LOGINTentu saja lima tetua agung ini mendengar ucapan Tirta, tetapi mereka tidak menganggapnya serius. Bagaimanapun, mereka hanya menganggap Tirta sebagai pecundang yang sedikit kuat.Jika bukan karena kultivator tingkat pengguncang langit itu, mereka bahkan tidak perlu bertindak. Mereka bisa melenyapkan tubuh dan jiwa Tirta dengan tatapan.Tetua agung Sekte Timira berkomentar, "Mungkin wanita itu menggunakan teknik rahasia untuk bersembunyi. Kita tunggu beberapa waktu lagi dengan sabar. Bagaimanapun, jejak pembunuhan yang dilakukan wanita itu cuma ada di sini. Mungkin sebentar lagi dia akan muncul."Tetua agung Sekte Zeru menghela napas, lalu menanggapi, "Benar. Sekarang cuma ini satu-satunya cara. Kalau di dunia awani juga ada kultivator tingkat pengguncang langit, kita juga nggak perlu takut saat bertindak."Namun, hal itu tidak mungkin terjadi. Alasannya karena tokoh paling hebat di dunia awani hanya mencapai tingkat pembentukan dewa, tingkat pemurnian dewa, dan tingkat penebas dewa.Me
Begitu Lavanya berpikiran seperti ini, Tirta juga baru menyelesaikan tahap akhir pembangunan rumah.Whoosh! Whoosh! Whoosh! Tiba-tiba, muncul energi kuat yang bergejolak hebat. Lima sosok datang dari berbagai arah dengan kecepatan tinggi.Jika bukan karena berhenti di udara, lima pria tua yang sedang melayang itu sulit terlihat. Tekanan mengerikan dari udara bak air laut luas yang bisa menghantam orang-orang di bawah kapan saja.Lavanya merasakan tekanan itu terlebih dahulu. Dia bergumam dengan ekspresi terkejut, "Gejolak energi mereka sama denganku. Mereka itu kultivator tingkat pemurnian dewa. Sepertinya mereka datang untuk membalas dendam ...."Namun, Lavanya sama sekali tidak panik. Sebagai sesama kultivator tingkat pemurnian dewa, dia bisa selamat dari serangan lima orang itu dengan tekniknya.Jika hanya tiga kultivator tingkat pemurnian dewa yang datang, Lavanya bisa bertarung mati-matian dengan mereka. Mungkin dia bisa melenyapkan mereka bertiga sekaligus.Biarpun tingkat kultiv
Luvia berkata seraya mengangguk, "Benar juga."Lavanya yang berada di dekat sana membatin setelah mendengar pembicaraan Tirta dengan Luvia, 'Pemuda itu baru mencapai tingkat pembentukan jiwa, nggak mungkin dia mampu bertarung dengan kultivator tingkat pembentukan dewa. Dia bisa dibunuh dengan mudah. Seharusnya Genta yang dia sebutkan itu wanita berwajah biasa yang kucari.'Harus diakui ide Genta untuk menyuruh Tirta menyamar menjadi wanita sangat bagus. Itulah sebabnya Lavanya bisa berpikiran seperti ini.Kalau tidak, kemungkinan besar Lavanya akan bertarung dengan Tirta begitu melihatnya. Setelah itu, dia akan memancing Tirta pergi.Farida yang penasaran berujar, "Tirta, omong-omong semalam Pak Saba, Pak Yahsva, dan Pak Gaurav mengajakmu berbincang cukup lama setelah datang. Apa yang kalian perbincangkan?"Ternyata semalam Saba dan lainnya sampai di Desa Persik tak lama setelah Bella datang. Selain memberikan hadiah berharga, mereka juga berbincang dengan Tirta cukup lama sebelum tidu
Sekitar pukul 9 malam, Lavanya yang berpikiran seperti itu berpura-pura ikut para wanita Negara Raigorou masuk ke kamar untuk tidur. Tentu saja para wanita itu juga mendesak Lavanya mandi air hangat.Setelah selesai mandi, Lavanya kembali ke kamar. Dia juga tidak berkultivasi agar energinya tidak bocor. Takutnya orang yang membunuh Sirius akan merasakan keberadaan Lavanya.Keesokan paginya, beberapa wanita di dalam kamar bangun. Lavanya juga mengikuti mereka. Padahal dia tidak tidur semalaman.Wanita Negara Raigorou yang berbincang cukup lama dengan Lavanya semalam berbaik hati meminjamkan bajunya. Dia berucap, "Hari ini kita mau mengurus kebun buah di bagian selatan. Tapi, kulihat bajumu robek. Nanti beberapa bagian tubuhmu terlihat waktu kamu kerja."Wanita Negara Raigorou itu melanjutkan, "Begini saja, aku punya beberapa potong baju lagi. Kalau nggak keberatan, kamu boleh pilih salah satu bajuku."Lavanya tentu menyatakan dia tidak keberatan, "Terima kasih. Aku memang lagi memusingk
