Share

Bab 2531

Auteur: Hazel
Tindakan Tirta membuat kakek dan cucunya terbengong-bengong. Tirta terpaksa berkata, "Ini ... teknik penyamaran."

Gadis yang cantik itu memelotot. Setelah beberapa saat, dia baru berucap kepada kakeknya, "Teknik penyamaran? Wah, benar-benar terlihat nyata. Kakek ... dia ini orang Negara Darsia. Apa kita mau ikut dia?"

"Hais ... kita ikut dia saja. Sekarang kita juga nggak punya pilihan lain lagi," sahut pria tua itu. Rambutnya sudah memutih dan dia memakai kacamata. Tampaknya dia adalah doktor tua yang elegan, tetapi sekarang dia tampak menyedihkan dan tidak berdaya.

Sebenarnya pria tua itu tidak ingin mengikuti Tirta pergi. Bagaimanapun, mereka berada di luar negeri. Barang yang dicurinya juga sangat penting. Jadi, dia sama sekali tidak memercayai Tirta.

Namun, keduanya sudah dicegat Tirta. Mereka pasti tidak bisa pergi lagi.

Gadis itu mengangguk. Dia sudah lebih tenang. Gadis itu memandang Tirta dan bertanya, "Kamu mau bawa kami ke mana?"

"Kita makan dulu. Aku lapar, begitu pula putr
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2531

    Tindakan Tirta membuat kakek dan cucunya terbengong-bengong. Tirta terpaksa berkata, "Ini ... teknik penyamaran."Gadis yang cantik itu memelotot. Setelah beberapa saat, dia baru berucap kepada kakeknya, "Teknik penyamaran? Wah, benar-benar terlihat nyata. Kakek ... dia ini orang Negara Darsia. Apa kita mau ikut dia?""Hais ... kita ikut dia saja. Sekarang kita juga nggak punya pilihan lain lagi," sahut pria tua itu. Rambutnya sudah memutih dan dia memakai kacamata. Tampaknya dia adalah doktor tua yang elegan, tetapi sekarang dia tampak menyedihkan dan tidak berdaya.Sebenarnya pria tua itu tidak ingin mengikuti Tirta pergi. Bagaimanapun, mereka berada di luar negeri. Barang yang dicurinya juga sangat penting. Jadi, dia sama sekali tidak memercayai Tirta.Namun, keduanya sudah dicegat Tirta. Mereka pasti tidak bisa pergi lagi.Gadis itu mengangguk. Dia sudah lebih tenang. Gadis itu memandang Tirta dan bertanya, "Kamu mau bawa kami ke mana?""Kita makan dulu. Aku lapar, begitu pula putr

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2530

    Banyak restoran di jalanan. Semuanya adalah bangunan bergaya tradisional. Hampir setengah Jalan Darsia dipenuhi restoran dengan masakan dari berbagai daerah di Negara Darsia.Pokoknya semua masakan khas Negara Darsia sangat lengkap. Namun, entah makanannya enak atau tidak.Sisanya adalah toko baju dan barang-barang dari Negara Darsia. Selain itu, ada tempat hiburan istimewa seperti bar, rumah judi, dan kelab.Tirta menggandeng tangan Yelena sembari menyusuri jalan dengan santai. Mereka sedang memilih restoran untuk makan sedikit.Tiba-tiba, terdengar suara gadis Negara Darsia yang panik pada kerumunan di belakang. Napasnya juga tersengal-sengal. "Kakek, cepat lari! Sepertinya mereka sudah dekat ...."Kemudian, terdengar suara pria tua yang sangat lemah. Sepertinya dia sudah sekarat. "Ketrin, aku nggak sanggup lari lagi. Waktunya mendesak, cepat lari. Kamu nggak usah pedulikan aku lagi .... Bawa barang yang kuberikan padamu dan ... kembali ke Negara Darsia."Pria tua itu mengingatkan, "

