Share

Bab 2263

Author: Hazel
Tadi Pedang Terbang itu sudah membunuh 2 ribu lebih pasukan dan 80 lebih pejabat Negara Yumai. Setelah membunuh begitu banyak orang, Pedang Terbang tetap mengilap. Tidak terlihat noda darah sedikit pun. Para pejabat merasa Pedang Terbang itu sangat mengerikan.

Seorang pejabat benar-benar berharap bisa hidup. Bruk! Dia berlutut di depan anjing hitam sambil menyanjung, "Kami mau berlutut .... Kami rela ... anjing sakti yang kuat ini ... menjadi presiden Negara Yumai."

Tirta mengangguk puas dan mengomentari, "Um, bagus. Kamu sangat patuh, jadi kamu bisa hidup. Bukan cuma itu, nanti aku akan beri kamu hadiah bagus. Tunggu di dalam lingkaran."

Selesai bicara, Tirta menunjuk suatu tempat dengan pedang dan langsung membuat lingkaran cahaya.

Lingkaran cahaya itu terlihat sama dengan lingkaran cahaya yang menyelubungi Arata dan Ilona, hanya lebih besar berkali-kali lipat.

Melihat hal ini, pejabat Negara Yumai yang berlutut terlebih dahulu mengira lingkaran cahaya itu adalah formasi perlindungan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2535

    Suara Saba terdengar buru-buru. "Ini Dizhwar, wali kota Jagapati ya? Aku Saba Dinata ...."Jantung Dizhwar hampir copot dan giginya bergemeletuk. Dia berseru, "Kamu ... Pak Saba?"Sebagai seorang pegawai negeri sipil, sekarang Dizhwar malah bercinta dengan bawahannya. Bahkan dia meminta bantuan orang untuk mengantar uang karena ingin naik pangkat dengan memanfaatkan koneksi.Tindakan Dizhwar sudah melanggar aturan dan prinsip seorang pejabat. Dia yang merasa bersalah mengira Saba menelepon untuk menyalahkannya.'Tapi, mana mungkin tokoh sehebat Pak Saba menegurku malam-malam begini?' batin Dizhwar. Dia sangat putus asa, jadi terus berteriak di dalam hati.Suara Saba terdengar lagi sehingga menyadarkan Dizhwar. "Kenapa? Kamu masih mengantuk ya? Aku mau tanya, apa ada hal yang aneh terjadi di Jagapati? Misalnya ada banyak pasien mengidap penyakit yang belum diketahui."Dizhwar mengembuskan napas lega dan berusaha menenangkan dirinya untuk menyahut, "Um ... Pak Saba, sekarang kondisi di s

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2534

    Mata Ketrin memerah melihat kakeknya begitu emosional. Dia berujar, "Kak, suruh orang antar kami berdua kembali ke Negara Darsia biar bisa menghentikan bencana besar ini!"Tirta tidak buru-buru menyuruh Yelena mencari bantuan, melainkan bertanya, "Sudah berapa lama kalian kabur?"Yonatan menyahut, "Kira-kira sehari ...."Tirta menanggapi seraya mengernyit, "Sehari ... takutnya nggak sempat lagi kalau kalian kembali ke Negara Darsia sekarang. Begini saja, aku telepon dulu untuk tanyakan kondisi Negara Darsia. Apa kamu tahu orang Negara Martim yang terinfeksi virus itu pergi ke Negara Darsia bagian mana?"Yonatan berusaha mengingat dan membalas, "Tahu ... seharusnya mereka pergi ke Jagapati.""Jagapati itu ... ibu kota provinsi bagian timur," gumam Tirta. Dia menelepon Saba dengan ekspresi khawatir dan memberi tahu Saba semua masalahnya.Amarah Saba memuncak. Dia menimpali dengan geram, "Apa? Ternyata orang Negara Martim sialan melakukan hal yang nggak berperikemanusiaan seperti itu?"Na

