempat ini. Dunia sangat besar, planet tempatmu berada cuma sebagian kecil dari alam semesta. Aku juga nggak sengaja datang ke tempat ini. Setelah waktunya tepat, aku pas

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1384

    Melihat Hafiz kabur, para bawahan yang panik ingin membuang senjata mereka dan mengejar Hafiz. Mereka berkomentar."Bos ... kabur! Sialan!""Sialan! Biarkan saja. Setelah mendapatkan uang, kita juga bisa bersenang-senang di luar negeri!"Kemudian, seorang pria paruh baya yang cukup berpengaruh maju.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1521

    Satu jam kemudian, Tirta duduk di lantai sambil bertanya kepada Ayu dan Elisa dengan ekspresi serius, "Bi Ayu, Bi Elisa, apa kalian sudah hafal Mantra Sehati yang kuajarkan tadi?"Tirta sudah menjelaskan keuntungan dan kerugian Mantra Sehati kepada kedua bibinya. Selain itu, Tirta tidak lupa berpesa

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status