Mag-log in"Baik," kata Tabib Suci yang ekspresinya menjadi serius saat dia melangkah ke jalur yang ditumbuhi pohon kecil itu."Sayang, kamu harus berhati-hati," kata Irena saat berdiri di depan jalur kedua sambil menggigit bibirnya dan tatapannya dipenuhi kekhawatiran."Tirta, hati-hati," kata Yumika saat berdiri di depan jalur ketiga sambil menghela napas pelan."Kalian juga. Ayo berangkat," balas Tirta sambil tersenyum tipis.Tak lama kemudian, kelima orang itu melangkah ke empat jalur yang berbeda pada saat yang bersamaan.Sementara itu, di pihak Tabib Suci. Begitu dia memasuki jalan kecil itu, pohon kecil yang tadinya hanya setinggi satu orang tiba-tiba berubah menjadi pohon kuno yang menjulang hingga menembus langit. Batangnya begitu besar hingga lebarnya mencapai tiga ribuan meter, seperti sebuah gunung raksasa yang menghalangi jalan di depannya.Pohon itu hanya bisa digambarkan dengan kata megah, agung, dan kokoh tak tergoyahkan. Kulit batangnya terbuka selapis demi selapis dan memancarka
"Sedangkan jalur keempat adalah jalur hukum hati, maju tanpa pernah mundur. Kalau Tuan Tirta juga mau pilih jalur ini, kita bisa pergi bersama-sama," kata Priya sambil tersenyum. Dari ucapannya itu, terlihat jelas dia memang mengetahui cukup banyak rahasia mengenai alam rahasia surgawi."Sayang, aku takut sekali, seperti nggak ada rasa aman. Bagaimana kalau kamu temani saja aku?" kata Irena sambil memeluk lengan Tirta dan manja-manja, lalu diam-diam menyenggol Priya yang sedang berjalan berdampingan dengan Tirta ke samping."Uhuk uhuk. Kamu sebaiknya tempuh jalanmu sendiri. Aku yang sebagai suamimu juga nggak akan memihakmu, tapi nggak akan biarkan kamu dalam bahaya juga. Ambillah peta bintang ini," kata Tirta sambil mencubit pipi Irena."Ah .... Nggak mau. Lebih baik Sayang saja yang simpan ini untuk melindungi diri. Bagaimana kalau aku sampai buat itu hilang?" kata Irena yang sangat memahami betapa berharganya harta itu, sehingga dia langsung menolak."Ambillah. Aku masih punya banya
"Dilihat dari keadaan tadi, sepertinya artefak bocah itu sudah nggak berfungsi," gumam Sodam saat mengingat kembali ekspresi Tirta yang tadi dipenuhi amarah dan kebingungan. Sudut bibirnya terangkat makin tinggi tanpa bisa dikendalikan, hingga akhirnya dia tertawa terbahak-bahak."Hahahaha ... hahahahaha. Aku mengerti, aku mengerti sekarang. Jadi, dia sebenarnya nggak kuat, selama ini dia hanya mengandalkan pedang kecil aneh itu untuk bertindak semena-mena. Sekarang pedang itu pasti sudah nggak berfungsi lagi. Tinggal cari kesempatan yang tepat, aku sendiri pun bisa membunuhnya dengan mudah. Bagus, bagus sekali," lanjut Sodam.Sodam pun tidak menyembunyikan tingkat kultivasinya lagi. Setelah menyiapkan obat spiritual dan artefak pelindung, dia langsung menerjang masuk ke alam rahasia surgawi dengan seluruh kemampuannya.Tak lama setelah Sodam memasuki alam rahasia surgawi, pemandangan di sekitarnya tiba-tiba berubah dan jalur menuju reruntuhan itu pun tertutup rapat.....Karena kabut
Bagaimanapun juga, obat spiritual milik orang-orang itu yang paling rendah pun telah berusia lima ribu tahun. Mengenai artefak, dia merasa nilainya masih tidak sepenting obat spiritual.Namun, begitu kata-kata itu terucap, pemandangan yang dibayangkan Tirta sama sekali tidak terjadi dan semuanya tetap seperti biasanya.Pesilat Suci menoleh dan menatap Tirta seperti sedang melihat orang bodoh, lalu berkata pada Tabib Suci, "Tiga Belas, otak adik seperguruanmu ini ada masalah ya?"Pendekar Suci juga menimpali, "Benar. Tadi masih baik-baik saja, kenapa tiba-tiba kambuh begini? Apa dulu dia sempat menyimpang saat kultivasi?"Wanita tua yang berada di peringkat kedelapan belas terkekeh-kekeh. "Hehehe. Anak baik, kamu tahu tadi aku sempat terkejut, makanya kamu sengaja jadi badut untuk cairkan suasana. Bagus, sangat bagus. Kalau nanti aku dapat kesempatan besar, aku pasti nggak akan lupa bagianmu."Tabib Suci juga memasang ekspresi kebingungan, sehingga dia diam-diam mengirim transmisi suara