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2529

    Yelena tertawa setelah mendengar ucapan Tirta, lalu dia meledeknya, "Tampang ayahku nggak begini. Jenggotnya putih dan kerutannya sangat jelas. Aku rasa kita bisa menyamar jadi kakak beradik. Bagaimanapun, adik suka memotong pembicaraan kakak setelah dewasa."Tirta menolak, "Aku nggak mau, aku nggak suka menyamar jadi kakak beradik. Lebih baik kita menyamar jadi ayah dan anak saja. Kamu nggak usah memusingkan masalah tampang, itu gampang. Kamu cukup deskripsikan tampang ayahmu secara garis besar."Tirta memeluk pinggang Yelena yang ramping. Sebelum bertemu Tirta, tidak ada yang tahu pinggang Yelena begitu lembut dan mulus. Namun, sekarang Tirta bisa meraba-raba pinggang Yelena sepuasnya."Oke. Apa boleh buat? Kamu itu tuanku," balas Yelena. Akhirnya, dia tidak berdebat dengan Tirta lagi dan mendeskripsikan tampang ayahnya.Setelah mendengar deskripsi Yelena, Tirta mengeluarkan Jimat Pengubah yang sudah disiapkannya sejak awal dan menempelkannya di tubuhnya sendiri.Dalam sekejap, tampa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2528

    Genta juga bermaksud menyalahkan Tirta yang tidak bisa mengendalikan dirinya.Tirta tidak takut, malah merasa senang. Dia tertawa dan menanggapi, 'Kak, jangan salahkan aku. Pria mana yang nggak ingin menikmati tubuh manusia burung. Apalagi ini pertama kalinya dia ditiduri. Bukannya aku juga menyerap sebagian kekuatannya?'Genta membalas, "Terserah kamu. Pokoknya ini sama saja dengan bom waktu. Setelah dia bangkit dan ingin membunuhmu, aku nggak akan membantumu."'Cih, kita ini senasib sepenanggungan. Kalau dia benar-benar mau membunuhku, aku nggak percaya kamu nggak mau membantuku,' timpal Tirta.Tirta tidak peduli. Dia sudah sering mendengar Genta bicara seperti itu. Namun, setiap kali Genta pasti membantunya seperti ibunya.Genta mengomentari, "Dasar pria bermuka tebal.""Siapa bilang? Kulit wajahku sangat kenyal," balas Tirta.Genta mengkritik, "Nggak tahu malu.""Itu benar. Wanita nggak suka pria yang pemalu," sahut Tirta.Setelah berdebat sesaat, Genta tidak memedulikan Tirta lagi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2527

    Lagi-lagi, Yelena menyebutkan nama tempat yang tidak pernah didengar Tirta. Akan tetapi, Yelena bisa diandalkan. Dia bahkan sudah banyak membantu untuk membebaskan para wanita di Pulau Wanita Suci, jadi Tirta tidak meragukannya.Tirta memutuskan untuk memejamkan matanya dan menyerap sedikit energi spiritual. Dia baru teringat kultivasinya terhenti di tingkat pembentukan fondasi tahap kedelapan cukup lama.Namun, Tirta mempunyai firasat kultivasinya pasti akan menerobos tingkat pembentukan fondasi tahap kesembilan setelah pulang ke Negara Darsia. Dia akan menaklukkan Linda, Elizabeth, dan Adeline, juga memadukannya dengan Teknik Pasangan.Kalau tidak bisa, masih ada Lilian cantik yang menunggunya.Tirta membatin, 'Oh iya. Aku sudah lama nggak menyentuh gurunya Bi Elisa. Dia itu wanita berkualitas yang sebenarnya. Sekarang aku makin merindukan kenikmatan saat menidurinya. Setelah pulang, aku akan cari dia untuk memuaskan hasratku. Rasanya pasti sangat menyenangkan.'Pikiran Tirta melayan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2526

    "Oh iya, Ade ... eh ... Yelena, apa kamu tahu ibu kota Negara Martim?" tanya Tirta.Sebenarnya Tirta masih belum puas, tetapi dia tetap menyuruh Yelena berhenti. Kalau tidak, rasanya pasti makin menyiksa. Bagaimanapun, tidak ada kesempatan untuk melakukan ke tahap selanjutnya.Yelena yang terkejut menjawab, "Tahu. Tuan, bukannya kamu mau pergi ke Negara Martim? Masa kamu nggak tahu ibu kotanya di mana?"Tirta mengangkat bahu dengan santai dan menjelaskan, "Sebenarnya ini kedua kalinya aku pergi ke luar negeri. Kemarin aku pergi ke Negara Yumai, jadi aku cuma pernah dengar tentang Negara Martim. Bahkan aku nggak tahu lokasi negaranya, mana mungkin aku tahu letak ibu kotanya?"Tirta menambahkan, "Selain itu, aku ini orang Negara Darsia. Kalau bukan karena ada urusan penting, untuk apa aku mencari tahu tentang negara lain?""Apa yang dibilang Tuan benar. Negara Martim juga biasa saja," komentar Yelena. Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk meregangkan tangannya yang pegal.Kemudian, Yelen

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status