Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-30
Oleh:  Cheilla_writers🍀Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
12Bab
21Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Labella Anastasia Laksani, seorang ahli bedah muda jenius, mati saat mencoba menyelamatkan nyawa orang lain. Namun, bukannya masuk surga, jiwanya justru terlempar ke dalam novel best seller yang pernah dibaca adiknya. Ia terbangun di dalam tubuh Ashyel Clarisse van de Liora, seorang figuran pendiam yang ditakdirkan mati dipenggal bersama seluruh keluarganya. "Aku belum mati? Tapi kenapa aku berada di kamar semewah ini? Dan siapa gadis cantik di cermin ini?" Labella menyadari ia masuk tepat sebelum bencana dimulai. Hanya ada satu cara untuk selamat: Menawarkan kesepakatan pada sang "Monster Utara", Duke Aslan Krossvane, pria dingin yang dikutuk dan benci pada wanita. Berbekal pisau bedah dan sifat barunya yang centil-sangat jauh dari sosok Ashyel yang asli-Labella nekat menerobos barak militer. Saat sang Duke sekarat, ia berbisik dengan berani: "Jangan mati dulu ya, Aslan. Aku sudah menjahit perutmu, jadi sekarang bayar aku dengan gelar Duchess."

Lihat lebih banyak

Bab 1

BAB 00| Reinkarnasi sang ahli bedah🍀

Jakarta, 02:15 WIB.

Dua puluh empat jam. Labella Anastasia Laksani baru saja menyelesaikan operasi maraton tanpa jeda. Sebagai ahli bedah toraks terbaik, ia adalah mesin di ruang operasi, tapi mesin pun punya batas.

Langkahnya gontai saat keluar dari lobi rumah sakit. Pandangannya kabur, kepalanya berdenyut hebat akibat kurang tidur yang ekstrem.

Ia merogoh ponsel, hanya sempat membaca sekilas pesan dari adiknya: "Kak, baca novel The Darkest Duke! Ada karakter namanya Ashyel, dia mati dipenggal konyol padahal cantik banget! Coba kalau itu kamu–"

Labella tidak sempat menyelesaikan kalimat itu. Konsentrasinya hancur total. Di zebra cross, ia tidak menyadari lampu telah berganti warna.

Ciiiittt! BRAKK!

Logika medisnya bekerja otomatis saat tubuhnya menghantam aspal. Pendarahan internal masif. Trauma tumpul kepala. Harapan hidup: nol.

'Sial, mati karena kurang konsentrasi... memalukan,' batinnya dingin sebelum kegelapan menelan segalanya.

------------------------------

"Nona Ashyel! Demi Dewa, bangun! Jangan tinggalkan kami sekarang!"

Suara tangisan histeris dan aroma dupa mawar yang menyengat menusuk indra penciuman Labella.

Kepalanya terasa seperti baru saja digilas roda truk yang sama. Perlahan, ia membuka mata.

Bukan plafon rumah sakit yang membosankan. Labella menatap langit-langit setinggi lima meter dengan ukiran baroque berlapis emas dan lampu kristal yang berkilauan. Ia mengerjap. Ini ruang ICU jenis apa?

"Nona! Syukurlah!" Seorang pelayan tua, Martha, bersujud di lantai sambil terisak. "Anda pingsan setelah mendengar kabar Duke Aslan akan meratakan keluarga kita karena ulah Nona Beatrix!"

Labella mengernyit. Ashyel? Beatrix? Duke Aslan? Nama-nama itu tidak asing.

Ia segera menyibak selimut sutranya, melompat turun dengan anggun mengabaikan rasa pening yang menyerang dan berlari menuju cermin setinggi manusia di sudut kamar.

Langkah Labella terhenti. Jantungnya berdegup kencang, tapi bukan karena trauma.

Di balik cermin itu, berdiri sosok dewi. Rambut perak yang berkilau seperti cahaya bulan, mata biru jernih yang sayu namun indah, dan kulit seputih Salju yang belum pernah tersentuh matahari. Labella meraba wajahnya. Tekstur kulit ini... luar biasa.

"Wah, gila..." gumam Labella. Ia tidak lagi bicara dengan nada dingin dokter bedah, melainkan dengan nada kagum seorang wanita yang baru saja menang giveaway kecantikan seumur hidup. "Kulit ini... apa dia pakai masker dari air mata malaikat? Skincare-nya pasti mahal banget!"

Ia memutar tubuhnya, mengamati gaun tidur transparan yang melekat indah di tubuh barunya. Tragis? Dipenggal? Lupakan sejenak.

"Aku pikir bakal berakhir jadi mayat kaku di ruang otopsi, ternyata malah jadi Duchess cantik di dunia novel,"

Labella menyeringai lebar, sebuah seringai penuh percaya diri yang tak pernah dimiliki Ashyel asli. "Oke, Labella Anastasia Laksani... atau sekarang Ashyel? Mari kita manfaatkan kesempatan kedua ini."

Martha melongo di pojokan. Nona Ashyel-nya yang biasanya hanya menunduk ketakutan dan bicara dengan suara bisikan, kini sedang berdiri membusungkan dada, mengagumi aset tubuhnya sendiri di depan cermin dengan gaya yang sangat... fabulous.

"Nona... Anda tidak apa-apa? Duke Aslan akan mengeksekusi kita besok pagi!"

Ashyel menoleh, mengibaskan rambut peraknya dengan gerakan dramatis. "Mengeksekusiku? Sayang sekali, Martha. Wajah se-estetik ini terlalu berharga untuk dipisahkan dari lehernya."

Ia menjentikkan jari dengan mantap. Aura dokter bedah yang otoriter terpancar kuat.

"Siapkan baju paling provokatif maksudku, paling elegan yang kita punya. Kita akan pergi ke barak militer Duke sekarang juga."

"Tapi Nona... Anda kan pingsan setiap kali melihat darah!"

Ashyel tertawa renyah, tawa yang terdengar sangat merdu namun berbahaya. "Darah? Martha sayang, bagiku darah adalah karya seni dan sarapan pagi. Siapkan keretanya. Aku harus menemui 'calon suamiku' yang galak itu dan memberinya sedikit pelajaran medis."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
12 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status