Share

Bab 35

Penulis: Hazel
"Kak, jangan begitu. Nabila baru keluar. Nanti kita ketahuan," ujar Tirta yang panik. Dia segera mendorong Melati, lalu pergi menutup pintu. Tirta mengintip sosok Nabila yang berlari keluar dari celah pintu. Tampaknya, Nabila takut ditanya Melati lagi. Seharusnya, tadi Nabila tidak melihat kemesraan Tirta dengan Melati. Tirta pun mengembuskan napas lega.

Melihat gerak-gerik Tirta, Melati menyindir, "Kamu makin hebat, ya. Baru beberapa hari saja, kamu sudah berhasil menaklukkan Nabila."

Tirta men
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (14)
goodnovel comment avatar
Sadri Khairuddin
lanjutkan lebih asyiiik nih
goodnovel comment avatar
Sadri Khairuddin
adengan serunya tak muncul yee..
goodnovel comment avatar
hans
***** mantabpfff lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3704

    Naga purba berwujud manusia menyerang dengan sangat ganas. Dia mengangkat tangan dan memanggil petir dari langit kesembilan, lalu memadatkannya menjadi sebuah trisula besar yang seolah nyata.Trisula besar itu sangat ganas, dengan sisinya dipenuhi sisik naga.Mata trisula setajam taring naga raksasa, berkilauan dengan cahaya dingin yang menggetarkan hati. Meski naga purba berwujud manusia tampak sudah tua, tubuhnya sangat kekar seperti menara besi. Dengan kedua tangan memegang trisula, dia menebaskannya dengan sekuat tenaga.Aura dahsyatnya seolah mampu mengadang puluhan ribu pasukan seorang diri.Wuuus! Cahaya petir yang mengerikan memancar ke luar, seolah hendak membelah sebuah bintang menjadi dua!"Niat Pedang Bergelora!" Tirta tidak berani meremehkannya dan segera melancarkan ribuan hingga puluhan ribu cahaya pedang yang sudah dipadatkan.Masing-masing hanya setebal lengan, tampak persis seperti pedang terbang sungguhan. Meskipun tidak memiliki kedahsyatan seperti serangan naga pur

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3703

    "Ya, Raja Monster. Kita seharusnya segera membuat rencana. Terus berlarut-larut seperti ini nggak ada gunanya." Iblis besar lainnya berkata demikian.Raja Monster termenung. Dalam waktu singkat, dia sulit mengambil keputusan."Huh. Kalau kalian ragu-ragu seperti ini, biar aku saja yang memutuskan untuk kalian. Sekarang, artefak yang kalian andalkan sudah nggak berguna.""Bagaimana kalau kita melakukan pertarungan yang adil? Siapa yang menang, dialah yang bisa meninggalkan tempat ini hidup-hidup.""Kalian nggak setuju juga nggak masalah. Paling-paling aku tinggal memanggil bala bantuan untuk memusnahkan kalian semua. Dengan begitu, kami juga nggak perlu turun tangan."Tepat saat ini, Tirta tiba-tiba angkat bicara dengan nada yang tak memberi ruang untuk dibantah."Bagaimana caramu menentukan pertarungan yang adil?" Beberapa iblis besar terkejut sekaligus marah, tetapi mereka tidak punya pilihan lain."Sederhana. Kalian pilih dua orang, lalu bertarung melawanku dan Jade. Nggak ada menang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3702

    "Apa hubungannya denganmu?"Dalam sekejap, Tirta memikirkan banyak hal. Masalah ini mungkin berkaitan dengan rencana penguasa Istana Batara, jadi mustahil baginya untuk mengatakan yang sebenarnya.Sebelum Raja Monster sempat kembali membuka mulut, Tirta langsung membual, "Waktu aku kebetulan melewati wilayah terlarang Laut Utara, naga kecil itu melihat aura kepemimpinanku yang luar biasa, lalu dengan sukarela menyerahkan benda ini padaku.""Mustahil! Artefak ini jauh lebih berharga daripada nyawanya sendiri. Mana mungkin dia menyerahkannya begitu saja padamu?" Raja Monster tentu saja tidak percaya. Kalau naga purba kepala tiga itu ada di sini, dia pasti akan menanyakannya langsung sampai jelas."Bocah, sebaiknya kamu mengatakan yang sebenarnya. Kalau nggak, akibatnya bukan sesuatu yang sanggup kamu tanggung!" geram naga purba berwujud manusia.Bukan hanya para monster iblis yang tidak percaya, bahkan Kaisar Obat pun menatap Tirta dengan tatapan heran."Hehe. Akibat seperti apa yang ngg

