Share

Bab 232

Penulis: Hazel
Tirta juga ingin mencoba apakah aliran udara perak itu akan memberikan efek yang sama jika dimasukkan ke tubuh Melati. Dia langsung memegang tangan Melati dan mulai menyalurkan aliran udara perak itu.

Begitu memasuki tubuh Melati, aliran udara tersebut juga menghilang dalam sekejap. Tidak lama kemudian, Melati bangun dengan wajah berseri-seri, suaranya juga tidak lagi selemah kemarin. Melihat Tirta menatapnya, Melati langsung memeluk dada Tirta.

"Tirta, kenapa kamu lihat aku seperti itu? Kamu ma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Zain Uja
umur koin terlalu pendek, belum sempat dipakai tiba tiba sudah lenyap aja
goodnovel comment avatar
hans
***** seru ceritanya lanjut
goodnovel comment avatar
Christian Mario Kalengkongan Lds
kenapa koin tiba2 hilang padahal belum terpakai.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3751

    "Bakatmu juga nggak sebanding dengan kedua wanita itu. Sekalipun kamu mempelajari seluruh teknik kultivasi ini, kamu tetap nggak akan mampu membalaskan dendam kehancuran sekteku.""Tak seorang pun dari kalian, termasuk semua monster iblis, yang akan kubiarkan pergi."Demi membalaskan dendamnya, orang tua itu sama sekali tidak memberi ruang untuk bernegosiasi."Sialan!" Priya menggertakkan giginya karena marah. Namun, dia juga tidak berdaya."Sudahlah, kita sama-sama masuk saja dan secepatnya menguasai teknik kultivasi itu. Kalau Tirta sudah menyelesaikan semua urusannya, seharusnya dia akan datang mencari kita.""Biarkan monster-monster iblis ini tetap di pintu masuk gua untuk menunggu kedatangan mereka." Afifah juga merasa tidak berdaya dan menghela napas.Pada akhirnya, mereka hanya bisa menahan amarah dan memasuki bagian terdalam gua.Emas dan Hitam yang ditinggalkan untuk menunggu di pintu masuk gua merasa tidak rela. Mereka memimpin para monster iblis untuk mengerahkan kekuatan su

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3750

    Mendengar perkataan itu, semua orang dan beberapa monster iblis akhirnya bisa sedikit bernapas lega.Seandainya yang mereka temui adalah roh jahat seperti yang ada di alam rahasia surgawi, orang-orang di dalam gua ini, ditambah belasan monster iblis yang terluka, benar-benar tak akan mampu menghadapinya.'Meskipun orang ini nggak berniat jahat, kita tetap nggak boleh percaya begitu saja.''Di bagian terdalam gua ini, sekalipun ada peluang yang luar biasa, kita tetap nggak boleh menjelajahinya sekarang. Sebaiknya kita menunggu sampai bisa berkumpul kembali dengan Tirta, baru pergi bersama-sama.'Tabib Suci diam-diam mengirimkan transmisi suara kepada semua orang dan seluruh monster iblis.'Ya. Kita memang nggak berniat mencelakai orang lain, tapi juga nggak boleh lengah terhadap orang lain.' Afifah mengangguk.'Hanya gelombang kejut yang dipancarkan saja sudah memiliki daya hancur yang begitu mengerikan. Aku mengkhawatirkan keselamatan Tirta dan yang lainnya ....' Priya merasa gelisah.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3749

    "Tiga tanaman? Terlalu sedikit. Katakan dulu, apa yang harus kulakukan."Anjing hitam besar menjilat air liur yang menetes dari mulutnya."Temukan Kak Tabib Suci dan yang lainnya," jawab Tirta."Gampang, mencari orang adalah keahlianku. Serahkan saja urusan ini padaku!"Mendengar itu, anjing hitam besar langsung menyetujui. Setelah itu, hidungnya mengendus-endus. Dalam sekejap, dia menghilang dari pandangan Tirta dan yang lainnya, berlari secepat kilat."Tirta, meskipun tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun jumlahnya banyak, benda itu bukan sayuran yang bisa ditemukan di mana pun. Kita bisa mencari Tabib Suci sendiri.""Kamu benar-benar berniat memberi anjing itu tiga tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun?" tanya Selvi dengan sedikit heran."Aku tahu. Aku cuma nggak mau nantinya dia mencium aroma tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun, lalu terus mengikutiku dan merengek. Jadi, aku mencari alasan untuk mengusirnya.""Toh setelah memakan begitu banyak tanaman spiritu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3748

