Compartir

Bab 2533

Autor: Hazel
Yonatan segera berujar kepada cucunya, "Boleh. Ketrin, cepat tunjukan barangnya kepada dia. Oh iya. Cari alat pelacak pada barang itu, lalu buang secepatnya."

"Oke, Kakek," sahut Ketrin. Setelah melihat semua tindakan Tirta tadi, sekarang penilaian Ketrin terhadap Tirta sudah berubah. Dia kagum, penasaran, dan berterima kasih pada Tirta.

Ketrin mengeluarkan hard disk dari sakunya dan menemukan alat pelacak mini. Setelah membuang alat pelacak itu, dia menyerahkan hard disk kepada Tirta.

"Kotak hi
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3008

    Anjing hitam merasa sangat malu. Bagaimanapun, dia menggigit Tirta hingga terluka dalam waktu singkat. Anjing hitam bertanya, "Kalau begitu ... aku salah paham padamu?"Tirta bertanya balik, "Tentu saja! Kamu kira aku benar-benar begitu kejam?"Anjing hitam menunduk dan menyahut dengan canggung, "Oke, aku minta maaf padamu. Sepertinya wawasanku kurang luas."Nova bertanya, "Tirta, jadi ... bagaimana caranya mengerahkan teknik rahasia yang kamu bilang?"Tirta menjawab, "Nggak usah buru-buru. Kita baru bisa mengerahkan teknik rahasia ini dengan baik waktu menemukan tubuh anak tanpa jiwa. Sekarang biarkan jiwa Hasana dirawat kertas emas dulu."Begitu Tirta melontarkan ucapannya, tiba-tiba terdengar suara menggelegar seperti ada kereta perang menggilas langit. Suara itu membuat jiwa orang bergetar.Hantaman yang kuat menyebar dengan cepat dari istana. Segala sesuatu yang berwujud hancur lebur terkena hantaman itu. Benar-benar mengerikan!Whoosh! Mutiara seukuran bulan kecil yang memancarka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3007

    Tirta menarik napas dalam-dalam, lalu berkata, "Keputusasaan itu duka yang paling dalam. Anjing sialan, nggak usah bujuk dia lagi. Kalian semua minggir."Tirta menarik anjing hitam ke samping. Setelah itu, dia melancarkan serangan energi pedang dan hendak menebas leher Hasana.Hasana tampak sangat tenang saat menghadapi kematian yang sudah dekat. Dia memandangi Tirta sambil tersenyum. Hasana memang tidak bicara, tetapi siapa pun tahu dia sangat berterima kasih pada Tirta.Srak! Kepala Hasana langsung dipenggal oleh cahaya pedang. Dia merasakan dunia berputar dan semuanya mulai tampak tidak jelas. Pandangannya perlahan menjadi gelap, dia seperti jatuh ke jurang yang dalam.Hasana bergumam terakhir kali, "Ternyata, ini rasanya mati ... benar-benar aneh ...."Nada bicara Hasana tentu menunjukkan dia merasa tidak rela, tetapi sekarang semuanya sudah berakhir.Sebenarnya sekarang Tirta tidak mengerahkan teknik rahasia. Kemampuannya hanya mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap kedelapan.De

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3006

    Kata-kata yang singkat itu seperti sangat berat sampai-sampai Tirta kesulitan melontarkannya.Ngung! Cahaya pedang yang terpancar di ujung jari Tirta terus berkedip. Pancaran cahaya yang menyilaukan membuat wajah Hasana terlihat makin pucat.Mendengar ucapan Tirta, Hasana tersenyum lega. Dia membalas sebelum memejamkan matanya, "Terima kasih, Dik ...."Tatapan Tirta terlihat tegas, lalu dia mengangkat tangannya dan hendak melancarkan serangan energi pedang untuk membunuh Hasana.Tiba-tiba, anjing hitam bergegas menghampiri Hasana dan melindunginya. Dia menunjukkan taringnya kepada Tirta, padahal biasanya dia jarang bersikap seperti ini.Anjing hitam menggonggong dan menegur, "Eh ... Tirta, nasib wanita ini begitu tragis. Tapi, kamu malah tega membunuhnya? Apa kamu masih punya hati nurani?"Sebelumnya anjing hitam sangat membenci orang seperti Hasana. Sekarang dia malah sangat menghargainya.Kemudian, Nova maju dan memohon kepada Tirta, "Tirta, tindakanmu memang kejam. Kakak ini sangat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3005