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3701

    Saat masih memiliki kekuatan untuk bertarung, Tirta saja tidak mampu menahan seberkas cahaya pedang yang mengerikan itu. Apalagi sekarang?Namun, dalam situasi seperti ini, Tirta sama sekali tidak merasa putus asa. Dia hanya merasa kekuatannya masih belum cukup kuat. Masih ada ruang yang sangat besar untuk berkembang.Tirta juga tidak bertanya kepada wanita yang berada di lautan kesadarannya, apakah wanita itu memiliki cara untuk mengatasi masalah ini.Kalau memang ada, wanita itu pasti tidak akan membiarkan Tirta menunggu kematian. Dia pasti sudah memberi tahu Tirta sejak tadi.Toh, mau dilihat dari mana pun, hidup dan mati mereka berdua sudah terikat pada tali yang sama.Buzz! Tepat ketika Tirta dan yang lainnya menunggu kematian datang, sesuatu yang tak terduga tiba-tiba terjadi.Di dalam Cincin Ruang milik Tirta, cahaya berkilat, lalu sebuah artefak yang bentuknya menyerupai peti mati perunggu tiba-tiba keluar dengan sendirinya.Ukurannya hanya sebesar telapak tangan. Di permukaann

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3700

    Meskipun cahaya misterius itu tak mampu menembus kertas emas dan peta bintang, kekuatan dahsyat yang terkandung di dalamnya tetap mampu menembus pertahanan dan menghantam mereka.Ini pertama kalinya Tirta dan yang lainnya melihat cara menyerang seperti ini. Mereka benar-benar tidak tahu bagaimana cara menghadapinya."Hahahaha. Apa gunanya punya artefak kuno asal? Kalau kekuatanmu sendiri lemah, kamu tetap akan mati karena terguncang oleh kekuatan ini. Bahkan artefak kuno asal pun nggak akan mampu melindungimu." Salah satu monster iblis mencibir tanpa ampun."Hehe. Bocah, terus terang saja, serangan ini baru dilakukan dengan kekuatan paling rendah karena kami khawatir menghancurkan dunia ini. Kalau masih punya pusaka lainnya, cepat keluarkan. Jangan sampai kamu mati sambil menyesal," ejek burung misterius yang bentuknya menyerupai gagak emas."Uhuk, uhuk .... Sialan, sebenarnya benda apa itu? Kok kekuatannya bisa sebesar ini? Sepertinya aku nggak akan selamat!"Anjing hitam besar baru s

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3699

    Serangan Jade dan Tirta sekarang sudah cukup untuk menghadapi tiga iblis besar secara langsung. Mereka tak lagi berada dalam posisi terdesak.Terlebih lagi, masih ada Kaisar Obat yang membantu di belakang mereka. Pertarungan semakin lama semakin sengit, tetapi dibandingkan tadi, situasinya sudah berubah drastis.Groar! Tak lama kemudian, Selvi yang sudah beristirahat sejenak juga mengendalikan naga raksasa yang terbentuk dari nadi naga dan ikut bergabung dalam pertarungan.Dengan begitu, situasi pertarungan perlahan mulai condong sepihak."Sial, benar-benar sial! Padahal semuanya sudah berada dalam kendali.""Semuanya gara-gara Kaisar Obat sialan ini! Siapa sangka dia malah ikut campur pada saat seperti ini. Kalau bukan karena dia, situasi seperti ini nggak akan terjadi!""Huh. Setelah membunuh orang-orang ini, kita akan mencabut semua Kaisar Obat di seluruh Pegunungan Belantara!"Beberapa iblis besar menyadari bahwa mereka ternyata sudah tak mampu lagi menekan Tirta, Jade, dan Selvi.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status