    "Apa aku boleh nggak ikut denganmu ke bumi?" Mendengar itu, Selvi tanpa sadar merapatkan kedua kakinya."Nggak boleh. Kalau nggak, aku akan memukul pantatmu.""Jangan lupa, dengan tingkat kultivasimu sekarang, kamu sama sekali bukan tandinganku." Sambil berbicara, Tirta mengangkat telapak tangannya."Bocah kurang ajar! Kamu pikir setelah kekuatanmu meningkat, kamu bisa memaksaku tunduk di bawah kekuasaanmu?" Selvi menggigit bibirnya erat-erat, berbicara dengan malu sekaligus kesal."Ya. Kamu juga boleh memahaminya seperti itu." Tirta mengakuinya dengan terus terang, lalu menyeringai."Ya sudah, kalau begitu aku menyerah saja. Tapi, jangan keterlaluan nanti. Kalau nggak, aku nggak akan sanggup menahannya."Melihat wajah Tirta yang menyebalkan itu, Selvi benar-benar ingin menggigitnya keras-keras. Namun, ketika memikirkan semua pertarungan hidup dan mati yang terus berlangsung sejak mereka memasuki Pegunungan Belantara, dia menyadari bahwa baru kali ini Tirta benar-benar bisa bersantai.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3747

    Genta berbicara dengan nada riang.Begitu selesai berbicara, Genta langsung menggerakkan tubuhnya dan melesat menuju bagian terdalam Pegunungan Belantara. Saat melintasi langit, sosoknya benar-benar terlihat anggun dan begitu indah bak lukisan. Jika dilihat langsung, gerakannya terlihat tidak terlalu cepat. Namun, dalam sekejap, dia sudah terbang melintasi jarak ratusan ribu mil."Grrr!"Tak lama kemudian, Tirta dan yang lainnya mendengar raungan penuh rasa enggan dari seluruh nadi naga di Pegunungan Belantara. Selain itu, mereka juga bisa merasakan dengan jelas bahwa esensi nadi naga yang tadinya begitu melimpah di tempat itu mulai surut."Kakak benar-benar luar biasa. Dia sudah menyerap esensi nadi naga dari wilayah seluas dua juta mil, tapi masih belum merasa puas. Jangan-jangan, dia berniat menyerap seluruh esensi nadi naga di tempat ini?" gumam Tirta sambil mengusap dagunya.Tindakan ini memang akan menyebabkan penurunan drastis pada konsentrasi kekuatan spiritual di Pegunungan Be

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3746

    Mata Genta terlihat begitu indah, seperti sesuatu yang berasal dari alam mimpi. Tidak peduli seindah apa pun kata-kata itu, tetap sulit untuk menggambarkan keindahannya.Tanduk naga yang berkilauan, tubuh yang ramping serta memanjang, dan sisik naga sehalus giok putih yang memancarkan warna memesona membuat Genta tampak seperti peri dan kesayangan sang pencipta. Namun, tekanan dahsyat dari naga sejati yang terpancar dari tubuhnya membuat siapa pun tidak ingin mendekatinya.Naga purba yang pernah ditemui Tirta dan yang lainnya sebelumnya maupun naga sakti yang menjelma dari darah leluhur buaya sakti sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Genta. Jika dibilang kedua naga itu berbeda jauh dengan Genta, itu pun tidak berlebihan. Naga sejati yang mustahil lahir di alam tingkat rendah pun kini benar-benar muncul di hadapan mereka.Selvi dan Kaisar Obat menatap Genta tanpa berkedip karena merasa sangat terkejut dan tidak percaya.Bahkan Jade juga demikian. Dia memang sudah pernah melihat G

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status