    "Aku nggak mau kabur lagi," kata Hasana seraya menggeleng. Air matanya mengalir, dia mulai bercerita dengan senyuman tersungging di wajahnya, "Bertahun-tahun yang lalu, sepertinya aku masih berusia 18 tahun. Aku ini putri pedagang di dunia fana. Aku menguasai berbagai bidang seni dan sangat beretika.""Banyak pria di kota menyukaiku. Waktu itu, aku sangat sombong. Nggak ada satu pria pun yang bisa membuatku jatuh hati. Suatu hari, aku kebetulan berkenalan dengan seorang pria yang sangat elegan," lanjut Hasana.Hasana meneruskan ceritanya, "Pria itu berbeda dengan yang lain. Dia punya ambisi sendiri dan juga seorang pemurni energi. Lama-kelamaan, aku pun berhubungan intim dengannya. Aku mengabaikan larangan keluargaku untuk meninggalkan kampung halamanku dan mengikutinya berkelana ke tempat yang jauh.""Tapi, aku nggak menyangka ternyata dia membawaku ke gua sekte. Setiap hari, banyak pria datang untuk meniduriku. Dari pria tua sampai pemuda. Aku berusaha mati-matian untuk meminta kekas

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3004

    Tirta juga bersandiwara. Dia tersenyum lebar sehingga menunjukkan giginya yang putih. Tirta akan kehilangan seratus lebih teknik rahasia untuk pasangan itu jika langsung membunuh Hasana, benar-benar disayangkan.Hasana diam-diam merasa lega, tetapi dia tetap tidak menurunkan kewaspadaannya. Dia bertanya dengan tatapan kesal, "Apa kamu sama sekali nggak tertarik padaku?"Tirta melihat Nova yang berdiri di dekat sana dan menyahut, "Aku sudah ada yang punya. Aku nggak ingin mengecewakan istriku."Selesai bicara, Tirta mengeluarkan sepotong baju untuk menutupi tubuh Hasana.Tubuh Hasana gemetaran dan dia tersenyum canggung. Hasana menimpali dengan ekspresi iri, "Ternyata begitu. Sayang sekali .... Ya sudah, aku tuliskan seratus lebih teknik rahasia untuk pasangan sekarang."Kemudian, Hasana mengeluarkan alat tulis dan mulai menulis satu per satu teknik itu. Tulisan Hasana sangat kecil dan rapi, tidak seperti karakternya yang liar. Tulisan di kertas itu seperti ditulis putri bangsawan yang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3003

    Anjing hitam menambahkan, "Selain itu, kamu jangan berpikiran untuk kabur atau melakukan hal lain. Kalau nggak, aku bisa menghabisimu dengan mudah."Tentu saja, kalimat terakhir ini ditujukan kepada Hasana.Hasana langsung tertawa dan menanggapi, "Nggak mungkin. Tadi aku sudah bersumpah pada senior muda ini. Tentu saja aku nggak berani macam-macam. Kamu nggak usah khawatir."Hasana memang tidak pernah bertarung dengan anjing hitam, tetapi dia melihat dengan kesadaran spiritual anjing hitam merusak formasi di tempat ini. Padahal formasi itu dipasang oleh tetua agung dari tiga tempat suci terbesar.Selain itu, sebelumnya anjing hitam mengeluarkan kabut beracun dari mulutnya. Bahkan penguasa agung juga tumbang terkena racun itu. Padahal kemampuan penguasa agung jauh lebih hebat daripada Hasana.Dua hal ini membuat Hasana takut kepada anjing hitam. Jadi, dia tidak berani bertindak.Anjing hitam mendengus, lalu berbicara dengan sombong, "Untung kamu tahu diri. Kalau nggak, aku punya banyak

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1752

    Tirta tentu tidak akan keluar. Dia menunjuk Shazana yang sedang bermeditasi dan menggeleng.Prita lanjut berbisik dengan ekspresi memelas, "Keponakanku, aku mohon keluar sebentar ...."Tirta mendesah. Dia terpaksa memasang formasi perlindungan di sekeliling Shazana, lalu menyelubunginya dengan Tekni

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1779

    Shazana ingin membujuk Tirta untuk menyembuhkan Coby terlebih dahulu. Besok mereka baru jalan-jalan di mal.Namun, Tirta mencibir dan berkata sebelum Shazana sempat bicara, "Nggak perlu tunggu sampai 10 detik, bahkan 1 detik juga nggak perlu. Aku sudah membuat keputusan. Aku nggak mau sembuhkan Coby

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1747

    "Sekteku? Tirta, aku nggak bisa beri tahu kamu hal ini. Jangan tanya lagi ya?" sahut Shazana dengan ekspresi bimbang. Dia takut nanti Tirta akan mencari sektenya setelah tahu dirinya diam-diam pergi."Oke, aku nggak tanya lagi," balas Tirta. Dia mempunyai firasat masalah yang ditutupi Shazana pasti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1722

    Tirta menyeringai. Ayu hampir menangis saking paniknya. Dia mengeluh, "Tirta ... kamu jahat sekali. Kenapa kamu menindasku?"Tiba-tiba, Elisa membuka pintu dan berjalan masuk. Dia bertanya kepada Tirta dengan wajah memerah, "Tirta, kamu sengaja menyiksa Kak Ayu. Apa maksudmu?"Melihat ekspresi Elisa

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status