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2533

    Yonatan segera berujar kepada cucunya, "Boleh. Ketrin, cepat tunjukan barangnya kepada dia. Oh iya. Cari alat pelacak pada barang itu, lalu buang secepatnya.""Oke, Kakek," sahut Ketrin. Setelah melihat semua tindakan Tirta tadi, sekarang penilaian Ketrin terhadap Tirta sudah berubah. Dia kagum, penasaran, dan berterima kasih pada Tirta.Ketrin mengeluarkan hard disk dari sakunya dan menemukan alat pelacak mini. Setelah membuang alat pelacak itu, dia menyerahkan hard disk kepada Tirta."Kotak hitam ini hard disk? Bagaimana aku melihat barang di dalamnya?" tanya Tirta. Dia melihat hard disk itu sekilas, lalu mengembalikannya kepada Ketrin.Tirta tidak mengerti tentang barang seperti ini. Dia juga sekalian menghentikan pendarahan di kaki Yonatan.Saat ini, Yonatan sudah percaya kepada Tirta sepenuhnya. Dia menjelaskan dengan ekspresi serius, "Barang di dalam cuma bisa dibuka dengan komputer super canggih. Tapi, kamu sudah menyelamatkanku dan cucuku. Jadi, aku langsung beri tahu kamu saja

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2532

    Yonatan menambahkan, "Sebentar lagi mereka akan menyampaikan kabar itu di Negara Darsia dan rencana keji kalian nggak akan berhasil."Sebenarnya Yonatan ingin memperdaya para polisi Negara Martim ini, lalu mencari kesempatan untuk menyuruh cucunya kabur. Namun, para polisi Negara Martim tidak memercayainya.Alis pemimpin segerombolan polisi itu makin berkerut. Dia menodong pistolnya ke arah Yonatan seraya berkata, "Pak Yonatan, kamu nggak usah tipu kami. Di hard disk yang kamu curi dari laboratorium, ada alat pelacak yang kami pasang. Barang itu disimpan cucumu.""Aku sarankan kamu jangan pakai trik lagi. Sebaiknya kamu ikut kami saja. Asalkan kamu mengakui kesalahanmu, menteri pasti akan memaafkanmu karena kemampuanmu sangat hebat. Kalau nggak, bukan cuma kamu yang mati. Bahkan cucumu dan semua muridmu juga akan mati dengan tragis," lanjut pemimpin polisi itu.Polisi lainnya juga perlahan masuk ke dalam restoran untuk mengepung Yonatan dan cucunya.Yonatan tahu dia dan cucunya tidak b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2531

    Tindakan Tirta membuat kakek dan cucunya terbengong-bengong. Tirta terpaksa berkata, "Ini ... teknik penyamaran."Gadis yang cantik itu memelotot. Setelah beberapa saat, dia baru berucap kepada kakeknya, "Teknik penyamaran? Wah, benar-benar terlihat nyata. Kakek ... dia ini orang Negara Darsia. Apa kita mau ikut dia?""Hais ... kita ikut dia saja. Sekarang kita juga nggak punya pilihan lain lagi," sahut pria tua itu. Rambutnya sudah memutih dan dia memakai kacamata. Tampaknya dia adalah doktor tua yang elegan, tetapi sekarang dia tampak menyedihkan dan tidak berdaya.Sebenarnya pria tua itu tidak ingin mengikuti Tirta pergi. Bagaimanapun, mereka berada di luar negeri. Barang yang dicurinya juga sangat penting. Jadi, dia sama sekali tidak memercayai Tirta.Namun, keduanya sudah dicegat Tirta. Mereka pasti tidak bisa pergi lagi.Gadis itu mengangguk. Dia sudah lebih tenang. Gadis itu memandang Tirta dan bertanya, "Kamu mau bawa kami ke mana?""Kita makan dulu. Aku lapar, begitu pula putr

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2530

    Banyak restoran di jalanan. Semuanya adalah bangunan bergaya tradisional. Hampir setengah Jalan Darsia dipenuhi restoran dengan masakan dari berbagai daerah di Negara Darsia.Pokoknya semua masakan khas Negara Darsia sangat lengkap. Namun, entah makanannya enak atau tidak.Sisanya adalah toko baju dan barang-barang dari Negara Darsia. Selain itu, ada tempat hiburan istimewa seperti bar, rumah judi, dan kelab.Tirta menggandeng tangan Yelena sembari menyusuri jalan dengan santai. Mereka sedang memilih restoran untuk makan sedikit.Tiba-tiba, terdengar suara gadis Negara Darsia yang panik pada kerumunan di belakang. Napasnya juga tersengal-sengal. "Kakek, cepat lari! Sepertinya mereka sudah dekat ...."Kemudian, terdengar suara pria tua yang sangat lemah. Sepertinya dia sudah sekarat. "Ketrin, aku nggak sanggup lari lagi. Waktunya mendesak, cepat lari. Kamu nggak usah pedulikan aku lagi .... Bawa barang yang kuberikan padamu dan ... kembali ke Negara Darsia."Pria tua itu mengingatkan, "

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status