Hati Lavanya tidak nyaman setelah mendengar cerita para wanita itu. Namun, dia tidak melupakan tujuan kedatangannya. Dia mengucapkan terima kasih dan mengingat nama Tirta.Dari cerita para wanita itu, Lavanya menyimpulkan Tirta adalah orang yang baik hati dan suka membasmi kejahatan.Para wanita itu langsung menyetujuinya. Mereka merasa sangat bangga bisa membantu wanita yang tidak punya tempat tinggal.Salah satu wanita berujar, "Kami juga nggak melakukan pekerjaan berat di sini. Kamu ikut kami rawat kebun buah saja. Kamu juga bisa menanam bunga."Sekarang, sebagian besar rencana Lavanya sudah berhasil. Selanjutnya, yang penting Lavanya tidak menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan.Jika Lavanya menghabiskan waktu bersama para wanita polos seperti ini untuk beberapa saat, seharusnya dia bisa segera mendapatkan jawaban yang diinginkannya dari mereka.Setelah menghabiskan waktu bersama sepanjang sore, Lavanya tentu tinggal bersama para wanita itu pada malam hari. Mereka tinggal di rum
Lavanya berpura-pura terengah-engah dan menutupi bagian kulitnya yang terlihat. Dia bertanya dengan ekspresi ketakutan, "Maaf, saya ingin bertanya .... Ini tempat apa? Apa kalian bisa memberiku air minum?"Para wanita yang sibuk di kebun buah berasal dari Pulau Wanita Suci. Begitu mendengar suara Lavanya, mereka segera menghampirinya dan menanyakan kondisinya, "Ini Desa Persik. Kenapa pakaianmu robek? Apa kamu ditindas?"Selain itu, mereka juga memberi Lavanya air minum. Salah satu dari mereka berucap, "Kalau kamu nggak keberatan, minum sedikit.""Terima kasih ...," balas Lavanya. Tentu saja dia harus berakting lebih alami. Sebenarnya, dia tidak ingin minum, tetapi dia tetap meminum air yang diberikan para wanita itu.Saat hendak mengarang cerita, Lavanya terkejut. Dia membatin, 'Eh ... ternyata air ini mengandung sedikit energi spiritual. Walaupun nggak pekat, tetap saja bisa memperbaiki fisik kalau dikonsumsi dalam jangka panjang.'Melihat Lavanya hanya memegang cangkir dan tidak bic
Rambut Fiona panjang dan wajahnya dirias. Sudah jelas dia adalah wanita kaya. Dia melirik Tirta sekilas seraya mencebik.Fiona yang merasa jijik berkomentar, "Sherina, orang itu pasti pecundang yang nggak pernah dekat dengan wanita. Kalau nggak, dia nggak mungkin mimpi erotis sampai begitu berlebiha
Razin merasa putus asa. Tatapannya menjadi muram. Dia bertanya, "Ini bukan kemampuan kultivator tingkat inti emas. Hei, apa kamu bisa beri tahu aku kebenarannya?"Tirta merasa lega, lalu dia menyeringai dan menyahut, "Ternyata kamu cukup jeli. Tentu saja ini bukan kemampuanku, tapi di dalam tubuhku
Sherina refleks memejamkan matanya dan tidak menghindar. Namun, dia sama sekali tidak merasa kesakitan. Tenaga Tirta pas sehingga membuat Sherina yang kebingungan tersadar."Huh, nggak usah melontarkan kata-kata yang ambigu! Jelas-jelas kamu itu memang robot! Aku baru pertama kali melihat robot hidu
Ayu melirik Tirta sekilas, lalu membatin, 'Bu Devika dan lainnya juga ada di sini. Seharusnya Tirta sudah merencanakannya sejak awal. Kalau begitu ramai, malam ini Tirta pasti kewalahan.'Sementara itu, Devika bertanya dengan ekspresi terkejut begitu melihat Tirta membawa Ayu dan lainnya datang, "Ti