Alam rahasia surgawi adalah sebuah nama yang sangat kuno. Di antara begitu banyak kultivator yang hadir, mungkin hanya lima teratas dari 18 Orang Suci yang telah hidup paling lama yang benar-benar mengetahui makna di balik nama itu.Menurut legenda, tiga puluh ribu tahun yang lalu, nama dunia ini adalah dunia surgawi. Nama itu bahkan telah digunakan selama ratusan ribu tahun. Namanya terpaksa diganti menjadi dunia awani karena terjadi suatu perubahan besar dan tak seorang pun yang mengetahui alasan pasti di balik perubahan itu. Namun, lima Orang Suci teratas pernah mendengar legenda mengenai dunia surgawi.Konon, para kultivator pada masa itu semuanya sangat kuat. Jangankan tingkat pencapaian agung, bahkan tidak sedikit dari mereka yang sudah mencapai lebih jauh hingga mencapai tingkat pengguncang langit. Itu adalah masa yang dipenuhi para ahli dengan peradaban kultivasi yang makmur dan gemilang, sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan para kultivator zaman sekarang."Mungkin di al
"Tapi, aku nggak bermaksud mengancam kalian semua. Benda apa pun yang didapat dari reruntuhan ini dan selama itu bukan yang aku butuh, semuanya akan jadi milik orang yang mendapatkannya," lanjut Priya setelah melihat seluruh kerumunan itu.Ucapan itu langsung membuat semua orang yang berada di sana menghela napas lega. Jika tidak, mereka pasti sudah memilih untuk mundur daripada tetap tinggal di sana dan hanya menjadi pekerja yang menguntungkan orang lain."Baik, terima kasih atas kemurahan hati Nona Priya. Kalau begitu, silakan Nona Priya buka reruntuhan ini. Kami bersedia jadi yang pertama masuk untuk buka jalan bagi Nona," seru sekelompok kultivator tingkat penebas dewa secara serempak.Sebelum Priya sempat bergerak, anjing hitam besar itu sudah terlebih dulu berteriak dengan angkuh, "Sialan, bukannya tadi kalian para tua bangka ini masih berteriak-teriak? Sekarang malah menjilat dan pura-pura patuh. Aku beri tahu kalian. Kalau nggak bersujud dan minta maaf padaku, jangan harap ada
"Setelah dipikir-pikir lagi sekarang, kami sudah mengorbankan jerih payah kami seumur hidup di Farmasi Santika. Kalau pergi begitu saja, memang nggak terlalu baik.""Kami benar-benar tulus menyadari kesalahan kami sekarang. Kami berharap bisa kembali ke perusahaan," ucap Rudi dengan tulus."Jadi ... b
"Ah ...."Kalau bukan karena mobil ini memiliki peredam suara yang sangat baik, mungkin teriakan Nabila yang dahsyat ini telah menarik perhatian banyak orang. Mobil itu terus berguncang dengan frekuensi yang kadang cepat dan kadang melambat.Setelah beberapa saat, Nabila tidak mampu lagi menahan seran
Irene menghabiskan 2 jam untuk menyelesaikan masakannya. Tirta belum kenyang, tetapi Irene yang memasak sudah kenyang duluan.Setelah beristirahat sejenak, berbagai makanan lezat dan mewah pun disajikan di atasnya. Tirta duduk di kursi, lalu menatap Irene dan melambaikan tangannya sambil terkekeh-kek
Staf mengambil senter untuk memeriksa seluruh batu giok itu. Kemudian, dia mengangguk sambil berkata dengan girang, "Bagus sekali. Ini adalah giok transparan yang sempurna tanpa cacat apa pun.""Jarang sekali dijumpai giok transparan dengan kemurnian dan kejernihan ini. Giok ini sama populernya denga







